Telepon Bank Mega yang Mengganggu

Saya nasabah Bank Mega yang sudah lama. Karena pandemi ini, saya tersendat dalam pembayarannya. Saya ubah tagihan menjadi cicilan, dengan angsuran Rp593.000 per bulan. Bulan ini saya sudah membayar Rp200.000, sisa Rp393.000.

Memang tagihan sudah jatuh tempo, tapi saya belum ada uang masuk lagi. Sudah saya katakan pada penelepon Bank Mega. Namun tetap saja Bank Mega terus menerus menelepon saya. Hal itu sudah mengganggu saya karena handphone yang saya pakai itu untuk orderan online.

Ini semua kontak masuk dari Bank Mega, sehari bisa telepon sebanyak itu. Bukan hanya telepon tapi juga SMS, whatsapp, dan email. Tolong Bank Mega jangan terlalu berlebihan, saya kan hanya kurang Rp393.000 dan akan saya bayar.

Kitren Indah Susanti
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:33    Rata-Rata: 1.4/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Kitren Indah Susanti

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat pengaduan Ibu Kitren Indah Susanti di mediakonsumen.com yang disampaikan pada...
Baca Selengkapnya

Loading...

26 komentar untuk “Telepon Bank Mega yang Mengganggu

  • 15 Juni 2021 - (12:18 WIB)
    Permalink

    jangan bilang hanya, kalau anda merasa HANYA Rp393.000 ya dibayar saja, kok susah, kan HANYA segitu

    hargai uang, berapa pun itu, bank MEGA menghargai uang nya yang ada di anda, sehingga anda diminta untuk membayar

    7
    9
    • 15 Juni 2021 - (13:29 WIB)
      Permalink

      Saya tau kalau nominal 393 buat anda kecil,kalau memang ada pasti akan segera saya bayar kan dan ternyata saya sudah bayar kan. Yang di maksud saya itu adalah nelpon jangan berkali kali anda gak merasakan terganggu nya saya

      • 15 Juni 2021 - (13:34 WIB)
        Permalink

        yang bagi saya merasa nominal tersebut kecil adalah anda, ANDA sendiri yang bilang 393 itu “HANYA”

        bagi MEGA utang ya tetap utang, berapa pun besarnya, saya jg kalau mengutangi orang akan saya tagih, berapa pun jumlahnya, karena itu uang saya

        kalau orang yang utang ke saya bilang “halah utang hanya segitu aja ditagih-tagih”
        ya saya pasti bilang “kalau HANYA segitu ya bayar dong”

        saya mempermasalahkan penggunaan kata anda yang seolah menyepelekan uang

        5
        5
        • 15 Juni 2021 - (19:33 WIB)
          Permalink

          Saya kok merasa aneh dengan anda… setiap komentar selalu menyalahkan penulis… bahkan sampai Kata 2 tulisan pun dipersoalkan.. kadang juga cuma dugaan.. tapi intinya selalu menyalahkan penulis… apa memang bidang anda tukang salahkan atau memang watak Anda.. bagusnya kalau gak bisa kasih saran atau solusi ya diam atau gak usah komentar yang malah nambah pusing penulis..

          11
          1
          • 15 Juni 2021 - (19:44 WIB)
            Permalink

            Terimakasih ka untuk pengertian nya,dia gak tau maksud dari kata2 saya hanya melihat sepintas saja.alhamdulillah kakak mengerti

          • 15 Juni 2021 - (20:28 WIB)
            Permalink

            Ada yg emang sebagian orng kerjaan nya ya tukang nyinyir. Hoby nya mungkin. Seolah2 ga pernh salah. Bahkan dalam tulisan aja dia merasa dia paling bener dan paling faham.

            6
            1
          • 15 Juni 2021 - (21:48 WIB)
            Permalink

            apabila anda orang yang positif, bisa diambil makna dan nilai nya, dalam setiap teguran, komentar, selalu ada makna positifnya, apabila anda orang berwatak jelek jelas semua akan jelek bagi anda.

            3
            10
          • 15 Juni 2021 - (22:46 WIB)
            Permalink

            Hahaha akhirnya ada yang complaint juga. Saya jg udah lama perhatiin kok si @Ivan ini paling rajin menjawab keluhan orang, walau nggak semua tapi lebih banyak menyudutkan penulis/TS. Saran saya sih kalo memang ada solusi dari keluhan TS sialakan sampaikan tp kalo memang ngak ada yaudah biarkan pihak lain yang mungkin bisa membantu. Kalo mau pansos ya jangan disini mas Ivan karna anda salah tempat!

            7
            1
    • 15 Juni 2021 - (21:09 WIB)
      Permalink

      Memang begitu DC mega, telfon ga akan prnh berhenti. Gpp mba fokus cari aja dl uangnya utk lunasi, klo sdh lunas saran saya lgsg tutup kartu kredit bank mega.

      Smoga cpt kelar ya mba masalahnya

      • 15 Juni 2021 - (13:44 WIB)
        Permalink

        Bahasa Indonesi anda kok jelek banget. Sudah jelas anda meremehkan nominal itu dengan kata “hanya”. Eh ketika di singgung malah melempar fakta ke orang lain.

        Anda termasuk ciri orang PenDusta. Bahaya banget.

  • 15 Juni 2021 - (13:50 WIB)
    Permalink

    Pengguna kartu kredit adalah golongan orang kaya. Anda ketahuan tidak kaya lagi makanya anda dibuang.

    Yang menagih anda itu bukan dari pihak pertama anda di awal hutang. Itu sudah pihak lain lagi makanya lebih kasar.

    Anda nasabah buangan. Begitulah Bank. Kaya anda disayang, miskin anda ditendang.

    Jika ekonomi anda pulih lagi. Janganlah lagi berurusan dengan Bank.

    1
    1
  • 15 Juni 2021 - (16:19 WIB)
    Permalink

    Jangankan anda yang berhutang, aku yang tidak berhutang dan sudah bukan nasabah saja masih sering ditelpon sama mereka, penawaran untuk membuka kartu kredit baru dengan iming-iming kata “IYA” kartu langsung jadi dan dikirim. Bikinnya gampang, nutupnya susah. At this point sih, NO THANK YOU!

  • 15 Juni 2021 - (21:16 WIB)
    Permalink

    namanya bank berapapun kekurangannya ya pasti ditagih.
    itulah tujuannya ditelp berkali2 agar customer terganggu dan cepet2 dibayar.

    semoga cepat lunas

  • 15 Juni 2021 - (23:16 WIB)
    Permalink

    Klo gak bisa bantu setidaknya ga usah mengolok2 apalagi nyalahin pihak lain yg belum tentu kita tau sebenarnya. Saya doakan diberi kelancaran rejeki spy cepat selesai masalahnya mba. Fokus usaha aja mba. Ga usah hiraukan org yg kerjanya cuma bisa nyinyir doank. Sok paling wise.

    • 16 Juni 2021 - (19:35 WIB)
      Permalink

      sebenarnya bukan nyinyir gan, tapi secara logika adalah nasabah punya utang, ngga bisa bayar, tentu bank akan terus menagihnya, sampai customer bayar. mengharapkan media konsumen agar bank /DC berhenti menagih saya rasa sia-sia.

      jadi menurut saya justru jika memang nasabah belum bisa membayar terlepas dari alasan apapun, mending dicuekin saja semua penagihan tersebut.acuhkan semua bentuk penagihan dan intimidasi tersebut.

      karena jika dimasukkan ke surat pembaca begini pasti akan ada yang komen positif dan negatif, sesuai logika dan nalar maupun yang berdasarkan keyakinan hati.

      semoga cepat selesai permasalahnnya

      • 16 Juni 2021 - (19:57 WIB)
        Permalink

        Tapi mas @soni chan, ini kan casenya soal kartu kredit, sementara lahan ini udah hak miliknya pak @Muhammad alias si @Umur jadi si @Ivan gak punya hak buat ikutan komen dimari.

        • 16 Juni 2021 - (20:19 WIB)
          Permalink

          🤣🤣🤣🤣
          Saking eksis 2 biduan tersebut sampai hafal ya ? 🤭

          • 16 Juni 2021 - (21:39 WIB)
            Permalink

            Oh kalo @fayakun udah beda kasta sama @Umur. Saat Fayakun sibuk ngabisin limit 2,3Mbernya si @Umur malah sibuk main tiktok wkwkwkwk

          • 16 Juni 2021 - (21:52 WIB)
            Permalink

            Tapi btw tiap baca tesis eh komen @fayakun itu hiburan banget lho. Dari sekian halaman tesis yang ditulis 80% pasti typo dan inti tulisannya ga jelas maksudnya apa. Kosa katanya udah tingkat dewa banget soalnya, makanya susah dipahami orang yang waras wkwkwkwk

        • 16 Juni 2021 - (23:22 WIB)
          Permalink

          Sudah kuduga, si @Umur itu ternyata akun barunya @Muhammad. Karena tiap komen selalu bawa-bawa agama, riba, syariat. Kalau dulu masih pakai user @Muhammad malah lebih parah, dikit-dikit bahas incest dengan ibu kandung. Masalah kartu kredit, eh nyambung ke incest sama ibunya. Masalah pinjol sama juga dihubungkan dengan hub incest dengan ibunya. Ampun deh amit-amit.

  • 16 Juni 2021 - (08:15 WIB)
    Permalink

    Sebenernya bank Mega sdh cukup mengerti permasalahan penulis krn bersedia mengubah tagihan menjadi cicilan sehingga lebih mudah dilunasi. Kalau cicilan tersebut jg tidak bisa dibayarkan, saya rasa sdh wajar jika mereka menagih hak mereka. Yg bisa penulis lakukan saya rasa belajar “bodo amat” sama panggilan panggilan tersebut sampai bisa membayar kewajibannya. Semoga bisa segera dibayarkan 😁

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 26 komentar sampai saat ini..

Telepon Bank Mega yang Mengganggu

oleh kitren susanti dibaca dalam: <1 menit
26