Kasus Penipuan dengan Modus Validasi Resi

Perkenalkan saya Dwi. Saya ingin melaporkan kejadian yang saya sinyalir merupakan kasus penipuan. Pagi hari Selasa, 29 Juni 2021, saya order produk kecantikan melalui akun Instagram @scarlett.whitening.oficiaal, yang secara otomatis mengarahkan ke chat Whatsapp mereka dengan nomor +62831-3506-2200. Setelah saya memilih produk yang saya inginkan, saya mentransfer sejumlah dana sesuai dengan besaran harga produk, ke akun GoPay a.n. Ika Nur Aini, nomor VA PermataBank 898083848214069.

Keesokan harinya saya dapat pesan Whatsapp kembali berupa format resi untuk divalidasi agar barang bisa dikirim. Lantas saya menghubungi nomor WA yang diberikan oleh admin toko online tersebut. Setelah saya forward format resi yang dikirimkan sebelumnya, pihak yang mengaku sebagai admin validasi JNE EXPRESS menghubungi saya dan mengarahkan saya untuk masuk ke m-banking yang saya gunakan, lalu memilih aplikasi LinkAja untuk mengaktivasi. Kata mereka saldo tidak terpotong, tapi ternyata saldo terpotong sampai hampir Rp700 ribu untuk transfer ke akun LinkAja a.n. Adhitiar Irta dengan nomor: 083136333357.

Saya langsung konfirmasi, katanya akan kembali setelah 1 jam. Namun ternyata tidak dan nomor Whatsapp yang katanya admin validasi resi JNE EXPRESS menjadi tidak ada dan foto profilnya menghilang. Lalu saya menghubungi nomor admin toko yang menjual barang tersebut. Mereka mengatakan akan bertanggungjawab penuh. Saya menanyakan seperti apa bentuknya, mereka meminta saya bersabar dan bersabar.

Saya tidak tahu apakah penjual bekerja sama dalam hal ini atau tidak, tapi amat disayangkan kalau dalam kondisi sulit seperti ini masih ada yang melakukan penipuan. Mohon bantuannya, berharap apabila masih rezeki saya uang saya bisa kembali tapi kalaupun tidak, paling tidak saya sudah berupaya dan bisa jadi pembelajaran buat saya.

Terima kasih.

Dwi Suci Andika
Purwakarta, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Komentar

  • Yg sabar ya kak...saya juga baru kena tipu n sedang dalam proses pengurusan...semoga saja masalah Qt cepet ada jalan keluar..amin

  • Mudah sekali kalian ditipu. Masa kirim duit sama orang yang tidak dikenal. Apa susah nya belanja online di e-commerce yang sudah jelas?

    Kepo nih.... dengan mudahnya orang2 yang ditipu seperti ini, apakah ada hubungannya dengan tingkat pendidikan, literasi dan digital literasi yang rendah?

    Mudah2an dpt terselesaikan dengan baik.

    • Para penipu menipu dengan cara yang sangat mudah, segampang meneguk air.
      Saya belum pernah dikonfirmasi kalau sosmed itu Marketplace, belum pernah, atau aku yang mainnya kurang jauh.
      Beli online lewat olshop di sosmed selain modal duit juga harus modal kepercayaan, kedua belah pihak harus saling percaya.
      Anda percaya si seller, walaupun tidak dikenal, anda mempercayakan sejumlah uang, walaupun tidak dikenal, anda percaya bahwa dia akan mengirim barang nya walaupun tidak dikenal, segala sesuatu anda percaya, dan dia percaya anda akan mentransfer, dan bla bla bla...
      Sekarang anda ingin membuat semua percaya bahwa dia penipu.
      Semoga masalahnya bisa terselesaikan dengan baik.

  • Ambil hikmahnya aja kak, jangan mau lagi disuruh-suruh sama orang gak dikenal, buat masukin kode, klik link atau yang lainnya. Lebih aman belanja di platform marketplace yang memang khusus jual beli seperti Shopee, Tokped, dll, dibanding IG atau FB. Itu pun pastikan kakak bertransaksi lewat platformnya, jangan mau diajak komunikasi via WA, telepon, dsb.

    Kalo mau repot, bikin laporan ke polisi, trus laporkan itu akunnya ke Gojek n LinkAja. Tapi kecil kemungkinan uang kakak bakal balik, paling mereka hanya bisa blokir akun penipu tsb.

    • Baru tau resi perlu validasi segala biar dikirim wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.

        • Ya ampuuun..jgn polos dan lugu banget lah.. belajar dari yg lain mbak
          Sudh banyk kasus penipuan seperti ini.

  • Yg pakai keamanan berlapis pakai OTP saja banyak yg kena tipu apalagi cuma di instagram, transfer langsung, haduhh. Ini gimana ya cara edukasi orang2 seperti ini, ujung2nya yg dislahkan platformnya, kasihan.

  • Di jaman sekarang orang bisa melakukan segala cara untuk mendpatkan uang..
    Kasus ini kita jadikan pembelajaran supaya kedepan nya untuk lebih berhati2..
    Untuk pembelian online..sy rasa ckup ikuti aturan dn trf sesuai pembelanjaan.jika pihak online menghubungi untuk melakukan hal2 aneh..lsg blokir dan abaikan saja..
    Krn pihak online mcm shopee misal,tidak pernah menghubungi cstmr nya lsg via sms/chat wa..
    Mudah2n setelah ini tidak ada korban lg.dan kita juga harus lbh berhati2 lg.

  • Ikut prihatin. Semoga menjadi pembelajaran. Lain kali kalau belanja online lebih baik di marketplace, itu pun juga harus hati-hati, jangan mau transaksi di luar platform.

  • ya , saya bernasib sama dengan anda, no. admin & nama yang anda berikan sepertinya orang yang sama dengan yang melakukan hal sama dengan saya,
    semoga merka segera diberikan rejeki yang lebih agar tersadar atas ulah ny, & mampu bersdekah lebih banyak.

  • Terima kasih atas kritik saran dan masukan na buat saya pribadi. Ya jelas menjadi pelajaran besar buat saya. Dan saya juga setuju dengan yg berpendapat anggap ini karena saya kurang memberikan amal. Alhamdulillah dengan menyampaikan ke mediakonsumen.com ini lebih tenang jadinya. Awalnya masih ada emosi tp dipikir2 saat menulis kata demi kata runtut kejadian ya balik lagi ini kebodohan saya..sekali lagi terima kasih untuk semua masukan na 🙏

  • Turut prihatin dengan kejadian yang menimpa penulis.
    Penulis pun sudah mengakui atas kealpaannya dan menjadikan hal ini sebagai pembelajaran.

    Berikutnya, mungkin yang bisa saya sarankan beberapa tips terkait transaksi online dan modus penipuan lainnya agar hal ini tidak terulang:
    1. Lakukan transaksi pembelian hanya di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dll. Sebisa mungkin hindari transaksi melalui sosial media karena tidak ada sistem rekening bersama seperti pada marketplace. Pada marketplace, uang yang dibayarkan tidak langsung diteruskan ke penjual hingga barang diterima dengan baik oleh pembeli. Sehingga keamanan dana jauh lebih terjaga daripada transfer dua arah seperti transaksi di sosial media.
    2. Tetap waspada dengan kemungkinan seller penipu meskipun transaksi dilakukan di marketplace. Caranya:
    tolak segala upaya seller yang mengarahkan transaksi atau pemberian link di luar marketplace dan segera ajukan pembatalan transaksi di marketplace jika itu terjadi;
    3. Buat akun di marketplace seaman mungkin dengan penggantian password/PIN secara berkala.
    4. Jika transaksi di marketplace memerlukan kode OTP, jangan pernah menginformasikan kepada siapapun tanpa terkecuali. Abaikan telpon/chat dari oknum2 yang mengaku sebagai pihak seller atau pihak marketplace yang meminta data pribadi apalagi kode OTP.
    5. Jaga kerahasiaan data pribadi termasuk foto KTP, selfie dengan KTP, nomor kartu debit/kredit, nomor rekening, nomor ponsel, alamat rumah, nama ibu kandung, dll.
    6. Jangan tergiur dengan harga miring sebuah produk. Lakukan riset terlebih dulu apakah harga yang ditawarkan wajar. Jika harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari harga pasaran, sepatutnya harus disangsikan.
    7. Abaikan SMS/email/telepon yang mengabarkan pemberian hadiah, potongan harga miring atau iming-iming lainnya. Jika terlanjur menerima telepon seperti itu, tetap fokus dan waspada pada setiap kalimat yang diucapkan. Jika sudah mengarah ke permintaan informasi pribadi, silakan ditutup telepon dan blokir.

    Semoga informasi ini membantu tidak hanya untuk penulis tapi untuk semua pembaca. Terima kasih.

  • Pengalaman itu memang mahal. Bahkan lebih mahal proyek Kominfo yang sibuk ngurusi bokep daripada ngurusin validasi data nomor operator seluler, Imei dsb. :)