Kenaikan Suku Bunga KPR BNI Griya yang Mencekik Konsumen, Tidak Sesuai dengan Penawaran

Dear Surat Pembaca Media Konsumen,

Saya memiliki KPR dengan menggunakan Bank BNI Griya sejak akhir tahun 2018. Pada saat saya mendaftarkan diri untuk mendapatkan dana KPR, saya diinformasikan oleh tim marketing perumahan dan juga marketing BNI, bahwa bunga fixed di awal selama 3 tahun pertama.

Namun pada tahun ke-4, saya mulai merasakan kenaikan bunga/floating rate sebesar 13,5%. Saya pikir ini wajar karena baru kenaikan pertama kali. Namun pihak BNI mengatakan bahwa ini adalah bunga internal BNI yang sudah FIXED hingga tenor cicilan berakhir.

Yang saya permasalahkan adalah:

  1. Pada saat marketing menjelaskan, bunga floating akan mengikuti ketentuan bunga yang berlaku di Bank Indonesia. Dimana bunga saat ini tidak sampai 13,5%, masih sekitar 8-9% saja.
  2. Kemudian, marketing juga mengatakan bahwa floating berati mengikuti suku bunga yang berubah-ubah tergantung pada saat Bank Indonesia keluarkan angka bunga.

Namun mengapa BNI tetap mencatut harga dengan suku bunga internal mereka? Bukankah ini penipuan? Saya hanya memohon keadilan saja, supaya dibantu diringankan beban cicilan ini, agar saya dan keluarga bisa tetap hidup. Mohon bantuannya.

Terima kasih.

Septian Trisilo Prabowo
Kab. Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Penjelasan BNI tentang Kenaikan Suku Bunga KPR BNI Griya yang Mencekik Konsumen, Tidak Sesuai dengan Penawaran

Menanggapi keluhan Bapak Septian Trisilo Wibowo di media online www.mediakonsumen.com pada tanggal 29 Maret 2022 dengan judul “Kenaikan Suku Bunga...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Share pengalaman, cicilan di konvensional memang begitu tiba2 naik mulu tanpa pemberitahuan. Dulu saya malah hanya 2 th setelah itu deg-degan karena cicilan bisa naik sewaktu-waktu. Dulu solusinya saya pindah kpr ke bank syariah

  • Saya juga nasabah dari BNI griya, kenaikan nya juga gila, gak sesuai sama marketing waktu menjelaskan dulu, angsuran bulan 1-24 2.450.000 angsuran bulan ke 25-36 2.600.000, masih masuk akal lah naik 150.000, menginjak bulan ke 37 angsuran saya naik menjadi 3.850.000, ini gila ga masuk akal, naik hingga 1.250.000 ,kata marketingnya ketika menjelaskan kenaikan angsuran pun ga Sampek 400.000

        • Untuk kpr Komersil 13,5% itu standar pak apalagi bank BUMN.. tmn saya pun ambil perumahan di bekasi yg mana awalnya angsuran 2,9jt fix 3th di th ke 4 jd 4,7jt.. mau komplain? Y g akan bisa karena bapak sudah tanda tangan.. yg bisa bapak lakukan seperti tmn saya.. yaitu bapak byar pokok sambil mencicil angsurannya biar angsuran tidak bengkak seperti sekarng ini(istilahnya kt tmn saya ngebom sisa hutang pokoknya) nah itu nanti berpengaruh sm angsuran bapak berikutnya jd turun g sampe 8,5jt lg.. mgkin bsadi angka 5-6jt trgntg uang yg masuk saat ngebom itu.. semoga saran ini bisa membantu bapak septian

        • Sebentar lagi bakal lebih tinggi lagi , ada beberapa faktor , masa saat ini adalah yg terberat jika memiliki kpr ,siap2 kerja lebih ,bukan nakutin ,ini realita , 13.5% kemungkinan adalah jawaban keringanan ,karena sebentar lagi akan diatas itu 🙏

          • mending ke bank syariah angsuran flat angka awal emang lebih tinggi dari bank konven tp minimal kita bisa ngukur diri ga deg deg an bunga naik... soanya klo bunga naik cepet klo turun lama

    • Saya pakai BNI griya sampai sekarang tersisa 1.5 tahun lagi dari awal pinjaman saat itu di 9 persen, memang BNI bunga floatingnya lebih besar dibanding bank lain, dan setiap tahun selalu minta keringanan, itu pun mentok hanya di 12.5 persen dari sebelumnya 13.5 persen. Makanya saya kapok ditawari BNI griya lagi untuk KPR kedua, akhirnya saya ambil BSI di 7.5 persen.

    • Bapak septian, gmn jadi hasil mediasi nya dengan bank BNI ? Kebetulan syaa mengalami hal yang kurang lebih mirip, tapi dengan bank BUMN yg lain nya. Bungga awal 6,88% tahun 2018, floating nya tanpa pemberitahuan langsung naik di 12,25%. Saya ajukan penurunan suku bungga ga dikasih. Tetap di arah kan ke restru

  • Mungkin di ketentuan awal ada pernyataan kalau bunga dapat berubah terserah pihak bni nya, tp ya knapa bank bumn gk ngikutin BI ya

  • Penawaran awal pasti hanya terkait bunga fix sekian tahun pertama. Setelahnya, bunga floating itu mengikuti mekanisme pasar & kebijakan bank, tidak ada perjanjian yg ditetapkan di muka sekian persen. Suku bunga KPR floating rata2 di pasar memang sekitar 13,5%, sama dgn KPR BTN. Bahkan kenalan saya di bank syariah kena floating 16% setelah tahun ke-5.
    Yang anda sebut suku bunga BI 8-9% itu suku bunga acuan sebaga dasar bank menentukan suku bunga kredit setiap segmennya. Jadi kalau suku bunga floating KPR 13,5% bukan berarti bank melanggar ketentuan. Kalau memang melanggar, pasti banyak bank sudah kena sanksi dari OJK dong.
    Kalau maunya angsuran konstan lebih lama, harusnya di awal ambil KPR anda pilih bunga yang fix 8 atau 10 tahun yg berada di kisaran 8 5%. Biasanya kasus seperti anda karena tergoda bunga murah sekitar 3-4% fix 2-3 tahun, tanpa berpikir jangka panjang.

  • Jarang dan mustahil Bank mengikuti bunga BI untuk KPR floating. Biasanya BI + x%, ada juga SBN + x%. Di kontrak harusnya ada, mungkin dicek lagi. Pas penandatanganan akad, dibacakan juga seharusnya. Kalau sudah tertandatangani, yah paling kebijakan Bank.

    • anda juga dapat mengajukan restrukturisasi kpr tanpa harus take over ke bank lain akibat pandemi (program pemerintah), dimana biasanya bunga floating tahun ke 4 di BNI griya di angka 13.5% bisa turun mendekati 10% dan itu hanya berlaku 1 tahun. selamat mencoba