Terlibat Perdebatan di Chat dengan OTK akibat Nomor Telkomsel yang Didaur Ulang dan Dijual Lagi

Yang terhormat Telkomsel,

Di surat ini saya mau menyampaikan keluhan saya. Hari ini saya saya baru saja terlibat chat WhatsApp dengan seseorang/orang tak dikenal (OTK) yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman hingga adu mulut.

Kronologisnya, saya menyimpan nomor telpon salah satu teman/partner saya bernama Ade 082143738***. Nomor itu sudah saya simpan sejak beberapa tahun lalu. Saya WA dia dengan maksud meminta nomor ponsel rekan kerjanya bernama Sefi.

‘De, mana nmr Sefi’

Lalu dijawablah oleh ‘Ade’ dia bertanya ‘mana?’

Kemudian saya jawab lagi ‘iya katanya mau kirimi saya nmrnya Sefi’

Namun, kemudian ‘Ade’ dengan nmr sesuai diatas menjawab Ade siapa dan Sefi siapa?, tidak berhenti disitu dia malah emosi menanyakan saya siapa dan mengatakan saya orang tidak sopan tidak mau mengatakan dirinya yang sebenarnya.

Saya juga sempat ngeyel mengatakan bahwa itu nmr Ade teman saya yang saya hubungi, jadi bukan salah saya karena nomor tersebut sudah lama saya simpan.

Saya sempat terlibat adu mulut di Chat tersebut hingga akhirnya ‘ade’ itu memilih mengakhiri debatnya.

Dugaan saya, itu nomor teman saya Ade sudah lama tidak terpakai kemudian tidak aktif, lalu oleh Telkomsel didaur ulang lagi kemudian dijual lagi dan terbeli orang lain.

Nah, yang saya sesalkan jika terjadi hal demikian, bagaimana tanggung jawab Telkomsel, karena nomor itu saya yakin sempat menjadi privasi pemilik sebelumnya. Saya yakin kejadian ini tidak terjadi dengan saya saja namun banyak yang mengalami. Saya sendiri sudah beberapa kali mengalama hal serupa ‘kecelek’ dengan nomor teman yang ujungnya ternyata sudah dimiliki orang lain.

Mohon solusi yang tepat untuk Telkomsel, bagaimana sebaiknya, mungkin saran kami nomor yang sudah pernah digunakan orang lain jangan diperjualbelikan kembali.

Terima kasih.

Muji Lestari
Jombang

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:48    Rata-Rata: 3.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

29 komentar untuk “Terlibat Perdebatan di Chat dengan OTK akibat Nomor Telkomsel yang Didaur Ulang dan Dijual Lagi

  • 12 April 2021 - (20:06 WIB)
    Permalink

    Menurut saja itu sah saja itu telkomsel daur ulang nomer. Kl nomer itu punya privasi ya dipelihara dgn baik, dikasih makan pulsa jgn sampai kelaparan terus mati. Atau bisa saja nomer itu sengaja dibunuh dan ganti nomer baru. Mungkin bsk kl ketemu sama itu ade bisa tanya tkp pembunuhannya dimana. Tabiat orang indonesia tidak jauh dari itu. Ketiga, mungkin nomernya hilang, bisa hpnya dicuri, jatuh dijalan, dll. Dan itu si ade teman anda males ngurus ke grapari untuk dapat nomer baru.

    16
    2
  • 12 April 2021 - (21:37 WIB)
    Permalink

    Wajar koq nomer dijual lagi, apalagi nomer acak, sekali pake kuota habis buang.
    Makesure aja, telpon langsung pake pulsa, jangan via wa.

    10
  • 12 April 2021 - (22:42 WIB)
    Permalink

    Itu hak operator mau daur ulang nomor yang sudah hangus, tidak perlu komplain atau adu mulut dengan pemilik baru. Nomor yang dijual adalah milik operator, jika sudah tidak aktif maka pihak operator bebas menjual lagi kepada pihak lain. Seharusnya teman anda memberi tahu Anda kalau dah ganti nomor baru.

    11
    • 13 April 2021 - (10:56 WIB)
      Permalink

      Saya sering begini, seharusnya itu sdh jd milik kita, karena sdh beli cash dan tunai,klo mmg g kita isi pulsa itu hak kita, operator harusnya cari lagi seri nomer yg baru, dan semoga pemerintah mengubah masa aktif kartu jd seumur hidup,klo ktp bisa s3umur hidup harusnya ini bisa , karena saya perhatikan jika teman2 pernah beli pulsa, 100 ribu, misalkan untuk aktifin paket tertentu itu yg nambah masa aktifnya cuma isi pertama, trus cb teman2 isi lagi yg 10 ribu, itu masa aktif g nambah, harusnya nambah 7 hari, ini saya alami di operator biru,

      14
      • 14 April 2021 - (07:46 WIB)
        Permalink

        Mohon maap nih. Baca terms and conditionnya. Yang dibayar itu Layanannya, sama beli fisik sim card. Di ketentuan jelas, anda tidak isi pulsa, mereka berhak nonaktifkan.

        Biasakan baca T&C. Berguna utk edukasi kita terhadap produk. Klo gk setuju, jgn pake. Klo bingung, cari penjelasan. Jgn dibiasakan menghujat. Indonesia gk maju2 klo gk mau pada belajar

    • 13 April 2021 - (12:11 WIB)
      Permalink

      Gak papa. Saya bukan minta pembelaan tapi tersampaikan ke telkomsel saja, agar permasalahan dibawah terdengar dan dicarikan solusi. mungkin semua komentar bisa jd dr pihak tertentu

      saya sendiri juga pelanggan telkomsel yg setia kok. makanya saya sampaikan kepedulian saya ini

      1
      19
  • 13 April 2021 - (05:24 WIB)
    Permalink

    Yang salah temennya. Suka gonta ganti nomer. Aku juga pernah ngalamin itu 3x malah, dan 3 temen berbeda.

    12
  • 13 April 2021 - (06:02 WIB)
    Permalink

    Sekarang aja nomor telkomsel sudah 12 digit.. kalau gak di daur ulang ya bisa lebih dari 20 digit. Mau simpan nomor orang jadi ribet panjang banget. Itu nomor telepon atau token listrik? 20 digit kemungkinan salah masih bisa sedikit, lah kalau sudah sampai 50 digit dan bukan nomor cantik gimana?

  • 13 April 2021 - (06:32 WIB)
    Permalink

    Lah, itu haknya telkomsel dah, kalo gak aktif ngapain diperpanjang, ibarat isi pulsa 10ribu mau masa aktif setahun.

    13
  • 13 April 2021 - (06:32 WIB)
    Permalink

    kamu juga chat temen tanpa tendeng aling2, gk permisi, selamat siang/sore/malam. situ yang gk sopan. kalo yang kamu chat gk tau harusnya udah ngerti kalo dia emang gk tau, ini malah ngotot temen. nyalahkan telkomsel chatnya malah ke orang lain. untung yang kamu chat waras, makanya ngalah

    23
    • 13 April 2021 - (11:38 WIB)
      Permalink

      Lah kocak ini orang,
      1. Itu hak Telkomsel
      2. Napa ga lu minta langsung no nya sapi sama si Ade ? Dari bahasa di atas lu udh pernah ketemu sama si Ade
      3. Udh tau dia salah orang/no malah di ajak GELUD bukannya nyari no si Ade yang lain

      13
  • 13 April 2021 - (09:49 WIB)
    Permalink

    Seharusnya TS kalau tahu itu nomor sudah lama sekali tidak pernah dikontak, awali lah dulu dengan sapaan sopan, ingat tata krama dalam bermasyarakat.

    Misalnya Halo A, apa kabar?

    Kalau pihak sana kemudian jawab, ini siapa? Siapa A?
    Tinggal balas saja: oh maaf saya kira ini nomer masih milik teman saya, si A. Maaf kalau salah sambung.

    Kemungkinan pihak sana akan menjawab:
    Oh ya ini nomernya sudah bukan kepunyaan si A.

    Selesai. Tamat. The End.
    Tidak perlu panjang lebar jadi naskah sinetron.

    19
  • 13 April 2021 - (10:40 WIB)
    Permalink

    Harus nya masalah selesai di chat tersebut tapi karena anda menulis di media konsumen dan mengambing hitamkan Telkomsel anda seperti menambah masalah baru tapi saya rasa Telkomsel handling complaint penuh dengan orang waras mungkin mereka akan tertawa melihat curhat an anda

  • 13 April 2021 - (10:59 WIB)
    Permalink

    Kalo di lihat dari SS jelas TS yg nyolot bngt.wkwkwkwk…syukurlah yg komen sudah banyak soal ketentuan provider dalam mengantisipasi nomor nomor telp yg sudah di keluarkan,ga aktif trus di jual lagi.lain kali instrospeksi diri mba..jangan gampang emosi..yg malu kan jadinya diri sendiri

    15
  • 13 April 2021 - (11:41 WIB)
    Permalink

    Udah chat awal ga pake salam basa basi lalu temen udah lama ga dihubungi pas menghubungi cuma saat ada butuhnya doang eh bukannya introspeksi malah mengkambinghitamkan operator
    Ya panteslah temenmu ganti nomer lah wong punya temen ga ada otaknya ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
    Mungkin dia juga udah males temenan ama ts makanya ganti nomer biar ga dihubungi ama yg bikin postingan

    17
    • 13 April 2021 - (16:30 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk.. Kalau mau nomor temanmu tidak di daur ulang makanya kamu isiin pulsa biar gak di jual lagi.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

  • 13 April 2021 - (12:02 WIB)
    Permalink

    Mau dosa takut ketawa mana bulan ramadan lagi…aduh mbak pusing palak aing๐Ÿคญ๐Ÿคญ

  • 13 April 2021 - (13:01 WIB)
    Permalink

    Dari komentar ternyata banyak konsumen yang layaknya netizen garis keras diluar sana. Saya juga pernah mengalami nomor didaur ulang.
    Yang pertama: nomor yang lama sudah tidak saya pakai untuk WhatsApp lagi, ternyata masih masuk grup WhatsApp lama saya dan orang pengguna baru tersebut masih dapat mengikuti obrolan di grup WhatsApp.
    Yang kedua: saat saya setelah membeli nomor baru, kemudian saya daftar sebuah aplikasi yang meminta otp, setelah memasukkan otp ternyata sudah terdaftar dengan data orang lain. Bagaimana jika nomor tersebut digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab?
    Kenapa komentar disini banyak yang membela pihak provider ๐Ÿ™ kalau mau dijual lagi, harusnya nomor benar-benar dibersihkan dari data-data lama

    9
    13
    • 13 April 2021 - (13:45 WIB)
      Permalink

      nomor digunakan untuk mendaftar aplikasi diluar, provider tidak bisa membersihkan data nya di aplikasi/ecommerce tersebut.

      memang ada pro kontra terkait hal ini

    • 13 April 2021 - (14:56 WIB)
      Permalink

      Makanya kalo ga mau nomer di daur ulang ya diisi pulsanya rutin biar masa aktif bertambah dan ga pusing gonta ganti nomer
      Hal.sesimple itu masa kaga mau dilakukan
      Minimal isi pulsa 10 ribu sebulan kayanya cukup buat nambah masa aktif kartu

    • 13 April 2021 - (16:23 WIB)
      Permalink

      Sudah dijawab oleh @Soni, provider tidak bisa menghilangkan data di perusahaan/app lain karena mereka tidak punya wewenang untuk itu. Provider hanya bisa hapus data yang terdaftar di nomer itu (NIK & KK).

      Ngga akan ada masalah koq dengan e-commerce maupun whatsapp.

      Kalau ganti nomer, di whatsapp pastikan ubah juga nomernya, Setting > Account > Change Number. Setelah setting itu, nomer yang lama ngga akan bisa lihat isi chat kita sebelumnya maupun grup kita, karena semua data sudah dipindahkan ke nomer baru.

      Kalau saat daftar app atau situs yang meminta OTP diawal dan terdeteksi multiple account, tinggal kontak support, bilang kalau nomer itu kemungkinan nomor yang dijual lagi, dan kamu adalah pemilik sah-nya sekarang, dan sertakan juga bukti pembelian nomernya.

      Misalnya kita ganti nomer dan lupa ganti nomer di situs e-commerce, pemilik yang baru dari nomer lama kita ngga akan bisa masuk ke akun kita, walaupun dia berdalih lupa email & password, nanti tim support-nya bakalan minta nama lengkap, alamat, dan/atau riwayat pembelian terakhir.

  • 13 April 2021 - (13:35 WIB)
    Permalink

    harusnya yg komplen yg pnya nomer trsbt, bkn kmu.
    dan jgn bilang klo nomer trsbt adlh privasi dia, sedangkan dia ajja ga peduli dgn nomer sendiri dgn ga isi pulsa dan hangus.
    dan gpp jg sih telkomsel nge jual nomer tersebut, kan udh ga ada tuan nya.
    maf klo salah ๐Ÿ™

    10
    1
  • 13 April 2021 - (14:32 WIB)
    Permalink

    Saya lihat ini mmg salah dari TS juga kalo lihat dari Chatnya.
    Dan pihak OTK sudah bertanya Ade siapa, Sefi siapa… tapi anda kayaknya malah ngotot bukannya tenang dan cari tau lebih jelas “ada apa dan kenapa ada pertanyaan itu”

    Mmg telkomsel akan mendaur ulang nomor2 yg sudah tidak aktif… dan itu hak mereka, dari dulu juga begitu… Jadi mau nomor itu tercatat 2 tahun 3 tahun atau lebih di contact anda.. apa urusannya juga kan.

    Ada baiknya coba semua kontak anda yg lama2 di buat semacam test kontak aja.. broadcast atau apa, jadi kalo mrk jawab… ya berarti nomornya masih bener.

  • 13 April 2021 - (22:18 WIB)
    Permalink

    Hey.. itu hal dari profider.. situ mau minta enak doank.. yang salah itu temen anda.. lagipula seharusnya anda yang minta maaf ke orang tersebut.. dan kalo sampai nomor baru terus yang diterbitkan oleh provider, bisa saja sampai 20 digit lebih nantinya.. pusing hafalin nomornya lah kalo kebanyakan digit nya

 Apa Komentar Anda?

Ada 29 komentar sampai saat ini..

Terlibat Perdebatan di Chat dengan OTK akibat Nomor Telkomsel yang Didโ€ฆ

oleh Tarie dibaca dalam: 1 min
29