Petugas Telkom Merusak Plafon Rumah Saya

Tanggal 19 Agustus 2020 saya melaporkan matinya telepon rumah saya (nomor 021-47051**). Pada hari yang sama, saya mendapat WA dari IndiHome yang menginformasikan laporan gangguan sudah diterima dan diberi nomor tiket sekaligus nama dan waktu kedatangan teknisi, yaitu Sdr. Amir H*****, dan diperkirakan akan datang tanggal 20 Agustus 2020.

Pada hari yang sama saya mendapat WA dari Sdr. Asep A******* yang mengaku sebagai teknisi Telkom dan menyatakan akan segera datang. Sesuai janji, ybs. datang bersama seorang rekan dengan seragam petugas Telkom dan surat tugas, sehingga saya izinkan melakukan perbaikan.

Pada waktu melakukan perbaikan, ybs. bekerja di bawah atap, yaitu di atas plafon rumah. Karena satu dan lain hal, mereka menginjak plafon tersebut (terbuat dari gipsum) dan mengakibatkan bagian gipsum tersebut (sekitar 1x2m) jebol. Yang bersangkutan cukup bertanggung jawab dan berjanji akan memperbaiki. Namun ternyata tidak langsung datang besoknya, melainkan 2 minggu kemudian, dan selama waktu tersebut plafon rumah saya dalam keadaan bolong.

Setelah bolak balik saya hubungi via WA, akhirnya pada 1 September 2020 mereka datang kembali dan melakukan perbaikan plafon tersebut dengan alat dan bahan seadanya. Plafon berhasil ditutup, tetapi dengan kondisi pekerjaan kasar dan kotor. mereka berjanji akan datang kembali untuk merapikan, karena katanya harus menunggu pekerjaan pertama kering.

Sejak saat itu ybs. tidak pernah datang lagi, dan kemudian dihubungi via telpon dan WA pun tidak menjawab.

Joshua Siregar
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai PT Telkom Indonesia:
[Total:24    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan PT Telkom untuk Bapak Joshua Siregar

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bapak Joshua Siregar pada tanggal 25...
Baca Selengkapnya

Loading...

17 komentar untuk “Petugas Telkom Merusak Plafon Rumah Saya

    • 25 Oktober 2020 - (20:00 WIB)
      Permalink

      Kasihan, beliau niat menyampaikan fakta dilapangan, malah disalahkan. Dalam menyampaikan opini tolong juga objektif.. bukan dicampuri perasaan yg subjektif.
      Setiap pekerjaan selalu ada resiko, dan sudah menjadi kewajiban setiap pekerja menjalankan SOP atau standar bekerja yang sudah ditetapkan. Jika ada kerusakan yg disebabkan kelalaian, maka wajib bertanggungjawab. Bukan melarikan substansi masalah dgn membawa bawa susu anak, orang susah, dsb. Ini masalah profesionalisme bekerja.
      Jika ybs segera menyelesaikan tanggung jawab nya, saya kira pelapor takkan share ini ke Medsos.. karena semua jalur persuasif sudah dilakukan beliau. Hanya tiba tiba kerjaan belum selesai, setiap usaha komunikasi ga direspon. Diangkat atau dibalas saja ga.. ini bentuk lari dari tanggungjawab. Begitu juga dengan perusahaan dhi Telkom.. harusnya cepat merespon agar setiap keluhan bisa segera tertangani dengan baik. Bukan terkesan melempar permasalahan antar pelanggan dgn teknisi yg dikirimkan. Kesannya jadi personal. Saya tidak membela pelapor, hanya berusaha melihatnya secara objektif. Soal komen seharusnya yg punya rumah kasih tau dululah atau memperingatkan hati hati dsb, hal tersebut saya yakin yang komen juga ga tau apa pelapor sudah lakukan itu atau tidak. Jadi jangan cepat cepat menyimpulkan atau menghakimi orang lain. Semoga masalah nya cepat ditangani dengan baik. Agar PT. Telkom menjaga kredibel dan nama baiknya dalam melayani masyarakat yg sudah mempercayai kualitas dan nama besar Telkom. Sekian.

      • 25 Oktober 2020 - (23:15 WIB)
        Permalink

        Bapak, ibu yang baik. Terima kasih untuk masukannya. Saya bisa memahami kalau kita semua memikirkan kondisi dari petugas yang bersangkutan.

        Setelh kejadian petugas ybs menghubungkan saya (via HP dia) dengan atasannya. Setelah kondisi dijelaskan beliau sendiri yang menjanjikan untuk melakukan perbaikan. Sayangnya, saya tidak mendapat nomor telpon sang atasan tersebut, sehingga saya kesulitan utk menindaklanjuti janji beliau.

        Surat ini saya buat sebagai upaya menyambung jalur komunikasi dengan institusi yang diwakili oleh atasan ybs, yang sempat terputus. Ini akhirnya sudah terjadi karena saya sudah dihubungi dan akan ada pembicaraan lebih lanjut. Saran2 bapak dan ibu sekalian tentang nasib para petugas akan saya perhatikan dalam pembicaraan tersebut.

        Sekali lagi terima kasih.

        • 26 Oktober 2020 - (15:57 WIB)
          Permalink

          ngapain ke atasam2 pa ksian tukangny.ikhlasin aja. toh teknisis sdh ada usha ganti yg sesuai. bp mau nuntut aplg cm kerapihan. hdeuh pa.smoga bp dn ybs suatu mnjadi saudara dkat. bnyak2 belajar ilmu ikhlas.ilmu hidayah.dn prihatin ke orang lain.hnya pndapat pa bos 🙂

  • 25 Oktober 2020 - (13:25 WIB)
    Permalink

    Semoga habis ini petugas tsb gak dipecat, kasian. Harusnya Telkom sebagai korporasi ikut tanggung jawab lah kalo ada yg kek gini. Walau bagaimana pun ini kan risiko pekerjaan dari perusahaan, jangan hanya ditanggung pribadi oleh petugas lapangan.

    • 25 Oktober 2020 - (19:37 WIB)
      Permalink

      Kalau tehnisi telkom sampai di pecat, tuan rmh sudah mematikan dapur tehnisi, susu anaknya tak terbeli kontrakan gak terbayar .. semtara tehnisi msh tgg jb betulin walau gak sesempurna tkg plafon .. ya krn tehnis telkom bkn tehnisi plafon.. tuan rmh tdk infokan apa2 soal lokasi krj ke tehnisi, gmpang jebol ato rapuh ato apa ..

      3
      2
  • 25 Oktober 2020 - (14:04 WIB)
    Permalink

    Itu ketidaksengajaan.

    Ruang di atas plafon tidak sebebas di bawah, sangat besar kemungkinan problem seperi itu rentan terjadi.

    Untung untung teknisi tidak sampai jatuh dan cedera.

    Menghindari hal semacam itu seharusnya :

    1. Informasikan bagian sisi rumah yang rentan rusak.

    Teknisi menghadapi medan kerja yang berbeda beda. Mungkin teknisi sering menginjak plafon rumah tapi tidak jebol. Namun ini berbeda lagi.

    Rumah anda, anda sendiri yang tahu. Berikan informasi khusus mengenai sisi rumah yang rentan seperti itu.

    “Pak teknisi, hati hati nanti plafon jangan di injak, karena tidak kuat”

    2. Informasikan jalan alternatif, jika anda paham.

    “Pak teknisi, lewat situ aja, biar kerjanya lebih mudah”

    3. Jika sudah terjadi hal tak terduga seperti ini, seharusnya sama sama bertanggung jawab, tidak menyerahkan kesalahan pada satu pihak saja saja.

    Jadilah manusia yang memiliki empati. Harta bisa di cari.

    16
    • 25 Oktober 2020 - (20:37 WIB)
      Permalink

      Pelit amat sih, tinggal panggil tukang bangunan untuk memperbaikinya, ini namanya kecelakaan jadi orang tidak sengaja melakukannya.

    • 25 Oktober 2020 - (22:11 WIB)
      Permalink

      Pelanggan ada ada saja. Beruntung juga teknisi nya selamat. Andaikan teknisi itu dalam artian (cacat) jatuh dalam keadaan luka parah. Apakah tetap jadi objek ke kesalan pelanggan? Toh itu pekerjaan medan ya juga susah. Apa yg mau disalahkan coba??… Saya setuju jika pelanggan dengan teknisi sama sama mengerti. Karena hal seperti ini dapat merugikan pihak telkom/indihome. Pesan untuk semua teknisi jangan ambil resiko jika pelanggan yg ngaco memerintah anda melakukan hal hal yg konyol. Seperti naik dalam plafon ingat jangan ambil resiko!!

  • 25 Oktober 2020 - (16:50 WIB)
    Permalink

    Ini mah lepas tanggung jawab namanya… masih untung teknisi tersebut tidak jatuh atau cedera… mikir dikit napa baru nulis yg ginian

  • 26 Oktober 2020 - (01:08 WIB)
    Permalink

    Didaerah saya sering kejadian seperti itu tapi mereka tidak komplain dikarenakan mereka sadar diri pas awalnya tidak memberi tahu terhadap teknisi entah itu plafon, genteng atau siku” tiang rumah yang udah rapuh.
    Meskipun sudah diperbaiki tapi hasilnya jelek yah wajar mereka bukan tukang bangunan, syukur” itu juga diperbaiki meskipun gx rapih dari pada gx diperbaiki. Kecuali plafon yang jebolnya besar & parah.

  • 26 Oktober 2020 - (15:49 WIB)
    Permalink

    Kalau mnurut sy sih mereka sudh ada niat baik mau mengganti dn benar. hrusnya d apresiasi pak. yg pnting sudh niat baik krn ktidk sengajaan.. kecuali tidak mngakui dn brtanggung jawab. dn brtanggung jawabpun tidak melulu uang. cukup minta maaf. niscaya suatu saat bapak selalu dihargai orang lain apabila itu benar keadaanya.

 Apa Komentar Anda mengenai PT Telkom Indonesia?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Petugas Telkom Merusak Plafon Rumah Saya

oleh Joshua Siregar dibaca dalam: 1 min
17