Kategori: Tanggapan

Tanggapan Indodana Atas Keluhan Ibu Istiqomah

Terima kasih atas surat pembaca yang disampaikan oleh Istiqomah di Media Konsumen tanggal 20 Agustus 2022 dengan keluhan “DC Indodana Menghubungi Nomor Kantor Meski Masih Saya Respon“, maka dengan ini kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Ibu Istiqomah.

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami dari Indodana telah menghubungi ibu Istiqomah pada 22 Agustus 2022 untuk klarifikasi keluhan beliau dan menyampaikan bahwa petugas penagihan melakukan percobaan penagihan selama belum melakukan pembayaran tagihan. Namun ibu Istiqomah menginformasikan saat ini sedang meminta bantuan dari pihak ketiga dalam hal ini lembaga yang bergerak sebagai jasa manajemen hutang pinjaman untuk mediasi dengan Indodana.

Kami juga telah menawarkan program keringanan tagihan kepada beliau guna mempermudah penyelesaian tagihan di Indodana. Namun percakapan dengan beliau terputus sehingga kemudian dicoba kembali hubungi sampai dengan 24 Agustus 2022, namun tidak berhasil. Sehingga kami menyampaikan penjelasan melalui email yang kami kirimkan pada Senin 22 Agustus 2022 kepada beliau namun sampai dengan saat ini belum ada tanggapan dari ibu Istiqomah.

Demikian tanggapan yang dapat kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Julia
Customer Experience Manager
PT Artha Dana Teknologi (Indodana)
Jl. KH. Hasyim Ashari No. 26, Jakarta 11430

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Surat Pembaca Terkait Tanggapan Ini

DC Indodana Menghubungi Nomor Kantor Meski Masih Saya Respon

Pada 16 Agustus 2022 Saya dikabari oleh rekan kerja bahwa ada pihak Indodana yang menghubungi Kantor. memberitahukan bahwa saya ada...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Teman sekantor saya juga ada pinjaman di indodana. Cicilan 1,2 jt tenor 6 kali. Dia telat bayar cicilan ke-4 yang jatuh tempo di September 2022. Dia msh upaya bayar sebagian tiap ada rezeki lebih, kalo nggak salah sudah 3x nyoba bayar tagihan yg September 2022 tapi msh kurang bayar dendanya hingga akhirnya tibalah waktunya jatuh tempo cicilan ke-5 di Oktober 2022, lagi-lagi belum bisa bayar. Total pinjamannya kalo sampe cicilan terakhir sekitar 2,9jt.

    Kenapa sy bisa tahu detail banget??
    Karena DC Indodana telp setiap hari ke kantor, pagi dan siang hari. Pernah, sekali saya yg kebetulan jawab telepon DC tsb dan DC tsb menyebutkan secara rinci bahwa teman sy itu ada pinjaman di Indodana yg sudah telat bayar (disebut juga tuh angkanya berapa, telat berapa lama). Bahkan DC tsb bilang teman saya nggak merespon sama sekali ketika dihubungi oleh DC baik wa ataupun telp.
    Kantor jelas merasa terganggu. Akhirnya Ybs dikenakan sanksi SP.
    Namun telp DC ke kantor tetap lanjut.
    Saya dan teman lain yg di bagian operator telp jelas merasa sebal dan sangat terganggu. Akhirnya HRD yg hubungi teman saya itu.

    Ternyata keluarganya lagi sakit dan butuh perawatan cuci darah setiap beberapa hari sekali, dia juga sudah izin dari kantor untuk WFH (hampir sebulan pengajuan WFH).
    Dan ternyata dia merespon setiap chat DC Indodana. Bahkan dia sempet share screenshoot chat wa nya serta rekaman telp nya dengan DC Indodana.
    Tetap aja DC Indodana setiap hari telp ke kantor dengan alasan Ybs nggak bisa dihubungi dan tdk ada respon sama sekali, padahal kantor sudah infokan bahwa Ybs nggak ngantor.

    Saya yg kemaren sempat sebel ke teman saya itu karena harus berurusan sama telp DC Indodana, sekarang jadi lebih paham setelah baca surat2 di MK bahwasanya memang pada dasarnya DC Indodana ini penagihannya tidak sesuai SOP. Kenapa rincian hutang disampaikan ke kantor? Bukannya itu privacy? Kalo sekedar mengingatkan masih wajar, apalagi kalo debitur nggak bisa dihubungi. Lhah ini masih bisa dihubungi, masih merespon, bahkan ada upaya bayar sebagian beberapa kali.

    Dua hari lalu bahkan saya denger info DC Indodana tsb menagih ke HRD dan sekarang teman saya itu terancam dipecat.

  • Menurut saya,tanggapan indodana tidak menjawab keresahan pihak terkait.

    Sesuai aturan OJK ada 3 larangan tegas terkait tindakan Deb Coll yg tidak boleh dilakukan :
    1. Menggunakan cara ancaman
    2. Melakukan tindak kekerasan yg bersifat mempermalukan
    3. Melakukan tekanan baik secara fisik ataupun verbal.

    Apakah OJK tidak mensosialisasikan pasal-pasal terkait peraturan yang diberlakukan?atau pihak pelaku usaha yang lebih memilih untuk melanggar?

    menginfokan terkait hutang,selain ke emergency call dan terhutang saja itu sudah pelanggaran,ditambah menghub kantor dan memarahi,menagih bahkan mengintimidasi pihak lain apakah begitu cara kerja penagihan?

    yang akan dirugikan bukan hanya pihak terhutang,tapi pihak lain yg ada d kantor karna mengganggu sekali kegiatan kantor itu sangat meresahkan.

    Yang kedua,untuk memberikan bukti rekaman tlp?
    apakah semua kantor yang d hub oleh DC indodana bisa merekam pembicaraan?jelas tidak.. Lalu?apa bukti yang bisa dilampirkan?

    bukan kah pihak indodana,bisa secara intern mengecek Record penagih yg melalui PC dan bisa di ulang?kenapa mesti menyulitkan mrka y sudah diresahlan tapi tidak bisa melampirkan bukti terkait?
    MUSTI ada pengecualian dong,dr segala bentuk penerimaan komplen,seperti kondisi DC TLP KE KANTOR. tidak smua bisa melampirkan bukti record tlp.

    Terimakasih

  • Indodana BANGKRUT...Bener kan??? Update maintance service berminggu-minggu. Goodnews buat para peminjan?