Surat Pembaca

Pesanan Dibatalkan, Dana Raib di Aplikasi Bukalapak Senilai Rp13.963.439

Pada tanggal 8 Januari 2024, di aplikasi Bukalapak, saya bertransaksi produk Samsung S23 Ultra second senilai Rp13.963.439. Namun setelah transfer ke rekening Bukalapak, transaksi dibatalkan dengan keterangan “Transaksi dibatalkan karena tidak sesuai dengan sistem Bukalapak”.

Lalu saya mengonfirmasi ke penjual melalui chat WhatsApp, karena sebelumnya menemukan iklan dari marketplace Facebook, tapi berbeda kota. Saya berada di Bandung, sementara penjual di Sumedang. Sehingga, transaksi dilakukan melalui rekening bersama (rekber) via Bukalapak.

Namun karena status dibatalkan oleh sistem Bukalapak, penjual menawarkan untuk transfer Rp10 juta terlebih dahulu supaya barang bisa dikirim, sisanya setelah cair dari Bukalapak. Karena saya tidak menyanggupi, turun menjadi Rp3 juta terlebih dahulu. Saya bersikukuh akan melakukan transaksi setelah uang saya kembali dari Bukalapak.

Tidak lama kemudian, penjual kabur dengan menghapus pesan WhatsApp dan memblokir nomor saya.

Saat saya mencoba menghubungi via aplikasi Bukalapak, tidak ada respons dari penjual. Saya beranggapan bahwa dia gagal menipu, dan untungnya saya transfer ke Bukalapak, dana saya di aplikasi masih berstatus dikembalikan, belum ada dana masuk. Saya terus melakukan pengecekan saldo dan riwayat transaksi, hanya menemukan transaksi sebesar Rp2.500 pada hari yang sama pukul 15.44, yang saya abaikan karena jumlahnya kecil.

Merasa khawatir dengan lama pengembalian dana dan butuh uang tersebut untuk modal usaha jual beli HP, saya mencoba mencari informasi dan menghubungi bantuan Bukalapak pada hari yang sama melalui chat. Namun, tidak berhasil, karena sering putus koneksi. Saya kemudian mencoba menelepon bantuan Bukalapak, tetapi tidak ada menu pengembalian uang. Pengembalian uang hanya terdapat dalam artikel Bantuan Bukalapak yang menyebutkan untuk mengecek saldo Bukalapak dan dana.

Setelah 4 hari, pada tanggal 12, karena tidak ada kejelasan sama sekali, saya menelepon bantuan Bukalapak dengan menekan angka “1” (phishing), karena saya merasa tujuan penjual menipu transfer ke rekening pribadi. Jawaban dari bantuan Bukalapak menyebutkan sedang dicek, dan saya terus mengejar dengan menelepon customer service (CS) Bukalapak.

Pada tanggal 15, akun saya tiba-tiba dinonaktifkan dengan alasan sedang diinvestigasi. Pada tanggal 17, saya menerima email dari bantuan Bukalapak yang menyatakan dana saya sudah 0, karena digunakan untuk membeli voucher pada tanggal 8 Januari pukul 15.44. Padahal pada hari itu saya tidak bisa login karena dinonaktifkan oleh pihak Bukalapak.

Saya penasaran melihat riwayat transaksi dan meminta bukti transaksinya ke CS Bukalapak. CS menyarankan untuk melapor ke polisi karena menurut mereka, polisi yang berhak meminta data tersebut. Saya langsung datang untuk melapor ke kantor polisi. Namun ketika di kantor polisi, setelah saya menunjukkan bukti dan menceritakan kronologisnya, polisi menyarankan untuk menanyakan kepada pihak Bukalapak, siapa yang jadi pihak terlapor. Karena dari bukti yang saya pegang, polisi menyimpulkan tindak pidana belum terjadi dan dana masih ada di Bukalapak.

Pada tanggal 18 Januari 2024, akun Bukalapak saya bisa aktif kembali setelah melewati proses 3 hari sesuai informasi CS Bukalapak, dengan menyertakan dokumen pribadi asli berupa rekening tabungan, KTP, dan bukti transaksi yang dikirim ke CS Bukalapak via email. Saya langsung mengecek menu transaksi, dan memang ada 20 transaksi yang dibayarkan pada tanggal 8 Januari 2024, dengan sekali transaksi rata-rata ratusan ribu rupiah.

Yang ganjil adalah, pada saat saya masih bisa login sampai tanggal 14, saya melakukan cek rutin saldo yang masuk dan histori transaksi tidak ada 20 transaksi tersebut. Anehnya, jumlahnya tidak sesuai dengan total dana yang saya bayarkan, yang seharusnya masih ada sisa di saldo Bukalapak, yang sudah saya rinci dan pegang buktinya.

Pada intinya, uang saya sejumlah Rp13.963.439 raib, menurut CS Bukalapak (Bantuan), saldo sudah 0, karena menurutnya, diterangkan melalui email link yang saya klik itu “phishing“. Padahal saya tahu persis, dan mengamati secara detail link tersebut benar Bukalapak. Tentunya saya memberanikan klik link, karena saya pun pelaku usaha yang sering menggunakan rekening bersama via toko online.

Sebelum saya bertransaksi di Bukalapak, saya berinisiatif merubah password dan dikirim OTP via WhatsApp nomor pribadi saya untuk memastikan keamanan login akun. Jadi sangat aneh dan tidak masuk akal kalau pihak Bukalapak menuduh pihak penjual/penipu yang melakukannya.

Jadi, betapa bobroknya sistem di Bukalapak, bisa diretas uang belasan juta rupiah raib dalam sekejap. Untuk menghindari terjadi korban yang lainnya, saya berinisiatif menempuh jalur hukum, sambil menunggu jawaban konfirmasi dari pihak Bukalapak tentang keganjilan dan keanehan dari kronologis di atas yang saya alami dengan Bukalapak.

Terima kasih, Media Konsumen.

Taufan Maulana SH
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan perihal “Pesanan Dibatalkan, Dana Raib di Aplikasi Bukalapak Senilai Rp13.963.439”

Dengan hormat, Terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Bukalapak melalui kanal Media Konsumen. Kami informasikan bahwa terkait dengan kendala...
Baca Selengkapnya

Komentar

    • Gada hubungannya ini dgn gelar,..tong...ga semua orang pernah mengalami hal ini... ***** kau

      • Waduh... walaupun sudah berhati hati masih kena juga ya... harusnya sistem buka lapak harus dievaluasi ulang.
        Kalau tingkat fraud nya bisa begini berarti udah ga aman ini platform..

    • sudah dicantumkan bahwa ada klik link yang diberikan penjual dan sayangnya link tidak tercantum disurat pembaca ini

      I
      I
      v

      Pada intinya, uang saya sejumlah Rp13.963.439 raib, menurut CS Bukalapak (Bantuan), saldo sudah 0, karena menurutnya, diterangkan melalui email link yang saya klik itu “phishing“. Padahal saya tahu persis, dan mengamati secara detail link tersebut benar Bukalapak. Tentunya saya memberanikan klik link, karena saya pun pelaku usaha yang sering menggunakan rekening bersama via toko online.

      • Gagal paham dengan ceritanya, awalnya transaksi dengan buka lapak abis itu di minta transaksi diluar BL untuk transfer 10jt dan nego sampe 3jt yg dapat kontak dari FB. Di cerita terakhir mengaku paham hal2 penipuan dsb, padahal harusnya sudah curiga jika ada transaksi diluar Bl.

      • Mas Taufan barangkali saya bisa cari kontak masnya karena saya juga kena modus yang sama, saya juga konsumen dan dari Bandung, pengiriman dari Tasikmalaya, bukti-bukti masih saya simpan. Raib Rp.15jt, modusnya sama sekali karena akun saya juga dinonaktifkan + tanggapan CS nya juga berbeda-beda, seolah-olah semuanya jadi salah saya

        • saya percaya ini entah kebobolan sistem atau permainan dari sana ya. Karena link yang saya klik juga saya baca hati-hati dan memang www bukalapak com + link itu sinkron dengan aplikasi bukalapak, karena sepengetahuan saya jika memang ada link phising dibuat semulus mungkin pasti nyambungnya ke browser, lah ini ke aplikasi bukalapaknya. Kalau saya sudah pasrah mas karena kejadian th 2021, tapi saya rasa saya bisa bantu mas nya utk memperkuat bukti, karena bukti bukti masih sy simpan

          • Oalah , benar mas sy alami yg sama beberapakali saya mau kena modus tp selalu link yg dikirim adalah ke web untuk isi user password lah, minta otp lah, kalau ini link yg dikirim ya lapaknya si penjual dgn barang yg mau di transaksikan , spt yg sy biasa transaksi... Tanpa ada yang aneh dan ganjil, syukurlah memang benar adanya kejadian yg saya alami, ya kalau lihat comment yg lain selalu menyudutkan saya.. Jangan" Termasuk komplotannya hehee..

        • @ Taufan / TS, jangan ada kontak dgn sesama pembaca di sini. Di balik itu dia siapa kita ngga tau. Bisa aja (maaf) penipu yg memantau, dgn pura" sebagai korban / ex korban meraih simpati. Jangan buka celah baru utk ditipu kembali.

          • Iya betul pak jangan saling percaya karena tidak saling kenal ya di dunia maya, tapi kebetulan disini akun saya pakai nama lengkap dan ada foto wajah sih pak. Oh iya kebetulan saya masih ada berkas surat pengaduan yg saya tunjukan ke pihak berwajib

    • Yg sbnrnya terjadi, pesanan bukan dibatalkan sistem, namun oleh penjual... Tapi diisi alesan pembatalan (diketik manual di kolom lainnya utk isi alesan) dengan kalimat seolah-olah dibatalkan sistem. Disinilah mulai aksi si penipu, dgn mengontak pembeli (ataupun mgkn pembeli yg kontak duluan menanyakan solusi/kenapa) menawarkan alternatif sedemikian rupa agar transaksi bisa dilanjutkan. Detik transaksi dibatalkan, saldo refund ke dompet SALDO (bukan tag DANA), sebagaimana yg dipantau mutasinya oleh TS (harusnya geser ke tag Saldo di kanan dana itu). Mau gelar SH atau apapun itu, kalau jam terbang belanja online belum tinggi, ya bisa aja kena phishing begini, klik link macem" yg seolah template bukalapak untuk login atau ganti password, dmn real nya itu input data login ke website si penipu utk diretas akun nya dan mrk bebas bertransaksi dengan saldo yg mengendap dr pembatalan transaksi tsb.

      • Sependapat. mulai jadi masalah ketika dia buka tautan. Lucunya ngaku udah paham dunia jual beli online🤣🤣

    • Phising jaman sekarang, cuma klik link semua pesan di karbon ke pelaku.

      Jadi korban ga perlu kasih otp segala macam, karna sistem yang mereka buat.

      Sebenernya saat korban Klik link, sistem akan mendownload & menginstal aplikasi tanpa sepengetahuan korban disaat bersamaan web akan terbuka seakan akan korban belum merasa terjadi apa".

      Setelah sistem siap pelaku akan mulai meretas dengan login bukalapak korban, OTP pun di kirim ke hp korban SMS/WA. Nah sistem tersebut akan meneruskan pesan yang di terima di hp korban ke pelaku.

      Dan pelaku berhasil meretas.

      Saran untuk amannya, OS selalu update yang terbaru & pengaturan aplikasi selalu dalam keadaan tolak instal aplikasi pihak ke 3.

  • Paling Anda diksh link phising dan mengisi otp BL makanya bisa dibobol lain kali kalo transaksi sdh berlangsung hindari chat lewat WA langsung dr MP aja

  • Coba cantumkan juga Link nya itu didapat dari email resmi atau whatsapp, kalau bisa hindari chat via whatsapp

    • Semoga penulis, membaca Komentar dari Wisnu ini...
      Dan sedikit menambahkan... Ketika klik link tsb tentu pasti akan masuk ke Tampilan yang hampir sama dengan bukalapak.... Klo beda atau tampilannya tidak dikenal... Gak mungkin bisa menipu.
      JADI jangan lihat tampilannya...

  • Tergiur dengan iklan di facebook, dan di arahkan untuk transaksi via bukalapak biar dianggap aman.... dan di batalkan oleh penjual /penipu..
    Yang akhirnya akun bukalapak anda diretas/diambil alih oleh penipu.
    Semoga bisa diambil hikmahnya dan membuat yang lain waspada.

    • Mungkin iya phising sudah secanggih itu, meskipun yang saya klik langsung menuju aplikasi Bukalapak dengan tampilan tokonya si penjual tanpa menginstal aplikasi lainnya atau masuk halaman yg tidak dikenal, apalagi sampai memberikan OTP dan saran dari om untuk menginstal baru sudah dilakukan saya mencoba sebelum transaksi mendownload aplikasi dan juga meyakinkan login Via kirim OTP.

      • Waduh mas SH, ternyata bisa juga kena retas lewat link, 99% ini ga bakal balik mas uangnya... semoga dapet gantinya yang lebih banyak

        • Anda sudah terkena phising, dan uang tidak akan kembali

          Pertama : Pesanan di batalkan, itu keterangan "pesanan di batalkan system BLA BLA" itu ketikan seller, jebakan awal

          Kedua : anda diarahkan TF sebagian, karena tidak kegocek, akhirnya pke trik ketiga

          Ketiga : seller alasan anu anu coba klik link ini, keliatannya link Bukalapak, tapi kalo di teliti pasti link nya agak beda misal Bukalapaak, bukalapak.cc, atau sejenisnya, emang nanti masuknya ke BL, tapi dia bakal nyimpang dulu ke situs lain, disitu kena nya..

          Keempat : anda masih awam pke BL, pembayaran Virtual account gaakan masuk ke DANA, tapi ke SALDO BL, lagipula DANA limit cm 10jt. Disini salahnya

          Semoga jadi pelajaran, walau biasa transaksi online, ketika kita lengah, disitu peluang penipuan muncul

          • Saya kebetulan juga jadi korban yang sama, tapi website nya itu link nya asli pak. https www bukalapak com dan website itu terintegrasi dengan aplikas bukalapak (pada saat kejadian ya) entah memang kecanggihan sistem dari peretas atau kelemahan sistem dari bukalapak sendiri. Tapi memang website nya www bukalapak com

      • Bukan mungkin lagi tapi emang iya kali bng semoga dgn ini jadi lebih waspada lagi sebelum melakukan transaksi.
        Skrg apa2 sudah bisa diremote ketika lu sudah klik link pishing.
        Kode OTP bisa di alihkan ke nomor hp lain juga.

  • Hati2 kirim surat pembaca, kalau terbukti ternyata anda penulis artikel ini yang lalai bisa dituntut balik pihak Bukalapak sebagai pencemaran nama baik, alhasil kerugian bisa mencapai puluhan kali lipat dari ini bahkan ratusan.

    • Itu dibatalkan sepihak oleh sheler, dgn beralasan spt yg disebutkan diatas, itu bukan oleh sistem sheler mmecoba melabui pembeli dgn bertransaksi diluar aplikasi, tapi pembeli pinter menolak untuk tdk bertransaksi diluar aplikasi, trik kedua shler mengunakan jurus ke2 dan kemungkinan besar sheler WA pembeli menyarankan untuk dicoba lagi dgn mngrimkan link, tapi pembeli tdk tahu klo link itu jebakan,tanpa pikir panjang udah ngebetnya pgn punya tu HP dan klik itu link memasukan e-mail/ no HP dan sandi dan disitu kemungkinanbknpa anda tdk bsa masuk ke buka lapak bagi , krna shler tahu klo pesanan dibatalkan , otomatis uang bakal masuk ke saldo/ dana , dan disitu sheler merasa senag trik 1 tdk mempan trik kedua 2 lolos wkwk.. Dan leluass mengunakan uang yg ia peroleh drnhasil pising