Saya Mengalami Kerugian karena Kelalaian Pick Up JNE JTR

Perkenalkan, nama saya Lila dari Kota Surabaya. Saya ingin menceritakan kekecewaan saya untuk pengalaman yang sangat merugikan bagi saya karena JNE. Saya adalah orang yang sudah bergelut di bidang jual beli menggunakan marketplace sejak tahun 2014. Namun kekecewaan saya yang baru saya alami adalah pengalaman yang merugikan dan mengecewakan sepanjang hidup saya.

Berawal ketika saya menjual sepeda Phoenix Star saya di marketplace Shopee. Saat itu ada customer dari Lamongan yang checkout untuk membeli sepeda saya. Opsi pada penggunaan jasa kirim kargo dalam Shopee hanyalah JNE JTR. Saat itu saya menimbang berat sepeda saya sekitar 20 Kg, tapi untuk antisipasi packing, saya lebihi menjadi 30 Kg. Akhirnya muncul biaya pengiriman Rp170.500 untuk pengiriman ke area Lamongan. Akhirnya pembeli dan saya deal melalui checkout marketplace Shopee.

Sebelum packing, saya mencari beberapa informasi terkait aturan packing untuk JNE JTR. Ternyata saya menemukan beberapa artikel dan pengalaman terkait packing JNE JTR yang bisa dikirimkan secara utuh, bahkan juga tersedia jasa packing di JNE. Jadi kita hanya perlu mengantar sepeda kita ke counter JNE terdekat. Akhirnya saya memutuskan untuk packing sedemikian rupa rapi dan aman dengan bubble wrap, kardus, spons dan finishing dengan isolasi.

Sabtu, tanggal 15 Mei 2021
Saya request untuk pick up sepeda saya ke pihak JNE melalui fasilitas yang sudah tersedia oleh Shopee dengan resi JT82653006428. Saya memilih jasa pick up karena memang saya tidak ada kendaraan untuk drop off ke JNE terdekat. Selain itu saya juga ibu rumah tangga yang punya bayi yang usianya belum 1 tahun, jadi jelas saya sulit untuk meninggalkan rumah, sedangkan suami saya dalam kondisi dinas.

Saya sudah memilih untuk jam 18.00-23.00. Nyatanya sampai pukul 00.00 tidak ada kurir JNE yang pick up sepeda yang akan saya jual. Saya mencoba chat customer service Shopee untuk mengeluhkan kelalaian kurir yang belum mem-pick up, tetapi pihak shopee hanya menyarankan untuk mengirim langsung ke JNE terdekat.

Minggu, Tanggal 16 Mei 2021
Saya mencoba menanyakan kembali terkait permasalahan saya ke pihak Shopee, pihak Shopee mengarahkan untuk menghubungi JNE. Akhirnya saya menghubungi JNE Pusat via Email. Jawaban dari JNE pusat saya disuruh menghubungi pihak Shopee lagi.

Saya membalas email tersebut bahwa saya sudah menghubungi pihak Shopee dan diarahkan untuk menghubungi JNE Pusat. Selanjutnya Email saya dibalas dengan disuruh mengisi data alamat, nomor resi, dan tanggal request pick up. Selanjutnya saya mengisi data dan mengirimkan kembali ke Email JNE Pusat. Lalu pihak JNE Pusat mengatakan bahwa akan meneruskan permasalahan ini ke Tim terkait dan disuruh menunggu untuk di-Pick Up.

Karena tidak ada kepastian, saya meminta konfirmasi segera karena saya juga butuh kepastian kapan barang saya diangkut. Pukul 13.31 Pihak JNE Pusat membalas email saya agar menghubungi JNE Surabaya dimor 031-8673885.

Dari sini saya sudah kecewa, lagi lagi saya dilempar untuk menghubungi pihak lainnya. Yang saya tanyakan, mengapa pusat tidak meneruskan sendiri permasalahan ini ke JNE Surabaya?

Senin, 17 Mei 2021
Saya mengirim email kembali pukul 09.40, untuk menanyakan kelanjutan permasalahan saya. Saya juga chat Customer Service Shopee untuk permasalahan pick up saya, tetapi pihak shopee menyarankan untuk menunggu email JNE Pusat. Pukul 19.18 JNE Pusat membalas email saya, bahwa permasalahan saya akan dilanjutkan ke Tim terkait dan menunggu konfirmasi untuk Pick up. Akhirnya saya memutuskan untuk menunggu.

Selasa, 18 Mei 2021
Saya tetap menunggu konfirmasi pick up dari JNE. Kemudian saya email kembali bagaimana konfirmasi dari pihak JNE pusat. Akhirnya pukul 17.06 JNE pusat membalas email saya dan menyarankan saya untuk menghubungu JNE Surabaya di 031-99209000. Saya menghubungi nomor JNE Surabaya untuk konfirmasi request pick up saya, tetapi pihak JNE Surabaya mengatakan untuk menunggu besok karena request pick up sudah melewati jam 12 siang.

Rabu, 19 Mei 2021
Saya menunggu kurir JNE untuk datang, ternyata tidak ada kurir yang datang. Sampai pukul 12 siang saya menunggu, tidak ada kurir yang datang. Saya menghubungi kembali JNE Surabaya dan diangkat oleh Customer Service JNE Surabaya laki-laki, dan malah menyuruh saya untuk menghubungi pihak Shopee dan bukan urusan JNE untuk terkait pick up.

Dari sini saya semakin geram, karena koordinasi petugas JNE yang tidak sinkron dan customer service tersebut sempat membentak saya, karena saya bilang sudah menghubungi Shopee beberapa waktu lalu.

Sore sekitar pukul 15.00 saya menghubungi kembali pihak JNE Surabaya dan diangkat oleh Customer Service dan dijawab bahwa permasalahan ini akan diteruskan ke tim terkait antara Shopee dan JNE, dan pick up barang akan di-pick up pasti hari Rabu ini. tapi pihak JNE tidak bisa memastikan jamnya.

Saya sampai hapal nama nama customer service yang mengangkat telepon saya, ada Edward, Panji, Zeva dan ada yang perempuan juga tapi tidak menyebutkan nama. Sampai akhirnya saat malam saya hubungi kembali customer service JNE Surabaya, dan jawabannya mohon ditunggu besok pagi. Bocorannya pasti besok pagi akan di-pick up dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Shopee.

Kamis, 20 Mei 2021
Kamis pagi saya masih menunggu pihak JNE, ternyata tidak ada kurir yang datang. Saya menghubungi kembali pihak JNE Surabaya, ternyata masih dengan jawaban sama, masih dikoordinasikan dengan tim terkait dan disuruh menunggu. Akhirnya Kamis sore, saya sewa becak untuk mengangkut sepeda saya untuk dikirimkan ke JNE terdekat dan minta tolong tetangga untuk mengikuti dari belakang dan memonitor pengiriman, ternyata JNE Jl. Nyamplungan dan JNE Jl. KH Mansyur tutup sampai tanggal 24 Mei 2021.

Saya hubungi kembali pihak JNE dikarenakan JNE terdekat tutup. Saya disarankan customer service Zeva untuk membawa barang ke JNE Jl. Rajawali.

Sedangkan tenggat waktu di aplikasi Shopee, pesanan akan dibatalkan otomatis jika tidak dikirimkan tanggal 21 Mei 2021.

Jum’at, 21 Mei 2021
Jum’at sore suami saya pulang dinas, saya meminta bantuan suami untuk mengirimkan paket saya ke JNE Rajawali dan bila ada jasa packing yang sesuai ketentuan pihak JNE silahkan di-packing.

Pukul sekitar 15.30 suami saya membawa sepeda dengan sepeda motor. Bayangkan loh pakai sepeda motor, bayangkan susahnya nyetirnya sendirian dan jarak JNE Rajawali dengan rumah saya kurang lebih 5 KM karena untuk sewa becak lagi, lumayan menghabiskan ongkos lagi.

Sesampainya JNE Rajawali paket saya ditolak karena packing kurang safety, tetapi pihak JNE Rajawali sendiri tidak menyediakan packing, sangat jauh berbeda dengan ulasan beberapa artikel bahwa JNE menyediakan packing.

Akhirnya saya meminta bantuan tetangga untuk mengirimkan kardus lagi dan isolasi untuk packing lagi paket sepeda saya ke suami saya yang sedang di JNE Rajawali. Setelah sesampainya tetangga saya di sana, mereka membantu suami saya untuk packing lagi agar lebih tertutup di pinggir jalan depan lokasi counter JNE Rajawali. Saya telepon JNE Rajawali ternyata nomor teleponnya mati dan tidak bisa.

Akhirnya saya meminta suami untuk memberikan telepon saya ke pihak customer service untuk menanyakan ketentuan packingnya, ternyata pihak Customer Service atas nama Natan tidak ramah dalam menjawab pertanyaan saya. Saya tanyakan aturan terkait packing tercantum dimana kok saya tidak menemukan aturan tersebut di web JNE Pusa? Customer service tersebut hanya bilang, JNE Pusat tidak tahu terkait packing dan JNE Rajawali membuat aturannya sendiri dan ini aturan baru. Sejak kapan pusat dan cabang jalan sendiri sendiri?

Saya sangat sangat kecewa dengan pernyataan ini dan ketidakramahan customer service tersebut kepada suami saya dan saya dalam menjelaskan.

Setelah sepeda saya dipacking ulang, paket sepeda saya antri untuk di proses, dan saat suami saya mau mencetak resi dari Shopee, ternyata pihak JNE Rajawali menghitung ongkos kirim sepeda saya sejumlah 1 juta rupiah. Hebat bukan? 😂😂. Sangat jauh dari persetujuan dengan Shopee sejumlah Rp170.500.

Bayangkan loh, saya jual sepeda saya Rp980.000 dan ongkos kirimnya Rp170.500, dan saya disuruh bayar ongkir 1 juta. Bukannya untung, malah gulung tikar saya. Saat suami saya tanyakan perhitungannya bagaimana, Customer Service tersebut yang atas nama Natan hanya menjelaskan bahwa perhitungan mengikuti volume terbesar setelah ditotal mencapai 80 Kg dan setelah dihitung terbesarnya adalah Rp1 juta. Astaghfirullaaaah saya dari rumah hanya bisa mengelus dada. Super sekali pelayanan JNE ini.

Akhirnya saya telepon ke Customer Service JNE Surabaya dan diangkat atas nama Sapri. Beliau hanya meminta maaf dan mengatakan bahwa ongkir memang sesuai customer service di lapangan. Akhirnya sepeda Phoenix Star indah saya, saya minta suami saya untuk bawa pulang saja dan akhirnya pembeli membatalkan orderannya karena kecewa.

Terima kasih JNE, Anda telah merugikan saya dalam banyak hal mulai dari waktu, fisik, pulsa, ongkos becak muter-muter cari JNE terdekat, packing dan terakhir pembeli saya tidak jadi beli. Tolong lah kami ini orang sudah jangan dibuat susah, apalagi sampai dirugikan begini, kalau memang tidak mampu mempick up tolong beri kepastian dan jangan menyuruh untuk menunggu lagi.

Mohon sekali untuk JNE Pusat, JNE Surabaya, dan JNE Rajawali sekiranya dibaca review ulasan orang-orang di Google yang kecewa dan jangan lupa segera diperbaiki. Tolong hapus saja layanan pick up kalau tidak mampu untuk profesional.

Silahkan eliminasi pegawai-pegawai yang merugikan nama JNE dan membuat kecewa customer. Sekadar informasi, ini adalah terakhir kalinya saya menggunakan jasa pengiriman JNE.

Sekian dan terima kasih.

Cholilatul Zuhriya
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan JNE atas Surat Sdri. Cholilatul Zuhriya

Sehubungan dengan surat pembaca yang telah dimuat di Media Konsumen pada tanggal 22 Mei 2021 berjudul “Mengalami Kerugian Karena Kelalaian...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Pantesan JNE makin tenggelam n kalah bersaing, layanan di kota besar aja seperti itu, gimana yg di pelosok? 🤔

    Sy pernah beli sepeda gunung via marketplace, hitungan volume ongkirnya sekitar 30 kiloan. Ini sepeda apa yah, kok bisa kena volume 80 kilo? Lagian kalo kena 80 kilo pun, kayaknya ongkos kargonya gak bakalan nyampe sejuta.

      • JNE memang sangat parah, saya aja sebagai penjual sudah kapok, berkali-kali dikecawakan dengan ekspedisi jne teruma JTR... gak pernah tepat waktu selalu telat.. meski tlp CS pun gak ada solusi..

    • Saya jg udah taunan jualan di marketplace apalagi shopee. semua jasa kirim pernah dicoba. Walau ada jasa pickup paket, dan kita request pickup, ga menjamin paket kita bakal dipickup (termasuk jnt dan sicepat). Apalagi kalo yg mau dipickup barangnya dikit, ekspedisi lagi rame, kurir pickup ga masuk, mereka kewalahan dan req paket yg sedikit itu ya bakal jadi nomer sekian. Apalagi jne ya jangan ditanya, orang mereka klaim sendiri melayani pickup paket minimal 5. Kalo cuma 1 ya wajar ga dipickup, apalagi gede bgt. Saya kalo lagi banyak atau dikit orderan dan udah minta pickup, tapi gak dijemput juga. Ya inisiatif anter sendiri, krn aku ga tenang gitu kalo dikit2 ditanya pembeli kapan kirim? kalo banyak ya minta anterin suami kalo dah plg kerja. Kalo dikit aku jalan kaki, anak2 tak titip ART dulu. Yah namanya jg nasib IRT buka olshop ya gini. I feel U Bu, tapi ya gitu deh emang jangan 100% yakin paket kita bakal dipickup.

      • Dan lagi.... saya udah sering kecolongan tekor ongkir. Kadang udah ditimbang sesuai berat after packing, ternyata di ekspedisi nambah beratnya, ini ngeselin sih. Ga tau salahnya di mana, kalo aku ini di sicepat pondok kelapa. jadi kita nombokin ongkos deh. Pernah jg paket ilang di sicepat pondok kelapa, jadi kita harus kirim ulang...dan tekor lagi. Namanya jualan...

        • Kalau memang tidak mampu melayani pickup, jangan maksa ngadain layanan pickup... Kalau ada minimum pengiriman supaya bisa di pickup, ya bilang kasih keterangan min jumlah pengiriman,
          Buat cs juga harus singkron antara cs pusat dan cs cabang, apalagi cs counter kalau ada konsumen yang masih awam tolong dibantu dan dijelaskan, gak kok malah dipersulit sampai sudah dituruti masih saja seperti dimbulet mbuletin, dan memang review di google pelayanan JNE rajawali banyak keluhan dan kebanyakan di cs keluhannya

      • Ya mohon maaf saya gak ada ART bund. Dan gunanya layanan pick up buat apa juga kalau nyatanya cuma PHP dan cuma buat pick up barang receh. Bahkan sampe menjanjikan fix bakalan dipick up sore atau besok paginya. Ya gunanya dijemput itu karena memang ada kesulitan membawa barang tsb ke counter JNE terdekat. Kalau memang minimal pelayanan ya tambah pegawai, ini jasa pengiriman besar loh dan udah legend banget, receh banget kalo alasannya karena gak mampu dan kekurangan pegawai kan.

    • Saya juga dagang online, mmg untuk jne saya gak pernah sistem pickup krn akan lama di pickup jd saya anter ke konter jne terdekat saja, tekor sih secara bisnis tp saya anter nya pas saya mau jalan aja. Untuk volume itu mmg sudah ada hitungan nya tinggal di hitung saja tp kalo 1 jt kayaknya itu salah mkn itu reguler bukan jtr. Terus kalo jual di market place coba di akalin order di sana tp kirim nota aja, barangnya dikirim pake cargo lain yg lbh murah. Rata2 yg jual kursi, meja, dll itu gt.

  • Sepedanya dikirim dalam keadaan dirakit utuh jadi dihitungnya volume. Harusnya sepeda tidak usah dirakit dan dikirim dalam dus aslinya. Ongkos kirim tidak mungkin salah kecuali salah masukin berat / dimensi / salah kecamatan. Kalau tidak di pick up ya kita sebagai seller harus bisa antisipasi kirim sendiri / pakai ojek / cara lain. Kurir lain juga sama kalau pick up kadang datang / ga. Kalau dirasa ribet karena ada bayi belum 1 tahun ya jangan jualan barang yg sulit dikirim / dimensinya besar.

    • Ya mohon maaf kak saya bukan orang kaya seperti anda, jadi mencoba mencari peruntungan buat jual sepeda saya untuk menambah pemasukan.
      Saya sudah menawarkan kepada pembeli agar saya kirim langsung ke Lamongan tapi pihak pembeli lebih memilih lewat shopee saja.
      Kalaupun kena volume dan kenanya sampa 80kg ,ongkos kirimnya juga gak sampai 1 juta.

    • 1. Harusnya di aturan JNE jtr dicantumkan mengenai pengaturan dimensi, namanya sepeda ya bentuknya seperti itu dan sepedanyakan sudah jelas jelas second dimungkinkan kardus sudah tidak ada. Tapi di aturan JNE jtr tidak dicantumkan dimensi hanya dicantumkan mengenai berat saja yang harus lebih dari 10 kg.
      2. Kalaupun JNE tidak bisa pickup ya bilang dari awal kan ini sudah telp cs berkali-kali kenapa kok disuruh tunggu??
      Atau ditulis juga di aturan kalau kurir repot kurir malas pickup, baru kita bisa antisipasi tanpa anda suruh dan gak perlu kan repot repot telp cs dan di php

  • ini sepeda bekas pake ya? kalau saya lebih suka jual di OLX aja untuk barang-barang gede/bekas. biar tidak banyak komplen, pembeli alngsugn cek sendiri kondisi barang

    • Iya terimakasiiih banyak atas sarannya. Saya kapok jualan lewat shopee jika pengirimannya seribet itu. Saya juga tawarkan pembeli untuk pembelian bayar cash langsung dan saya antar ke Lamongan, pembeli tidak berkenan.

  • kena volume kayanya sampe 80kg, karena ekspedisi paket hitungan berat aktual dan volumetrik. harusnya jgn dihitung 30kg dulu, coba hitung sendiri kena berapa volumenya. rumus Volumetrik gampang ko PXLXT : 6000 = Hasil

  • Hitungan volume, katakanlah hitung awam. Lebar sepeda, katakanlah paling lebar bagian setang 60cm. Tinggi sepeda katakanlah 110cm, panjang sepda katakanlah 150cm. Maka ketemu sekitar 160an kilo.

    Untuk pickup kemungkinan jne tidak mau pickup krn kemungkinan jne kesulitan untuk pickup. Kan sudah tau barangnya sepeda. Tdk mungkin di pickup dgn motor atau mobil, dan disini pihak jne juga kesulitan untuk pickup.

    Ketiga untuk layanan packing biasanya hanya tersedia di cabang, kl agen ya tidak bisa. Harus dibedakan ya mana agen mana cabang.

    • cs JNE Rajawali mengatakan 80kg, bukan saya sendiri loh yang ngomong, Vanya langsung. Silahkan di browsing dulu sebelum komentar, itu agen JNE Rajawali itu Kantor Perwakilan JNE Surabaya,jelas kantor besar, bukan counter kecil yang recehan.
      Yang namanya layanan pick up ya tujuannya untuk membawa barang besar pak, dan karena ada kendala kesulitan membawa barang ke cabang terdekat. Kalau paketannya receh ngapain susah susah request ngepick up. Kalau susah ya jangan buka jasa pick up, buka jasa ojek aja. Apalagi jelas itu request dari Shopee yang sudah tertera barangnya apa. Dan sudah jelas layanan JNE JTR yang beratnya lebih dari 10Kg.

    • 1. Gak semua orang paham hitungan dimensi apalagi di aturan JNE jtr hanya tercantum mengenai berat yang harus lebih dari 10 kg. Ditambah packing didepan kantor JNE, kan bisa si cs ngasih tahu akan dimensinya, pasti yang packing sambil panik, mana mikirin dia masalah dimensi kan yang ditegurkan cuma masalah packing.
      2. Sudah jelas layanan JNE jtr diatas 10 kg pickup kargo min mobil box/truk boss...
      3. Seharusnya diperaturan JNE jtr dicantumkan kalau kurir kesusahan pickup silahkan seller antar sendiri, atau hapus itu layanan JNE jtrnya, jangan buat pajangan supaya kelihatan unggul dari jasa antar yang lain, toh seller sudah telp kenapa di suruh tunggu sampai berhari-hari padahal seller telp cs tiap hari, paham seharusnya kalau seller penuh keterbatasan dan hanya mengandalkan layanan pickup, bukan kok disuruh tunggu apalagi disuruh anter ke kantor yang tutup. Penuh dengan tipu muslihat dong??? Atau ngerjain orang susah?

  • Banyak SP yg isinya sebenernya salah customer sendiri yg kurang ilmu, banyak ya terjadi di Indonesia.

    Anda tidak cukup cuma nimbang sepeda dapat berat 20Kg, karena ada perhitungan Volume, dan itu pihak JNE sudah menghitungnya kena volume setara ongkir 80Kg, mau gimana lagi ?

    Soal kesopanan pihak JNE, maaf saya ragu jika mereka bentak atau tidak sopan sejak awal, pasti customer yg arogan duluan, sepeti biasa.

    Soal pickup, tidak cuma JNE, semua jasa ekspedisi bisa lama datangnya, seharusnya bayar bejak sejak awal, dan tau jadwal juga jangan pas tutup lubur didatengin.

    Be Smart, jangan menyalahkan pihak lain melulu.

    Mau untung jadi rugi kan ?

    • Tetap salah shopee dan jne, klo ngga bisa pickup bilang aja ga bs dr awal jd konsumen bs ngambil keputusan, khan mereka nawarin pickup dr sistemnya. Yg ada kok malah lempar sana lempar sini, php tingkat b4j1ng4an.

      Kita konsumen harusnya terima beres bukan terima repot kecuali dr awal emang ga bs kita bisa2in trus jd repot yah salah sendiri.

      • Saya sebagai pembelijuga kapok pakai jasa JNE jtr, saya pernah order kipas angin exhaust fan dishoppe, order hari Jumat, dikirim sama pihak JNE JTR 5 hari kemudian. Alasan dr penjualnya barang sudah siap dikirim tetapi dr pihak JNE belum datang buat pick up barang saya.. pokoknya kapok pake jasa JNE JTR,

          • Bener bos, cuma masalahnya di shopee nya gak ada pilihan lain untuk kurirnya, cuma ada satu pilihan yaitu JNE JTR..

          • Pilih JTR karena mungkin beratnya lebih dari 10kg, gk mungkin jtr bisa dipakek kalau kurang dari 10kg.

        • itu sih penjualnya juga kurang inisiatif..jika memang tidak dpickup ya silakan bawa sendiri ke gerainya

      • Ituloh yang saya maksud, kenapa kok saya disuruh tunggu menunggu, disuruh menghubungi sana sini dan bahkan diberi kepastian kalau akan di pick up. Bahkan di sistem Shopee dijelaskan jika jasa pick up JNE JTR tidak ada libur bahkan saat libur nasional dan bisa di pick up sesuai tanggal & jam request, sedangkan jika diantar ke counter terdekat ada kemungkinan mengikuti libur nasional. Jelas saya memilih pick up, apalagi saya juga ada kendala transportasi untuk mengantar.
        Andai saya punya mobil pribadi dan nganggur, sudah saya antar sendiri. Sudah orang susah masih diberi susah.

    • Mohon maaf ada pernah jualan lewat shopee? Pernah pakai fasilitas pick up di shopee? Kalau belum pasti komentar macam anda begini. Tolong berkomentar dalam batas kesopanan dan pengetahuan yang cukup ya.
      Mohon maaf saya masih tau dosa untuk memfitnah orang, dan apa untungnya buat saya mengatakan orang membentak saya kalau nyatanya tidak. Tolong be smart people sebelum berkomentar.

    • Sudah tau konsumen kurang ilmu makanya diadakan aturan dalam layanan JNE jtr, tapi kok di aturannya ambigu dan kurang jelas.

      Ya dicantumkan kalau dimensi mempengaruhi berat, gak ada kok diaturan JNE jtr dan malah buat aturan dadakan setelah nuruti perintah untuk packing ulang.

      Be smart kalau komentar boss jangan menyalahkan pihak lain melulu, apalagi gak kontribusi bantu apa apa...
      Mau koment, jadi dosa kan?

      • Statement saya soal "Banyak SP yg isinya sebenernya salah customer sendiri yg kurang ilmu, banyak ya terjadi di Indonesia" itu tidak cuma SP ini saja, tapi saya sering nemu SP di berbagai platform SP yg sebenernya salah customer tapi nyalahin pihak penyedia jasa, sudah saya jelasin juga seandainya tau perhitungan volume dan sejak awal tau bahwa ongkirnya kena 1jt, pasti tidak akan lanjut jual sepedanya karena ongkir gk sepadan harga sepedanya, dan tidak akan terjebak masalah pickup.

  • Iya sejak awal sebenernya itu gk bisa, tapi dia terlalu maksain, mau-maunya ngefollow up begituan, mending kirim pakai ekspedisi lain yg bisa pickup cepet, kan ada opsi ganti kurir.

    Tapi saya melihat inti SP ini adalah kena ongkir 1jt karena dia gk tau perhitungan ongkir volume.

    Jadikan pelajaran saja, toh transaksi batal, gk jadi bayar ongkir 1jt.

    Di Indonesia ini kalau soal layanan ya gitu, saya sendiri gk mau repot, kalo gk bener saya cari penyedia jasa yg lain yg bener, tidak perlu mengupayakan segala hal demi tetap pakai jasa gk becus.

    • Saya yakin jika dia menghitung ongkirnya benar, dan dapat ongkir 1jt, dia gk bakalan terjebak kasus beginian, karena gk jadi jual, ongkir gk sepadan.

      Atau jika sellernya smart, tinggal bongkar saja sepedanya untuk mengurangi perhitungan dimensi volume, itu akan mengurangi ongkir.

      Makanya saya bilang, salah dia sendiri, mau untung jadi rugi karena ketidakpahaman dia sendiri, tapi nyalahin berbagai pihak.

      • dr SBY ke Lamongan berat 80kg servis YES ongkiry memang sejutaan Boss... cb dicek

      • Kalau Dari cs di suruh bongkar karena ada hitungan dimensi, mungkin akan dibongkar sepedanya, cs rajawali cuma negur sepedanya harus tertutup rapat... Jualan pakai jasa antar juga gak setahun dua tahun cari referensi juga gak sekali dua kali di google dan YouTube ditambah cs bilang ini aturan terbaru, panik gak? Panik lah masa gak.
        Be smart memahami keluhan/sp

    • Saya sudah chat shopee untuk ganti ekspedisi Himeji Express, tapi ternyata pembayaran ongkir pembeli diteruskan ke resi JNE, jadi harus proses pengajuan klaim dulu ke shopee dan saya harus menalangi dulu untuk membayar ongkirnya dan harus ambil resiko untuk menambahi ongkirnya jika ongkirnya lebih dari perkiraan di shopee. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap memakai JNE JTR karena email balasan JNE dan Shopee akan memproses permasalahan saya. Coba dari awal gak dijanjikan dan disuruh tunggu menunggu, sudah saya ganti dari awal sebelum tenggat waktu pembatalan dari Shopee.

    • Sudah tau konsumen kurang ilmu makanya diadakan aturan dalam layanan JNE jtr, tapi kok di aturannya ambigu dan kurang jelas.

      Ya dicantumkan kalau dimensi mempengaruhi berat, gak ada kok diaturan JNE jtr dan malah buat aturan dadakan setelah nuruti perintah untuk packing ulang.

      Be smart kalau komentar boss gak ada opsi ganti kurir, jangan menyalahkan pihak lain melulu, apalagi gak kontribusi bantu apa apa…
      Mau koment, jadi dosa kan?

    • Alhamdulillah banyak pengalaman tapi baru kali ini di PHP parah sampe begini.

  • Seharusnya sih kalo sudah pake resi otomatis JTR gabakalan dihitung volume lagi dong. Pengalaman saya kirim pot besar2 pake resi otomatis gapake volume lagi kok sesuai berat aja. Saran saya sih mending pake antar aja atau si cepat lebih cepet dan ga berbelit-belit, udh gitu kurirnya cepet juga kalo pickup. jNE mah makin terpuruk males pake JNE udh ketinggalan jaman baru ada pickup aja baru skrng kalo jnt, antar aja, si cepat, id express udh dari kapan tau

    • Andai ada pilihan kargo selain JNE yang kerjasama dengan Shopee, saya sudah pasti pilih kargo yang lain 😊 Semoga pembaca menjadikan pelajaran untuk kedepannya dari pengalaman saya.

      • Sicepat juga ada tuh kargo. Jnt juga ada yg economy/kargo. Silahkan cek. Tp saya juga yakin mereka juga tidak mau pickup. Katakanlah pickupnya datang, mereka juga kesulitan untuk pickup plus hitungan ongkirnya juga beda. Apa iya mau rugi?

        • Yang penting ada kepastian mau gak maunya, bisa gak bisanya dan aturannya jelas.... Ketidak jelasan dan ke plin-plan an nya itu, sudah di suruh nunggu, disuruh anter ke konter tutup.

        • Pernah order lewat Shopee gak? 😂 ada gak itu opsi kargo selain JNE JTR?Tolong yang komentar ngelantur, sebaiknya dipelajari dulu sistem marketplace di Shopee, ada gak yg disebutkan itu di Shopee? Kalo gak ada sama saja komentar kualitas ngelantur.

    • Gerry Sutsuga@ Bahkan saya pernah beli barang sebenernya beratnya 1Kg dan tidak terhitung volume, tapi oleh seller diset berat 2Kg dan kena ongkir 2Kg, anehnya pihak ekspedisi mencetak label ongkir 2Kg itu dan tidak bisa dikomplain di marketplace, jadi agak masuk akal juga ya, ekspedisi ngikut perhitungan resi otoamtis di marketplace.

      • @Lukman Hakim_ terus terusan belain JNE, pegawai JNE?
        Kok yang di tanggepin cuma masalah demensi aja? Waktu itu sudah panik dan geram dengan masalah masalah sebelumnya, manusiawi panik mau jatuh tempo kasihan pembeli dan sudah terlanjur banyak rugi...
        Coba kasih tanggapan tentang keluhan yang lain,
        1. Pickup terkesan pilih pilih dan terserah kurir mau pickup atau gak? Bukankah bagusnya gak usah diadain layanan pickup (kasihan yang kena PHp, takut dosa), atau tambahin dalam peraturan JNE jtrnya lagi biar yang mau pakai layanan ini bisa pikir pikir lagi.
        2. Lempar lemparan antar cs pusat, cs surabaya dan sampai nyuruh seller . Bukankah mereka 1 perusahaan kan lebih mudah lebih enak kalau keluhan seller diteruskan dan dikoordinasikan antar cs bukan seller buat lempar lemparan dan malah disuruh ngeluhnya ke shoppe, mana profesional dan tanggung jawabnya?
        3. Ketidak konsistenan cs yang bilang akan di proses akan di pickup dan seller disuruh tunggu menunggu sampai jatuh tempo sampai diperpanjang waktunya oleh shopee sampai jatuh tempo lagi,
        4. Sampai di JNE rajawali bisakan cs memberikan pengetahuan kepada seller, pasti dari jauh sudah kelihatan bentuk barang nya bukan diacuhkan ditolak mentah mentah karena packing saja? diminta keterangan seller harus bagaimana cs enggann menjelaskan, masalahnya di packing yang mengharuskan sepeda tertutup rapat tanpaberitahu demensinya mempengaruhi, sampai di packing di depan kantor cs diam saja setelah selesai packing baru ngomong, kalau cs menjelaskan dari awal gak akan perlu repot repot untuk tambah packing karena ujung ujungnya pasti dibawa pulang, cs pasti sudah menduga seller gak tahu makanya demensinya belum diperhatikan. Diawal cs JNE rajawali membenarkan pickup yang gak jelas dan mengabaikan pengaduan seller, dan menyalahkan seller harusnya seller antar sendiri kalau kurir gak bisa pickup, cs minta bukti dan nama nama cs JNE pusat/JNE surabaya.
        5. Kalau anda pegawai JNE tolong Review jelek di google mengenai JNE rajawali ditanggapi, biar berkah gajinya.
        Kasihan para konsumen apalagi sampai ada yang kehilangan motor, barang segede itu bisa ilang...
        Semoga anda pegawai JNE kalaupun bukan semoga ada pegawai JNE atau yang bertanggung jawab menjawab pertanyaan ini, dan memberikan pencerahan bagi kami, saya yang nganter sepeda ke counter counter yang tutup dengan becak dan yang dikecewakan di JNE rajawali