Penipuan Investasi AXA Mandiri

Lima tahun yang lalu saya datang ke kantor cabang Bank Mandiri di Pondok Ungu Bekasi untuk setor uang. Lalu tiba-tiba ditawari oleh sales AXA Mandiri untuk membuka tabungan investasi. Saya mendapat penawaran investasi selama 5 tahun dengan ilustrasi uang yang masuk Rp150 juta akan mendapatkan pengembalian sekitar Rp200 juta.

Dengan “mekanisme”, yaitu pembayaran pertama 20 Oktober tahun 2015 dengan auto debet senilai Rp50 juta diambil dari tabungan debit Bank Mandiri. Tahun kedua, 20 Oktober tahun 2016 dengan auto debet senilai Rp50 juta diambil dari tabungan debit Bank Mandiri. Tahun ketiga, 20 Oktober tahun 2017 dengan auto debet senilai Rp50 juta diambil dari tabungan debit Bank Mandiri. Lalu tahun 2018 dan 2019 cuti tidak bayar (2 tahun) dan setelah 5 tahun, pada saat jatuh tempo tanggal 23 Oktober 2020, akan dikembalikan uang sebesar Rp200 juta.

Tertarik dengan keuntungan yang diberikan, saya menyetujui penawaran tersebut. Di tahun ke-5, saya datang ke kantor cabang Bank Mandiri di Pondok Ungu Bekasi untuk menanyakan status polis, yang ternyata hanya ada saldo Rp77 juta dan statusnya menjadi asuransi jiwa, bukan investasi sesuai kesepakatan.

Saya tidak terima dan diberikan form keluhan pelanggan yang akan dikirim ke pusat 2 hari kemudian. Saya mengisi form-nya lalu datang ke pusat AXA Financial di Kuningan, karena menunggu 2 hari terlalu lama.

Setelah mendapat nomor keluhan dari kantor pusat, saya menunggu sampai 2 minggu kemudian ditelepon oleh AXA Mandiri pusat dan dia berkata-kata, tapi tidak terdengar. Kemudian saya telepon ke AXA Mandiri pusat lagi dan dihubungi oleh AXA Mandiri pusat 7 hari kemudian. Dia berkata “Ibu lebih baik menghubungi sales yang menawari ibu 5 tahun yang lalu”. Akhirnya saya menghubungi sales AXA Mandiri 5 tahun yang lalu yang bernama Chevy Y****** Y***** dan dia berkata mau diproses lebih lanjut dan disuruh menunggu lagi.

Saya hanya minta uang saya Rp150 juta kembali utuh. Mohon tanggapan dan solusinya, terima kasih.

Siti Supriatin
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan PT AXA Mandiri Financial Services (“AXA Mandiri”) atas Surat Ibu Siti Supriatin

Dengan hormat, Sehubungan dengan dimuatnya Surat Pembaca yang disampaikan oleh Ibu Siti Supriatin di mediakonsumen.com pada tanggal 20 November 2020,...
Baca Selengkapnya

Komentar

    • Mengapa anda terlalu bodoh berkepanjangan sampai 3x debet. Saya cukup setahun saja sudah merasa sangat mengecewakan. Huhhhh

  • Brengsek emang oknum salesman/perusahaan yg menghalalkan segala cara untuk dapat nasabah/keuntungan,tenang mbak,pasrahkan pada allah,anda sudah terzalimi dan do'a yg terzalimi pasti terkabul,do'akan semau anda untuk orang/perusahaan itu.

      • Bu siti udah di boongin sm org ASUransi msh untung ibu msh dikembalikan 77jt klo mau fikembalikan utuh 150jt apalagi sm bunganya itu gak mngkin lahh
        Wong ASUransi penipu semua

  • Oknum penjual nakal dan nasabah juga kurang kritis. Padahal di foto sudah tertulis "asuransi jiwa" dan anjuran untuk "mempelajari polis".

    Sayangnya nasabah kurang mencari info lebih dalam seputar asuransi, sehingga dibodohi sama oknum-oknum nakal seperti ini...

    Kecil kemungkinan duit 100% kembali, semoga dapat solusi terbaik..

    • Turut prihatin ya Bu, atas kejadian itu. Utk kembali 100% ya susah Krn ada biaya premi dan sebagian di investasikan secara asal2an, untung terserah rugi ya derita loe...
      Mulai sekarang Ndak usah percaya perusahaan asuransi semenarik apapun benefit yg ditawarkan, lebih baik uang disimpan di rekening khusus, masuk rumah sakit baru di pake. Ndak usah ribet urus dokumen klaim.

    • Plus ada waktu 14 hari untuk membatalkan kepesertaan apabila tidak berkenan (isi polis tidak sesuai penjelasan sales)

      Lagian sales asuransi yg modelan gabungan sama investasi gini kenapa ya nekaninnya ke investasinya aja
      Padahal tinggal bilang aja "tabungan kematian" dg setoran sekian per bulan selama sekian bulan
      Klo tertanggung meninggal dalam periode wajib setor ya untung (krn manfaat yg diterima ahli waris > setoran yg sufah dibayar), klo meninggalnya setelah periode wajib setor ya manfaatnya cair sesuai setoran PLUS ada keuntungan dari investasi (besarnya seperti di ILUSTRASI - harus ditekankan kata ilustrasi & calon peserta harus siap dg kondisi terburuk)

      Sesimpel itu jualannya, ga pake tipu2 & ga akan muncul komplen2 kayak gini

  • Itu udah final, ketika anda diminta menghubungi sales yg menawari anda 5 tahun lalu, artinya pihak asuransi telah lepas tangan atas apa yg anda alami, dan mengartikan anda mengalami miskom dengan sales tersebut, turut prihatin aja.

  • Gimana masyarakat mau melek asuransi, jika Sales nya aja nawarin jasa nya aja ngumpet ngumpet tetang S&K.

    Giliran mau Klaim pasti susah.

    Seharusnya ini juga ada dong tanggung jawab dari si pihak asuransi dan Bank yg berkerjasama.

    Istilah nya konsumen percaya kan ada bawa bawa Nama Bank Tersebut.

    Duit di jaman sekarang berapa juta pun sangat berharga.

  • Kecuranganya adalah ilustrasi diberikan atas asumsi perkembangan investasi yang tinggi sehingga janji sangat muluk.
    Sales axa pun tidak bisa merubah perhitungan tersebut, mirisnya malah dikembalikan ke sales. Pasang badan dong axa jangan lari gitu

  • wah dari ceritanya, si perusahaan benar2 lepas tangan ya, mending lain kali kalau emang mau asuransi beneran niatin untuk asuransi deh...jgn kemakan embel embel investasi...asuransi ya asuransi , investasi yaa investasi,jangan coba dicampur adukkan

  • Kalau masih di Indonesia ngga usah ikut Asuransi, susah di claimnya, banyak ngelesnya atau malah kejadian seperti ibu dibohongi salesnya dan kantor pusatnya AXA lepas tangan