Kategori: Tanggapan

Tanggapan terkait Biaya Terima Paket Buku Hadiah dari Luar Negeri

Kepada Yth. Bapak Alex,

Menanggapi Surat Terbuka yang Bapak Alex ajukan kepada Bea Cukai dengan Judul “Biaya Terima Paket Buku Hadiah dari Luar Negeri Sangat Memberatkan” di MediaKonsumen.com pada tanggal 16 April 2022 dapat kami sampaikan bahwa sesuai dengan PMK 199 tahun 2019 barang kiriman dengan nilai di atas USD 3 akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Termasuk barang hadiah atau gift akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Sehingga, secara default atas barang kiriman dikenakan bea masuk dan PPN 10%. Untuk kasus ini biaya yang ditagih Bea Cukai adalah PPN Impor sedangkan biaya administrasi pos, handling fee dan PPN 10 persen adalah biaya yang dipungut oleh jasa ekspedisi yang digunakan.

Informasi terkait pungutan yang ditagihkan oleh jasa ekspedisi Bapak/Ibu dapat berkoordinasi dengan Pos Indonesia selaku jasa ekspedisi yang digunakan. Khususnya Saudara perlu pastikan juga ke perusahaan jasa ekspedisi, apakah benar PPN dikenakan sebanyak dua kali.

Lalu ketentuan perpajakan barang kiriman sudah ada setidaknya sejak 2010, sebagaimana tertuang dalam PMK 188/PMK.04/2010. Sehingga tidak tepat bahwa periode pemerintahan saat ini berbeda kebijakan dengan periode sebelumnya.

Selanjutnya apabila penetapan nilai barang kiriman tidak sesuai, Bapak/Ibu dapat mengajukan keberatan ke kantor Bea Cukai yang menerbitkan penetapan dengan didukung dokumen pendukung yang valid sesuai PMK 51/PMk.04/2017 tentang keberatan di bidang kepabeanan dan Cukai. Infografis https://www.instagram.com/p/CFIzAV7ga6X/?igshid=YmMyMTA2M2Y=.

Untuk informasi lainnya terkait Kepabeanan dan Cukai Bapak/Ibu bisa menghubungi Bravo Bea Cukai 1500 225 https://linktr.ee/bravobeacukai.

Demikian pernyataan resmi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih

Hormat kami,

Humas Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai
Kantor Pusat Bea Cukai, Jl. Ahmad Yani By Pass, Rawamangun
Pulo Gadung, Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Surat Pembaca Terkait Tanggapan Ini

Biaya Terima Paket Buku Hadiah dari Luar Negeri Sangat Memberatkan

Saya ingin mengeluhkan tingginya biaya yang dikenakan kepada saya ketika menerima surat yang isinya ada sebuah buku hadiah dari teman...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya sebab pihak kantor pos yg menagih biaya tsb tidak bisa memberikan penjelasan apapun kecuali menagih biaya tsb.Jika ada penjelasan yg baik,tentu bisa di maklumi.Jadi daya telahmemberitahu kepada teman yeman saya diluar negeri untik tidak sembarangan mengirimkan hadiah apapun ke saya tanpa pemberitahuan dulu sebab akan ada biaya pajak yg harus saya bayar.
    Saya usulkan kepada pihak pos untuk tidak mengenakan biaya penanganan 10.000 dan 15.000 lagi sebab biaya kirim sudah dilunasi oleh pengirim diluar negeri .Jika ditagih lagi biaya penanganan 10.000 dan 15.000 itu,jelas sudah memberatkan masyarakat apalagi ada biaya inap yg ditambahkan jika tidak diambil sesuai jadwal yg ditentukan oleh pihak pos .Mohon pihak pos indonesia tidak membebankan biaya biaya lain yg sudah dibayar oleh pengirim dari luar negeri sehingga aturan yg dibuat tidak memberatkan masyarakat yg sedang susah karena situasi yg belum normal karena pandemi yg berkepanjangan di indonesia.

    • "sejak 2010, sebagaimana tertuang dalam PMK 188/PMK.04/2010. Sehingga tidak tepat bahwa periode pemerintahan saat ini berbeda kebijakan dengan periode sebelumnya."

      Di skakmat bea cukai langsung kicep si alex, mau nyalahin rezim jadi gagal wkwkwk, ah elah perkara recehan doang padahal yak..

      • Si TS yang kemarin komplain most likely coba ngakalin kiriman dengan "marked as gift" yang merupakan modus udah basi.
        Jujurlah dalam mengimpor barang dan jangan lupa cantumkan npwp supaya pajak yang dikenakan sesuai.
        Pake alasan petugas pos tidak bisa menjelaskan segala, ckckckck padahal di invoice tertulis jelas biaya apa saja. Capedeee

    • memang PT. Pos Indonesia penanganannya kurang baik. Pungutan paket dr LN serasa " di ada adakan. Sy th 2009 juga pernah beli barang dr Korea yang seharusnya tidak ada biaya tambahan jadi kena biaya packing ulang 10rb/15rb yg cuma plastik seal yg biasa gratis di expedisi lain spt JNE. Tidak heran jika PT. Pos Indonesia bukan expedisi andalan orang Indonesia.

      • Betul eekali bro ..kinerja Pos Indonesia perlu diaeasi oleh pihak yg lebih berkuasa.Kalau tidak di monitor oleh pengawas yg lebih berkuasa,kinerjanya sangat mengecewakan....
        Tak heran online shop di indonesia jarang memakai jasa pos indonesia padahal kantor pos terdapat di banyak pelosok indonesia.Sayang kelebihan ini tidak bisa dimaksimalkan sehingga jaman sekarang masyarakat yg mau kirim apapun selalu menuju ke jasa kurir swasta yg makin banyak bemunculan.

  • Beli minyak goreng aja ngeluh pakai ikutan mailing list. Dibilangin orang sekampung ngeyel, dibilangin pihak terkait pancet ngeyel. Dasar Karen millenial.

    • Halo PT POS INDONESIA,
      Mana tanggapanmu atas keluhan rakyat seperti ini?
      Saya sendiri sering kena biaya tambahan yg nggak masuk akal,seperti menerima surat yg ditaruh dalam box kardus dikenakan biaya alasannya pakai box kardus dan kejadian ini sudah lama terjadi.Belum lagi kasus surat yg hilang entah jemana,kalaucomplain ke CS kantor pos tidak bisa diterima karena bukan pos tercatat sehingga tidak bisa di tracking.Belum lagi surat yg saya terima perangkonya yg tertenpel disurat,ditarik/diambil paksa,dll.Yg jadi masalah lagi sekarang,pos indonesia tidak menerima kiriman pos tercatat biasa ke luar negeri karena terbatasnya penerbangan selama covid dan nenyarankan pakai EMS atau post export yg tarifnya jauh lebih mahal dari pos tercatat biasa tarif post international biasa mencapai 450.000 untuk kiriman dokumen seberat 170 gram.Harganya memberatkan sedangkan yg lebih murah ditutup dg alasan terbatasnya penerbangan biasa ke negara tujuan.Yg saya herankan negara negara lain yg levelnya dibawah indonesia maaf seperti pakistan bisa mengirimkan surat priority dan pis tercatat ke indonesia tapi dari indonesia ke pakistan kirim surat pos biada maupun tercatat tidak bisa.Pis iran dan pos belarusia bisa mengirimkan surat biasa dan pos tercatat ke indonesia tanpa masalah selama pandemi,tapi pos indonesia tidak bisa mengirimkan surat pos biasa dan tercatat biasa ke iran dan belarusia.Mengapa pos indonesia tidak mau memakai pesawat penerbangan yg mengangkut kiriman pos dari iran atau pos dari belarusia ke indonesia? Jika memakai pesawat peberbangan tsb tentu kiriman pos biasa dan tercatat dari indinesia bisa diteruskan ke iran dan belarusia.sungguh sangat mengecewakan kinerja pos indonesia dan saya harap ada yg mengawasi kinerja pos indonesia yg belum mampu memuaskan pelanggannya di indonesia.

  • Klo gak ada labelnya/harganya, mereka mengena kan standar harga keumuman yg di tetapkan, utk kategori tertentu, HS CODE

  • Dikira dia kirim dari bandara ke rmh dia kurir di Indonesia gak ush dibayar gitu peak Alex Alex, jelas2 temen enter cmn bayar ongkos kirim dr negara dia ke negara penerima, bukan bayarin expedisi pos Indonesia yg kirim paket dari Bandara internasional tempat paket msk Indonesia ke alamat rmh ente

    • Mohon jawabannya dari pos indonesia apa memang begitu aturannya.Surat/paket kiriman dari pos negara lain biaya kirim yg dibayar di negara asal hanya sampai dibandara negara tujuan saja? Setahu saya peraturan UPU tidak seperti itu.kiriman international antar negara diatur oleh UPU dan sepertinya UPU tidak memberlakukan aturan seperti itu.saya kirim surat atau paket ke luar negeri selalu diantar ke alamat tujuan tanpa dipungut biaya pengiriman lagi.Jika kamu tidak paham hal ini,jangan asal komentar berdasarkan asumsi dan pendapat pribadi.Tanyakan langsung ke PT POS INDONESIA benar atau tidaknya.

      • Wkwkwk sobat misqueeen, 15 ribuan aja sampe bawa2 universal postal union segala, badan pos pbb disuruh turun tangan njir, koplak..

        • Bro ...UPU bukan badan pos PBB.UPU adalah organisasi pos seluruh dunia yg mendaftar di UPU.Badan pos PBB namanya UN post
          Jika kamu tidak mengerti dan paham tentang UPU(UNION POSTAL UNIVERSELE)Jangan asal komen yg akhirnya memalukan diri sendiri...makanya belajar yg kebih banyak lagi sehingga tidak dungu dan salah memberi komen..dasar koplak loe!

          • Wkwkwk, sobat misqueeen dah salah ngeles pula, ko baca ini
            " The Universal Postal Union (UPU, French: Union postale universelle), established by the Treaty of Bern of 1874,[2] is a specialized agency of the United Nations (UN)"

            Paham gak ko woy OD, wkwkwk, pake google translate bila tak paham, jan lupa pake wifi gretongan ya wahai sobat misqueeen, wkwkwwk..

  • (karena situasi yg belum normal karena pandemi yg berkepanjangan di indonesia) .
    Kasian pandemi jadi kambing hitam

  • Maaf sekedar curhat...Sebenarnya pajak ini bisa dibilang menguntungkan jika yg terkena pajak hanyalah barang jadi,... Dengan demikian produk dalam negri akan semakin maju.. yg masalah adalah barang mentah yg dikirim dari luar negri juga dikenai pajak yg sama... Sedangkan produsen produk indonesia masih membutuhkan beberapa barang mentah dari luar negri... Ada beberapa barang dan bahan mentah dari luar yg masih di butuhkan oleh pelaku industri dalam negri, karna di indonesia belum memoroduksi bahan mentah tersebut...

  • Sudah pergi sana,aku tak butuh komenlu yg koplak itu.Nggak bisa bedain UPU dan UN post sok keminter komen.Dasar muka tebal nggak tahu malu dan suka nyinyir aja hidupmu ..sudah salah memberi komen,masih tebal muka...hadeh...manusia macam apa kamu itu...