Belanja Online dengan Voucher Shopee? Harus Siap Bila Dirugikan, Karena Shopee Tidak Mau Bertanggung Jawab

Saya membeli sebuah meja laptop di toko online Shopeegreenland (greenland.co.id), separuh dibayar menggunakan voucher dan separuh menggunakan uang. Saat diterima, meja laptop tidak ada, penjual salah mengirim barang, berharga jauh lebih murah.

Saya ajukan sebagian barang dan dana, ternyata hanya ada pilihan nominal sebesar 40% dari biaya yang sudah saya bayarkan. Alasan pihak Shopee adalah voucher tidak bisa di-refund (alias hangus). Coba bayangkan, saya sudah membayar full, voucher juga didapat dengan uang, dengan kesalahan pengiriman oleh penjual, uang saya hilang, sisa tinggal 40% bila di-refund.

Setelah menghubungi CS Shopee pertama kali, Akhirnya saya menerima email yang mengatakan bahwa team Shopee menunggu respons penjual setelah pengajuan komplain.

Awalnya penjual menolak pengembalian dengan alasan barang yang sewaktu dikirim masih dalam keadaan baik. Aneh kan? Komplain mengenai SALAH kirim, ditolak penjual dengan alasan barangnya dalam kondisi baik saat pengiriman.

Setelah ditekan dengan beberapa bukti foto, akhirnya penjual mengakui kesalahannya. Penjual (greenland.co.id) hari Sabtu menelepon saya berjanji hari Senin akan menukar barang yang salah kirim dengan meja laptop. Ternyata hanya bohong belaka, tidak ada realisasinya.

Beberapa kali saya hubungi CS Shopee, mereka hanya menyuruh saya untuk mengembalikan barang yang salah kirim ke penjual, dan hanya bisa menjanjikan pengembalian 40% dari harga yang sudah dibayarkan. Ongkos kirim pengembalian hanya bisa gratis bila melalui J&T Express.

Bayangkan saja, jarak J&T Express dari rumah saya jauh, perlu ongkos, dan tidak ada jaminan bahwa setelah barang yang salah dikembalikan ke penjual, saya akan menerima meja laptop yang saya pesan. Jadi pembeli akan rugi ongkos dan resiko uang saya hilang karena penjual salah kirim barang.

Saya hubungi CS Shopee, salah satunya bernama Ti4nti sangat tidak sopan, mematikan chat sebelum masalah diselesaikan, dan sesi itu tidak ada kuosioner penilaian chat yang dikirim seperti biasanya. Beberapa kali saya hubungi CS Shopee, ada yang menjanjikan akan menghubungi saya, tapi janji palsu juga.

Saya himbau hati-hati belanja online di Shopee, karena kadang mereka tidak mau tanggung jawab bila pembeli dirugikan oleh kesalahan penjual.

Steve R. P.
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Setau saya bukan hanya shopee saja yang banyak syarat dan ketentuan tentang penggunaan voucher. Saya juga pernah dapat vc tokped yang dimana hangus karena kesalahan penjual kirim barang. Kalo mau pake vc, ya harus makesure semua hal, terutama garansi seller jika ada kendala selama proses pembelian dan pengiriman

  • Saya pernah mengalami hal ini, tp diluar konteks voucer nya.
    Saya membeli barang berupa baterai laptop seharga 450k, setelah datang ternyata tidak sesuai dengan deskripsi. Karena tidak cocok dan tidak pas d pasang dilaptop.
    Awalnya saya chat minta d tukar barang, tp tdk d tanggapi (mungkin karna waktu itu jam sibuk).

    Jadi saya mengajukan ingin "tukar barang", tapi tidak ada pilihannya. Saya pilihlah kembalikan barang/pengembalian dana, tentu seller tidak mau seperti itu, dia bertahan. Posisinya memang dua duanya salah (saya tidak mencek betul tipe baterai, sedangkan seller menulis deskripsi tidak tepat).
    Selang setengah jam, saya berbesar hati untuk meng-cancel pembatalan yg sedang berlangsung mediasi oleh shopee. Baca baca komen d internet, buang buang waktu.

    D review, saya kasih bintang 5 ke toko, karena memang packing nya sangat aman dan pengiriman cepat dari seller di lengkapi foto. (Mungkin dari sini awal dari kebaikan)

    Lalu saya order lg baterai sesuai tipe laptop saya harga nya lebih mahal 20 ribu.
    Tak disangka, esok nya chat saya yang minta tukar barang itu dibalas seller.
    Dia menyetujui tukar barang asal ongkir dan kelebihan harga barang saya yang tanggung. Dan barang yg d kirim tersebut dalam kondisi seperti seller mengirim/tidak cacat d tempat saya.

    Dan order terbaru saya diminta d cancel. Tp dengan bahasa halus karena terdeteksi shopee d chat tidak boleh ada kata batal.

    Syukur, proses berjalan lancar. Setelah saya kirim balik, seller oke, dan saya d suruh transfer biaya kelebihannya. Barang dikirim yang sesuai keinginan saya.
    Memang rugi waktu dan sedikit biaya tambahan.

    Tp yg jadi poin disini adalah semua masalah bisa d selesaikan dengan kepala dingin.

    Apalagi Seller nya ternama bukan abal abal.
    Coba saya kasih bintang jelek tokonya, atau tetap melanjutkan proses pembatalan yg d mediasi shopee mungkin lain lagi ceritanya.
    Semoga pengalaman saya bisa jadi pelajaran bagi yang membaca ini sampai selesai. :D

    • Saya baru tahu gak boleh ada kata bayal di chat shopee. Soalnya saya pernah terima order, ukuran yg diminta buyer barangnya kosong adanya ukuran lain lebih mahal. Setelah saya chat buyer, ternyata buyer mau ukuran yg lain. Terus mungkin buyer pengguna baru di MP, buyer tanya caranya order barang yg ready gimana sedangkan dana di shopee pay sudah dipakai untuk order pertama. Jadi saya suruh buyer cancel dulu terus order ulang, dan memang buyer cancel dan order ulang. Itu kira" kena sanksi gak ya?

  • maaf sebagai loyalti platinum di shopee, saya mengatakan ini kenakalan dari seller. karna kalo bersangkutan dari shopee, mereka pasri punya syarat & ketentuan. jadi usahakan beli dari seller yang sudah dipercaya. kalo saya selalu beli di seller rating 4.8 keatas

    • Rating bisa di beli.
      Status transaksi sukses yang muncul di salah satu barang itu juga bisa beli ke Marketplace.
      Review yang baik juga bisa bayar jasa orang (ada aplikasi yang menjadi wadah pekerjaan ini).
      Jadi menurut saya, di Marketplace, belanjalah ke toko yang berstatus Official

  • semenjak beli baterai hp via online dikirim dalam keadaan bunting yang berarti barang bekas, dan dikomplain gak kejelasan, maka saya sudah gak percaya lagi beli barang apapun via online. Mending beli offline saja, jika penjual macam macam tinggal dijitak kepalanya.

  • Main logika aja, Jadi Gini : Sejak Jaman majapait Voucer emng ngak bisa di uangkan.

    Contoh nya dapat voucer makan gratis Di MD trus anda ke md mau nukerin voucer nya pakai uang? Ya gak bisa lah.

    Apalagi di market place Voucer diskon 50% trus anda beli barang seharga 1juta anda cuma membayar 500k termasuk ongkir
    Lalu meminta full 1juta? Ya gak bisa lah

    • Wah gagal paham anda.
      Pertama voucer saya ada nilainya, ga ada saya sebut persentasi,
      Kedua saya hanya minta barang yang saya pesan. BUKAN barang yang salah kirim atau minta kembali dana, tetapi tidak ada pilihan di despute selain pengembalian dana dan barang.
      Itu kesalahan murni penjual, jadi saya berhak untuk tidak dirugikan, paham?

  • Maksud saya menulis seperti ini agar ada perbaikan prosedur belanja online di shopee, agar pembeli yang tidak bersalah, tidak di rugikan di kemudian hari, apalagi kalau kesalahan dari penjual..
    Saya hanya minta barang yang saya beli samapi dengan tepat, tanpa bermaksud meminta kembali dana,
    jika kesalahan murni dari pihak penjual, sebaiknya pihak shopee ikut melindungi pembeli agar tidak dirugikan, dengan mempush penjual memperbaiki kesalahannya.

    Kemarin pihak shopee sudah menghubungi saya untuk meminta maaf, dan transaksi pemesanan saya akhirnya sudah diselesaikan dengan barang yang tepat dalam waktu 2 minggu sejak pemesanan.
    Jadi permasalahan ini sudah selesai.