Restrukturisasi dari Tunaiku Amar Bank Malah Memberatkan

Sehubungan pinjaman saya tahun 2019 ke Tunaiku Amar Bank dengan nomor kontrak: 50439045, memang ada tunggakan sampai dengan tahun ini. Saya sudah mengajukan keringanan pembayaran ke Tunaiku Amar Bank, tapi tidak diberi keringanan.

Bantuan yang diberikan adalah restrukturisasi. Awalnya saya mengira restrukturisasi adalah keringanan pembayaran atau mendapat diskon dari Tunaiku Amar Bank. Hal ini karena saya tidak mengerti arti restrukturisasi itu sendiri dan tidak diberi penjelasan dari Pihak Tunaiku. Hanya diberikan link untuk mengisi pengajuan keringanan, dan ternyata itu restrukturisasi.

Saya baru mengerti arti restrukturisasi ketika pinjaman saya mendapat penundaan pembayaran. Ternyata penundaan pembayaran itu artinya: pinjaman saya yang semula, ditambahkan bunga dan denda, kemudian diperhitungkan menjadi pinjaman baru. Saya cukup kaget karena dengan begitu pinjaman saya menjadi bertambah.

Dengan pinjaman semula saja saya sudah minta keringanan dan hanya mampu membayar Rp1.000.000 setiap bulan, dengan adanya restrukturisasi malah pinjaman saya bertambah.

Saya melakukan komunikasi melalui email pada tanggal tanggal tersebut di bawah ini:

  • 22 April 2020
  • 10 September 2020
  • 7 Desember 2020
  • 21 Januari 2021
  • 5 April 2021

Bahkan saya juga menghubungi Tunaiku di Jawa Timur, tetapi mereka menyarankan menghubungi call centre Tunaiku. Sampai saat ini belum ada keringanan, malahan dilakukan restrukturisasi untuk kedua kalinya, sehingga pinjaman saya menjadi semakin besar. Pihak penagihan Tunaiku memaksa saya membayar dengan nilai pinjaman saat restrukturisasi kedua yang tidak saya setujui ini, dan tentunya saya keberatan.

Mohon dari manajemen Tunaiku Amar Bank dapat memberikan kebijaksanaan keringanan pembayaran/cicilan dan bukan meretrukturisasi ulang dengan nilai pinjaman + denda + bunga yang belum dibayarkan (mengakibatkan hutang menjadi besar dan cicilan menjadi berat, bukan ringan).

Demikian yang dapat kami sampaikan. Terima kasih.

Salam.

Jeany Lollyta
Sidoarjo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tunaiku Amar Bank:
[Total:5    Rata-Rata: 1.2/5]
Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Jeanny Lollyta

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih untuk informasi yang Ibu Jeanny Lollyta sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Jeanny...
Baca Selengkapnya

Loading...

12 komentar untuk “Restrukturisasi dari Tunaiku Amar Bank Malah Memberatkan

  • 9 Mei 2021 - (11:27 WIB)
    Permalink

    Maaf saya tertawa, tapi rekontruksi itu memang bukan pengurangan nilai hutang tetapi “meringankan” cara membayar hutang. Tapi tetap harus di kalkulasi karena pasti bunganya bertambah walau mungkin nilai angsurannya mengecil. Paling mantep juga cuma dapat penundaan pembayaran beberapa bulan

    Salah anda?
    Ya salah anda 80% sisanya adalah opini saya
    menyedihkan memang kita hidup di negara yang seperti sedang dalam perbudakan modern.
    Sekedar perbandingan di Eropa seorang tukang cuci piring restoran atau petugas kebersihan bisa dapat gaji puluhan juta, sementara di Indonesia mari tertawakan saja
    Gaji kecil, kurangnya waktu cuti (di Eropa cuti tahunan bisa satu bulan), biaya pokok yang tidak sebang dgn pendapatan,dll.
    Hal ini membuat banyaknya kalangan menengah kebawah dan kalangan bawah mencari pinjaman entah untuk beli rumah, kendaraan, dan pembiayaan lain dengan bunga yang sangat tinggi, kenapa?
    Karena negara pun berhutang kepada bank dunia, dan rakyat2 lah yang membayar hutang2 negara melalui pajak,bunga2 tsb, dll
    Itu saja?
    Tidak
    Korupsi makin memperparah keadaan karena banyak dana pinjaman negara yang pemakaiannya tidak efektif, akhirnya ttp kalangan menengah kebawah yang harus terus bekerja tanpa henti
    Salah pemerintah sekarang?
    Tidak juga, ini udah mengakar sejak lama. Tapi pemerintah yang benar2 niat menyelamatkan rakyatnya blm ada

    Saran saya segera selesaikan dan buat pondasi keuangan yang matang untuk anda dan keluarga anda, tekankan pada diri anda dan keluarga anda untuk bersabar dan menahan diri apalagi konsumtif dan kebutuhan sekunder, jika sudah Punya pondasi kemudian lebih cukup punya uang rasanya Eropa tempat yang lebih baik untuk hidup bukan?

    4
    2
      • 9 Mei 2021 - (14:02 WIB)
        Permalink

        @Firmana

        Kayaknya kalo di Eropa “restrukturisasi”, “rekontstruksi”‘ “reboisasi” atau “regenerasi” artinya sama semua, nah kalo dimari baru artinya beda lol.

      • 9 Mei 2021 - (14:03 WIB)
        Permalink

        @Firman

        Kayaknya kalo di Eropa “restrukturisasi”, “rekontstruksi”‘ “reboisasi” atau “regenerasi” artinya sama semua, nah kalo dimari baru artinya beda lol.

    • 9 Mei 2021 - (11:49 WIB)
      Permalink

      perbandingan dengan Eropa rasanya tidak apple to apple ya…

      semoga masalah TS cepat selesai

      • 9 Mei 2021 - (14:11 WIB)
        Permalink

        Mungkin Om Yanda nya belum pernah dengar yang namanya PDB dan living cost makanya Eropa dicompared sama disini. Tapi tetap saya apresiasi sih karna sudah meluangkan waktu buat nulis comment panjang kali lebar even nggak nyambung dengan inti masalahnya.

  • 9 Mei 2021 - (16:33 WIB)
    Permalink

    Saya tahun lalu punya KPR minta direstrukturisasi tapi malah dikasih 2 pilihan : bayar bunganya saja atau diperpanjang jangka waktu cicilannya sehingga cicilannya bisa lebih kecil. Jadi restrukturisasi itu bukan penundaan pembayaran / penghapusan denda / dsb. Akhirnya asetnya saya jual rugi karena sudah tidak sanggup bayar. Untungnya ada yg mau beli meskipun lagi masa pandemi. Sejak itu saya kapok berurusan dengan kredit.

    • 17 Mei 2021 - (16:38 WIB)
      Permalink

      Mbak/Mas, pilihan ke 2 yang di perpanjang waktu cicilannya sehingga cicilan bisa lebih kecil, apakah nilai hutang jadi bertambah. Misal yang tadinya 5 juta karena kita minta cicilan lebih kecil dan waktunya jadi di perpanjang maka hutang jadi naik nilainya ?
      Restrukturisasi yang saya dapat dari Tunaiku, penundaan pembayaran 3 bulan kemudian hutang saya juga jadi bertambah, saya menolak yang saya minta nilai cicilan lebih kecil. Tapi tidak di tanggapi malah di restruktur lagi yang kedua dari nilai hutang restruktur pertama dengan penundaan pembayaran lagi tapi hutangnya jadi bertambah lagi. Ini yang tidak saya setujui di karenakan saat di restruktur tidak di infokan ke saya terlebih dahulu, stetlah ada perubahan hanya di info by email dan sms.

  • 10 Mei 2021 - (09:28 WIB)
    Permalink

    Awalnya saya mengira restrukturisasi adalah keringanan pembayaran atau mendapat diskon dari Tunaiku Amar Bank.
    —-

    Restruk kok Diskon???

    • 19 Mei 2021 - (14:47 WIB)
      Permalink

      Kalau memang tidak di kasih diskon dan di restruktur harusnya waktu awal di infokan detilnya apakah debitur setuju atau tidak, nah…kalau tidak ada info awal secara detil yang ada langsung nilainya dan di putuskan sendiri dari pihak bank, sementara kita menolak karena malah memberatkan, bagaimana itu mas…?

      Mungkin dari mas nya ada solusi, atau mas paham masalah perbankan, soalnya jujur saya buta dan tidak tahu.

 Apa Komentar Anda mengenai Tunaiku Amar Bank?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Restrukturisasi dari Tunaiku Amar Bank Malah Memberatkan

oleh kerren hapukh dibaca dalam: 1 min
12