Shopee, JNE, Penjual atau Pembeli yang Salah?

Salam sejahtera untuk semua. Saya di Shopee sebagai seller nama toko Sablon Cup Jember. Awalnya saya mendapat telepon dari petugas JNE, yang menginformasikan bahwa salah satu kiriman saya ada yang dialihkan layanan dari JNE JTR ke JNE REG. Di Shopee, saya hanya pakai JNE JTR dan resi yang saya cetak pun JTR. Saya meminta agar paket tersebut ditangguhkan dulu.

Saya menghubungi CS Shopee, dan Shopee membenarkan kalau pesanan saya pakai layanan JTR dan menyarankan untuk menghubungi JNE. Saya menghubungi JNE lewat Twitter, paket kiriman saya dialihkan ke layanan JNE Reg, karena tujuan paket tidak terjangkau layanan JNE JTR.

Saya jadi bingung, kenapa pembeli bisa order kalau wilayahnya tidak terkover layanan JNE JTR? Saya menghubungi CS Shopee lagi, saya tanyakan yang salah ini siapa, penjual, pembeli, JNE apa Shopee?
Cs Shopee tidak menjawab pertanyaan tersebut dan meminta email dan nomor telepon saya untuk dibantu ke tim terkait.

Besoknya saya mendapatkan email agar saya menghubungi pembeli untuk membatalkan pesanan dan order ulang pakai JNE Reg. Saya menghubungi pembeli dan melampirkan email dari Shopee.

Kemudian pembeli menghubungi Shopee, dan mendapatkan jawaban bahwa pesanan tidak ada masalah dengan pengiriman. Saya menghubungi CS Shopee lagi, agar Shopee menghubungi pembeli untuk memberikan info yang benar. Kemudian saya mendapatkan balasan email lagi:

Saya merasa kecewa atas keputusan Shopee agar paket ditarik kembali. Sedangkan produk kami sablon, yang tidak bisa dijual ke orang lain, karena di gelas cup tersablon brand pembeli.

Saya berharap kepada Shopee, bila ini bukan salah kami (penjual) dan pembeli, tolong pikirkan lagi keputusannya, agar produk yang saya kirim tidak jadi sampah bila saya batalkan pengirimannya.

Hariyanto
Jember, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan JNE untuk Keluhan Sdr. Hariyanto

Sehubungan dengan surat pembaca yang telah dimuat di Media Konsumen pada tanggal 13 April 2022 berjudul “Shopee, JNE, Penjual atau...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Berarti ada diskrepansi antara sistem jasa kirim yang ada di Shopee dengan yang ada di JNE itu. Seharusnya JTR tidak bisa ke Kalimantan Tengah tetapi di Shopee kog jadi bisa digunakan. Mungkin nanti akan dapat kompensasi ongkos kirim gan..

    • Kalau jd reguler otomatis lbh mahal. Nanti seller kena potong karna hitungannya per kg. Kalau jtr kan per 10kg pertama selanjutnya tiap kg lbh murah

      • Kalau saya mending pake pos jangkauan luas ke seluruh pelosok nusantara di setiap kec ada... Dari sabang sampai merauke kebanyakan yang jauhh banyak minta pos...

        • Selama ini saya pakai JNE aman2 saja ka, dan tdk pernah terjadi seperti ini. Malah pelayanannya sangat baik.
          JNE langsung tanggap bila ada masalah. Contohnya masalah ini, JNE Pusat dan JNE cabang di kota saya langsung telpon saya. Kalau shopee masih saja bulet dengan kirim emailnya. Dengan kalimat yg di ulang2. Sempat sih telpn tp.miscll doang, no yg di hubungi no admin kami, padahal setiap chat dengan shopee sdh saya berikan no hp yg bisa di hubungi, saking keselnya sampai saya kirim Screenshotnya kalau sdh berkali2 beri no yg bisa di hubungi

      • Yg secara aturan syaten JNE sudah sesuai ini masalah ada di shopper yg tidak menginformasikan dari awal mengenai kiriman JNE jtr ke area tersebut tersedia.

        • Sederhananya, sistem JNE JTR belum sempurna di layanan shopee. Tapi shopee dapat file lokasi dari JNE.

          Ya harusnya sih yang memberikan ganti rugi Shopee dan JNE. Terkait kesalahan, bisa saja JNE (karena memberi data ke shopee) bisa saja Shopee (tidak menyesuaikan update jne)

    • Saya mengharap seperti itu gan, tapi sayang paket sdh di batalkan oleh pihak JNE karena penanganan dari shopee terlalu lama. Dan hari ini saya dapat email menyuruh pembeli membatalkan lewat chat.
      Ngomong batal di chat sdh dpt peringatan. dan kalau betul2 harus batal. Jadi produk kami jadi sampah gan. Terimakasih gan sdh beri masukan

      • Contoh sistem yg masih amatiran dan perlu perbaikan krn bikin kacau proses jual beli

        • Iya ka, sistem shopeenya yang salah, malah pembeli jadi korban. Barang orderannya tdk terkirim, padahal mau dibuat jualan minuman.
          Sedangkan saya sebagai penjual dirugikan karena produknya tdk bisa di jual ke orang lain bila pesanan tersebut di batalkan

      • Ini sih murni kesalahan dari pihak Shopee yang gagal mengatasi sistem delivery nya.
        Pihak JNE kan cuma taunya antar barang.

    • Memang bener shopee mengirim email ke saya, tapi sayangnya keputusan shopee membuat produk saya jadi sampah karena harus di batalkan.
      Sdh berulangkali saya sampaikan, kami jasa sablon gelas cup. Jadi setiap pembeli yang order sesuai nama minumannya atau brand. Jadi produk kami tdk bisa di jual lagi ke orang lain.

    • Kalau DM DI Twitter masuk tgl 6 dan di suruh menunggu 3 hari hari kerja. Sekarang sdh tgl 13.

    • min chat saya di nomer ini 0812598647** kalo mau bahan tentang kekonyolan admin marketplace lazada,shopee,toped saya ada bahan kalo mau , saya juga ada cerita siapa tau bisa jadi bahan juga

  • menurut saya jelas shopee yang salah, biasanya sudah jelas kok batasan2 nya, kalau memang tidak tersedia layanan nya, akan bisa terblokir untuk metode pengiriman tersebut

    • Sebenarnya setiap perubahan service pasti akan di infokan dl ke seller, apalagi kalau selisihnya jauh dan paket akan di pending dl. Itu sih yg sy dgr dari temen sy yg kerja di jne

    • Saya sependapat dengan kaka,
      Tp sayang ka, kami barusan dpt email dr shopee dan keputusannya tdk enak banget. Aaya harus membatalkan pesanan saya. Padahal produk yang saya jual tdk bisa di jual ke orang lain.

    • Betul gan, mungkin sistem shopee eror, yang jadi korban penjual. Harus menanggung rugi karena produk saya tdk bisa di jual ke orang lain

    • Iya ka, seharusnya seperti itu, karena banyak calon pembeli kami yg chat kalau layanan kurir tdk tersedia. Mungkin waktu itu, sistem shopee sedikit pintar.

    • Apapun intinya shopee tdk mau di salahkan...etos dan moral kerja tdk baik...itulah kalo kerja hby pke otot dan mesin...tdk cerdas..
      Mgkin ada sebagian yg nyaman ...klo saya tidak ..itu kembali pilihan...

  • Saya pernah ngalamin kasus dgn jne dulu. Buyer order dan melampirkan alamat pengiriman. Tetapi setelah pembeli terima barang, dan menyelesaikan pesanan, dana penjualan saya dipotong oleh shopee, dgn alasan tidak dikirim sesuai ke alamat pembeli. Saya pun mengontak pembeli dan pembeli menyatakan barang diterima sesuai dgn alamat yg diberikan di aplikasi. Saya mengontak jne, jne beralasan bahwa di alamat pembeli tidak ada gudang transit jne, sehingga paket tsb transit di gudang yg lebih jauh. Saya komplain ke shopee, admin nya bego beneran(gak pura"), mengatakan seharusnya saya melampirkan alamat sesuai yg di aplikasi. Saya protes dan menyatakan bahwa alamat yg saya berikan sudah sesuai yg diberi buyer di aplikasi. Tetapi tetap saja bolak balik jne dan shopee saling lempar tanggung jawab. Saya heran, sistem shopee dan jne itu gak sinkron, yg menentukan tarif dan jarak itukan jne dan shopee. Masa iya seller yg disalahkan karena gak tau gak ada gudang jne di lokasi dekat pembeli.
    Kalau kaya gini, yang salah siapa?

    • Benar sekali ka, shopee tdk memikirkan kerugian penjual, padahal produk yang saya jual adalah custum.

      • Kalau saya mendingan nyuruh buyernya bayar kekurangannya dulu gan, kalau tidak mau ya ngitung selisih ongkirnya ditutup sama untungnya jualan kaga, kalau nutupin ya lanjut wae daripada rugi sablon?

    • Yang lebih parah lagi ka, shopeenya tdk mengaku kalau kesalahan ada di sistem shopee

  • Saya mengharap seperti itu gan, tapi sayang paket sdh di batalkan oleh pihak JNE karena penanganan dari shopee terlalu lama. Dan hari ini saya dapat email menyuruh pembeli membatalkan lewat chat.
    Ngomong batal di chat sdh dpt peringatan. dan kalau betul2 harus batal. Jadi produk kami jadi sampah gan. Terimakasih gan sdh beri masukan

  • Solusinya mungkin batalkan saja, ketika barang sudah diterima, suruh buyer order lagi lewat tokopedia atau bukalapak, lazada atau lainya, coba error tidak.

    • Terimakasih banyak gan masukannya, sebenarnya pelanggan kami bisa kami chat semua via wa agar pindah ke marketplace yang kaka sebut, karena kami punya data semua konsumen waktu diskusi desain

  • Seharusnya marketplace sudah siap dengan resiko seperti ini karena kesalahannya ada sistem yang tidak update, tapi pada kenyataanya yang harus menanggung kerugian itu pihak penjual, kalau dibatalkan penjual rugi karena yg dijual barang yang tidak bisa dijual ke orang lain, kalaupun di teruskan pasti selisih ongkir juga akan dibebankan ke penjual, seharusnya selisih ongkir karena kesalahan sistem itu dibebankan ke marketplace atau expedisi tapi mereka ga mau menanggungnya.

    • Betul ka, padahal nyablon tdk gampang ka, susah payah sablon gelas sebanyak 600 cup. Kebetulan pembeli order 600 cup.
      Dan akhirnya tdk bisa di kirim. Kalau saya paksakan di kirim pakai JNE reg, malah lebih mahal ongkirnya dari pada harga produknya.

  • admin sopi emang goblox., jawabnya emang suka ngasal, ga mikir, kalau sdh terpojok, di akhiri chatnya. krn sdh masuk media konsumen, ntar lg pasti anda akan di call, ditawari vocer buat nutup berita di MK.

    • Benar kata kakak, kadang kami sampai emosi karena tdk nyambung. Sampai saya tanyakan kalimat apa yang mau di follow up ke tim terkait, karena sering yang saya laporkan tdk sama dengan jawaban nya di email.

      • Resi pengiriman JNE JTR, seharusnya tidak bisa di ubah secara sepihak menjadi JNE REG, karena akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap JNE, kalau alasannya tidak tercover itu alasan yang dibuat buat karena agen JNE penerima awal sudah tau jangkauan JNE JTR,
        Kalau JNE JTR tiba tiba diluar jangkauan harusnya pihak JNE yang menginformasikan secepatnya kepada agen agen JNE agar tidak mrnggunakan JNE JTR tapi JNE REG. Menurut saya banyak karyawan JNE yang tidak loyal ke perusahaan, berbuat sedemikian rupa agar kiriman terlambat, Saya beberapa kali mengalami keterlambatan dan melalui email JNE menyatakan barang hilang dan disuruh klaim, tetapi tiba tiba kurir JNE mengantarkan paket saya dan mengatakan kalau keterlambatan disebabkan ada kurir yang resign sehingga ada data data yang harus di cari cari, artinya prosedure resign nya semau gue, kabuuur dah

  • Fix shopee yg salah. Kabur dari tanggung jawab. Maklum punya otoritas mutlak utk mengambil keputusan seenak nya