Penipuan Mengatasnamakan Shopee, Berujung SPinjam Dicairkan Pelaku

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan saya Shopno, mahasiswa semester tingkat akhir di salah satu universitas di Jawa Tengah. Pada tanggal 15 April 2021 kemarin, saat saya sedang sangat pusing dan bingung mengerjakan skripsi, tiba-tiba saya ditelepon oleh nomor WA yang mengatasnamakan Shopee +1 (858) 215-5333.

Dia mengatakan bahwasanya saya telah mendapatkan hadiah Shopee spesial Ramadan senilai Rp2 juta dengan alasan merupakan salah satu Top Seller dan pengguna aktif Shopee. Anehnya si penipu bisa meng-hack akun Shopee saya. Dia mengetahui semua tentang data diri saya layaknya CS Shopee.

Setelah itu dia kemudian mewawancarai saya panjang lebar, yang intinya meyakinkan saya terkait hadiah tersebut. Saat mewawancarai saya, dimana saat itu saya seperti tidak sadar, tiba-tiba dana pinjaman saya langsung ditarik hingga kurang lebih mencapai Rp5 juta oleh orang-orang komplotan penipu tersebut.

Sesaat sebelum sesaat diwawancarai, saya dikirimkan UANGKU yang katanya undian hadiah tersebut dan di samping itu saya juga ditelepon oleh nomor gaib yang meminta saya menyebutkan kode verifikasi (UANGKU) tersebut. Ternyata itu adalah kode OTP. Jadi nomor gaib itu saat berkata seperti suara robot.

Tidak lama kemudian saya disuruh menyebutkan kode verifikasi tersebut. Setelah itu tidak tahunya dana SPinjam yang di Shopee saya langsung ludes diambil olehnya. Modusnya memanfaatkan rekening saya yang tertanam di Shopee, yang kemudian ditransfer ke kedua nomor rekeningnya yakni MASTER CARD DRDBT DDTKP014918 DCE dan REKENING BCA 4200893757 a.n. Novita Wibowo.

Penipu membajak rekening saya berdasarkan data yang tertanam di Shopee kemudian ditransferkan ke nomor rekeningnya

Kemudian setelah itu nomor saya langsung diblokir dan saya langsung menghubungi pihak Shopee. Akun saya langsung dibekukan. Namun kata pihak CS shopee tidak menjanjikan terkait dana apapun, sementara saya belum bekerja dan masih meminta orang tua. Astaghfirullah.


Yang terakhir, dari pihak Shopee belum ada tidak tindak lanjut sama sekali dan menurut CS Shopee saya yang harus menanggung penuh semua beban terkait permasalahan ini. Saya tidak menggunakan dana 1 rupiah pun dari SPinjam, jadi bukan Shopee saja yang sangat dirugikan, tapi saya juga sangat-sangat sangat dirugikan sekali.

Perlu diketahui saya juga tidak menginginkan Shopee SPinjam tersebut ada di akun saya, apalagi hingga limit sebanyak itu. Jadi mohon maaf sekali kepada Shopee. Saya berharap permasalahan ini segera selesai dan saya tentunya akan sangat sangat berhati-hati karena ini pertama kalinya menimpa saya dan ini sangat buruk tentunya.

Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Shopno Daraj Ashvina
Temanggung, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Mas nya mahasiswa tp kok gampang di tipuin ya? Alasan apa pun kalau sudah di kasih otp berarti salah sendiri. Disini saya makin yakin sistem shopee uda lumayan kuat. Cuma usernya yg kurang smart.

    • Maaf bukannya gampang ditipuin tapi jujur sebelumnya saya pernah mendapat hadiah ataupun undian baik secara online maupun offline, jadi wajar kalau saya ada raya percaya karena sebelumnya belum pernah tertipu, apalagi hingga rugi berjuta-juta seperti ini.

      • Mas nya bilang ga gampang di tipuin. Kasih otp ke orng lain biarpun orng shopee itu adalah tindakan orng bodoh loh. Itu murni kesalahan sendiri. Saran saya ttp di bayar dengan cara apapun biar lain x masih bs mendapatkan pimjaman dr bank. Cuma 5 juta kalau di blacklist ga setimpal menurut saya.

    • Baik, Setelah saya berusaha untuk menghubungi CS Shopee berulang kali, akhirnya saya mendapatkan respon positif dari CS Shopee dan saat ini permasalahan saya sudah clear. Saya harap CS Shopee dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya dan saya harap sistem dari Shopee dapat segera diperbaiki serta diperketat misal untuk dapat menggunakan Shopee Pinjam maupun ShopeePayLater harus menunggu waktu beberapa hari dan lain sebagainya, agar tidak ada lagi korban-korban yang semakin berjatuhan.

    • Mahasiswa ko ga ngarti ama pentingnya otp hadeuhhh
      Pake menyalahkan shoppee kenapa ada fitur spinjam padahal fitur spinjam sudah banyak membantu orang yg membutuhkan dan presentase orang ketipu masih dalam hitungan jari itupun ketipu karena kesalahannya sendiri ngasi kode otp ke penipu

      Selain belajar akademik kamu juga harus belajar soal kehidupan

      • Baik terimakasih atas sarannya ini menjadi pembelajaran yang berharga sekali untuk saya.

      • Baik terimakasih atas sarannya, ini menjadi pelajaran sekaligus tamparan keras bagi saya

  • Jadi itu SPinjam nya dicairkan ke rekening BRI agan dulu, trus si penipu bisa melakukan transaksi dari rekening BRI agan apa gimana? 🤔 Cepet2 lapor ke BRI nya jg gan, jangan sampai nanti uang kiriman ortu jg ludes disikat pelaku.

    • yang menarik adalah ada 3 pihak berbeda,
      -shopee
      -BRI
      -Uangku

      setau saya uangku tidak ada hubungannya dengan BRI secara langsung, uangku itu bentuk nya E-wallet, seharusnya tidak memberikan akses dia untuk mengakses rekening BRI nya
      dan kalau saya lihat di uangku, cara top up hanya ada melalui transfer/mbanking, otomatis tidak ada debet melalui kartu.

      sementara penipu seharusnya membutuhkan paling tidak beberapa akses, shopee butuh OTP, BRIMO mobile banking BRI butuh user dan juga password, setelah itu SMS OTP, nah si penulis tidak menuliskan dia memberikan itu satu pun, tapi sudah pasti ada pemberian OTP, karena rekening BRI nya yang seharusnya butuh 3 informasi yang berbeda, bisa terbuka

      dan yang janggal lainnya adalah klaim transfer BCA, di informasi mutasi rekening nya terdapat transfer BCA, ke rekening 4200893757 a.n. Novita Wibowo, apabila kita coba input rekeningnya, menjadi invalid, alias salah/tidak ada nomor rekening tersebut di data.. apa mungkin ditutup langsung oleh penipu di tanggal 15?

    • Ì

      Iya benar seperti itu, saya sudah lapor dan rekening saya sudah langsung diblock

    • Shoopee pinjam aktifnya kan karena sudah verifikasi data penting kita,sepengetahuan saya tidak bisa aktif sendiri termasuk shoopeepay dan shoopee paylater.

      • Bandingkan dengan verifikasi pengajuan kartu kredit yg harus melampirkan slip gaji, dll. Setelah itu pihak bank bakal telepon konfirmasi ke HRD kantor buat nanya2 udah berapa lama kerjanya, berapa gajinya, dll. Ini namanya prudent, pihak bank ngecek apakah calon nasabahnya nanti bisa membayar jika dikasih kartu kredit. Kalo pun diacc kartu kreditnya, paling awalnya dikasih limit rendah 3-5 juta.

        Bandingkan dengan kasus SPinjam di atas. Mahasiswa yg belum bekerja aja, tiba2 di akunnya bisa dicairkan pinjaman 7 juta. Katakanlah cukup dengan modal foto KTP, apakah itu prudent?

      • iya wkwk.. kata dia gak butuh tapi di aktifkan 😀😀😀
        kalau gak di aktifkan mana bisa dipake kan.. bukan nya harus upload KTP dan lain" nya kalau spinjam mau di aktifkan, apalagi sudah disambungkan ke rekening BRI pribadi.. rada rada aneh

  • DENGERIN DULU, apa ada meta baru ya diantara para penipu, satu langkah lebih maju dari penipuan biasanya,
    bukan berarti si penulis ini ikut menipu ya, tapi semakin marak nih di surat pembaca untuk penipuan shopee

    meta baru nya gini,
    penipu dan "korban" kerja sama, "korban" seolah olah tertipu, penipu nya dapat uang, bagi sama "korban" nya lagi, "korban" melapor ke shopee, dan menulis surat pembaca, dengan harapan dikabulkan oleh shopee, mungkin untuk tidak perlu membayar, atau minimal diganti dengan voucher 50%.

    kalau diganti voucher 50% saja, voucher tersebut nilai nya dibagi antara penipu dan "korban", dan uang shopee pay nya dibayarkan, tidak rugi karena memang harus dibayar,

    kalau diganti dengan tidak perlu membayar, bisa bagi hasil langsung

    ah sudahlah cuma berpikir aja,

    penulis, menurut saya anda sebagai korban lain kali harus lebih smart, kalau sesuatu seperti nya terlalu menggiurkan, biasanya memang penipuan, saya yakin tidak hanya OTP uang ku yang anda berikan, namun juga OTP shopee melalui proses "wawancara" tersebut

    yang bikin saya geli akhir2 ini itu para korban ini menulis seolah-olah mereka terhipnotis oleh ke gaib an dari para penipu
    - seolah olah gaib, karena teknologi emang sekarang sudah beda, cara dapat informasi juga banyak
    - seolah olah gaib, karena memang namanya juga penipu, kalau ngmg nya terbata-bata atau gugup kelihatan dong, penipu yang ulung ngmg nya manis, profesional
    - seolah olah gaib, OTP tiba-tiba di tangan para penipu, padahal ya emang dikasih

    dan apabila anda tidak menginginkan Spinjam di akun anda, ya jangan pakai shopee, di syarat dan ketentuan, FAQ, Support ada semua, terimakasih

    • nah .agan ini bener

      akhir akhir ini banyak yg tulis di media konsumen .kira kira modusnya bagi 2 kali ya .antara penipu & penulis .hahaha.

  • Lagi lagi dan lagi.
    Anda lugu, kurang pengalaman, kurang rajin membaca, kebanyakan sosmed, atau apa sih?
    Penasaran gw, tipikal korban2 otp sopi kaya gimana sih kesehariannya.

  • Anda berikan otp, maka semua resiko dan biaya yang ditimbulkan ditanggung oleh anda. Apapun alasannya, mau sengaja berikan, mau tidak sengaja, mau ditipu, mau menipu, apapun itu

  • Saya turut prihatin, ini kasus kedua yang saya baca disini secara berturut turut dari kemarin.
    Saya tdk ingin menghakimi anda, yang jelas kesalahan anda adalah mengangkat telefon 'gak jelas' tersebut. Apalagi anda bilang sudah melakukan wawancara dengan penipu tersebut, dan saya meyakini itu cukup untuk menelanjangi anda. Penipu hanya tinggal mengkofirmasi saya dan anda hanya menjawab ya dan tidak. Kalau tidak anda akan membetulkan jawaban yg benar.
    Jd narasi semua data dipegang penipu adalah kebocoran data di shopee 70% tidak valid.
    Kalau data bocor tentunya semua pelanggan di shopee pasti kebobolan juga.
    Intinya, ini pelajaran berharga bagi Anda, hari gini pasca pandemi, ya kali ada yg bagi bagi duit. Bansos aja d korupsi, masa iya ada yg bagi2 secara cuma2.
    Yg terpenting, anda harus tetap mencicil, paling banter dapat voucer 50% dari shopee untuk menghibur.

    • Terimakasih tanggapannya, Tentunya ini menjadi pukulan telak sekaligus menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga sekali bagi saya, dan untuk kedepannya, saya akan sangat lebih berhati-hati. Semoga saja ada tidak lanjut dari Shopee, saya bingung harus bagaimana lagi😢😭

      • Pertama, hindari mengambil jalan pintas dengan meminjam ke rentenir entah itu offline atau online. Jangan pula motor dari orangtua digadaikan. Jangan bergantung dari belas kasih shopee, karena tidak ada cerita, paling voucer belanja untuk menyenangkan hati anda.

        Kedua, anda harus jujur kepada orangtua anda selagi tagihan ini masih belum terlalu parah tunggakannya. Karena kedepannya nama anda akan jadi buruk dihistory keuangan indonesia kalau tidak dibayar. Yakinlah paling banter sehari kuping merah kena ceramah, yang jelas otak kamu tidak tambah pusing memikirkannya sendiri, ada tambahan otak untuk memikirkan. Tentunya akan lebih banyak alternatif solusi dan pengalaman hidup dalam penyelesaian masalah ini.

        Ketiga, kalau anda ingin jadi laki laki seutuhnya yang bertanggung jawab atas kesalahan diri sendiri. Maka kumpulkan semua aset anda untuk d jual (karena skripsi smartphone dan laptop bisa dikecualikan). Apakah kamera, sepatu, baju, speaker, vitar dan sebagainya (anda harus kreatif misal ternyata dirumah ada komputer, maka laptop bisa dijual). Tetapi jangan pula barang orang lain yg anda jual (ingat, aset anda sendiri).
        Apabila tidak ada aset, kembali saja ke langkah kedua.

        Keempat, bertobat kepada Tuhan, kadang ujian datang sebagai teguran atau sebagai penambah keimanan anda bahwasanya pada setiap kesulitan, pasti ada kemudahan.

        Semoga sukses.

        • Baik terimakasih atas masukannya. Aamiin Ya Robbal Alamin😢😭🙏

  • Korban baru lagi
    Terlepas dari keteledoran ts, shopee harusnya juga punya langkah konkret untuk memperkuat keamanan sistem mereka agar tidak lagi jatuh korban

    • SPinjam untuk penjual bukan lah legalitas OJK..coba tanya sama Shopee nya PT apa yang menaungi SPinjam untuk penjual dan jawaban nya adalah PT lentera dana nusantara..trus tanyakan kepada OJK PT tersebut menaungi apa jawaban OJK adalah Shopepaylater..si OJK tidak tau apa itu SPinjam untuk penjual..laporin aja di OJK minta masukan saran..

    • keamanan sistem tentunya tidak bisa dilepas dari mudahnya akses dan kenyamanan pengguna, apabila anda mempunyai suatu layanan, yang keamanan nya super ketat, itu bagus, tapi belum tentu pengguna akan mau menggunakan layanan tersebut, karena tidak ada kemudahan dalam bertransaksi, semisal, mengajukan pinjaman harus datang sendiri ke kantor shopee, bawa semua kelengkapan, sampai sana tanda tanggan dan isi form 3 rangkap, setelah itu tunggu 1-3 bulan agar pinjaman anda cair.

      siapa yang mau pinjam apabila sistem seperti itu?

      keamanan ini akan selalu menjadi concern, dimana pengguna juga akan selalu menggeser gawang nya, semisal

      sekarang sudah ada OTP, tapi ketika OTP dibobol, korban penipuan ini akan teriak keamanan shopee gimana, kok tidak ada info ya lewat email (tidak ada email yang disalahin), nanti ketika shopee naruh konfirmasi email nih untuk pinjam, OTP dan emailnya dia dibobol, bilang lagi si korban penipuan, kenapa kok tidak ada telpon konfirmasi ke saya sih dari shopee untuk pinjaman seperti itu? (nah skrg tidak ada telpon yang disalahin)

      keamanan meningkat tapi penipu akan selalu lebih unggul daripada si korban, karena korban pada dasarnya mudah ditipu, lugu.. kemarin ada kasus dimana si penipu membuat website, dimana OTP bisa dimasukkan oleh korban, memang si korban tahunya dia tidak memberitahu OTP nya lewat telpon, tapi lewat website dia input, ya sama aja boong

      keamanan berupa OTP pada saat ini dasarnya aman, dan shopee sudah berusaha maksimal agar pengguna tidak menyebarkan OTP, apabila ada yang bilang bahwa SAYA TIDAK MEMBERIKAN OTP pada penipu, ya itu saya bilang sudah pasti bohong nya

  • Alasan Anda sedang pusing dan bingung mengerjakan skripsi sehingga Anda abai terhadap keamanan diri Anda sendiri. Alasan yang tidak layak diungkapkan dan menunjukkan Anda orang yang sembrono dalam bertindak.

    Bukankah sudah ada peringatan bahwa kode OTP itu bersifat rahasia dan jangan diberikan kepada siapapun? Tetapi anda dengan gampang menyerahkan kode OTP kepada penipu.

    Soal Anda tidak menginginkan SPinjam itu bukan alasan untuk menghindar dari tanggung jawab sebagai pemilik akun. Kalau anda tidak menginginkan SPinjam tidak usah digunakan, tapi kalau anda memberikan kode OTP kepada pihak lain, itu menjadi tanggung jawab Anda.

    Kebanyakan orang yang mudah ditipu karena tergiur dengan iming-iming hadiah atau cashback sehingga gampang dikadali oleh penipu.