OVO Tidak Dapat Dipakai Walaupun itu Uang Saya!

Tanggal 25 Januari 2021 pukul 16:13
Akun OVO tidak dapat digunakan untuk membayar ke merchant offline dengan alasan pembatasan harian dan disuruh menunggu 1 x 24 Jam

Tanggal 26 Januari 2021 pukul 11:53
Saya ingin menggunakan OVO/Uang saya untuk melakukan pembayaran ke merchant offline namun tidak dapat dilakukan dengan alasan pembatasan harian?

Mengapa saya tidak dapat menggunakan uang saya, padahal itu ialah hak saya. Saya selama ini menggunakan e-wallet lain tidak ada batasan harian hanya OVO yang membatasi harian walaupun itu uang saya. Transaksi yang saya lakukan juga bukan puluhan juta, namun dibatasi. Saya selaku customer kecewa dengan aplikasi e-wallet OVO ini.

Dan sampai sekarang uang saya masih tidak dapat dipakai. Saya ikhlas, anggaplah membuang sial. Terima kasih.

Andre
0812155552**
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan OVO atas Surat Pembaca Bapak Andre

Dengan hormat, Terima kasih atas kepercayaan Bapak Andre untuk terus menggunakan OVO sebagai platform untuk pembayaran digital dan kami memohon...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • @Kepada yang tidak tahu bahwa Cashback OVO Haram

    1. Saldo Top Up tersimpan di Bank.

    Misalkan jumlah pengguna OVO saat ini sekitar 2 juta orang. Per orang melakukan Top Up sebesar 10 ribu rupiah. Maka uang perusahaan OVO menjadi 20 Miliar.

    Uang 20 Miliar itu tidak disimpan di Perusahaan OVO tapi disimpan di Bank.

    Bank memberi Bunga atas uang 20 Miliar itu.

    Oleh OVO, bunga itu dikembalikan lagi kepada pengguna dengan mengubah nama menjadi lebih keren, yaitu Cashback.

    Bunga Bank yang sangat terasa nikmatnya itu adalah Riba’. Riba’ Haram.

    2. Pengguna lain yang kehilangan uang di OVO, tapi uangnya kalian makan dengan lahapnya.

    Membuat akun OVO sangatlah mudah, hanya perlu nomor hp.

    Mayoritas masyarakat sering gonta ganti nomor hp. Nomor hp sudah terdaftar di OVO dan sudah berisi saldo beberapa ribu rupiah.

    Melupakan nomor hp berarti melupakan pula akun OVO itu.

    Banyak pengguna yang melupakan akun OVOnya karena merasa tidak begitu rugi kehilangan uang segitu sehingga tidak terlalu dipikirkan.

    Namun ketahuilah,

    Uang pengguna yang hilang itu masih bergabung dengan uang anda, masih terhitung untuk menghasilkan bunga.

    Jika ada yang tidak ikhlas seperti pada kasus ini, menganggap itu adalah kesialan. Seperti kalimat ini,

    “ Saya ikhlas , anggaplah membuang sial. ”

    Maka, Anda semua sudah makan uang sial para pengguna.

    3. Berbeda dengan anda sendirian yang menabung di Bank. Jika tabungan anda hanya sedikit, Bunga Bank tidak begitu terasa nikmat.

    Jika tabungan di Bank atas nama anda sendiri, maka Bank akan menghitung bunga sebesar tabungan anda itu. Jika tabungan anda di bawah 50 ribu rupiah, Apakah anda dapat Bunga.?

    Tapi jika anda Top Up di OVO sebesar 10 ribu rupiah, maka anda akan mendapat bunga dari tabungan yang 20 Miliar. Itu terasa banget nikmatnya, apalagi anda menggunakan Cashback itu untuk membeli makanan ternikmat di Cafe langganan.

    4. Riba’ Pinjol, HCI, kartu kredit, kalian benci semata mata karena terasa mencekik. Sedangkan Riba’ yang terasa nikmat seperti Cashback OVO kalian makan dengan rakusnya. Kalian perjuangkan mati matian.

    Sesungguhnya Tuhan mengetahui semua apa yang kalian lakukan.

    • Ente Muhammad mantan karyawan OVO yang dipecat kah? Segitu bencinya sama OVO. Tiap hari mabok aja lu kerjanya.

  • Kebanyakan ngincer cashback ni kayanya
    Padahal ada hal yg lebih simple kenapa saldo ovo ga dipindahkan ke rekening bank aja biar megang cash dibanding maksain harus bayar di suatu merchant offline dengan ovo Ampe 2 hari berturut-turut

    • @Dasiri

      Orang tertarik menjadi pengguna OVO memang karena atas nikmatnya Cashback itu, bukan yang lain.

  • Dosa dan azab memang di tanggung sendiri sendiri.

    Tapi bencana alam bakal dirasakan oleh semua. Orang baik dan tak baik semua akan terdampak bencana alam.

    Makanya sesama Muslim kita harus saling mengingatkan.

    Cashback OVO ini sangat mengerikan. Satu juta pengguna itu perhitungan kecil saja. Nyatanya pengguna OVO tiap hari terus bertambah mungkin saat ini telah mencapai 10 juta pengguna.

    Tidak hanya tua tidak hanya muda, tidak remaja tidak manula, tidak pelosok tidak kota, tidak miskin tidak kaya, semua menjadi pengguna OVO.

    Apalagi ada pengguna Tokopedia yang mengaku, jika ingin menggunakan Cashback belanja di Tokped mewajibkan menjadi pengguna OVO. Memaksakan menjadi pengguna OVO.

    Sungguh ngeri. Kepada yang merasa taat beragama, Jangan bertanya dari mana datangnya musibah. Coba anda lihat di Handphone anda, apakah anda termasuk sebagai pengguna OVO.?

    • Sdh siap semua belum.. mau semua digital.. urusan duit apa sdh sangat aman.. balik ke duit cash aja.. belanja online juga banyak tipu daya..