Drama PCR di Laboratorium Health Clinic Bali, Jalan Sunset Road

Tanggal 13 September pukul 14.46 WITA saya dan suami melakukan PCR Test di Laboratorium Health Clinic Bali di Jalan Sunset Rd (Pertokoan Sunset Permai – sederetan dengan Bumame). Hasil suami keluar beberapa jam kemudian yang dinyatakan negatif. Sementara hasil saya belum ada kepastian di hari itu dan kemudian menerima wa dari Clinic jika akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan sample yang sama.

Dari sana langsung perasaan tidak enak. Terbukti pada pukul 11 malam kurang hasil keluar dan dinyatakan positif (CT Value Gen Orf 32.13 & CT Value Gen N 30.77 – sample hanya diambil dari hidung SEBELAH KIRI SAJA, CUT OFF 35). Tujuan awal melakukan PCR karena sebagai salah satu syarat masuk SING (di mana kami tidak tahu jika sertifikat booster harus di-convert dulu ke format WHO EU dan kami akan terbang pada tanggal 14 September pukul 14.30 WITA).

Karena panik melihat hasil + akhirnya pada pukul 00.00 lewat kami memutuskan untuk mencari lab lain yang bisa provide PCR Express tapi ternyata tidak ada karena semua hasil hanya bisa diperiksa mulai jam 09.00 WITA dan itupun paling cepat 6 jam setelah sample diambil.

Akhirnya kami melakukan antigen terlebih dahulu di UNICARE CLINIC ( tanggal 14 September pukul 00.00) di mana hasil antigen NEGATIF.

Pada tanggal yang sama, tanggal 14 pada pukul 14.21 WITA saya kembali melakukan PCR di BUMAME Sunset Road (SAMPLE Naso diambil dari hidung SEBELAH KIRI & KANAN), hasil saya terima via wa pada tanggal yang sama pukul 17.33 dimana itu NEGATIF dengan CUT OFF 38.

Saya konsul ke beberapa kenalan dokter dan komentar mereka hanya satu kata, ANEH (apalagi di lab ini sample hanya diambil dari hidung sebelah kiri, bukan dari keduanya, kiri dan kanan). Kenapa? Karena dengan CUT OFF yang lebih tinggi, seharusnya hasil saya di Bumame itu POSITIF bukan?

Apalagi dengan jeda kurang dari 24 jam masa iya CT saya dari hasil cek di lab pertama dr angka 30-32 bisa melesat jauh di angka 38? Saya sudah konfirmasi juga dengan CS Bumame, mereka menjawab dengan jawaban yang sama : BENAR IBU.

Saya hubungi Laboratorium Health Clinic Bali tsb minta pertanggung jawaban mereka karena pada tanggal 14 itu saya sudah tidak bisa terbang, tiket dan bagasi hangus dan suami saya harus beli bagasi lagi agar bisa terbang ke SING. Sending doctor di lab tersebut menghubungi saya via wa call dan beliau ramah awalnya, setelah beberapa waktu saya dan beliau terlibat percakapan yang sedikit panas dan beliau mengeluarkan satu statement : jadi menurut Ibu hasil negatif itu benar dan positif itu salah?

Perlu ditegaskan di sini, jika hasil recheck PCR kedua di Bumame saya dinyatakan POSITIF, itu saya terima. Akan tetapi hasilnya berkata beda, dan saya melakukan test kembali di Health Clinic Bali ini pada malam harinya pada tanggal 14 dan hasil saya terima pada tanggal 15 dan MASIH POSITIF. Jadi yang mana yang benar?

Saya paham sekali tidak ada lab yang ingin mempositifkan pasien dengan hasil test PCR, tetapi jika memang lab ini tidak capable ya harus ditelusuri lebih lanjut dan lab tersebut harus bertanggung jawab agar tidak ada pasien lain seperti saya ke depannya yang harus membuang uang yang tidak sedikit untuk beberapa kali test agar terkonfirmasi hasilnya apalagi tiket dan bagasi sampai hangus dan harus beli tiket baru untuk keperluan meeting.

Maria Panggih
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

    • @ari : saya hanya org awam yg ingin kejelasan sederhana saja sih, kl utk dibawa ke ranah hukum sepertinya jika memang ada korban lain mungkin ya

      @Widarti : Saya juga baru pertama kali test PCR krn selama hampir 3thn ini antigen mandiri dgn merk Ab**** yg 90% akurat jadi begitu PCR di lab seperti ini, saya jg lsg tidak percaya, dan dokter sendiri yg menjawab tidak ada lab yang ingin mempositifkan hasil/pasien. Terima kasih atas komentarnya

      • Sepertinya mereka salah ambil test sampel alias human error.
        Entah punya org lain yg bergejala, yang ketiban apesnya ya ibu ini.

  • Tidak ada lab yg ingin mempositifkan hasil. Saya jawab ada. Dan saya jadi kena covid sekantor gegaranya. Akhirnya batal operasi, rugi waktu, tenaga dan proyek hilang senilai ratusan juta gegara kantor berhenti operasional. Kenapa saya bilang ada. Krn saya Sama sekali TIDAK KELUAR RUMAH dan hanya ke RS tersebut utk persiapan operasi. Eh malah dpositifin dengan CT 38. Wow kan. Semua sample darah, rontgen dll baik dan sehat. Keren kan. Sejak saat itu saya ga percaya tes covid dmanapun lagi.

    • Benar. Akan selalu ada oknum petugas yg mencari kesempatan dalam kesempitan. Atau bisa juga karena human error seperti kata komentar lain. Petugasnya salah ambil sample, entah karena ngantuk, kecapekan dsb. Tapi sangat disesalkan juga kalau petugas pelayanan masyarakat masih bisa sinis dalam menjawab pasien. Ini menyangkut kesehatan, dan status positifnya bisa berdampak ke hal-hal lain, tiket hangus, kantor ditutup dsb. Saran saya coba cek PCR di tempat ketiga yg berbeda. Jika hasil nya negatif juga, ya kemungkinan besar yg positif itu yg salah.

  • Kalau PCR itu selama masih ada bangkai virus sekitar 10 hari itu masih terdetek positif oleh mesin. Kalau antigen stlah sembuh gejala jg ud negatif. Karna cara deteknya beda. Mesinnya jg beda2 hasil jg bisa beda. Disclaimer on

    • betul saya paham, bisa tolong dijelaskan ke saya mungkin Pak/Ibu, jika CUT OFF CT Bumame 38 lebih tinggi dari Lab ini, knapa di Bumame saya bisa negatif? Krn saya kan sbg org awam, yg menjadi patokan saya hanya itu, semoga saya bisa mendapat penjelasan, terima kasih ya.

  • mungkin di setiap lab berbeda2 alat/merek untuk mengecek virus covid19
    di tmp saya bekerja jg pernah kejadian seprti ibu
    hr jumat tes positif nilai 34
    dan besok nya hr sabtu tes 2x di lab lain dan hasilnya negatif,

    • pasti berbeda Pak Edy, pertanyaan saya hanya 1 sih Pak, knapa di Bumame yg cut off CT nya lbh tinggi saya negatif? seharusnya jika cut off CT lbh tinggi kan saya positif juga, apalg beda 4 jam dr test di Bumame, saya lsg test lg ke lab pertama yg mempositifkan saya, dan hasilnya tetap positif juga (attachment diatas)

  • dulu ada temen PCR pagi cek di A, siang cek lg di B, yg satu + yg satu -. bingung kan lu? sama, gue jg bingung. Sebaiknya memang gausah PCR, asal udah ga ada gejala, beraktifitas normal saja. kalo batuk pilek di rumah saja, itu saja sih sebenernya

    • ini PCR jg krn utk kepentingan masuk negara orang sih, kl ga sih ga akan PCR jg, apa daya krn saya upload QR jd panjang urusannya, dan apes pula ketemunya lab abal2

  • Maaf OOT, syarat untuk bisa naik pesawat apakah harus PCR? Saya dengar sekarang hanya mensyaratkan booster (vaksin ke-3). Apakah yang PCR itu untuk penerbangan internasional?

    • @Setiawan
      Tergantung negara, pak. Kalau dibawah "pengawasan amrik" ya musti nurut apa kata mereka.
      Kecuali rusia & belarusia, tidak diperlukan (karena mrk sdh tau patpat gulipat si paman sam).

    • Benar Pak Setiawan, tergantung negara, jgn lupa di convert dari PedLing ke format WHO EU saja biar aman