Akulaku Menolak Retur Barang yang Bermasalah, Malah Meneror untuk Bayar Tagihan

Saya sudah memakai Akulaku sejak 2017, tanpa ada kendala sama sekali. Sudah hampir lebih dari 5 kali saya beli barang di sini dan tidak pernah terlambat bayar sama sekali. Pada bulan Agustus 2021 lalu, saya membeli HP Realme C15 dari merchant Tehno Store di Akulaku. Awalnya berjalan normal, tapi setelah 2 minggu barang tidak sampai-sampai. Pihak toko malah memberikan nomor resi bodong yang sudah saya cek ke ekspedisinya secara langsung.

Pada tanggal 10 akhirnya barang datang. Saya lakukan semua dokumentasi, karena saya merasa sudah ada yang tidak beres dengan barang ini. Padahal biasanya tidak pernah ada kendala seperti ini. Benar saja, HP dalam kondisi dikunci oleh akun pemilik (mengindikasikan bahwa HP bukan lah eks display/baru, melainkan milik seseorang sebelumnya). Lalu terdapat banyak sekali bekas benturan/gompal dan lecet, speaker HP pun rusak.

Kemudian saya ajukan retur ke CS Akulaku. Saya disuruh menghubungi toko yang bersangkutan. Hingga detik ini (semenjak barang dikirim dengan resi bodong), toko tidak pernah membalas pesan saya, dan toko “ada di bawah lindungan” Akulaku.

Akhirnya saya komplain lagi. CS Akulaku menyuruh saya untuk kirim email retur dengan segala buktinya. Saya kirimkan semuanya melalui file besar, berisi video unboxing dsb. Sudah 2 minggu, tidak ada kabar lanjutan. Namun saat dibalas, pihak Akulaku malah meminta kembali bukti-bukti tersebut. Saya jawab dengan mengatakan untuk dibaca kembali email sebelumnya, disertakan dengan beberapa bukti tambahan.

Tidak pernah ada balasan lagi, sampai akhirnya tiba-tiba saya ditelepon pihak penagihan untuk membayar HP tersebut. Sontak saya kaget, dan jelas tidak mau. Namun CS Akulaku bilang bahwa kasus saya ditutup, karena kurangnya bukti video unboxing. Padahal semuanya ada di email pertama yang saya kirim, saya katakan seperti itu. Namun apa kata CS-nya? “Kami tidak menerima email itu”. Padahal sudah jelas-jelas mereka sendiri yang membalas email saya yang berisikan bukti-bukti tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada itikad baik dari pihak Akulaku. Pihak penagihan terus menerus meneror saya, meskipun saya sudah jelaskan berkali-kali, setiap hari, tanpa lelah. Akhirnya saya bilang untuk datang saja ke rumah saya, ambil saja barangnya. Karena semuanya masih lengkap, beserta dengan kresek, bubble wrap, invoice dll, lengkap!

Anehnya, pihak Akulaku bilang tidak mau. Harusnya kalau dia merasa dirugikan, bukan meneror saya dong. Saya tidak pernah punya kendala untuk membayar. Terorlah tokonya yang mengirimkan barang tidak layak! Tapi yah, toko kan “ada di bawah lindungan Akulaku”, meskipun toko sudah jelas melakukan penipuan. Sekarang disuruh ambil barangnya, malah tidak mau. Heran saya, katanya dirugikan, tapi barang dikembalikan malah tidak mau?!

Lalu barusan pagi, ada lagi pihak penagihan yang memaksa saya membayar dengan nada penuh pemerasan dan ancaman bahwa BI Checking saya akan dibekukan. Meskipun semuanya sudah jelas-jelas salah Akulaku, tapi ya tidak apa-apa. Kalau Akulaku mau melakukan semuanya dengan cara susah, saya ada semua bukti-bukti atas penipuan dan pemerasan yang mereka lakukan. Mulai dari video, foto, barang, invoice, sampai rekaman telepon-telepon pemerasan dan pihak CS yang tidak pernah menggubris keluhan saya, bahkan membentak dan menutup telepon saya saat saya masih bicara.

Saya bisa bawa kasus ini ke pihak kepolisian, bank, atau bahkan OJK sekalipun, kalau Akulaku masih keukeuh dengan tindakannya yang seperti ini dan terus-menerus mengancam saya tanpa henti. Saya tunggu itikad baiknya, Akulaku.

Frillian Puspa Dewi
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:131    Rata-Rata: 1.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

50 komentar untuk “Akulaku Menolak Retur Barang yang Bermasalah, Malah Meneror untuk Bayar Tagihan

    • 28 September 2021 - (17:35 WIB)
      Permalink

      Aku laku memang gampang kasih pinjaman, tapi aneh bgt memang, 10mnit hanya 10mnit setelah saya dapat tambahan limit, ada bbrp email penipu yg langsung masuk mengatasnamakan mereka,untung saya jeli, inikan aneh bgt.. Hanya 10mnit loh… Seolah data kita tuh ga ada private nya, penipu bisa langsung tau…

      • 28 September 2021 - (19:18 WIB)
        Permalink

        Lah masih lama 10 menit,sodara gw abis tlp cs dpt wa dr no yang “mengatasnamakan” akulaku.intinya apl tsb rawan kebocoran data konsumen atau ada oknum yg bermain.

    • 29 September 2021 - (09:22 WIB)
      Permalink

      akulaku skrng parah… apa lagi yg pinjaman online. yg sudah bayar malah di suruh bayar lagi… kacau sistem akulaku ne.

  • 28 September 2021 - (11:56 WIB)
    Permalink

    “. Akhirnya saya bilang untuk datang saja ke rumah saya, ambil saja barangnya. Karena semuanya masih lengkap, beserta dengan kresek, bubble wrap, invoice dll, lengkap!
    Anehnya, pihak Akulaku bilang tidak mau “

    Lo kira, Lo itu hutang barang ya.? Mau balikin barang biar hutang dianggap Lunas.?

    Tidak. Anda bukan hutang Barang. Anda hutang Duit. Duit yang akan berbunga bunga jika tidak dibayar. Itu asli Riba’.

    Para Pengguna Akulaku, kredit barang menganggap kredit itu halal karena berupa barang yang dikredit. Itu salah besar bro. Nyatanya lo baca sendiri. Akulaku tidak menganggap anda hutang barang. Tapi Hutang Duit. Hanya duit yang akan bisa melunasi hutangmu.

    Berbeda jika anda kredit Motor, Mobil, KPR, itu asli anda hutang barang. Jika tak mampu bayar, anda bisa balikin lagi tuh Mobil Motor atau KPR itu, dengan begitu hutang anda langsung Lunas. Ini Halal.

    Segala sesuatu yang diHaramkan itu sesungguhnya aturan untuk menghindarimu dari kesusahan. Dan yang diHalalkan adalah sesuatu yang akan membuatmu Aman.

    Tobatlah para pengguna Akulaku.

    12
    46
    • 28 September 2021 - (14:01 WIB)
      Permalink

      Kasusnya sama persis dengan yg saya alamai
      Ini terjadi sejak bulan april
      Saya lebih parah hp baru 3hr dipakai sudah mati total.
      Pihak toko dihubungi tidak direspon.sudah berkali2 telp CS akulaku tdk memberikan solusi dan terkesan “tidak mau membantu”
      Benar,sepertinya akulaku malah melindungi tuh seller penipu
      Merasa kecewa sy pun enggan bayar tagihan
      Pernah didatangin debtcollector,.sy critakan smua. Debtcollector mlh lebih memahami dan empati nyaranin saya datang ke gedung akulaku dijkt, agar ada tanggapan atau solusi dr akulaku
      Sudah saya datangi, namun nihil…
      Tidak mau membantu dgn alasan sdh melebihi estimasi
      Padahal mereka yg lambat nanganin laporan saya yg dr bulan april.
      Sampai skrg sy kekeh tidak akan bayar cicilan
      Krn saya tidak menikmati hp nya.
      Biarlah mau diblacklist BI cheking..karena sy sendiri sudah kapok pakai aplikasi ini.dan sy sudah tidak akan menggunakan riba.
      Smoga masalah anda juga dpt segera selesai.

      14
      2
      • 28 September 2021 - (14:09 WIB)
        Permalink

        Kalau begitu berarti gaada solusi ya kayaknya? Lbh baik diantepin aja gtu ya? Soalnya ya saya ngerasa ga salah sama sekali karena barang pun tidak saya pakai satu detik pun. Saya berharap debt collector datang buat sita aja barangnya sekalian, anggap aja saya gabaya2, tp disuruh datang eh malah gamau, kan lucu. Yah kalaupun di blokir bi checking nya, saya ga masalah, saya juga punya bukti banyak. Semoga cepet terselesaikan ya. Bener2 kapok sumpah.

        • 30 September 2021 - (07:27 WIB)
          Permalink

          Kasus yang seperti ini (sebelas duabelas) pernah saya baca sebelumnya di MK.

          Kalau mau beli barang, usahakan ke toko nya langsung, atau gunakan aplikasi jual beli online yg kredibel (di aplikasi jual beli online pun masih ada beberapa kasus terjadi)

          Intinya,, kalau memang memaksakan diri (karena saya tidak menyarankan) ke pinjol,, tujuannya hanya 1, yaitu pinjam uang. Clear.

          Kalau beli barang via pinjol,, sangat-sangat rawan terjadinya kasus yang seperti ini.

          Untuk yang sudah pernah mengalaminya,, silakan ikuti saran yg baik dari para pembaca di sini.

          Yg belum pernah,, semoga tidak pernah menggunakannya dan menjadi korban berikutnya. Aamiin

      • 28 September 2021 - (14:48 WIB)
        Permalink

        aku laku tidak professional, malah melindungi seller nakal. Untung saja belum pernah memakai fasilitas akulaku. Banyak seller nakal yg menjual unit2 yg sudah rusak dan tidak layak. lebih baik beli langsung pakai cicilan kartu kredit di bank. mereka lebih profesional

        • 28 September 2021 - (14:55 WIB)
          Permalink

          Betul gan. Kalaupun tidak punya kartu kredit, lebih baik datang saja ke counternya tanyakan jika bisa menggunakan aplikasi kredit yg lain. Barang terbukti secara real, dan kita jga tidak dirugikan sama sekali. Stay safe ya gan. Jangan sampe terjerumus yg seperti ini.

          • 28 September 2021 - (18:30 WIB)
            Permalink

            setuju Gan. Mesti nya al lebih membela user. kalo emang bukti bukti sudah ada.

      • 28 September 2021 - (15:29 WIB)
        Permalink

        “Sampai skrg sy kekeh tidak akan bayar cicilan Krn saya tidak menikmati hp nya.
        Biarlah mau diblacklist BI cheking.. karena sy sendiri sudah kapok pakai aplikasi ini.dan sy sudah tidak akan menggunakan riba.”

        Pikiran Lo itu tersesat banget.

        Lah kan lo udah menikmati HPnya.!!!

        Menchant akulaku sudah ngirim Lo HP, dan HP sudah lo pakek dan rusak. HP rusak itu urusan Lo dengan yang jual HP, tanya tuh dengan yang jual, HP itu ada garansinya gak.?

        Trus Urusan Lo dengan Akulaku ya tetep wajib Bayar Hutang.

        Akulaku sudah ngasih Lo duit dan duit itu sudah dibayarkan ke yang Jual HP. Lo yang harus bayar itu sampai Lunas.

        Lo sampai kapanpun gak bakalan bakal tenang hidup Lo kalo lari dari hutang.

        Tobat dari Riba’ bukan berarti tidak membayar Hutang.

        Lo wajib membayar sejumlah apa yang pernah Lo janjikan sejak pertama kali hutang. Lo sudah setuju dengan kontrak hutang. Lo harus menyudahinya dengan melunasi hutang itu. Wajib memBayar beserta bunga bunganya. Sampai di Aplikasi tertulis Lunas.

        Lo jangan mau makan omongan orang orang yang tersesat lainnya. Jalan hidup lo masih panjang, mumpung masih buka aplikasinya segera dibayar.

        Jangan sampai ketika tua nanti, lo baru dapet hidayah dan sadar masih ada hutang, dan lo baru mau mencari cari kepada siapa lo harus bayar. Bisa jadi aplikasi akulaku sudah bangkrut. Nah Lo gak bisa bayar deh lo. Kuburan lo bakalan menghimpit badan lo.

        8
        39
      • 29 September 2021 - (14:24 WIB)
        Permalink

        Nah anda benar DEX, hp nya saja tidak bisa anda pakai serta nikmati dan betul abaikan saja klo ditagih, kan itu bukan kesalahan dri Anda kan.. kesalahan ada dari pihak AKULAKU yg tetap kekeh melindungi para PENIPUAN atau memang AKULAKU sudah kerjasama dg para komplotan para PENIPU tersebut kita tidak ada yg tau…lebih bagusnya lagi hayoo kita rame2 bangsa Indonesia lapor AKULAKU agar kejadian penipuan di Indonesia bisa teratasi..

      • 30 September 2021 - (02:55 WIB)
        Permalink

        Lu lagi lu lagi

        Lama-lama situs ini berubah jadi media isdebe, hampir semua thread lu nongol

    • 30 September 2021 - (09:07 WIB)
      Permalink

      Ibu… tenang aja ga usah panik dan ga usah bayar. Pihak Akulaku emang seenaknya kaya gtu karna aplikasi akulaku tdk terdaftar di OJK. Saya udah pastikan karna saya udah lapor ke ojk via email. Kalo aplikasi yg tdk trdaftar di ojk berarti utk BI Checking ga akan ada masalah.

      • 30 September 2021 - (09:19 WIB)
        Permalink

        Alhamdulillah, terima kasih infonya ya mas. Seenggaknya saya ngerasa lega sedikit, ini juga mau saya beresin secepatnya soalnya saya juga gamau ada masalah atau hutang segala macem meskipun saya ga salah dan ga pernah telat membayar. Terima kasih banyak mas. Ini jadi pelajaran besar buat saya.

      • 30 September 2021 - (09:29 WIB)
        Permalink

        Menanggapi komentar Pak @Muhammad, saya lihat di play store, akulaku itu terdaftar di OJK. Yang terdaftar bukan akulaku tapi PT akulaku finance Indonesia. Coba di cek lagi ke OJK sebelum membuat statement, biar gak salah.

        Saya bukan nasabah akulaku dan tidak ada hubungannya dengan akulaku, saya cuma klarifikasi aja.

        • 30 September 2021 - (21:16 WIB)
          Permalink

          Iya yg trdaftar itu akulaku finance nya, tapi kalo aplikasi akulaku onlineshopnya ga terdaftar. Kan udah saya bilang, saya lapor ke ojk via email, lalu dijawab sperti. Bukan saya yg bikin statement.

  • 28 September 2021 - (13:30 WIB)
    Permalink

    saran saya sih klo bisa buat pembelajaran ke depannya.
    resiko beli online ya seperti ini.
    positif thingking aja

  • 28 September 2021 - (15:14 WIB)
    Permalink

    hentikan membeli barang di akulaku nya langsung, sudah terlalu banyak kasus yang di MK, dan keluhannya adalah tidak ada nya atau lambat sekali respon dari CS nya, lebih baik membeli barang di aplikasi lain dan gunakan aku laku nya sebagai alat bayarnya

    • 28 September 2021 - (15:17 WIB)
      Permalink

      Baik gan, terima kasih atas saran nya. Semoga yg lain juga lihat dan mendapat informasi yg benar tanpa harus merasakan kerugian seperti yg saya dan konsumen lain yg mengalami.

  • 28 September 2021 - (17:42 WIB)
    Permalink

    Buat grup wa kena frank sm aqulaqu wkkwkkwkkw
    Udh bnyk banget korban aqulaqu heheee msh aja ada korban2 kena tipu kwkkwkkw

  • 28 September 2021 - (18:25 WIB)
    Permalink

    Bro, ane kasih saran nih. Jangan pernah sekalipun beli di aplikasi Akulaku, kalau mau beli di merchant yg bekerja sama dengan akulaku aja, seperti Tokopedia ataupun shopee, baru deh bayarnya pake Akulaku. Di akulaku itu semua tokonya ga ada yg bisa kita kasih komentar, susah jadinya kalo mau nyari reputasi toko nya. Jadi ya seperti saran saya di atas, belilah di Tokopedia atau shopee lalu bayar dengan akulaku.

    • 28 September 2021 - (18:29 WIB)
      Permalink

      Iya gan, betul. Saya awalnya belanja di akulaku karena selama 3-4 tahun ini ga pernah ada kendala sama sekali. Tp pengalaman sekarang langsung nampar keras di saya. Bener2 kapok. Ke depan nya nggak akan lagi deh. Malah saya jd trauma beli online, apalagi untuk barang elektronik yg mahal seperti hp dll. Semoga apa yg ditimpa oleh saya dan korban2 yg lain tidak terulang lg.

  • 28 September 2021 - (18:36 WIB)
    Permalink

    Waduuhhh…tiap hari ada komplain akulaku.tp aneh masih saja pada belanja online yg TDK jelas

  • 28 September 2021 - (19:13 WIB)
    Permalink

    Saya pembaca/pengikut media konsumen sekaligus pengguna aktif akul*ku,perasaan artikel komplain di akul*ku begitu” saja tanpa ada kejelasan lebih lanjut. …berkat media konsumen saya lebih berhati” dengan aplikasi tersebut dan saya terus mengurangi transaksi di apl akul*ku setelah bnyak komplain tak ada jalan terang di muat disini dan saudara saya sendiri menjadi korban dr penjual nakal apl tsb.sy turut prihatin dan semoga cepat ada jalan penyelesaian.

    • 28 September 2021 - (19:19 WIB)
      Permalink

      Terima kasih gan, saya harap juga semoga cepat ada penyelesaian nya. Saya akui memang saya kurang hati2, karena mentang2 selama 3 tahun ke belakang tidak pernah ada kendala. Ambil positifnya aja sih, untuk ke depannya saya nggak akan pernah mau lagi belanja disini. Lebih baik belanja di tempat yg real2 aja. Semoga tidak ada lg yg kena tipu kayak gni lg.

  • 28 September 2021 - (19:14 WIB)
    Permalink

    Miris memang, dan sangat prihatin apa dialami. Tapi mereview keluhan di MK mungkin sejak platform ini berdiri, paling banyak ya AkuLaku. Tapi masih saja ada yang nekad belanja.
    Jadi pembelajaranlah.

  • 28 September 2021 - (19:31 WIB)
    Permalink

    Pahami dulu Akulaku itu apa sih?
    Merchant itu apa sih?
    Biar ga gagal faham…
    Kita beli barang apapun jika pakai kartu kredit dan ternyata barangnya rusak komplainnya ya ke penjual, bukan ke pihak bank menerbitkan kartu kredit.
    Terimakasih

    • 28 September 2021 - (19:34 WIB)
      Permalink

      Saya sudah menggunakan akulaku selama 3 tahun gan, saya sudah paham betul apa saja peraturan dan tata cara pemakaian nya. Dan tidak ada masalah, sama sekali. Saya tidak menyalahkan pihak bank sama sekali. Yg salah memang merchant, tapi merchant tidak memberi respon sama sekali, jd saya otomatis minta pertanggung jawaban ke akulaku dong, karena merchant ada dibawah naungan akulaku. Mohon dibaca kembali artikel saya secara saksama. Terima kasih.

      4
      1
  • 28 September 2021 - (21:41 WIB)
    Permalink

    jangan mau kalah pokoknya. jangan pernah mau membayar. gak akan berani mereka itu kalau kita juga keras. kalau kita lembek mereka bakal lebih menjadi-jadi. dan jangan order lewat akulaku lagi.

  • 28 September 2021 - (21:44 WIB)
    Permalink

    Iya gan, saya bakal tetap dengan pendirian saya karena saya ga merasa salah sama sekali. Selama ini saya bayar semuanya sampai lunas, tanpa masalah atau kurang sepeserpun. Dan kejadian ini cukup jd pukulan keras buat saya untuk tidak pernah menggunakan akulaku lg sampai kapanpun. Terima kasih saran dan dukungan nya gan.

    4
    1
  • 29 September 2021 - (02:05 WIB)
    Permalink

    Saya pengalaman kredit HP di Akulaku dengan 2 metode, online dan offline.

    Online via app Akulaku > Bermasalah, dapat barang sample, beda dengan yang dipesan.

    Offline langsung ke toko > Tidak ada masalah. Tentuin barangnya, hubungkan aplikasi akulaku pembeli dengan penjual, tentuin tenor, kasih dp dan selesai.

    Toko di app Akulaku tidak transparan. Rating, feeeback, catatan toko, alamat, pilihan ekspedisi. Semua itu tidak jelas ada di mana (koreksi kalau sudah ada perbaikan).

    Soal pinjaman dana tidak ada masalah kecuali satu pengalaman sy yg kurang enak. Sy pernah pinjam 2.5Jt tenor 3 bulan, di bulan pertama sy telat 2 hari karena gajian telat waktu itu. Kalian tau apa yang terjadi? Tagihannya di gabung bulan ke-2 dan ke-3, udahan mah admin nya gede banget. Akhir sy jual pc sy dan sy lunasin ntuh tagihan. Dan setelah itu sudah tidak bisa ajukan dana cicil. wtf. Agak seneng tapi ngeselin…

    • 29 September 2021 - (08:58 WIB)
      Permalink

      Saya turut prihatin gan atas apa yg udah terjadi pada agan. Semoga tidak ada lagi korban2 selanjutnya yg mengalami hal serupa seperti ini lg.

  • 29 September 2021 - (08:18 WIB)
    Permalink

    aqulaqu itu udh ga punya toko yg jualan jd klo ada yg mau beli hp tim aqulaqu yg beliin wkwkkwkw makanya hp bekas ttp dikirim sm aqulaqu mengatasnamakan toko store dll padhal dr aqulaqu sndiri wkkwkwkkw

  • 29 September 2021 - (08:56 WIB)
    Permalink

    “Yah kalaupun di blokir bi checking nya, saya ga masalah, saya juga punya bukti banyak”

    di sini penulis kayaknya salah ngerti….
    BI checking kalau jelek (rating 5) penulis akan sangat sulit dan rugi krn banyak juga impactnya, misalnya suatu saat mau kredit rumah, ambil cicilan di bank, ambil cicilan di tempat lain dll… ya lain soal kalo penulis ga akan pernah kredit sama sekali lagi.
    “bukti” yg di maksudpun ga akan dianggap oleh pihak BI ataupun bank, mereka ga akan peduli sama sekali ttg sebab musababnya.

    Mending segera diurus / dibereskan.. entah dgn Akulaku atau pun Merchantnya… rugi kalo krn uang 2jutaan, BI checking bermasalah.

    1
    2
    • 29 September 2021 - (09:02 WIB)
      Permalink

      Kalau begitu kasusnya sih, ya kayaknya saya tidak punya pilihan lain lagi mbak. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurus semuanya dan meluruskan masalahnya. Tapi nyatanya memang pihak akulaku tidak kooperatif sama sekali selama ini. Saya juga tidak mau catatan perbankan saya jd buruk karena 1 kendala saja, makanya saya tidak peenah mau terlambat membayar apapun selama ini. Tp kl begini keadaannya mau bagaimana lagi. Saya hanya cuma bisa berharap skrang untuk masalahnya cepat terselesaikan dan ada penyelsaian dari pihak terkait, itu saja, karena semuanya sudah saya lakukan. Dan saya tidak akan lg mengulangi hal yg sama. Semoga tidak ada lg korban2 lain nya lg.

      2
      1
  • 30 September 2021 - (05:08 WIB)
    Permalink

    Bisa kemungkinan video atau email sebelumnya tidak diterima karena keterbatasan maksimal file yg di kirim via email. Saran saya better video di Kompress dan pengiriman videonya di pecah jadi beberapa video.

    • 30 September 2021 - (05:23 WIB)
      Permalink

      Sudah saya compress dan pecah gan, bahkan pihak akulaku juga membalas e-mail tersebut, namun tidak pernah ada kabar lagi dan malah tiba2 menutup laporan saya. Itu berarti e-mail diterima oleh pihak mereka, namun entah kenapa mereka malah tidak mau memproses masalahnya.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 50 komentar sampai saat ini..

Akulaku Menolak Retur Barang yang Bermasalah, Malah Meneror untuk Baya…

oleh Frillian dibaca dalam: 2 menit
50