Strategi Menjebak Konsumen dengan Bundling Provider Indosat Oredoo

Dear Indosat Ooredoo,

Tanggal 20 Februari 2022, saya dikirimkan Surat Peringatan oleh Indosat Ooredoo terkait tunggakan pembayaran sebesar Rp434.500 untuk tagihan nomor kartu: 081574309556. Selama saya memiliki smartphone/HP, saya tidak pernah melirik dan menggunakan provider tersebut, dan anehnya kok ada tagihan dengan nominal tersebut?

Cerita awal, saya pernah membeli HP Samsung Galaxy Note 20 Ultra di Toko Samsung (SES) Gandaria City pada tanggal 29 September 2020. Waktu itu sales mengatakan bahwa harga Galaxy Note 20 Ultra sudah GRATIS dengan SIM card Indosat Ooredoo. Waktu itu saya katakan saya tidak berminat. Namun pihak sales memastikan bahwa SIM card ini free, dan jika tidak dipakai, maka otomatis akan HANGUS karena paket hanya 12 bulan saja.

Saya konfirmasi lagi kepada sales bahwa tidak ada tanda tangan kontrak, tidak ada penyerahan KTP/ID Card ke pihak provider, dan TIDAK ADA PENJELASAN APAPUN TERKAIT SIMCARD TERSEBUT. Intinya saya beli HP Free SIM card dan harganya pun sama (cuma bonus SIM card saja).

Ketika saya unboxing HP tersebut, sales memberikan satu kotak penuh SIM card yang baru dibuka untuk memilih nomor SIM card-nya. Saya pilih dan saya tidak lakukan aktivasi apapun sampai meninggalkan toko. Kebetulan HP yang saya beli tersebut diperuntukkan untuk atasan saya dan beliau tidak berkenan nomor tersebut Indosat Ooredoo tsb. Pada akhirnya nomor tersebut saya tinggalkan di laci kantor sampai saya resign pada  23 November 2021.

Yang perlu digaris bawahi, sales tersebut adalah sales dari pihak Samsung. Tidak ada sales dari pihak Indosat Ooredoo yang hadir di toko Samsung tsb. Dari kondisi tersebut apakah ada edukasi dari pihak Indosat Ooredoo kepada konsumen/sales SAMSUNG? Atau sistemnya menjebak konsumen? Atau pula sistem dari kasus yang saya alami ini berupa belum sempurnanya SOP dari lower management pihak Indosat Ooredoo?

Lanjut cerita, Setelah saya menelepon CS di tanggal 20 Februari 2022 pukul 20:30 dan 21:45 WIB. Pada telepon di CS pertama, saya akan dihubungi pihak provider dalam 3 x 24 jam.

Kemudian saya bertanya, “Jika pasca bayar saya yang seharusnya berakhir di 29 September 2021 (1 tahun setelah pembelian HP), kenapa tidak ada tagihan billing cycle bulan berikutnya yang seharusnya ada di bulan NOV 2021-JAN 2022? Kenapa tiba-tiba baru dikirimkan surat tunggakan sekarang?

Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah dapat tagihan selama 3 bulan tersebut baik via email maupun surat ke rumah. CS hanya diam dan berusaha untuk membuat laporan ke Indosat Ooredoo Pusat.

Pada telepon di CS kedua, CS berulang kali menekankan karena ada kontraknya persetujuannya. Saya tanya “Terkait persetujuan penggunaan pasca bayar jika ada kontraknya, hal tersebut disetujui oleh siapa? Saya sudah berulang kali menanyakan, apakah dasar dari perpanjangan kontrak di luar dari perjanjian kontrak yang saya tandatangani dengan durasi 12 bulan tersebut”.

Namun CS sama sekali tidak mampu memberikan jawaban. Sejak beli HP tersebut saya jelas tidak pernah melakukan persetujuan dan saya berhak untuk menolak perbuatan Indosat Ooredoo. Karena kalau dipikir berarti pihak provider telah melakukan upaya mengaburkan perjanjian tertulis dan tidak sesuai dengan aturan bahwa perjanjian penggunaan fasilitas pascabayar yang harusnya transparan sesuai UU pasal 1321 KUH Perdata.

Kebetulan surat peringatan yang saya terima tertanggal 17 Januari 2022 dan surat baru sampai rumah saya pada tanggal 20 Februari 2022. Dalam surat tersebut juga jika dalam 30 hari dari surat terbit belum dibayarkan, maka akan ada penagihan dari petugas lapangan Indosat Ooredoo. Kebetulan sudah lewat 1 bulan dari surat tersebut dan sampai saat ini saya belum ditagih oleh debt collector.

Saya menghimbau agar konsumen lebih berhati2 dan tidak lalai, tapi kalau dari kasus saya sepertinya ada kelalaian dari pihak sales (baik Samsung/Indosat Ooredoo) terkait transparansi program bundling ini.

Saya meminta itikad baik dari pihak Indosat Ooredoo dan semoga ini tidak terjadi ke konsumen lain.

Seto Wiratama
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Ketika beli hp dimintai KTP? saya dulu pernah juga dibilang gratis indosat dimintai KTP. awalnya bilang kalau beli HP pakai KTP, saya jawab beli HP buat apa pakai KTP yang penting kan saya bayar. Saya tetap tidak mau memberi KTP, akhirnya tidak dikasih kartunya dan aman sampai sekarang

    • Benar skali kalo beli hp dimintain ktp atau id apapun sebaiknya jgn ksh mending beli ditoko lain dulu sy pernah PO onlen dimintai fc ktp untung sy gak ksh kalo diksh bisa aja disalah gunakan

    • Biasanya bbrp toko mnt KTP dengan alasan PPN dan No NPWP. Kalo ada case seperti di atas berarti qta berhak dong nolak ID utk PPN. Drpd data dsalahgunakan.

    • Saya dimintai KTP oleh Pihak Sales Samsung berhubung saya sudah member dan ingin menambahkan poin dalam pembelian HP pak. Tapi malah disalahgunakan

  • INDOSAT EMANG GITU NGAPAIN LOH ADA DI INDONESIA BIKIN ORANG SENGSARA AJA, MENDING TUTUP AJA ADA GUNAKAN PROVEDER INI

    • sekarang kalo beli di toko toko di mall macem er*f*ne atau toko toko besar nya pasti selalu dimintain ktp dengan alasan asuransi dan promo member kalo ga dikasi sales akan ngomong harganya ga promo

  • "Saya konfirmasi lagi kepada sales bahwa tidak ada tanda tangan kontrak, tidak ada penyerahan KTP/ID Card ke pihak provider, dan TIDAK ADA PENJELASAN APAPUN TERKAIT SIMCARD TERSEBUT. Intinya saya beli HP Free SIM card dan harganya pun sama (cuma bonus SIM card saja). "

    Berarti terduga pelakunya yang input data KTP bapak ke pihak operator ya si sales samsung ini. Musti ditelusuri dari pihak Indosat Ooredo.

    Wah bpk bisa ajukan gugatan perdata/pidana sama pihak Toko Samsung (SES) Gandaria City kalo begini cara nya mah.

  • maklumi om, indosat udah mau bangkrut, rugi terus dr tahun ke tahun, makanya segala cara dihalalkan.
    indosat gw taruh di hp nokia jadul yg ga ada internetnya aja pulsa bisa raib, tanya cs dijawabnya "Pemakaian internet", internet gundulmu!! karena nomor lama yg sayang utk dihanguskan, sy mensiasati dgn isi pulsa langsung dibelikan paket data, sebisa mungkin pulsa Rp 0, internetpun aman sentosa, ga ada perasaan was2 lg pulsa dicolongin

    • Iya Pak, saya juga sering banget pulsa tiba-tiba habis begitu saja. Padahal tidak dipakai untuk telp atau internetan tanpa paket data. Saya tanyakan melalui WA CS Indosat, dijawab persis seperti yang Bapak tulis di atas, karena ada pemakaian internet? Saya sudah sering hilang sampai ratusan ribu Pak. Jadi kapok saya pakai Indosat..

  • Kartu gak pernah dipakai mah jgn mau bayar. Trick Indosat aja buat cari keuntungan tambahan. Kalau sampai ada debt collector datang ke rumah langsung ancam lapor pihak berwajib aja. Jika benar dia bawa surat bukti kontraknya tinggal kita minta chek dan selesaikan di kantor polisi

  • Saya sudah berulang kali menanyakan, apakah dasar dari perpanjangan kontrak di luar dari perjanjian kontrak yang saya tandatangani dengan durasi 12 bulan tersebut”

    saya bingung dengan kalimat anda ini, jadinya anda tanda tangan kontrak durasi 12 bulan atau tidak? kalimat ini menandakan anda menandatangani sebuah kontrak

  • Updated 21/02/2022
    Setelah saya menulis artikel di media konsumen, pihak Indosat a/n Bpk Deddy sebagai VIP Indosat Oredoo telah menghubungi via WA dan membantu saya untuk menindaklanjuti kasus yang sedang saya alami.

    Adapun bantuan yang diberikan yaitu membuat pengajuan approval koreksi dan melakukan whitelist agar tagihan tsb dihapuskan di sistem indosat sehingga tidak ada lagi penagihan.

    pertanggal 21/02/2022 Bpk Deddy mengabari bahwa tindak lanjut pengajuan approval koreksi dan whitelist sudah dilakukan dan berhasil.

    Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Bpk Deddy VIP Indosat Oredoo terkait penghapusan tunggakan tagihan. Dalam hal ini saya juga memberikan masukan kepada Bpk Deddy untuk Indosat agar tidak terjadi lagi kasus seperti yang saya alami karena benar-benar merugikan konsumen akibat kesalahan prosedur Sales di lapang. Dengan adanya kasus seperti ini secara tidak langsung telah mencoreng nama baik Indosat dan menghilangkan kepercayaan calon konsumen dan konsumen eksisting.

  • Saya pernah mengalami hal sama dari brand hp berbeda dan toko berbeda. Biasanya ini sales sales misrep agar bisa upsales paket bundling oascabayar.

    Dari sekarang saya tidak pernah mau ditawarin kartu sim apapun saat pembelian perangkat karena tidak saya gunakan juga.