Debt Collector Bank Mega Melakukan Penagihan dan Teror Bukan kepada Pemilik Kartu Kredit

Kepada Yth. Mediakonsumen.com,

Saya adalah pemegang kartu kredit Bank Mega no 4890 8700 **** *213 sejak tahun 2014. Pada bulan April 2020 datang debt collector yang masuk ke dalam rumah tanpa seizin pemilik rumah. Apakah cara penagihan seperti itu memang dibenarkan oleh OJK?

Saat ini debt collector Bank Mega terus berulang kali menelepon dan meneror saudara-saudara saya. Bahkan mereka berbohong dengan mengatakan bahwa saya telah menjadikan mereka sebagai STS (saudara tidak serumah) saat saya apply kartu. Saya tidak pernah memberikan nomor HP dan nomor telepon rumah mereka ke Bank Mega. Aktivitas mereka semua menjadi terganggu karena terus menerus ditelepon, bahkan dengan ancaman dan kata-kata kasar.

Nomor telepon yang mereka gunakan untuk teror: 021 3110 13**, 021 3110 43**, 08575790****. Perbuatan tidak menyenangkan ini masi mereka lakukan sampai saat ini. Perlu diketahui nomor HP saya aktif, WA aktif, bahkan collector lapangan sering telepon dan WA saya.

Tanggal 16 Oktober 2020 saya sudah mendatangi Bank Mega TSM, tapi surat permohonan keringanan bayar lunas malah diabaikan oleh Bpk, F dan belum mendapat tanggapan sampai surat ini dibuat.

Terima kasih.

Albert
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:115    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

15 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Melakukan Penagihan dan Teror Bukan kepada Pemilik Kartu Kredit

  • 28 Oktober 2020 - (14:37 WIB)
    Permalink

    Buat pak @Muhammad… cepetan mumpung masih anget nih. Waktu dan tempat dipersilakan…

      • 29 Oktober 2020 - (18:08 WIB)
        Permalink

        Pak @Muhammad itu makluk paling hits aka selebnya Media Konsumen. Kan ada seleb Tiktok, selebgram, seleb Twitter dll, nah dimari selebnya ya pak Muhammad ini.

    • 29 Oktober 2020 - (19:02 WIB)
      Permalink

      Bahahahha..kalo gw manggil nya si pait lidah bro…hahahaha..seleb media konsumen doi..pakar abiss dah..msalah apa aja ada solusi buat dia walau menyesatkan..

  • 28 Oktober 2020 - (22:19 WIB)
    Permalink

    OJK dimana yah? Katanya otoritas Jasa Keuangan, pengawasannya dimana yah? Baru ada kasus mencuat di TV malah gk ada pertanggungjawaban nya.. Katanya pengawas.. Mending balikin ke BI lagi…

    • 29 Oktober 2020 - (07:10 WIB)
      Permalink

      Pengalaman saya, saya minta keringanan pelunasan bisa, puji syukur Tuhan sudah lunas 2 kartu, saya dan kolektor nya masih berhubungan baik.

      1
      1
  • 29 Oktober 2020 - (06:36 WIB)
    Permalink

    Pasang CCTV dirumah.Bila DC melakukan penagihan diluar etika penagihan yg sudah ditetapkan sesuai surat edaran BI apalagi melakukan tindakan pidana kekerasan verbal ,pemerasan,dan pengrusakan buktinya bisa di berikan ke Bank terkait,OJK & pihak berwajib.

    • 29 Oktober 2020 - (13:29 WIB)
      Permalink

      Tukang Hutang yang Baik, dan Tukang Hutang yang Bolak-balik.
      Balik kepada diri sendiri, disaat kita katakanlah mau “ngutang” pasti dalam sikap sangat kooperatif, dan sadar secara full. Tapi disaat kita “ditagih” apakah kita sudah kooperatif? Apakah kita sadar? Kita ngutang ya sangat wajar ditagih. Lucu kalo bertanya apakah cara penagihan halal? Sesuai prosedur? Pedasnya B aja, atau pedas bet? Jadilah pengutang yg baik, mampu nyicil. Bukan mampu melunasi. Mampu nyicil gk bakal ditagih, cukup diperingati. Tp mampu melunasi? Harus melewati drama dulu, harus ditagih dulu, umbar ke media dulu, ujung2nya biasanya nyalahin OJK dan BI, kan kejauhan gk nyambung. Cukup Ngutang dan Bayar Cicilan yang Cukup.
      Sudah Cukup.

      Nasabah semua Bank.
      Papua

      3
      2
    • 29 Oktober 2020 - (18:06 WIB)
      Permalink

      Buat bayar utang masih belum bisa, kok sarannya masang cctv? 1 mata cctv sesuai pengalaman saya 800 ribuan. Mending buat bayar utang dulu deh uangnya drpd masang cctv 😔🙄😒

  • 29 Oktober 2020 - (19:20 WIB)
    Permalink

    Please ini kejadiannua sama persis sama apa yg saya alami skrg . Debt colector bank permata nagih ke nomor yg gada sangkut pautnya sm saya dan bukan nomor yg saya cantumkan saat pengajuan 😢😢😢 dan mereka neror ke manager sy smpe saya diaduin ke kantor .

  • 7 November 2020 - (12:26 WIB)
    Permalink

    hadehhh..gak tahu apa bagusnya bank ini.
    Rumit banget! di kota besar seperti Medan, satupun CS untuk kartu kredit tidak ada, dan anehnya lagi kartu yang udah di tutup bisa hidup kembali.

    telpon dan chat kawan-kawan, bilang bayar kartu kredit. sementara kartunya sudah lama ditutup dan tiba2 ada lagi.
    kalau begini ngadunya kemana ya?
    kk

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 15 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Melakukan Penagihan dan Teror Bukan kepada Pe…

oleh Albert dibaca dalam: 1 min
15