Masalah pada Fitur QRIS BukuKas

Sebagai pengguna BukuKas, saya memanfaatkan fitur tagih dan kirim pada aplikasi BukuKas untuk mengirim saldo antar bank dan e-wallet untuk menghemat biaya admin. Namun saya baru menyadari bahwa terdapat kekurangan pada fitur tagih via QR Code, dimana QR tersebut tetap dapat digunakan meskipun sudah dilakukan pembayaran. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pembayaran berulang jika pengguna tidak teliti dan langsung membayar transaksi menggunakan QR yang telah dibayar sebelumnya.

Kejadian tersebut saya alami sendiri, setelah melihat mutasi rekening bahwa terdapat transaksi yang tidak masuk/saldo tidak sesuai. Tepatnya pada tanggal 21 April 2021 saya menggunakan fitur Tagih dengan nominal Rp500.682. Pembayaran sudah berhasil dilakukan pada pukul 11.34. Namun tanpa disengaja, saya membayar lagi menggunakan QR Code yang sama pada Pukul 11.40.

Hal serupa juga dialami pada tanggal 25 dan 27 April, dengan masing-masing nominal sebesar Rp150.002 dan Rp427.000.

Setelah bertanya kepada admin Whatsapp BukuKas, dikatakan bahwa dana akan otomatis masuk ke rekening terdaftar setelah 1×24 jam. Namun hingga hari ini saya belum menerima satupun pengembalian dana dari ketiga transaksi diatas.

Saya harap hal ini dapat menjadi pelajaran bagi saya dan pengguna lainnya untuk dapat lebih teliti ketika bertransaksi menggunakan QR Code BukuKas, dan semoga dapat menjadi masukan untuk pihak BukuKas agar menggunakan sistem QR sekali pakai.

Carissa Margaret
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Buku Kas lagi... Kok banyak orang pada cinta banget menggunakan App fintech sejenis begini untuk naruh duit dan melakukan pembayaran pembayaran?
    Padahal saya rasa mBanking dari bank bank yang ada sudah lengkap fiturnya.
    Hanya karena gratis biaya admin?
    Wajar dong ada biaya admin, hitung hitung bantu biaya maintenance aplikasi itu sendiri biar lebih canggih.
    Soal pengembalian dana menurut saya susah lho. Jangan jangan nggak ada fitur atau prosedur begitu di aplikasi. Cek lagi Q & A nya. (Bagaimana kalau transaksi saya dobel dobel atau kelebihan transfer? Bagaimana proses pengembalian dana nya kepada nasabah /user?)
    Banyak juga kasus lain terjadi di aplikasi sejenis ini, mirip mirip, misalnya gagal top up, gagal transaksi, atau transaksi sukses tapi dana tidak masuk. Beberapa sudah masuk ke MK ini, nah yang ramai sekarang Buku Kas.