Tim Dispute Shopee Membuat Keputusan Sepihak

Pada tanggal 28 Juni 2021, melalui akun Kezia0990, saya belanja di Shopee dari seller MGSports barang senilai belasan juta rupiah (nomor pesanan: 210628G0MCSTQ5). Proses pembelian berjalan lancar hingga barang tiba di tujuan. Saat kami unboxing, kami menemukan beberapa parts rusak.

Berikut adalah beberapa parts yang rusak:

Padel Kanan dan Kiri Beda
Stiker Sengaja Dipakai Untuk Ikat Kabel dari Seller
Monitor Seperti Barang Bekas
Parts Patah
Ujung Handle Terbakar?

Kemudian saya komplain ke pihak seller. Namun responnya mengagetkan, mereka mengakui bahwa parts tersebut rusak dan meminta kami untuk perbaiki sendiri. Karena saya memiliki garansi Shopee, saya pun mengajukan pengembalian dana melalui Shopee, dengan harapan bisa di-dispute dan bisa ditengahi oleh Shopee.

Berikut adalah bukti chat kami dengan seller yang telah mengakui kalau parts tersebut rusak dan meminta kami untuk perbaiki sendiri:

Saat ini saya sudah mengirim barang tersebut dalam keadaan awal ke warehouse Shopee. Saya menunggu kabar dari Tim Dispute Shopee, tapi hingga 7 hari lebih tidak ada kabar. Tiba-tiba di aplikasi Shopee saya dinyatakan ajuan pengembalian dana ditolak, dikarenakan sudah ada kesepakatan dari Penjual dan Pembeli untuk menukarkan parts yang rusak.

Kemudian saya respon kembali dengan meminta bukti bahwa ada kesepakatan antara Penjual dan Pembeli bahwa parts tersebut akan diganti. Namun respon dari Tim Dispute Shopee tidak memberikan bukti apa-apa.

Saya benar-benar kecewa terhadap kinerja Tim Dispute Shopee yang hanya berpihak dengan seller tanpa mempertimbangkan bukti-bukti yang ada. Saya harap masalah ini ditinjau ulang oleh pihak Shopee dan bisa mendapatkan solusi yang lebih baik. Saya juga sudah laporkan ke YLKI untuk masalah ini.

Sebastian Setio
Karangasem, Bali

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Wah bahaya ini shopee klo sudah melepas dana ke penjual.
    walaupun penjual setuju untuk mengganti part yg rusak tapi proses penggantian part itu sudah selesai / belum ?
    nah klo proses penggantian part yg rusak ini belum selesai dan penjual ga kunjung mengirim/mengganti nya akan berbahaya , apalagi klo dana sudah diterima oleh penjual.
    penjual bisa kabur/cuek aja.
    pembeli posisinya jadi lemah sekali tanpa ada garansi perlindungan dari shopee.
    dana harus tetap ditahan oleh shopee sampai proses penggantian selesai.

    • Benar, di app shopee nya juga sudah langsung ditandai selesai.
      Ini yang membuat saya khawatir.
      Inti permasalahannya, ini tidak ada pembahasan antara penjual, pembeli, dan tim dispute shopee yang sebagai penengah. Keputusan ini langsung di ambil antara Seller dan Tim Dispute Shopee, yang menurut saya memojokan pembeli. Padahal bukti yang kuat ada semua, sedangkan saya minta bukti dari seller, tidak pernah dikirimkan.
      Saya diminta bayar 350.000 via BCA sebagai biaya transportasi teknisi untuk perbaiki parts yang memang rusak dari sananya, untuk apa? Aneh...

      • mahal amat transport 350k ? emang luar kota ?
        sama aja ujung'nya perbaiki sendiri pake biaya sendiri.

        • Saya posisi di Karangasem, Bali. Tetapi kerusakan memang dari sananya, kenapa saya yang harus bayar untuk perbaikan.

    • Jujur kalau belanja kadang suka di tokped dan shopee namun akhir2 ini di shopee karena ada paylater. Dibandingkan kedua platform ini, pelayanan dan komplain lebih jauh lebih bagus di Tokopedia ketimbang di shopee. Dishopee kalau komplain enggk banget, udah ngerasain komplain sebagai Pembeli dan dikomplain sebagai Penjual di Tokopedia maupun Shopee, tetap lebih bagus dan enakan komplain di Tokopedia. Masih ada kolom diskusi, kalau shopee sepihak CS yang memutuskan dan tidak bisa berbuat apa-apa. jika komplain sudah diselesaikan oleh tim shopee, lapor ke Live Chat malah disuruh komunikasi dengan seller atau buyer.

  • Seller yang sangat buruk! Jika seller sudah tahu produk / part ada yang rusak kenapa dikirim? Bukankah itu penipuan?

    Sangat mengecewakan seller nakal seperti itu. Dengan adanya surat keluhan ini, tim dispute shopee selayaknya dipecat karena telah merugikan costumer, dan bagi pelanggan yang mau beli barang di seller itu harus mempertimbangkan ulang, jangan sampai kena tipu seperti penulis diatas.

    Jika tim dispute shopee tidak mengubah keputusannya dan shopee tidak mau refund dana, coba buat laporan penipuan ke polisi. Mudah-mudahan shopee tidak cuma mengganti kerugian costumer dengan voucher, tapi harus me-refund dan costumer, menindak keras seller nakal, dan memecat tim dispute yang tidak adil.

    • Saya yakin seller pun tidak paham produk tsb. rusak atau tidak karena ini Shopee Mall, yang kata orang2 barang tersebut di atur oleh Warehouse Shopee. Karena saya minta bukti foto produk sebelum dikirim pun, mereka tidak punya. Saya benar2 kecewa dengan keputusan tim dispute shopee yang tidak mempertimbangkan segala bukti, atau lebih condong membela Seller.
      Kalau seller tidak punya bukti sedangkan buyer punya bukti, siapa yang harus di bela? Saya hanya minta keadilan saja.
      Saya yakin masalah ini bisa diselesaikan baik-baik kalau ada perbincangan antara Seller, Buyer, dan Shopee. Teteapi dalam kasus ini, karena sudah di putuskan oleh tim dispute shopee, buyer yang punya bukti kuat pun kalah.

      • Saya,Gardeni... sedang mengalami hal yang sama dengan bapak, dikecewakan oleh seller Shopee Mall dan CS,RM Shopee ( ada di surat pembaca Media Konsumen juga ).
        Nanti tidak lama lagi bapak akan ditelepon oleh CS Shopee, tolong direkam percakapannya,jika nanti kesepakatan itu tidak terlaksana,bisa lapor ke YLKI atau BPKN via online.Untuk acuan bisa download pdf UU no.8 tahun 1999 (maaf kalau belum).
        Ini cara yang saya lakukan,untuk tetap semangat memperjuangkan hak konsumen.
        Terimakasih... sharing is caring.

        • Terima kasih Gardeni atas info nya. Apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik, akan kami bawa ke YLKI. Tetapi saya berharap masalah ini tidak berlanjut panjang.

  • Terus lanjutkan pak.. Demi mndapat hak sebagai konsumen.. Sekelas shopee Mall QC koq jelek sekali..

    • Terima kasih atas dukungannya. Semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.

    • Saya juga kepepet karena ini masa pandemi. Semua toko tutup dan saya perlu barang ini untuk menjaga kesehatan. Kalau tidak ada pandemi, pasti sudah beli via offline store.

  • Balikin aja pak, bukan uang yg sedikit. Refund full. cari toko lain yg Good.

    • Terima kasih atas dukungannya. Saya hanya bisa menunggu hasil dari tim dispute shopee yg ditinjau ulang.

    • Tambahan: Seller yang saya beli adalah official store / shopee mall bernama MGSports. Dan seller tsb. adalah distributor Kettler satu-satunya di Indonesia. Harusnya kualitasnya terjamin dan customer service nya TOP. Tetapi kenyataannya malah sebaliknya, very bad service, dan didukung oleh Shopee.

      • Walaupun labelnya Mall, itu bukan berarti official dari Shopee bang... Toko biasanya juga bisa jd dapetin label Mall, dengan syarat tertentu..

        • Terima kasih gan atas info nya. Kalo Shopee Mall harusnya bergaransi Shopee tidak?

          • Yg garansi shopee biasanya ada label "dikelola oleh shopee", nah itu biasanya shopee langsung yg jual. Tp akhir2 ini banyak juga penjual mall yg diambil alih oleh shopee, tp br beberapa produk saja kl saya lihat.

        • Ni shop3 mau ngikutin app AKULawak ya, palingan yang jual orang mereka sendiri makanya mereka lebih mihak k seller. Udah laporin aja, setiap hari buka mediakonsumen tentang dia terus yg muncul

      • Harusnya jika rusak karena cacat produksi kalau gitu tim dispute shopee harus mencoba arahkan claim dulu ke distributor untuk ganti barang baru ke customer

  • Waduhhh...inilah online beli kucing dalam karung potensi abal abal cukup besar,padahal buyer berharap dengan adanya pembelian online,akan lebih mudah,ringkas,murah,sesuai dll,namun ada saja yang mendapatkan hal kurang memuaskan....setahu saya masalah ini akan berlarut larut dan proses cukup panjang...kalo emang bisa, mending servis sendiri dah pak...ngeluarin duit lagi dikit,ngembalikan juga belum tentu langsung selesai tuh masalah....

    • Kalau saat saya melaporkan video unboxing dan mereka langsung minta kami tukarkan parts yang rusak, saya tidak masalah, tetapi karena mereka responnya malah minta kami perbaiki sendiri, menurut saya bukan solusi yang baik untuk customer. Apalagi barang ini barang premium. Bagaikan beli iphone tpi kita harus perbaiki kerusakan yang bukan dari kita.

  • Shopee sudah biasa...😉 Bukan cuma itu sebagai seller pun kl ga gede kontribusi sama shopee bakalan kalah kl lawan pembeli. Pernah jual masker di shopee ,1 box isi 5 PCs . Pembeli terima Dan complain ke shopee katanya hanya terima 1 PC doang. Padahal Saya betul betul ingat itu Hari tidak Ada bungkus 1 biji . Pembeli cuma tunjukin foto 1 PCs nya Dan bekas Buble wrap nya yang potongan nya tapi banget. Aneh banget kl sudah Ada terima beda box isi 5 sama 1 buah masker doang Kan udah mestinya di video unboxing. Eh malah penjual di suruh buktiin pas lagi packing paket nya ama pas anterin ke kurir . Kan bego masak Saya penjual video in satu satu paket yang Saya bungkus. Padahal udah Ada video CCTV nya . Masih tetep kekeh , akhir kami suruh gantiin 4 biji masker nya. Shopee ah memang kurang banget deh kl gituan . Bukannya untung malah rugi. Males jualan di shopee mending Tokopedia bisa nengahin masalah Dan biaya Masih ok. Shopee banyak potongan ini itu , nggak deh shopee . Lagian bukan buatan anak bangsa cihhh

    • Soal mau jualan lewat shopee atau toped atau yang lainnya sih tidak ada larangan, seller bebas menentukan mau jualan lewat platform mana, tentu masing-masing-masing platform e-commerce pasti ada kelebihan dan kekurangan.

      Yang mau saya tanggapi tentang komentar mbak @Kasmiati adalah, di era globalisasi saat ini, tidak ada lagi batasan apakah sebuah e-commerce itu bikinan anak bangsa atau bukan. Hari ini sebuah e-commerce didirikan oleh anak bangsa, besok bisa jadi sudah dimiliki oleh pihak luar negeri. Hampir semua startup berbasis digital, apakah itu Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn mendapatkan pendanaan dari luar negeri atau dijual kepada investor asing.

      Sudah bukan saatnya lagi untuk mempermasalahkan sebuah e-commerce dimiliki oleh anak bangsa atau bukan, sama saja. E-commerce asing juga bisa dimiliki oleh anak bangsa. Terkadang jualan di e-commerce asing juga punya kelebihan, bisa promosi dan jualan sampai ke luar negeri.

      Mempermasalahkan sebuah e-commerce dalam dan luar negeri justru membuat dunia sempit, padahal di era digital tidak ada lagi batasan, semua orang bebas jualan sampai ke ujung dunia.

      • Dulu mah shopee lugu bangeet ga pernah orang kena tipuan didalam platform nya. Sekarang shopee lagi Dy lagi..,

        • Perusahaan makin besar, pasti makin banyak permasalahannya jadi harus makin bijak dalam solusinya.

    • Terima kasih sudah sharing pengalamannya.
      Memang sangat susah belanja di dunia digital. Saya juga yakin di Tokopedia pernah ada masalah seperti ini dan bisa ketemu solusinya.
      Begitu pula dengan Shopee.
      Saya hanya minta masalah saya ditinjau ulang oleh pihak Shopee. Saya kaget CS Seller minta parts yang rusak di suruh lem sendiri.
      Beli belasan juta, kok sedih banget masih harus perbaiki sendiri.

    • Saya berani karena ada garansi Shopee. Ternyata garansi nya tidak seperti garansi yang semestinya.

  • Bukankah garansi Shopee uang kembali 100% jika barang tidak ori? Apalagi barang rusak, seharusnya shopee wajib me-refund dana pembeli 100% plus ongkir return barang.

    Masalahnya ada pada tim dispute, apakah diterima atau tidak komplain costumer. Ada kemungkinan tim dispute tidak profesional dalam menangani komplain, sehingga garansi uang kembali tidak berjalan sebagaimana mestinya. Yang salah bukan garansinya tapi orangnya yang tidak profesional.

    • Sangat setuju. Kalau memang garansi, ya garansi, bukan diminta perbaiki sendiri.

      • Beli barang baru tapi yang dikirim barang rusak kemudian disuruh service sendiri, sangat merugikan. Sebaiknya tidak diterima, mending barang di-return dan dana di-refund utuh plus ganti rugi ongkir.

        Meskipun seller shopee mall, jika barang rusak yang dikirim, ya di kembalikan saja. Service sendiri juga bakal tidak benar dan garansi produk hangus. Sebagai seller shopee mall bukan berarti bisa seenaknya rugikan costumer, justru shopee harus bekukan akun seller itu jika terbukti melanggar ketentuan.