Modus Penarikan Kendaraan BFI Finance

Saya Christophorus Okky Pramono, nasabah dari BFI Finance untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Nomor kontrak: 5671703040​, dengan kontrak awal cicilan selama 4 tahun (47 bulan) dan nominal angsuran Rp4.747.000,-.

Saya telah melakukan cicilan sebanyak 29 kali. Dikarenakan masa pandemi covid-19 dan perusahaan tempat saya bekerja juga mengalami masalah keuangan, saya mendapat penawaran tentang program restrukturisasi. Kemudian saya pun mengajukan restrukturisasi ke pihak BFI.

Pihak BFI menyetujui restrukturisasi tersebut dan skema cicilan berubah. Sesudah saya mencicil 29 kali tersebut, selama 5 bulan saya harus membayar cicilan sebesar Rp1.419.644,- dan sesudahnya selama 18 bulan lagi cicilan berubah menjadi Rp5.712.000,-.

Saya pun sudah menyelesaikan cicilan sampai bulan ke-34. Dikarenakan kondisi keuangan yang sangat menurun dan saya dirumahkan mulai bulan Maret karena pandemi, terpaksa saya menunggak cicilan mulai bulan ke-35 (jatuh tempo 20 Oktober 2020). Kemudian berlanjut sampai ke cicilan di bulan November.

Pada tanggal 15 Desember 2020 ada petugas dari BFI datang dengan membawa form surat janji bayar. Saya berusaha untuk kooperatif kepada pihak BFI yang datang ke rumah tersebut (Dadan). Saya menyanggupi untuk melakukan pembayaran cicilan minimal 1 bulan pada tanggal 18 Desember 2020 dengan surat janji bayar yang juga ditandatangani pihak BFI yang datang ke rumah saya.

Namun pada tanggal 18 Desember 2020 pagi hari, datang orang dari BFI bernama Nelsen yang mengaku sebagai debt collector, dengan membawa surat penarikan unit kendaraan dari BFI ke rumah. Saya menanyakan, bagaimana dengan surat yang saya tandatangani kemarin tanggal 15 mengenai kesanggupan saya membayar Rp1,5 juta?

Saya beritikad baik untuk melakukan pembayaran pada hari itu, bahkan saya mencari pinjaman sampai saya bisa melunasi 3 cicilan yang jatuh tempo cicilannya tanggal 20 Desember 2020. Dikarenakan sistem sudah tidak bisa melakukan pembayaran melalui m-banking atau transfer, saya bersama dengan petugas penarik kendaraan tersebut datang ke kantor BFI cabang Bintaro, dengan maksud melakukan pembayaran angsuran dan denda sampai Desember 2020.

Saya menemui Bapak Anang dari BFI dan disampaikan bahwa sudah tidak bisa lagi melakukan pembayaran cicilan dan unit kendaraan harus diserahkan ke pihak BFI. Saya diminta untuk melunasi seluruh angsuran jika ingin tetap memiliki kendaraan tersebut.

Saya meminta kebijaksanaan dari pihak BFI untuk bisa melakukan pembayaran cicilan mengingat jatuh tempo bulan Desember pun masih di tanggal 20. Namun menurut Bapak Anang hal tersebut tidak bisa, yang mana kunci mobil yang saya miliki awalnya dipinjam oleh pihak BFI untuk mengecek kendaraan,  selanjutnya dipegang oleh Bapak Anang dan tidak pernah diserahkan kembali kepada saya. Maka dengan terpaksa saya menandatangani berita acara penyerahan mobil tersebut.

Pada tanggal 21 Desember 2020 keluar surat dari BFI yang menyebutkan total yang harus saya bayar sebesar Rp107.039.182,- dan diberikan waktu 7 hari untuk memenuhi pembayaran tersebut.

Pada tanggal 23 Desember 2020 saya datang ke kantor BFI untuk mengajukan keringanan pembayaran dan saya membuat surat permohonan untuk pengurangan nilai tersebut menjadi sebesar 70 juta rupiah. Mengingat saat ini kondisi keuangan saya memang sedang tidak baik dan itupun saya harus meminjam pada keluarga. Surat saya ajukan ke Pak Anang dan menurut beliau akan diajukan ke pimpinan.

Tanggal 24 Desember 2020 saya berkomunikasi dengan Pak Anang, melalui WA dan diinfokan bahwa ada kesalahan perhitungan. Nilai yang harus saya bayarkan menjadi sebesar 113 juta rupiah. Saya menanyakan perihal pengajuan keringanan saya. Dari chat WhatsApp dengan Pak Anang, beliau menginformasikan bahwa “menurut pimpinan pengajuan saya tidak dapat diproses dikarenakan unit sudah ada di mereka (BFI)”.

Apakah ketika konsumen kooperatif malahan menjadikan pihak BFI tidak mempertimbangkan pengajuan kami? Yang lebih memilukan, dengan mengikuti program restrukturisasi yang saya kira bisa meringankan, ternyata malah menambah sisa pinjaman saya.

Apakah memang seharusnya kami tidak kooperatif di awal? Saya juga menanyakan apakah tenggang waktu yang diberikan hanya 7 hari dari terbitnya surat tersebut yaitu 28 Desember 2020 tidak diberi tambahan waktu? Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari beliau.

Saya memohon kebijakan dari BFI untuk mempertimbangkan pengajuan saya tersebut. Mengingat kondisi keuangan saya saat ini dikarenakan pandemi covid 19, yang mana saya sudah dirumahkan dan tidak menerima gaji mulai bulan Maret 2020 ini. Terima kasih.

Christoporus Okky Pramono
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan BFI Finance atas Surat Bapak Christophorus Okky Pramono

Kepada Yth. Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Dengan hormat, Menanggapi keluhan Bapak Christophorus Okky Pramono pada kolom Surat Pembaca MediaKonsumen.com pada 26...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Semoga bapak dalam keadaan sehat, krn itu lebih penting. Mengenai masalah tsb, saya bersimpati.. Dan yang namanya pinjaman atau apapun jika sudah akhit tahun memang biasanya begitu.. Petugas lapangan dapat perintah dr atasan, yang bapak anang dr bfi mungkin juga dapat tekanan dr atasan dia. Atasan dia dapat tekanan dr yg lebih tinggi.. Dan klau saya liat, intinya sih sepertinya mobil memang harus di ambil pak, apapun itu.. Apalagi soal restrukrurisasi atau bahasa apapun itu intinya bukan malah meringankan tapi hanya bahasa diplomasi saja.. Klau kondisi sudah korona target tidak tercapai atau apapun itu.. Mungkin ya out of the box keputusannya..semoga ada kebaikan dalam masalah ini.

  • Sama saya saya juga pernah alami juga, di lising lain, padah baru telat dua bulan berjalan, intinya itikat baik tidak dipakai dalam penyelesaiannya , mendapatkan untung yg lebih besar, dan masalah selesai itu lebih jadi pilihan buat mereka, saya ikut prihatin pak, harusnya memang ada aturan yg jelas soal penanguhan pembayaran karena keadaan masih seperti ini, biaya penarikan, biaya buka blokiran, uang jalan itu jadi alasan buat mereka, pada saat pengajuan kredit mereka bermanis manis tetapi jika ada masalah sedikit saja sudah jdi alibi buat narik unitnya bukan malah dibantu solusinya.
    Semoga ini buat pembelajaran buat bapak, buat saya dan buat yg lain
    Semoga hal seperti ini tidak menimpa kepada saudara saudara kita yg lain
    Sekian
    Terima kasih

    A

    • Saran saya, ikhlaskan saja Pak, jangan ambil leasing lagi, mereka itu bajingan legal Pak. Kenapa saya bilang bajingan? Karena unit Bapak itu mereka jual lagi, uangnya buat lunasi cicilan Bapak, sisanya ya buat DC dan kepala collection mereka.

      Coba Bapak cicil HP atau Kulkas, mana mungkin mereka ambil unit, kasihan nasabah diperlakukan kayak sampah, padahal bunga besar.

      Semoga sabar dan tetap fokus di masa pandemi.

      • Betul itu ikhlaskan aja,hidup mereka cmn sementara nanti mudahan karmanya sampai 7 keturunan,tuhan maha tau niat baik bpk,biarkan di kasih makan keluarga dia uang gituan,sama aja keluarganya di kasih makan api,semoga bpk dpt yg lbih baik, para bajingan itu ke azabnya permainkan orang yg lg susah

  • Sadis!. Tidak hanya BFI, leasing lain juga hampir sama perlakukannya ketika nasabah dalam kesulitan keuangan. Mengenai kasus diatas, seharusnya Anda tidak menandatangani surat penyerahan kendaraan, karena Anda sudah membuat surat kesepakatan janji bayar sebelumnya, itu sebagai bukti itikad baik untuk membayar cicilan.

    Jika kendaraan sudah ditarik dan sudah ditandatangani surat penyerahan kepada leasing, maka Anda sudah melepaskan unit kendaraan kepada leasing. Adapun DP dan angsuran yang sudah dibayar ratusan juta rupiah belum tentu ada pengembalian.

    Semoga pihak BFI masih ada hati nurani untuk diberikan kebijakan kepada nasabah yang memiliki itikad baik, dan unit kendaraan bisa dikembalikan.

  • Intinya taubat, tinggalin yg namanya hutang piutang karna hanya membawa kesenangan diawal, dan kesengsaraan diakhir bahkan memalukan. Bismillah semoga akan ada jalan keluarnya

    • Alhamdulillah sy sdh selesai urusan di BFI Finance. Mau dilunasi sj ribet banget, sebelumnya mau minta fc BPKB sj dipersulit, pake banyak pertanyaannya. Sekarang sdh selesai dilunasi walaupun bunganya mencekik parah, dan skrg setiap kalo ada marketing dari BFI menawarkan langsung aja tak bilangi "AKU TAK MAU BERURUSAN SAMA BFI LAGI, TITIK"

  • Seharusnya bpk pas waktu dtng ke bfi unit
    Di amankan dlu titip di rumah sodara
    Jika unit di bawa pasti lah mereka akan
    Mengambil nya dengan segala cara
    Termasuk ingin mengecek unit mobil nya
    Ini yg saya alami dlu
    Waktu di Otto
    Orang Otto kekeh unit harus di bawa ke kantor klo dah begitu pasti wasallam pak
    Mereka memang brengsek
    Makanya kita jga hrus lebih brengsek
    Dari pada tak dpt apa apa
    Mobil di tarik

    Unit kita amankan sendiri
    Sambil terus nego cicilan

    Ini pengalaman pribadi
    Alhamdulillah berhasil

    • Betul. Ketika DC leasing datang, jangan pernah menyerahkan kunci mobil, meskipun alasan mereka mau cek unit, itu cuma modus, sejatinya mereka mau ambil unitnya. Apalagi pak Okky sudah buat surat janji bayar dengan petugas BFI, itu sudah cukup kuat untuk mempertahankan unit dari tukang tarik. Jika tukang tarik unit memaksa, bisa dilaporkan ke Polisi. Intinya, unit harus diamankan dulu, bila perlu unit disimpan ditempat lain, yang jauh dari mata DC tukang tarik.

      Jika unit sudah ditarik apalagi sudah menandatangani surat penyerahan unit, tampaknya sangat sulit untuk nego kecuali langsung lunasi seluruh sisa angsurannya plus denda, biaya tarikan dan biaya lain-lain (jika ada). Mudah-mudahan dengan penulis membuat surat diatas, pihak BFI merubah kebijakan dan bersedia mengembalikan unit. Dan penulis harus membayar cicilan, jangan ada tunggakan, minimal sampai bulan berjalan.

    • Bner banget, masalahnya nasabah mau lunasin, ada itikat baik, ga taunya pihak collection punya niat ga baik, mereka tau nasbah ga bisa bayar lunas, mobil ditarik dengan segala cara.

      Emang gila kalau leasing mobil, banyak sabar aja, emng harus lebih brengsek dari mereka sih...😆😆

  • Selamat malam, saya jg pernah pak mengalami hal itu, persis seperti apa yg bpk alami, wkt itu kejadian nya saya baru telat 7 hari dari tanggal jatuh tempo, jatuh tempo saya tgl 20 dan kejadian ini tgl 27, singkat cerita saya di hubungin oleh DC BFI via tlp dan wkt itu saya bilang mau bayar dia bilang bayar dikantor aja krn sdh tdk bisa bayar lagi krn alasan saya sudah telat, kemudian saya dtg ke kantor BFI BSD setelah sampai disana, persis seperti yg bpk alami, pihal bfi minta kunci dgn alasan pengechekan kendaraan, kebetulan wkt itu di mobil ada isteri dan anak saya krn saya sedang di dlm kantor bfi, dan oknum bfi tsb mengambil kunci yg ada di mobil tanpa sepengetahuan isteri saya (woow tangan nya cpt bgt kaya maling) tapi maaf otak nya ga secepat tangan nya, krn merasa tdk terima dgn perlakuan pihak bfi isteri saya ngamuk dan ngomel2 disana, hampir semua isi kantor keluar, hahahahaha... dan hasil nya saya dipertemukan dgn kepala kolektor, dan kepala cabang, dan si oknum tadi yg ambil kunci tdk kelihatan batang hidung nya sampai hari ini, mungkin keburu malu atau apa saya ga ngerti cuma alhamdulillah saya lolos dari kejadian yg hampir sama dgn apa yg bpk alami,, jd jgn heran jgn bingung klo menurut saya emang udh begini org2 nya disana, ga bener, asal2an kerjanya, ga tau SOP nya atau apanya yg salah, saya jg ga paham, wallahualam,, cuma pihak mereka dan Tuhan yg tau,,,

    • Saya baru2 ini jg mengalami kejadian persis seperti dialami Pak Okky pd tgl 15 Desember lalu. Pdhl sebelumnya kami sdh nego dan berjanji utk pembayaran 2 bulan dulu (krn baru ada dana segitu) dan kami berjanji sisanya akan kami byr pada akhir bulan. Tapi tnyt kami dihadang di jalan oleh DC BFI Makassar yg berbadan besar 5 org diarahkan ke kantornya. Terpaksa unit kami serahkan karena dibawah tekanan. Suami saya ingin bertemu pimpinannya tapi dengan alasan sdh malam dan pimpinannya sdh pulang DC tsb bilang bahwa besok bisa diselesaikan bisa bayar tunggakan 2 bulan dulu dan mobil bisa keluar. Tapi tenyata itu hanya tipu2 DC sampai disana pihak BFI lepas tangan dan bilang bahwa yg menarik unit itu pihak eksternal yg mereka kuasakan. Sama sekali kami tidak dikasih kebijakan mgkn krn unit sdh mereka kuasai. Kami disuruh melunasi seluruh sisa angsuran+denda+biaya penarikan total 119 jt. Surat konfirmasi datang pada hari sabtu tgl. 19 Desember 2020 dan kami cuma diberi waktu 7 hari jika tdk dilunasi mobil dilelang. Kami sebelumnya sdh bersurat utk minta keringanan dan perpanjangan waktu mengingat bulan desember ini banyak hari libur tapi hingga hari ini surat balasannya tidak ada pdhl kami sdh berinisiatif ke kantornya utk bertanya atau bisa bertemu pimpinan tapi kesannya kami dipersulit dan dihalang2i. Sampai sekarang saya masih berharap BFI punya hati nurani utk bisa memberikan solusi yg baik bagi kami mengingat kami sangat membutuhkan kendaraan tsb utk operasional sehari2.

      • Selamat malam Bu Deasy, semoga kita sama² diberikan solusi yg terbaik ya bu untuk masalah yg mirip ini.

  • Saran saya bapak laporkan ke OJK saja.. karna meminta keringanan dari Debcolektor sama saja bapak berharap tanpa akan ada realisasi.. Dimata DC apapun keluhan Nasabah selama Unit sudah ditangan mereka adalah duit masuk.. seandainya bapak biarkan mereka menguasai kendraan bapak mereka akan melakukan lelang sepihak tanpa melibatkan KPKLN dan BI cheking bapak akan black list selamanya . Laporkan ke Pajak agar mereka tidak seenaknya bermain angka apalagi cicilan bapak sudah hampir lunas.

    • Terima kasih atas supportnya Pak, untuk melapor ke ojk, saya sudah lakukan melalui lapor.go.id. namun belum ada tanggapan. dari beberapa laporan lain yang masuk pun, saya lihat jawaban dr ojk sekedar jawaban birokratis. Semoga saja permasalahan saya ini dpt selesai dgn baik.

  • Saya tidak setuju dengan yang bilang ikhlas atau pasrah saja. Dilihat dari penjelasan penulis, sudah 3/4 pembayaran dari total yang harus dibayar setiap bulan. Kondisi ekonomi akibat covid 19 ini dan itikad baik penulis serta modus pengambilan dari BFI ini membuat saya lebih berpihak pada penulis. Saya yakin bukan hanya saya yang menunggu jawaban dari BFI atau tanggapan penulis nantinya mengenai akhir dari surat ini. Tentu akhirnya juga dapat membuat pandangan kita terhadap BFI Finance

    • Terimakasih atas support nya Pak. Saya sedang berusaha terus untuk bernegosiasi dgn pihak BFI, semoga ada jalan keluar yang baik untuk saya.

  • Semoga bapak di berikan kesabaran ketabahan dan keikhlasan.. dan mudah2an Allah memberikan rezeki yg banyak dan barokah sehingga bapak bisa membeli unit yg baru yg lebih baik

    Dan mudah2an Allah memberikan hidayah kepada pihak bfi yg terkait.. dibukakan pintu hati nya... Aamin