Driver GoSend Instant Gagal Mengantar Pesanan, Tokopedia Care Membingungkan

Terima kasih kepada Media Konsumen, yang sudah menyediakan wadah untuk berkomunikasi. Saya adalah penjual sebuah toko kecil di Tokopedia, yang memiliki satu transaksi bermasalah dengan kronologi sebagai berikut:

  • Hari Selasa siang tanggal 7 September 2021, pembeli memesan barang dan memilih kurir Gosend Instant.
  • Kami sebagai penjual segera menyiapkan barang dan request pickup.
  • Driver datang dan mengambil barang dengan alamat pengiriman berada di salah satu Mal.
  • Dua jam kemudian, driver tersebut kembali ke kami membawa barang yang sama dan mengatakan bahwa pembeli tidak dapat dikontak.
  • Kami segera membuka chat baru ke Tokopedia Care, dengan tujuan mengubah status pesanan yang saat itu sudah selesai menjadi kembali ke awal, dimana kami bisa melakukan request pickup kembali.
  • Tokopedia Care menyarankan kami untuk mendorong pembeli supaya membuka komplain supaya pengiriman lanjutan bisa dilakukan di Pusat Resolusi.
  • Kami pun menurut dengan berasumsi bahwa barang belum dikirim berarti uang pengiriman bisa kami klaim/reimburse.
  • Kami chat ke pembeli dan pembeli merespon bahwa driver tersebut sudah direply kalau pembeli sedang meeting. Kami menyertakan screenshot chat dengan Tokopedia Care yang menyarankan supaya pembeli membuka komplain di Pusat Resolusi.
  • Pembeli cepat merespon dan membuka komplain.
  • Kami juga penjual menginginkan traksaksi berjalan kembali dan saat itu hanya ada pilihan untuk memasukkan resi pengiriman. Kami berinisiatif melanjutkan transaksi dengan berpikir positif bahwa nanti bisa reimburse uang pengiriman, dan segera memanggil Grab Instant yang biayanya mirip dengan biaya yang dibayarkan oleh pembeli.
  • Driver kedua datang dan berhasil mengantarkan pesanan tersebut, sekitar pukul 6 sore pada hari Selasa 7 September.
  • 24 jam setelahnya, sekitar pukul 6 sore di hari Rabu tanggal 8 September, kami membuat diskusi di Pusat Resolusi dengan harapan admin Pusat Resolusi bisa memastikan bahwa uang pengiriman bisa masuk ke saldo penjualan.
  • Pembeli kelihatannya melihat diskusi di Pusat Resolusi kemudian menutup komplain sehingga transaksi dianggap selesai dan dana masuk ke saldo penjualan kami.

Permasalahannya ada pada potongan biaya kirim, padahal driver tidak berhasil mengirim pesanan, tapi tetap ada potongan di saldo penjualan kami.Nominal biaya kirim memang kecil, tapi menyebabkan kerugian jika harus ditanggung kami sebagai penjual.

Sangat kami sayangkan respon Tokopedia Care sangat textbook dan secara garis besar kami bisa melihat bahwa arahan yang diberikan kepada kami sebagai penjual bukanlah menuju solusi win-win, melainkan mengarah ke transaksi yang dapat selesai supaya potongan komisi dapat dilakukan.

Bagaimana apabila ternyata driver tersebut melakukan fake delivery? Hanya menunggu 1-2 jam kemudian mengembalikan barang. Jika prosedur Tokopedia Care sama dengan yang saya alami, maka sangat mungkin disalahgunakan oknum driver, karena pada akhirnya mereka akan mendapat “penghasilan” dari pengiriman yang tidak mereka lakukan.

Tujuan dari surat ini adalah supaya Tokopedia bisa membuat peraturan khusus untuk kejadian serupa, supaya solusi bisa jauh lebih simpel, yaitu dengan mengaktifkan tombol “Request Pickup” saat barang sudah dikembalikan ke penjual.

Kalaupun kami dirugikan pada transaksi ini, kami tetap menaruh harapan besar untuk kemajuan Tokopedia yang sudah satu grup dengan Gojek, termasuk ke admin Tokopedia Care (Khanza), semoga semakin bijak dan sehat selalu.

Ricky Soegandy
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Pusat Resolusi Tokopedia:
[Total:30    Rata-Rata: 1.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

19 komentar untuk “Driver GoSend Instant Gagal Mengantar Pesanan, Tokopedia Care Membingungkan

  • 10 September 2021 - (17:40 WIB)
    Permalink

    pengalaman saya sebagai seller di tokopedia untuk gosend instant kalau gagal kirim: driver akan kembalikan barang lalu seller berikan OTP konfirmasi pembatalan/penerimaan kembali barang, oleh driver input ke app gosend, lalu status transaksi tokopedia akan berubah mencari driver baru (tergantung jam operasional toko, kalau sudah off berarti besok begitu buka akan dipesan ulang ~ ini biasanya harus minta bantuan tokopediacare untuk request pickup manual… kalau belum off, request pickup driver baru biasanya diganti langsung ke grab atau sebaliknya ganti ke gosend kalau pembeli pakai grab). Setahu saya untuk kurir instan memang tidak diperkenankan pengiriman secara manual.

    Bila dipertimbangkan secara antarmuka, tombol / fungsi request pickup ulang ini penting tapi entah kenapa tidak disediakan atau prosedurnya tidak nyaman dibuat oleh tokopedia…
    Penting karena mungkin seller perlu waktu bertanya ke pembeli mengenai penjadwalan ulang, siapa tahu tidak mau langsung dikirim lagi tapi lain waktu. Seller perlu kendali maksimal dalam mengatur ulang pengiriman.

    Juga masalah lain yang terkait yaitu nomer telepon pembeli yang disensor oleh tokopedia untuk pesanan dengan kurir instan…hal tersebut malah merepotkan ketika seller perlu menghubungi langsung pembeli / membantu driver menghubungi pembeli.
    Hal ini tidak ditemui ketika pesanan tidak menggunakan kurir instan.

    • 11 September 2021 - (06:35 WIB)
      Permalink

      Baca lg dech, maksudnya dimanfaatkan sm driver yg nakal! Driver cm niat ambil fee nya aja bukan ambil paket si seller, jd paket itu memang gak diantar ke buyer, tinggal duduk manis aja nunggu 2 jam trs bilang gagal kirim, maksudnya gitu mgkn!

      1
      2
      • 11 September 2021 - (10:56 WIB)
        Permalink

        Perusahaan besar semacam tokopedia mana mau rugi . Kalau bisa seller dan pembeli sama sama di rugikan . Konsep perusahaan besar mencari keuntungan sendiri . Kemajuan apa setelah tokopedia dan gojek merger . Malah saya menghindari menggunakan layanan gosend instant dari gojek . Pengalaman pakai go send instant driver nganter pake marah marah segala alamat saya tidak di temukan . Go jek itu hanya modal bikin aplikasi tidak ada resiko kerugian . Nama nya perusahaan besar di mana mana yang di rugikan rakyat kecil . Tokopedia pun sama tidak mau rugi dan pelayanan tidak semakin profesional . Hanya bermodal chat box melayani customer untuk komplain . Perbuatan etika yang tidak di ajar dalam hidupnya kalau chat box itu melayani pembeli komplain ataupun seller komplain . Apa bedanya tokopedia dan gojek itu merger , hanya nama menjadi besar pelayanan nol besar . Tokopedia pun kalau buka toko sendiri dan menjual barang sendiri belum tentu sangat ahli . Hanya bermodal teknologi memutar otak cari keuntungan dari market umum . Bijaksanalah semua ada tabur tuai .

        1
        1
        • 11 September 2021 - (11:01 WIB)
          Permalink

          Jadi cari makan itu pakailah dengan cara halal bukan cheat dengan pembeli dan seller . Uang banyak pun tidak akan di bawa mati . Hanya amal ibadah dan kebaikan pada akhir masa hidup . Kalau selama bisa melayani pembeli dan seller gunakan waktu sebaik mungkin bukan dimaksud untuk menyumbang . Tapi sumbanglah kebaikan dalam pelayanan yang fair dan pakai akal budi bukankah orang pintar bisa maju yang dipakai kepintaran dan anugerah . Kalaupun ada anugerah yang baik jangan dipakai buat merugikan orang banyak . Dosa itu ada pembalasan .

  • 10 September 2021 - (20:31 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas perhatiannya, tidak lama setelah surat ini dikirim untuk disunting oleh admin Media Konsumen, admin Tokopedia Care mulai memahami masalah dan memakai empati dalam menginvestigasi terhadap kendala pengiriman.

    Surat ini telat beberapa hari dikarenakan penulisan awal yang kurang tersusun rapi dan saya sangat menghargai admin/editor Media Konsumen yang telah membantu menyuarakan kebingungan atas tanggapan awal Tokopedia Care.

    Solusi yang diberikan Tokopedia sangat memuaskan dan komentar tentang kode OTP dari driver yang gagal melakukan pengiriman akan dimasukkan dalam prosedur pengiriman toko kami di Tokopedia.

    Semoga rekan-rekan selalu diberi kesehatan dan kelancaran. Terima kasih.

    2
    2
    • 10 September 2021 - (22:23 WIB)
      Permalink

      Anda jangan seenaknya bilang driver akan melakukan delivery fake… Barang akan dikembalikan jika penerima susah dihubungi dan alamat tidak jelas. Saya sebagai driver online merasa terganggu dengan statement anda, ‘delivery fake’. Menjadi tanggung jawab kami untuk mengembalikan barang seller, jika gagal dalam pengiriman. Jarak dan waktu kami tempuh, seenaknya anda bilang delivery fake, ditambah susahnya penerima dihubungi. Gak ada gratis di dunia ini, bensin pun bayar, barang anda belum sampai ke penerima, otomatis perniagaan anda gagal, dan barang wajib kami kembalikan ke seller. Inget ada jarak ada waktu yang kami tempuh, bukan tipu menipu.

      7
      3
  • 10 September 2021 - (23:47 WIB)
    Permalink

    driver jg kirim brg klo sipenerima tdk angkat tlp ya nrg tsb hrs dikembalikan ke pngirim jd biaya ditanggung seller
    jgn nyalahin driver ente aja klo jd driver sipenerima ga bs dihubungi bgmana coba apa yg hrs anda lakukan
    planga plongo lu

    5
    2
  • 11 September 2021 - (00:36 WIB)
    Permalink

    Delivery fake itu kalau barang di buat transaksi terima padahal belum sampai, biasanya kasusnya begitu. Kalau driver kembalikan barang ke anda sebagai seller ya gabisa dikatakan fake, justru jujur itu orangnya, kalau dia niat jahat bisa aja barang anda dibawa kabur, apalagi kalau bukan pemilik akun aslinya alias joki. Saran saya, jangan sembarang menuduh orang, positif thinking selalu.

    • 11 September 2021 - (11:05 WIB)
      Permalink

      Apakah di dunia ini hanya ada Tokopedia dan Gojek ? Semua ada waktu dan umur . Bolehlah bangga atas peraihan yang di dapatkan . Ingat awal bisa besar karena kejujuran

    • 11 September 2021 - (11:30 WIB)
      Permalink

      Kalau banyak kecurangan itu zholim . Perusahaan besar banyak makan hasil zholim akan dosa besar . Banyak pembeli dan penjual di rugikan . Sangat tidak takut akan perbuatan nanti . Tidak di pikirkan karma dan balasan . Sangat zholim sekali

  • 11 September 2021 - (08:40 WIB)
    Permalink

    Mengembalikan barang kembali ke seller adalah pilihan terahir
    Bagi driver,karena harus melakukan perjalanan PP tapi biaya non Pp,tidak bisa juga mengambil order sebelum menyelesaikan pekerjaan, melakukan fake delivery merupakan bunuh diri,karena sistem melacak pergerakan yg tidak wajar sanksinya pemutusan mitra
    Semoga faham ya

    4
    1
  • 11 September 2021 - (10:31 WIB)
    Permalink

    Saya driver gojek instan.ambil barang elektronik magicom dan setrika kirim ke alamat hotel di bekasi kalimalang dari stasiun bekasi.sampai di tujuan penerima tidak ada di alamat hotel kata satpam yg bersangkutan sudah resign tidak bekerja.alhasil barang saya kembalikan ke penjual lagi dan hanya dapat ongkos pengantaran saja.kalo ada niat jahat barang tersebut sudah saya kasih mungkin ke satpam.kembali lagi kami driver bekerja dengan prosedur sistem

    1
    1
  • 11 September 2021 - (10:57 WIB)
    Permalink

    SEHARUSNYA ANDA BERSYUKUR
    DAPAT DRIVER OJOL YANG JUJUR!!!
    BUKANNYA MALAH MENUDUH SEPERTI ITU!!!

    JADI ORANG KOK PIKIRANNYA NEGATIF!!!!!

    6
    1
  • 11 September 2021 - (15:39 WIB)
    Permalink

    kalau waktu pemulangan barang melebihi 1 jam(apalagi kalau jarak pengantaran tidak begitu jauh) dari sejak penjemputan, bisa dipastikan driver tersebut jujur. driver gosend kan juga butuh order lain(bukan cuma 1 order), ngapain buang waktu selama 1 jam dengan “menggantung” orderan tsb(estimasi masih bs dapat 2-3 orderan lagi selama 1 jam itu).

    1
    1
  • 11 September 2021 - (18:06 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya saya kurang setuju dengan menduga beberapa oknum driver melakukan fake delivery. Saya sendiri, pernah sampai menunggu 2 jam, tanya sana sini ke titik pengantaran dan tidak ada yang kenal ternyata titik yang diberikan buyer keliru jauh. Logikanya driver ngapain mengorbankan waktu 1-2 jam untuk “menggantungkan status order” ecommerce. Apalagi misal biaya kirimnya hanya Rp 8000. Padahal kadang 1-2 jam bisa driver menyelesaikan 2-3 orderan.

    2
    1
  • 11 September 2021 - (22:34 WIB)
    Permalink

    klo ngomong enak bener
    bilang fake driver
    klo gk ad respon dr penerima buat apa dibawa” ya dibalikin..
    nunggu 1 smpe 2 jam loe kira enak
    yg td nya dpt orderan bnyk, gara” 1 order yg gk kelar” kebuang waktu,. mending custmer ada pengertiannya paling cm bilang “maaf pak”..

    • 12 September 2021 - (00:33 WIB)
      Permalink

      Lagian skrg gosend titiknya gk ada yg beres, apalagi gosend tokped bisa melenceng 6 km. Kasian driver nyari alamat, iya klo ketemu klo gk. Jgn berpikir buruk, cobalah anda jd driver br tau perihnya jd driver

  • 17 September 2021 - (18:03 WIB)
    Permalink

    saya sebagai seller yang mengaktifkan delivery instant gojek dan grab, tidak setuju dengan pernyataan ‘fake delivery’, pun jika benar itu terjadi kita rasa marketplace bisa melihat itu dengan ada nya fungsi tracking ,dari di situ bisa dilihat kan apakah benar driver sudah berada di alamat yang di tuju, nah disini seller harus banyak komunikasi dengan buyer apalagi yang memakai metode instant, tanya apakah hp dan wa aktif ? apakah ada di tempat, atau akan di titip ke siapa ? pengembalian barang ke seller dari kurir akibat buyer tidak bisa di kontak atau tidak orang yang menerima adalah hal paling saya hindari sebagai seller, saya percaya dari pihak driver pun tidak mau ini terjadi, biasa nya mereka daripada fake delivery lbh baik cancel order.

 Apa Komentar Anda mengenai Pusat Resolusi Tokopedia?

Ada 19 komentar sampai saat ini..

Driver GoSend Instant Gagal Mengantar Pesanan, Tokopedia Care Membingu…

oleh Ricky Soegandy dibaca dalam: 2 menit
19