Lemahnya Sistem Transaksi Akulaku Menimbulkan Korban Bertambah Lagi

Assalammualaikum wrb.

Kepada Yth.
1.Bapak dan Ibuk yang bertanggung jawab atas nama perusahaan AKULAKU
2.Bapak Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

Di Tempat

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan pembobolan akun akulaku dan terjadi transasi yang merugikan saya.

(1).Bahwa saya sudah melakukan beberapa pembelian barang degan detail sebagai berikut:

(a) Advan G5, Status : masih dicicil
(b) Samsung A01, Status : masih dicicil

(2.) Pada taggal 28 September 2020 kira-kira pukul 17:20 WIB,ada notifikasi masuk ke hp saya ” nomor telepon akun akulaku saya sudah berhasil diganti, tidak ada kode OTP yang dikirim ke no hp saya yang terdaftar di akulaku

(3.) No hp saya di ganti ke no +62 8787 0831 186, dan sudah ada transasi pembelian di bukalapak. Dengan rincian:

a. Barang Bukalapak
Total harga Rp 1.141.240
Invoice ID BL2015G7NRMHINV
Uang muka Rp 343.000
Pembayaran bulanan Rp 291.000
Tenor cicilan 3 Months
Metode pembayaran Permata Virtual Account
Nomor pemesanan 1601288425812158469645
Waktu pemesanan 28 September 2020 pukul 17:20

b. Barang Bukalapak
Total harga Rp1.141.240
Invoice ID BL2015G7PW2RINV
Uang muka Rp343.000
Pembayaran bulanan Rp 823.000
Tenor cicilan 1 monthd
Metode pembayaran PermataVirtual account
Nomor pemesanan1601288556752158470082
Waktu pemesanan 28 September 2020 pukul 17:22

c. Barang Bukalapak
Total harga Rp 1.141.240
Invoice ID BL2015G7Q56WINV
Uang muka Rp 343.000
Pembayar bulanan Rp 823.000
Tenor cicilan 1 months
Metoda pembayaran Permata Virtual account
Nomor pemesanan 1601288635048158470366
Waktu pemesanan 28 September 2020 pukul 17:23

(4). Bahwa no hp +62 8787 0831 186 bukan no hp pemilik akun.

(5). Bahwa ketika terjadi transaksi tersebut maka telah terjadi tindakan pidana siber sebagaimana diatur dalam Pasal 32 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik (UU ITE)

(6). Bahwa saya masih melakukan pembayaran terhadap tagihan yang menjadi tanggung jawab saya, tetapi terhalang karena tagihan pembelian di Bukalapak (transkasi yang tidak saya lakukan) digabumgkan dengan tagihan pembelian saya (Advan G5 dan Samsung A01).

Fuja Al Amin
Alahan Mati , Pasaman, Sumatera Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Fuja

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Bapak Fuja pada tanggal 27 November...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Dan terjadi lagi,, sudah sering saya baca di mediaKonsumen ini mengenai masalah yang sama. Seperti ada pembiaran dan masa bodo dari pihak Akulaku. Saya jadi takut juga jadinya, akan segera keluar dari Akulaku tidak menjadi konsumennya. Bisa bahaya ini.

  • Saya pengguna AL sudah ampir 3 tahun sekaarang malah khawatir ya , banyak banget tiap harinya kasus pembobolan seperti ini , ga ada tanggapan lagi dari pihak AL nya ,,

  • Ini percakapan saya dan CS Akulaku
    Saya: mba saya banyak membaca kasus di media tentang pembobolan akulaku dengan modus yang sama, limit dikuras dgn belanja di bukalapak dan KTA dicairkan menggunakan E-money sinarmas
    CS: mohon maaf pak, akulaku tidak mencairkan pinjaman melalui e-money, hanya rekenkng bank saja
    Saya: makanya disini saya mau lapor, kalau KTA nya bisa dicairkan penipu melalui e-money sinarmas
    CS: oh kalau gitu bapak telponnya ke CS Sinarmas aja, jangan ke sini
    Saya: (dalem hati, bego ni orang) .lah, saya ini mau kasih tau, kalau sistem akulaku itu gak beres, penipu itu daftar e-money hanya menggunakan no hp dan email saja, lalu nyomot nama pengguna, terus kalian cairin KTA ke e-money itu, makanya benerin, bedain mana rekening bank, mana e-money, dapahal nomor e-money sinarmas itu pake nomor HP dan didepannya ditambahin lagi angka, jadi tolong lebih teliti lagi.
    Baru deh dia faham