Pembuatan dan Pengiriman Kartu Kredit Sepihak oleh Bank MEGA

Pengalaman keluarga kami berurusan dengan Bank MEGA, bukan merupakan suatu pengalaman yang menyenangkan. Setelah sebelumnya Ibu saya pernah dikirimkan tagihan terus-menerus, padahal tidak pernah melakukan aktivasi kartu kredit dan menggunakannya, sampai akhirnya bisa diurus untuk penutupan kartu kredit dari Ibu saya pada tanggal 22 Januari 2021 yang lalu dengan nomor surat/closing statement 0000205/CPOP-CC/2021.

Ibu saya dikirimkan lagi kartu kredit dari Bank MEGA bulan Januari lalu. Tanggal tepatnya saya tidak tahu karena tidak ada tanggal di surat tersebut. Saya pun tidak ada di rumah karena kerja. Saat itu Ibu saya sudah menolak, tapi kurir yang menyerahkan bilang “Ibu pegang aja, kalau Ibu tidak gunakan, tidak ada tagihan.” Akhirnya mau tidak mau, kartu tersebut diterima oleh Ibu saya. Namun tidak diaktifkan, bahkan kartunya masih menempel di surat tersebut.

Kartu Kredit

Ternyata pernyataan tersebut hanyalah dusta belaka. Per hari ini (23 Februari 2021), saya mendapatkan e-statement yang dikirimkan ke email saya dari Bank MEGA yang ditujukan kepada Ibu saya.

Dari data tanggal tagihan yang tertulis di e-statement tersebut yaitu 22 Februari 2021, berarti logikanya Ibu saya mengajukan pendaftaran kartu kredit baru di tanggal 22 Januari 2021 dan langsung disetujui. Waw, ajaib sekali! Ada konsumen yang mendapatkan closing statement pada 22 Januari 2021, tapi langsung apply kartu kredit lagi. Disetujui pula penerbitan kartunya, bahkan langsung dikirimkan pula. Ajaib!

Karena saya kuatir kejadian yang sama seperti sebelumnya akan terulang lagi, maka saya langsung menghubungi Bank MEGA untuk menanyakan penutupan dari rekening kartu kredit tersebut saat saya masih berada di kantor. Namun jawabannya adalah “Kami harus verifikasi dahulu kepada pemilik kartu kredit/rekening”.

Fair enough. Prosesnya memang harus verifikasi dahulu.

Akhirnya setelah saya sampai rumah, saya menghubungi lagi Bank MEGA dan disambungkan untuk berbicara langsung dengan Ibu saya. Saat verifikasi data, semua pertanyaan bisa dijawab dengan baik oleh Ibu saya. Mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, dan nama gadis ibu kandung.

Setelah itu, operator menanyakan nomor telepon/handphone yang digunakan. Saat ini Ibu saya tidak bisa menjawab, karena tidak tahu nomor siapa yang digunakan untuk mengajukan permohonan pembukaan kartu kredit ini.

Dalam kondisi dimana Ibu saya ataupun saya tidak pernah mengisi formulir permohonan pembukaan kartu kredit tersebut, apakah mungkin Ibu saya atau saya tahu nomor siapa yang dimasukan ke dalam formulir tersebut? Sementara Ibu saya tidak menerima informasi apapun via SMS/Telepon ke nomor handphone milik Ibu saya. Saya pun hanya menerima informasi secara sepihak via email yang digunakan untuk mengirimkan e-Statement dari kartu kredit sebelumnya yang sudah ditutup.

Operator hanya menyarankan untuk datang langsung ke kantor cabang agar bisa verifikasi dan dilakukan pengecekan manual. Tentu opsi ini kami tolak mentah-mentah. Kami bukan orang kaya yang tidak punya kerjaan dan punya waktu luang yang sangat banyak. Kami juga perlu bekerja untuk mencari uang.

Kami sudah menanyakan apakah bisa menggunakan data lain, nomor KK kami punya, nomor KTP juga bisa. Butuhnya apa, informasi yang kami juga tahu. Namun tetap diarahkan untuk nomor handphone yang bisa saja nomor random/nomor dari oknum. Buktinya Ibu saya tidak pernah aktivasi, tapi tetap dikirimkan tagihan. Berarti ada oknum yang mengaktifkannya bukan?

Mohon maaf, tetapi kami tidak pernah mengajukan, tidak pernah mengaktifkan, dan tidak pernah menggunakan kartu kredit tersebut. Kenapa kami juga yang harus mengurusnya? Padahal ini adalah pembuatan dan pengiriman kartu kredit secara sepihak dari Bank MEGA.

Kami sekeluarga sudah sangat kecewa dengan profesionalitas dari pihak Bank MEGA. Seperti yang kita tahu, pondasi dari sebuah bank adalah kepercayaan masyarakat, saat kepercayaan itu hilang maka mati juga bank tersebut. Mohon itikad baik dari Bank MEGA agar bisa menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia. Mohon tanggapan dari pihak Bank MEGA yang punya kapabilitas untuk menjawab permasalahan ini.

Sincerely,

Hans Aditya Kusnadi
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Hans Aditya

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Bapak Hans Aditya Kusnadi di mediakonsumen.com (24/2), “Pembuatan dan Pengiriman Kartu Kredit Sepihak...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Wuih, bank yg satu ini keknya sering mengabaikan prinsip prudent dalam urusan kartu kredit. 👎

    • Saran saya segera datang ke bank meganya mba, bawa identitas asli mba an ibunya dgn terlebih dahulu confirmasi syarat2 yg butuhkan untuk penutupan kredit card tsb. Demi menghindari pembobolan kredit card, utk sementara blokir kredit cardnya demi keamanan. Apa boleh buat korban waktu utk mengurusnya. Tetap semangat dan extra waspada. Thx info dan pengalamannya, semoga problemnya cepat selesai. Amin

      • Kejadian nya persis apa yang saya rasakan,, tidak merasa punya kartu kredit bank Mega. Tapi ada tagihan

  • Gila ya, ibarat preman tukang palak saja itu, memaksa orang terima dan bayar kartu kredit padahal tidak ada pengajuan. Ini bank apa banyak oknum staff kriminalnya atau bagaimana?

  • Bank paling bermasalah yg paling sering dikomplain...
    Aneh, manajemennya ga ada yg baca lewat internet semacem twitter dll apa ya

  • Kepada Tim Bank MEGA (jika membuka halaman ini),

    Terima kasih untuk responnya karena sudah menghubungi saya hari ini. Namun, minggu ini saya sedang dalam jadwal WFO.

    Silahkan mengirimkan email ke email yang terdata di Bank MEGA. Email yang sama yang digunakan untuk mengirimkan closing statement dan e-statement.
    Akan saya respon secepatnya agar bisa diskusi untuk menyelesaikan masalah ini.

    Terima kasih.