Akun Akulaku Diretas, Limit Kredit Digunakan, Login Akun Sulit dan Sistem Keamanan Akun Dipertanyakan

Dear Media Konsumen, terima kasih karena sudah menjadi wadah menyampaikan keluh kesah saya. Saya mau memberikan kekecewaan saya sebagai nasabah dari Akulaku.

Pada tanggal 7 Desember 2020, saya coba buka akun Akulaku saya, tapi ketika saya coba login ternyata tidak bisa masuk karena salah password dan nomor HP tidak terdaftar. Saya sudah coba login berkali-kali pun tidak bisa.

Akhirnya saya coba menghubungi pihak CS Akulaku, dan diinfokan ternyata akun saya sudah ada yang mengganti nomor telepon dengan nomor 083160811231. Diinfokan juga bahwa ada pemakaian sampai lebih dari Rp9 juta. Padahal untuk pemakaian pribadi saya di bawah 2 juta, dan limit kredit saya pun hanya 7 juta, tapi kenapa bisa ada perubahan limit?

Yang menjadi kekecewaan saya, kenapa begitu mudahnya data saya bisa diretas, tanpa ada kode notifikasi ataupun kode OTP yang biasa dikirimkan kalau ada transaksi ataupun ada perubahan data? Pihak CS hanya membantu memblokir limit kreditnya dan akan dibantu eskalasi ke manajemen untuk ditindaklanjuti permasalahannya.

Berkali-kali saya telpon ke CS hanya dijanjikan untuk dibantu prosesnya, tapi sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Yang membuat saya kecewa sampai saat ini pun saya tidak bisa login ke akun Akulaku saya. Diinfokan oleh CS untuk dicoba terus dengan perubahan nomor telpon terbaru. Namun setelah saya coba berkali-kali tetap gagal dan tidak lolos verifikasi.

Ini jadi tanda tanya besar saya untuk ke pihak Akulaku. Sebagai nasabah yang tidak pernah terlambat melakukan pembayaran, saya sangat dirugikan karena ada pemakaian yang bukan pemakaian pribadi saya. Harapan saya supaya pihak Akulaku bisa merespon cepat dan memberikan solusi yang baik, supaya permasalahan ini bisa cepat selesai. Saya hanya akan membayarkan tagihan yang sesuai dengan pemakaian saya sendiri.

Terima kasih atas perhatiannya.

Ahmad Faisal
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Ahmad Faisal

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Bapak Ahmad Faisal pada tanggal 27...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Selamat siang

    Ini kasusnya sama seperti saya, akun saya di retas oleh orang lain dan disalah gunakan, awal nya akun saya log out sendiri dan tidak bisa login dari akhir november kemarin, ketika itu saya pikir saya aplikasi saya kadaluarsa dan mesti re login kembali, tapi ketika saya login gagal terus dan saya coba lupa sandi meminta verivikasi dikirim kenomor saya tapi dua hari saya coba tidak bisa terus, setelah itu saya mencoba telpon ke CS Akulaku dan pas ditelusuri ternyata nomor saya berbeda dengan nomor pada saat awal daftar, ketika CS menyebutkan nomor tersebut saya tidak merasa mempunyai nomor tersebut dan pihak akulaku melakukan pembekuan limit diakun saya, saya di sarankan untuk merubah nomor saya ke nomor yang baru dan saya lakukan itu tapi ketika saya bisa login kembali ke akun saya di sana tertera tagihan KTA senilai 1.801.000 karena ada keterlambatan bayar. Padahal selama ini saya tidak merasa mengajukan dan menerima dana KTA tersebut, setelah saya mengetahui hal tersebut saya telpon kembali ke CS akulaku dan menurut mereka akun saya ada pengajuan pinjaman KTA pada tanggal 2 Desember 2020 dan di Transfer ke Bank Mega, padahal saya tidak merasa mengajukan dan menerima uang pinjaman tersebut dan saya juga tidak merasa mempunyai no Rekening bank Mega. Setelah sekian kali saya komplain ke Akulaku Cs hanya bilang sedang di investigasi dan tagihan tersebut di abaikan, tapi pada kenyataannya setiap hari saya di telpon terus oleh Debt Colector yang menurut saya sangat mengganggu.

    Yang sangat saya sayangkan kenapa ketika ada perubahan nomor konsumen tidak ada pemberitahuan ke nomor yang sudah di daftrakan di awal, kenapa ketika ada pengajuan pinjaman tidak ada verivikasi yang kuat dalam data pribadi konsumen seperti menunjukan KTP atau hal otentik lainnya dan di transfer begitu saja, kenapa ketika kita sebagai konsumen telah mengadu ke CS pihak Akulaku tidak terkoordinir dengan bgian lainnya, seharus nya ketika kita ada pengaduan maka Debt colector sudah mengetahui kasus tersebut dan tidak setiap hari menagih ke konsumen, dan tolong nama pribadi konsumen di bersihkan di Slik OJK karena saya pribadi sendiri tidak pernah merasa lalai dalam membayar tagihan, masa iya karena kita tertipu nama kita tercoreng di Slik OJK padahal itu bukan kesalahan pribadi kita sendiri. Terima kasih

  • AKULAKU lagi, ya Kang jangan bayar kalau itu bukan tagihan Akang. Klo pun ada pihak Akulaku tetap paksa suruh bayar laporkan saja DC nya ke pihak berwajib.

    • Iya kang, saya sih mau bayar tagihan saya aja gak bisa, Krn gak bisa login ke akun sendiri. Salah verifikasi trs. Masa nama ibu kandung sendiri aja saya salah.

  • Saya menggunakan akulaku dari tahun 2016
    Stelah saya sering baca2 Media Konsumen ternyata banyak kasus pembobolan akun akulaku.
    Saya gak ngerti, mreka bisa login tanpa OTP, tapi setelah ditanyakan ke CS, login bisa diberifikasi melalui OTP, Facebook, Link, Scan wajah.
    Lah ko jadi banyak? Di menu aplikasi kan hanya OTP aja?
    Lalu stelah dibobol, limit dikuras, KTA dicairkan, parahnya KTA cair bukan ke Nomor Rekening, Tapi nomor e-money, jadi si pembobol hanya membuat akun e-money menggunakan email dan no Hp saja menggunakan nama pemilik akun , lalu dana cair, parah kan? Sistem akulaku tidak bisa membedakan MANA NOMOR REKENING dan MANA NOMOR E-MONEY.
    Lalu saya melalorkan hal itu ke CS karna saya peduli sama teman2 pengguna akulaku dan sekalian saya mengajukan pembekuan limit.
    Parahnya, CS menyuruh saya komplen ke pihak bank, lah ko tolol? Saya itu ngasih tau, SISTEM AKULAKU DI KTA ITU GAK BERES! MASA KTA BISA DICAIRKAN KE E-MONEY, KAN ATURANNYA HARUS KE REKENING BANK, YA YANG HARUS DIPERBAIKI SISTEM AKULAKU DONG, MALAH NYURUH GUA LAPOR KE BANK

    • saya juga di retas december 2020 lalu, sampai saat ini dc terus meneror saya. lapor ke ojk apfi cyber crime polri semua ga ada yang menanggapi. bingung mau lapor kemana lagi. slik jadi tercoreng karena kasus ini. ada yang mau buat laporan bareng secara besar-besaran supaya kita di tangvapi?

    • Baru mau coba tembusin ke OJK atau ke perlindungan konsumen juga. Semoga aja sih ada solusi nya

  • Ojk nya hanya label saja...
    Sistemnya diluar aturan pemerintah.
    Mau pinjaman offline maupun online..yg namanya data itu sudah bisa dimanipulasi.
    Yg offline saja bahaya apalgi online yg tidak kita ketahui orangnya,kerjanya,hanya pemikiran kita butuh uang lalu cair..tidak mikir efek kedepanya.
    Intinya bro kalau kita hutang di corporation dan caranya diluar aturan pemerintah/ojk.
    Tidak usah dibayar sekalian.
    Karena dibayarpun sama saja nama kita sudah jelek di BI cheking.
    Saran saya kalau anda punya hutang dan terlambat.bayar di BI saja.sekalian bersihkan nama.

  • Selama saya pake akulaku selalu aman. Malah klo buat transaksi di e-commerce selalu minta OTP dan pin berkali-kali. Step by step nya banyak. Saya curiga yang kena bobol ini suka sembarang klik link yang tak dikenal atau dapat DM dari pihak yang ngaku2 sebagai CS untuk verifikasi ulang.

  • Sebelumnya pernah klik link yang aneh2 gak? Atau barangkali URL yang gak jelas dengan iming-iming hadiah?

  • Ini kasus ber ulang dari akulaku , saya udh bnyak baca dan khawatir tentang akun saya , kemudian saya berinisiatif untuk menutup akun saya dengan email , tpi jawabab aku laku selulu pembelaan , lalu saya akali dengan pura pura menerima request otp kepada cs nya dan minta buru buru di bekukan limit nya , dan alhamdulilah selang 2 hari limit saya yg asaknya 2,3 langsung menjadi 0 , walaupun tidak bisa tutup akun setidaknya walaupun di retas mau apa yg dikuras ? , ini saran pribadi saya untuk para pengguna aku laku , dan metode ini jga cukup ampuh di bberapa fintek dengan membekukan limit yg kita punya , semoga bermanfaar