Kecewa dengan Layanan PAM Bintaro Jaya

Saya adalah pelanggan PAM Bintaro. Sebenarnya masalah seperti ini sering terjadi dan selalu mereka bilang kalau tidak air saya bocor, ganti meteran dan sekarang masalah pelampung sehingga toren banjir. Minggu lalu, tepatnya 6 Maret 2022, saya cek tagihan saya melonjak menjadi R4,7 juta. Saya minta dicek, kata orang itu toren bawah luber, tapi tidak bocor, pelampung gak ada masalah. Cuma saya minta pelampung diganti aja.

Esoknya tanggal 7 Maret 2022 saya ke PAM Bintaro Jaya sektor 9. Di sana bertemu CS Pak Maryono dan dia bilang akan ada orang PAM ke rumah. Pukul 17.00 orang PAM baru datang dan mereka bilang “Ini pelampung baru ganti ya bu? Ini bocor karena ini”. Saya bilang ini saya ganti karena saya yang minta, tapi laporan mereka katanya kebocoran meter.

Saya minta keringanan, tapi katanya kesalahan pemakai dan bilang itu harus dibayar. Saya minta bantuan bagaimana solusinya, mereka pada lepas tangan. Makanya saya minta tolong pihak Media Konsumen untuk infokan ke PT Jaya Real Property, khususnya Unit Pelayanan PAM Bintaro Jaya, karena masalah saya sudah berlarut-larut, hampir 2 tahun tidak mereka berikan solusi.

Terima kasih.

Eka Surya Aprilina
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • kalo meluber masa ga ada yg tau org rumah? gila pam doang 4jt, banjir dong rumahnya

  • Iya makanya bingung alasan pelampung gak bener jd meteran jalan dan luber. Menurut tim lapangan kasih solusi pelampung ganti lagi yg bagus, atau air langsung. Saya blg tlg di bantu.
    Tp tin lapangan pak e… dan bag staff inu L… tdk ada kelanjutannya.

    • Selama menggunakan air berbayar, saya sudah 2 kali mengalami hal seperti ini, yang pertama ditagih pemakaian sampai 1,3 juta di rumah lama, dan yang kedua (rumah baru) di tagihan bulan Maret 2022 ini mencapai Rp 3,2 juta atau sekitar 371 kubik. Pemakaian rata-rata saya hanya sekitar 40-60 kubik sebulan. Saya komplain atas tagihan tersebut tentunya, tapi apa yang selalu menjadi tudingan pihak penyedia jasa? Pelampung error (kebetulan saya pakai ground tank), katanya. Argumen pelampung error asal bukan ground tank yang bocor atau batang pelampung patah, adalah omong kosong membuat tagihan membludak, kalaupun pelampung error atau rusak, air yang keluar juga kecil sekali sebab pelampung meskipun tidak menutup rapat sebenarnya sudah cukup menutup aliran air dari penyedia jasa meskipun tidak sempurna. Kalaupun ground tank meluap, tidak mungkin selama satu bulan tidak diketahui karena orang di rumah ada banyak yang berlalu lalang disekitar ground tank. Saya bantah, dan petugas bilang memang banyak hal-hal aneh selama 25 tahun saya bekerja, jadi petugas tidak bisa berargumen dengan saya tetapi tetap menyalahkan. Singkat cerita, saya balik menuntut meteran dicek dengan cara diukur untuk membuktikan kalau meterannya tidak ngacir. Pengalaman saya terdahulu di rumah lama, menemukan meteran untuk mengisi 1 galon air minum yang seharus hanya 19 liter, mejadi 65 liter air menurut angka meteran dan itu berakselerasi artinya makin besar dan lama keluarnya air dari meteran akan semakin cepat larinya angka meteran. Ok, next mereka tidak bisa melakukan uji meteran dengan alasan meteran masih baru. Jadi solusinya apa? Uji meteran adalah hak saya sebagai konsumen toh? At the end, mereka menyerah dengan sikap saya yang ngotot, akhirnya dikasih solusi, saya mengajukan penggantian meter atas permintaan saya sendiri dengan biaya ganti meter Rp300rb dan tagihan saya yang mencapai Rp3,2 juta dinormalkan, alhasil untuk tagihan bulan Maret 2022, saya hanya membayar 350rb. Itulah pengalaman saya yang dua kali berdebat dengan mereka masalah tagihan yang tiba-tiba melonjak. Jadi, sebaiknya dicek meteran, kalibrasi.

      • Iya kemarin saya panggil tukang pam bukan dr mereka dan spt bpk bilang galon yg harusnya 19 liter itu putaran lbh 3 liter kalo bertahjn2 brp.
        Tapi saya sdh byr yg 4.7 karena pihak PAM BINTARO tdk ada mau bantu. Tagihan bulan ini saya masih 2.8
        Meteran sdh diganti saya mau isi besok dengan galon apkah masih sama spt kemarin.

  • Pak Eka,
    Apakah PAM Bintaro ini dibawah Pemda/Pemprov/Pemkot atau murni swasta?
    Kalau dibawah institusi non-swasta, sebaiknya dilaporkan ke lapor.go.id , pasti kalang kabut

  • Dari meteran memang terpakai sebanyak itu ya paman? Kalau yang terlihat tidak ada yang bocor, bisa jadi pipa yang tertanam ada yang bocor dan pasti letaknya setelah meteran