Kena “Prank” Agoda dan D’ Hotel Jakarta

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Media Konsumen dan pembaca pemerhati layanan konsumen. Kejadian bermula saat saya sekeluarga silaturahmi ke rumah mertua pada tanggal 05 Mei 2022. Karena rumah mertua penuh, saya pun memesan hotel via Agoda, dengan ID Booking: 690315681 dan kami telah melakukan pembayaran dengan nomor pembayaran 1236 2105 1107 6705.

Setelah melakukan pembayaran, saya berangkat langsung menuju D’HOTEL JAKARTA Jl. Sultan Agung No.9, RT.1/RW.1, Guntur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan. Alasan memilih hotel ini, karena lebih dekat dengan rumah mertua dan gampang esoknya jika berkumpul kembali dengan keluarga besar.

Sampai di D’HOTEL JAKARTA menurut staf yang bertugas, orderan saya via Agoda belum masuk. Pihak Hotel D bersikukuh agar saya konfirmasi kepada pihak Agoda. Sebagai customer, tentu saja saya sangat dirugikan dengan sistem seperti ini. Saya sudah bayar saya tidak bisa menikmati service yang seharusnya.

Bukan urusan saya juga kalau ada delay pembayaran, ya itu urusan pihak Agoda dan Hotel. Kenapa saya yang harus terkatung-katung tanpa kejelasan pada saat dini hari? Untungnya saya bawa kendaraan sendiri. Bagaimana kalau pakai taksi? Harus bolak balik nyari hotel mana yang kosong? Sementara pakai aplikasi seluruhnya sudah closed, full booked dari info tampilan masing-masing hotel terdekat.

Saya dan suami menawarkan untuk early check in saja dulu secara manual. Karena kemungkinan di proses akhir hari dana akan diteruskan pukul 07:00 paginya atau gagal sama sekali. Toh jika memang dana tidak masuk pun ke pihak hotel, besoknya kan bisa tagih ke customer secara cash pas check out bukan?

Namun kepala senior staf pihak D’HOTEL JAKARTA bersikukuh masalahnya di Agoda itu. Kaku sekali dan merepotkan. Iya saya paham masalah di delay dari Agoda itu, tapi kok gak ada pedulinya sama sekali dengan sistem delay mereka? Tidak ada solusi alternatif dari pihak D’HOTEL JAKARTA ini. Sebodo amat orang dah bayar tapi belum masuk ke sistem mereka.

Masalah ini saya kira bisa terjadi pada aplikasi dan hotel mana pun. Namun apa manajemen hotel gak pernah memperkirakan dan mencari solusi apa yang harus dilakukan jika pembayaran delay pada sistem? Atau memang ya sudah telantarkan saja, urusan customer malam-malam pontang-panting nyari Hotel.

Sampai sekarang uang yang saya bayarkan belum dikembalikan oleh Agoda ataupun pihak D’HOTEL JAKARTA. Tolong kembalikan uang saya!!! Saya sudah ditelantarkan malam-malam, malah uang saya belum kalian kembalikan.

Widiastuti
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Saya pernah ke D Hotel ini. Tidak direkomendasikan buat hunian keluarga apalagi bawa anak.
    AC ga dingin, kamar pengap, kamar mandi jorok. Ada cewek cewek pakaian minim hilir mudik di lorong lantai pada merokok.

    • Kalau untuk cewe cewe pakaian sexy di lorong pun itu bukan urusan hotel setau saya, semua hotel seperti itu, tidak melarang tamu berpakaian seperti apa, jika tamu lain keberatan atas tamu berpakaian mini kenapa tidak langsung di tegor saja tamu nya? Kenapa mesti menjatuhkan/merugikan hotel lain?

  • Saya dan suami menawarkan untuk early check in saja dulu secara manual. Karena kemungkinan di proses akhir hari dana akan diteruskan pukul 07:00 paginya atau gagal sama sekali. Toh jika memang dana tidak masuk pun ke pihak hotel, besoknya kan bisa tagih ke customer secara cash pas check out bukan?
    ===
    Make sense sih ini.

    • Pengalaman saya begitu di hotel Amaris group Pekanbaru bisa kok manual jika delay. Suami saya sudah berbicara langsung dengan senior staff/ spvnya via telp pun gak mau tau. Tapi ya entah karena males atau masa bodo. Customer yang terlantar. Saya kan nginep disitu, bukan beli barang yang langsung pergi begitu saja. Besok pas chek out tinggal mereka cek. Ya kalau belum masuk tinggal bayar cash. Karena kalau saya bayar lagi ditempat khawatir double payment sementara saya hanya butuh 1 hari.

      • Setuju, sebagai mantan receptionist bintang 5 banyak kasus tamu booking mendadak tapi belum masuk di sistem hotel. Selalu solusi yang saya tawarkan untuk taruh deposit dan dikembalikan pada saat check out.

  • Saya selalu pakai Agoda untuk booking hotel dan selama ini tidak ada masalah. mungkin kendalanya di pilihan pembayaran yg mengakibatkan delay atau waktu booking yg sudah hampir tengah malam. di screenshot tertera pembayaran dilakukan tgl 5 mei jam 23.36, setahu saya kan rata2 kebijakan hotel untuk check-in kan berlaku mulai pukul 2 siang, dan anda tidak menjelaskan jam berapa anda booking di Agoda. Jika anda booking pagi atau siang hari dan langsung melakukan pembayaran, meskipun anda telat datang checkin ke hotel, pasti hotel akan tetap memberikan kamar untuk anda, bahkan jika kamar yg sudah dipesan habis pun pihak hotel akan memberikan kamar lain (upgrade) karena Agoda sudah menjamin ketersediaan kamar. Tapi kalau anda booking jam 23.00, dibayar saat itu juga dan langsung ke hotel untuk check-in, ya pastinya harus menunggu karena pihak hotel ingin mendapat kepastian bahwa Agoda sudah membayar ke mereka. Karena setahu saya cara Agoda seperti itu: tamu booking kamar - proses pembayaran - Agoda membayar ke hotel - kamar disediakan pihak hotel - check-in. Apalagi jika anda memilih opsi pesan sekarang bayar nanti, menggunakan kartu debit/kredit. biasanya kartu anda akan dicharge 2-3 hari sebelum tgl kedatangan anda ke hotel. Setahu saya jarang orang booking Agoda mendadak kecuali dia extend/perpanjang masa menginap, kebanyakan pesan jauh2 hari untuk mendapat harga murah di awal

    • Saya booking jam 23:00. Tidak ada informasi dan batasan jam booking baik oleh pihak Hotel maupun Agoda. Saya kira saya fine saja booking jam berapun. Benar pihak hotel menunggu dari Agoda. Tapi kan dalam waktu ketidakpastian apakah booking diteruskan oleh Agoda ini kami minta early chek in saja dulu ke petugas hotel karena sudah larut malam. Silahkan hotel mau minta jaminan apa jika memang dana yang sudah saya bayarkan ke Agoda tetap tidak masuk. Sistem delay payment ini lumrah dalam transaksi agensi hotel. Ini juga masukan Manajemen hotel ya bikin SOP Plan A,B,C jangan Customer yang dilepehin.

  • Sebaiknya hindari transaksi bank ditengah malam karena sedang proses rekonsiliasi. Bisa jadi agoda juga belum terima dana karena nyangkut di proses bank. Sebaiknya cek juga ke bank transaksi.

    • Terima kasih sarannya. Saya pikir tidak ada yang salah dengan transaksi jam berapa pun? Karena tidak ada informasi persyaratan batasan booking oleh pihak Agoda mau pun Hotel. Saya setelah kejadian itu pesan via tiket.com di hotel sofyan fine fine saja. Cobalah anda lihat di postingan postingan Sosmed Agodaindonesia apakah ratusan orang yang komplain minta refund itu karena booking di malam hari? Saya pikir ndaklah pak. Tapi sekali lagi terima kasih atas atensi anda terhadap musibah saya pak.

  • Izin berkomentar, selaku karyawan hotel biasanya tamu booking dan check in dalam waktu berdekatan bisa terjadi delayed dikarenakan email/voucher telat diterima oleh pihak hotel. Buat kenyamanan tamu biasanya kita memberikan solusi untuk memberikan deposit tunai sesuai harga kamar supaya tamu bisa segera check in. Pihak hotel akan berinisiatif untuk menghubung OTA bersangkutan untuk memastikan bookingan tersebut valid dan apabila voucher telah diterima, pihak hotel akan mengembalikan deposit tersebut saat check out. Terima kasih

    • Benar pak. Itulah yang saya dan suami maksud. Pihak hotel mau minta jaminan apa? Itu dah diomongn. Tapi karyawan senior/spvnya juga ga ngerti D Hotel Jakarta ini. Agoda lagi Agoda itu. Solusinya ya kita dilepehin...

  • Ini nampaknya pihak hotel sudah menjual kamar ke tamu lain sehingga cari alasan kalau pesanan belum diterima atau keburu diisi orang pakai buat short time 🤣

  • Apakah anda benar-benar sudah memesan via online? Atau hanya cari sensasi saja? Dan untuk menjatuhkan hotel ? Setau saya kalau pun delay kenapa ga coba datang ke hotel nya dan bertanya lagi? Kalau pun delay bukannya cuman sampai esok pagi saja? Masalah uang nya pun kalau anda mempermasalahkan uangnya kenapa anda tidak dateng ke bank anda untuk mengecek kembali apakah dana nya sudah dikembalikan atau belum? Dan anda bisa hubungin pihak agoda terlebih dahulu baru ke hotel. Jika agoda bilang sudah masuk bookingan baru anda bisa menghubungi pihak hotel.
    Saya sarankan untuk mengecek semua terlebih dahulu dan menghubungi pihak yang terkait, jika ternyata semua kesalahan di anda, anda bisa kena pasal atas pencemaran nama baik perusahaan.
    Masf kalau ada salah kata atau yang mungkin menyinggu🙏🏻

    • Apakah anda tidak melihat screen shoot pemesanan online yang saya tampilkan diatas ? Menurut anda apakah penulis yang mengeluhkan pelayanan di mediakonsumen.com semua hanya mencari sensasi? Menuntut uangnya dibalikin itu mencari sensasi?

      Gini bu... Saya butuh penginapannya satu hari. Sampai esok paginya. Kalaupun pihak D'Hotel khawatir delay pembayaran dari AGODA tidak diteruskan sampai 2 tahun kedepan. Silahkan saat itu minta jaminan apa ke saya? Saya butuh menginap sampai esok. Ini kok kaku banget.

      Ya jelas saya mersa dirugikan sistem kerjasama antara AGODA dan D'HOTEL JAKARTA. Sistem pembayaran kerjasama mereka yg delay malah customer yang dirugikan. Saya keluar uang tapi tidak menerima service yang seharusnya.

      Statement anda default mirip staf D'Hotel kalau belum masuk ke Hotel. Ya hubungi Agoda. Tidak peduli kalau di sistem kerjasama anatra kalian ada delay yang mengorbankan customer.

      Ngapain saya ke Bank? Bank sebagai penyalur dana saja kok. Di bukti screen shoot diatas itu sudah jelas dana berhasil disalurkan oleh Bank. Untuk mengecek saldo udah dikembalikan atau belum ya saya cek saldo rekening saya. Sampai saat ini belum ada pengembalian.

      Pencemaran nama baik? Wow I'm so scary! Anda pihak D'HOTEL atau AGODA kah? Kenapa anda yang blingsatan repot menyampaikan ancaman pencemaran nama baik ke saya? Data saya ada di admin Mediakonsumen. Saya tidak kemana mana kok ini masih berjuang untuk permintaan hak saya. Yang jelas bukan anda yang dirugikan disini. Tapi saya.

      Maaf juga kalau ada kata menyinggung. 🙏

  • Ini hotel buruk sekali pelayanannya. Walaupun belum masuk pembayarannya. Kan sudah ditawarkan costumeer bayar manual di hotel. Urusan belum masuk pembayaran online itu nanti belakang. Yg penting tamu bisa cek in dulu skrang.

    Ini hotel gak bersyukur ada yg booking kamar. Berarti ada pemasukan. Harusnya senang tapi malah menolak. Apa sudah kaya. Besok besok gak ada tamu yg nginap di hotel ini baru tahu rasa.

    Sebelum menuju ke hotel sebaiknya menelepon dulu ke pihak hotel setelah melakukan pemesanan online apakah vouchernya ssh masuk atau belum. Hotel akan memberi tahu hal ini. Jika memng hotel mengatakan blm masuk kita juga dapat menelepon pihak agoda untuk mencarikan solusi.

    Pengalaman sy jg mesan hotel pakai Agoda jam 12 siang. Mau cek in jam 2 siang di hri yg sama. Pas datang di hotel di bilang belum masuk. Tapi pihak hotel gak berhenti menunggu dan mencari terus pesanan saya. 2 x pihak hotel hotel mengatakan pesanan blm masuk. Sy agak panik juga. Dan setelah itu pihak hotel meminta KTP saya dan sekali lg menanyakan pesanan sy lewat apa. Sy bilang agoda. Yg sudah sy bilang sebelumnya. Kemudian reseptionis menuju komputer dan sesekali menelepon. Sekira hampir 1 jam baru sy di panggil receptionis untuk menandatangani formulir booking dan menerima kunci kamar. Berarti waktu 1 jam telah dihabiskan receptionis untuk mencari pesanan dan mempersiapkan kamar saya. Dan ini terjadi di hotel Santika

    Dari pengalaman itu sy menilai aplikasi Agoda tidak sebaik Traveloka dan Ticket.com. Karena aplikasi ini di kelola dan berbasis di Singapura. Jadi sistimnya makin tambah ribet. Yang kedua mencatumkan harga murah yang seolah2 menjebak. Padahal harga yg ada belum termasuk pajak saat cek out.

    • Agoda sudah saya uninstal pak Munzir. Saya juga bingung kenapa pemerintah mengijinkan aplikasi ini? Kantor enggak tau dimana? Contact center ga jelas. Dini hari dihubungi ga bisa. Komplain via akun sosmed yang jawab CS English. Saya lihat banyak yang komplain Agoda thailand Agoda India Agoda Indonesia.