Surat Pembaca

Pelayanan Lion Parcel Tidak Bisa Dipercaya

Pada tanggal 23 November 2022, saya mengirimkan 2 paket besar berisi barang pecah belah, seperti 6 mangkok kuno, 3 gelas teh antik, gelas kuno dalam satu paket, dan 1 buah dandang besar dalam paket yang lainnya. Oleh pihak Lion Cargo Probolinggo, saya dikenakan total biaya pengiriman IDR 1.465.500, dengan jaminan apabila ada barang pecah pelah yang pecah akan dilakukan tindakan penggantian.

Pada tanggal 25 November 2022 sore, paket telah diterima oleh kakak saya di Sumbul dan dilakukan pengecekan. Ternyata didapati 2 mangkok kuno pecah, 3 gelas teh patah di bagian gagang, gelas kecil 2 buah dan 1 gelas besar.

Setelah saya melaporkan ke pihak lion Air Probolinggo, dilakukan pengajuan klaim dengan total IDR 345.000, dengan nomor: 0272411. Setelah sekitar 2 atau 3 jam, pihak Lion Air pusat, diwakili oleh Saudara Irfan (Tim Klaim), mengajukan beberapa pertanyaan seperti kronologi, foto barang yang pecah, foto paket saat diterima, dll.

Bukri resi pengiriman
Bukti resi pengiriman
Bukti resi pengiriman

Sayangnya percakapan via WhatsApp tidak bisa di-capture. Berikut percakapan yang saya bisa copy:

Mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamannya ya kak, Untuk pengajuan klaim kerusakan tidak dapat diproses lebih lanjut karena isi paket merupakan barang pecah bela dimana standart packing harusnya menggunakan bubble wrap pada setiap barang dan diberikan sekat atau pembatas agar pengiriman aman kak, Untuk paket kakak karena tidak menggunakan bubble wrap dan sekat maka pengajuan klaim kami batalkan ya kak. ??????
What?
Trus apa gunanya packing kayu klo masih dng alasan buble wrap
Dari saat saya mengirimkan ga ada dibilang hrs bubble wrap.

Yang sangat saya sesalkan:

  1. Pertanyaan saudara Irfan, yang seolah-olah menyudutkan kami, tentang kok kami bisa tahu barangnya sudah pecah tanpa dibuka?
  2. Kami TIDAK PERNAH disebutkan harus memberi bubble wrap atau memberi sekat setiap barang pecah belah, sesuai standar mereka kata saudara Irfan.

Sehingga klaim kami untuk kerusakan DITOLAK, dengan alasan tidak adanya bubble wrap.

Suhenok Natah
Batam, Kepulauan Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • "Kami TIDAK PERNAH disebutkan harus memberi bubble wrap atau memberi sekat setiap barang pecah belah, sesuai standar"

    Umumnya orang itu kalau sekolah, dibekali yang namanya logika dan akal sehat. Jangankan kirim ekspedisi, utk sekedar pindahan rumah aja tuh tiap piring dan gelas harus dibungkus satu per satu. Punya akses ke mediakonsumen, jelas bisa cari tau dulu di google bagaimana bungkus pecah belah yang benar. Packing kayu hanya untuk melindungi kemasan dari penyok akibat tertindih dll, namun jika isi daleman nya ga dibungkus aman, saling bertumburan ya ambyar isinya.

    • Kalau anda bukan pihak yg berkepentingan dan ga ngerti klo saya sdh bungkus kain per layer dari gelas, lebih baik diem. Anda ngedti bubble wrap berapa harganya? Biaya yg saya keluarkan cukup banyak.

      Ya mungkin saya tidak berpendidikan tinggi seperti anda. Tapi setidaknya saya masih bisa dan mengerti etika membalas.

      • Saya hanya merespon dari postingan awal anda, dimana sama skali tidak disebutkan ada dibungkus satuan walau dengan kain, dan menampilkan foto bukti polosan dan kondisi tanpa ada foto packingan. Anda baru menambah "fakta2" di komen susulan. Ya jika memang sudah dicek di counter dan dianggap aman dan hanya diinstruksikan tambah packing kayu, ya kejar orang bagian counter Lion nya. Harga bubble saya tau banget, krn rutin beli, 89-105rb (tergantung merek dan tebal bahan) per 50m ukuran tinggi 120cm.

        • Ya. Karena saya sebelum melakukan pembayaran sudah menunjukkan kondisi barang / paket yg akan dikirim berikut perlindungan untuk setiap barang meskipun bukan bubbles wrap.

          Terima kasih

        • HAI kak.. kami dari lion parcel probolinggo. terkait case ini sebenarnya sudah done di tgl 30 november kemarin dengan kita melakukan penggantian pribadi oleh lion parcel probolinggo kepada yang bersangkutan. kronologi penggantiannya :
          – di tgl 25 november kita mendapatkan laporan ada barang pecah setelah kita packing kayu. memang tidak di bubble tetapi info pengirim sudah di lapis kain baju satu per satu. tapi kita tidak membuka kembali yang berada di dalam kotak karna kita sudah yakin paket di dalam aman sehingga kita hanya melakukan packing kayu
          dan di tgl 25 sudah kita ajukan klaim dan kita pun sudah info bahwa butuh waktu untuk di telusuri rusaknya di mana
          -di tgl 26 kami mendapatkan info bahwa klaim tidak di acc dikarenakan tidak ada bubble wrap, kami masih follow up ke tim cs untuk tetap berusaha meng acc klaim kita.
          -di tgl 27 kita cek total kerugian yang diinfo ybs sebesar 345.000 (3 gelas keramik 75.000 , 2 mangkok ayam jago 100.000, 3 gelas kaca 170.000) kami cek kembali berdasarkan harga di market place terlebih dahulu karna menurut kami harga tersebut terlalu tinggi untuk barang tersebut
          -di tgl 28 karna sudah dipastikan tidak ada penggantian dari lion pusat maka kita tim probolinggo melakukan penggantian pribadi kepada ybs sebesar 100.000 (3 gelas keramik 45.000, mangkok ayam jago 2pcs 25.000, 3 gelas kaca 30.000) dan kami pun sudah info ybs bahwa harga tersebut sudah diambil di harga paling tinggi di market place. ybs sama” oke
          -di tgl 30 kami melakukan tf ke ybs untuk penggantian barang dan kami rasa case done dengan diakhiri kata terima kasih oleh ybs
          mohon di bantu untuk take done ttg berita ini karna jika menjadi konsumsi publik akan menyudutkan pihak lion parcel terutama lion parcel probolinggo karna jelas” TIDAK menyebutkan bahwa kami melakukan penggantian. bahkan ketika berita ini di buat kami sedang melakukan follow up. bukan meninggalkan case customer begitu saja
          (INFO INI BERDASARKAN BUKTI BUKTI CHAT DENGAN YBS, SEHINGGA TIDAK DIBUAT BUAT)
          mohon maaf atas keteledoran kami, dan semoga sehat selalu. terimakasih

          • Sudah di jawab langsung oleh Lion Parcel Probolinggo atas itikad baiknya, mrk mengganti dengan dana sendiri itu bagus.

      • Mohon maaf pak itu barang pecah belah samsek g pake buble warp atau koran satu persatu,liat dr gambar foto cuma disekat pake kresek aja, menurut saya tidak bisa menyalahkan pihak lion air juga sih sebab,dilihat dr kondisi barang yg g safety cara packing ajja udah auto ditolak klaimnya ,apa ini akal akalan ts untik dpet uang klaim dr lion ya

        • Itu barang seetelah unboxing. Setiap baramg pecah belah saya lapisi dengan kasin one by one ya. Trus saya juga ga akan mau mengorbankan barang antik orang tua saya dengan uang senilaibtiga ratus ribuan. Anda perempuan tapi pikirannya jelek banget. Udh ada prasangka menuduh saya menginginkan uang Lion. Dan kresek itu bukan pelapis tapi sendok kuno di dalamnya. PAHAM

      • Saya jual barang elektro yg gampang pecah seharga jutaan selalu pakai busa, bubble wrap dan packing kayu. Dari banyak order, cuma 1 yg bermasalah, itupun karena kelalaian tim saya, bukan ekspedisi.

        Bubble wrap itu murah, gak mahal. Selembar ukuran 1.5x2 m saya biasanya kena 20. Dan kalau beli banyak makin dimurahin apalagi beli roll. Kalau barang sekecil itu, saya rasa bubble wrap gak akan dipakai selembar untuk 1 benda, lapis 2x. Kalau mau lebih hemat, tumpuk aja piringnga 2-3 piring baru bungkus 2 lapis

      • Pelajaran buat mas itu

        Perkara tidak mau mengeluarkan uang sebesar 200.000 buat bubble wrap kan jadi rugi yang lebih besar dr nominal itu. Namanya jg butuh, jadi harus siap berkorban. Kalau uang blum cukup ya kumpulin dulu

        • Tdk ada info jg kalau hrs pake buble warp, dan kelihatannya TS mampu bayar kalau di sarankan.
          Ada jg org yg berpikir packing kayu sdh aman, pasti akan menolak packing tambahan.

      • Abaikan saja mas, orang yg langsung menghakimi tanpa bertanya lebih jelas dahulu.. Dan merasa paling benar.. Sudah begitu kalimatnya memang sengaja memprovokasi..

    • Saya beli bubble wrap 1 gulung 100m hanya 290rb, kl beli meteran cuma 3rb. Ya kali aja ts "awam" soal kirim mengirim barang pecah belah / barang mudah pecah yg aman. Atau mungkin ts "nggampangke" wong sdh diasuransikan, toh nanti rusak diganti. Dan karyawan jasa kirimnya juga kentir, lihat packing spt itu oke2 saja kasih jaminan dn asuransi.

      • Ya maha hebat netizen.
        Uang delivery buat saya sudah cukup mahal. Ya mohon maaf klo buat Anda uang segitu ga ada artinya.
        Lagian kalaupun dari pihak Lion menginformasikan HARUS bubble wrap dan kayu saya mungkin mau.
        Ini TIDAK ADA sekali lagi TIDAK DIINFORMASIKAN HARUS BUBBLE WRAP untuk paket ini.

    • lion air justru lebih bodoh, kenapa lion air kagak melakukan bubble wrap pada paket? kenapa jg paket tanpq bubble wrap di terima di asuransikan? harusnya gak terima dong, kalau di terima, ada yg salah dgn lion air.

    • gak semua orang itu logikanya bagus. di mk jg banyak orang yg logikanya parah. salah satunya si dimas

      • si dimas beg0 kemana, yah dia kagak komen di mk lagi? gw masih kesal sama dia, merasa paling paham, tp ternyata gak paham. gak tahu apa2 nyalahin orang.

    • Ini mah alesan aja dari ekspedisinya, klo hrs di buble warp kan infokan dl kpd customer jgn baru ada masalah malah lepas tanggung jawab dgn alasan tidak di bubble warp lah biar ga perlu ganti kerusakan pdhl minta customer beli asuransi klo di ekspedisi lain mah ga bubble warp udah pasti itu untk pengiriman barang pecah belah.

    • Pea juga ga pake bublewarp yg tebel satu persatu. Kain itu ga sebagus/seaman buble warp. Lagian bublewarp itu murah. Banyak dijual ditoko.

    • Untuk brang pecah belah disaran menggunakan JNE saja.. Karena JNe ada fasilitas packing kayu... Saya sdh langganan untuk mengirim aquarium pecah belah

  • jangan mau ada syarat tiba2 muncul sprt bubble wrap , meski logika , ttp harus disampaikan aplg sdh beli asuransi penggantian. jne dgn asuransi packing hrs di cek petugas sblm krim , krn brg sdh di terima petugas lalu di krim kan dan sdh beli asuransi , hrs di ganti

    • Yang saya pertanyakan mengapa tiba2 disebut bubnle wrap atau sekat. Saya pada waktu packing sdh tunjukkan kondisi dan item apa saja di dlm packing (belum terkunci). Pihak Lion hanya menyebutkan harus packing kayu dengan total biaya sekian.

      Sebelumnya saya mengirimkan barang pecah belah dari Probolinggo ke Batam melalui JnT Express dan tetap packing kayu namun tidak ada yg pecah

      Ini ekspedisi berbeda punya jurus ngeles biar ga kasih kompensasi

    • Saya tidak memakai twitter. Silahkan hubungi saya via email di Henokh.natah@gmail.com dan saya dengan senang hati memberikam nomer resi, bukti barang pecah. Namun sayangnya entah kenapa saya tidak bisa melakukan tangkapan layar di akun WhatsApp anda.

      Terima kasih

  • Umumnya pecah belah wajib ditambahkan buble wrap atau sekat dibagian dalam apalagi itu pecah belah. semoga ada titik terang dari lion ya

    • Salah satu syarat diterimanya klaim asuransi adalah packing yang memenuhi standart keamanan.
      Jadi jelas dari kasus ini 99% claim nya ditolak karena memang packingnya tidak memenuhi standart.
      Seharusnya dari awal ketika ada orang minta asuransi paket, pihak ekspedisi menjelaskan syarat2nya biar tidak salah paham.

    • Setau saya klo barang pecah belah mau dikirim, harusnya di bungkus satu per satu dengan bubble wrap, lalu lapis dus tiap item nya agar aman, baru kemasan luar dipacking kayu. Dan itu pun bubble wrap nya ga hanya 1 lapis agar aman, tp berlapis2...
      Klo ga seperti itu ya pasti ambyar isinya saling beradu bertumbukan dan kemungkinan pecah tinggi.

  • Biasanya, klo saya kirim barang dr JnT berupa HP dgn asuransi packing kayu, saya mmg harus pake bubble wrap, atau beli dr agen JnTnya. Saya hanya tinggal bawa unit HPnya, berapa harganya kemudian mrk akan hitung nilai asuransi. Pakai packing kayu justru tidak menjamin terjadinya benturan, malah tanpa packing kayu tp dgn bubbule wrap cukup lebih aman.

    • Saya beli flashdisk saja dari market place
      Selalu di kirim dengan bublewrap
      Padahal flashdisk bukan barang pecah belah
      Intinya buat pelajaran saja
      Mau di kirim pakai expedisi apapun
      Klo barang kayak gitu wajib hukumnya
      Pakai bublewrap dan packing kayu

  • Kasus ini idealnya ada di agen penerima.
    Kalau declare item yg disebutkan diatas seharusnya dikasi tau pakingannya musti begini begitu. Kan udah dibuka dulu didepan agen sebelum di seal.

    Kalau tidak layak angkut jangan di-acc, betulkan dulu pakingannya sesuai SOP nya si lionparcel maunya gimana buat barang pecah belah.

    • Ya. Krn saya sdh menunjukkan masing2 barang berikut kondisi. Agar tdk ada kecurigaan semisal barang sdh pecah waktu akan dikirim tapi di klaim pecah pada saat pengiriman.

        • Contoh orang yg bodoh dan tolol. Sudah dijelasin kalau di depan counter Lion kondisi barang dan apa saja yg ada. Kalau ada yg pecah sudah pasti akan di mention. Ini malah berburuk hati.... Hmmmm

  • Kalau Saya jadi konsumen dan harus mengirim paket seperti itu, sdh pasti tanpa diminta pihak ekspedisi pun, bahkan walau ada asuransi pun, saya akan packing sebaik mungkin, dan tentu saja bubble wrap wajib dipakai dan tebal, itupun tiap satu item dibungkus masing², meskipun packing kayu..
    Sory bukan membela ekspedisinya, Saya sdh puluhan kali beberapa bulan ini pake SiCepat..!
    Saya juga konsumen....,

  • Itu packingnya aja udah salah. Barang pecah belah kayak mangkok dan gelas kalau beli di toko aja ada sekat kardus. Bawanya juga kudu hati2. Kain sama buble wrap perasaan mahalan kain. Sy rasa anda blm pernah beli bubble wrap. Segulung 50m yg lebar 50cm 50rb kalo eceran per meter 3rb yg lebar 1m. Packing kayu hanya melindungi luarnya tp di dalam berbenturan jg percuma.

    • Perlu diketahui itu baju milik almarhumah ibu yg saya kirim berikut barang pecah belah. Jadi bukan ga mau beli ya. Tolong jaga ucapan anda klo ga tau kondisi yg sebenarnya. Dan setiap barang yg saya kirim sudah saya lapisi kain. SO BE SMART NOT A DUMB PERSON

    • Itu ada yang kasih saran bahwa di bungkus kain masih kurang karna gak bisa mencegah benturan antar mangkok dan gelas di dalamnya. Packing kayu cuma melindungi dari luar, tapi benturan di dalamnya harus pakai buble wrap. Tapi percuma juga dikasih tau ya tetap ngegas. Merasa paling benar.

  • dari banyak komen disini, gak ada komen si dimas, siapa tau aja dia mau menyalahkan orang lg dgn komen bodohnya. gak tahu apa2, nyalahin orang. udah malu komen kali dia. haha

  • Ya saya songong krn saya yg rugi bukan anda. Anda hanya merasa sebagai netizen yg maha benar. Trus knp klo saya yg songong. Disini saya menuliskan cerita dan kronologi krn setelah saya komplain tetap tidak diterima.
    Barang yg pecah merupakan peninggalan almarhumah Ibu yg buat saya tak ternilai. Itu sebabnya saya menanyakan tanggung jawan pihak ekspedisi BUKAN ANDA. PAHAM!!!

    • Memang standar pengemasan barang pecah belah yang diasuransikan memang seperti itu dimana², gak cuma di lion parcel, tapi di semua ekspedisi, harus dibungkus bubble satu² atau dibungkus kertas koran satu², diberi sekat agar tidak bertumbukan selama diangkut. Walaupun bukan lion parcel, misal JNE akan diperlakukan sama aja, kalau tidak sesuai prosedur, klaim asuransinya jadi hangus