Surat Pembaca

Tidak Punya Kartu Kredit Bank Mandiri Tapi Ditagih Collector Bank Mandiri

Saya ingin menyampaikan bahwa pada tanggal 13 Juni 2024, rumah saya didatangi oleh petugas field collector dari Bank Mandiri dan saya telah menerima surat tagihan atas kartu kredit Bank Mandiri dengan total tagihan sebesar Rp. 43.544.336.

Berdasarkan hal tersebut, saya menyatakan bahwa saya tidak pernah melakukan proses pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Mandiri dan juga tidak pernah memperoleh kiriman kartu kredit dari Bank Mandiri.

Saya sudah berusaha menanyakan hal ini ke cabang Bank Mandiri dan juga sudah menelepon MandiriCare di nomor 14000. Terdapat keanehan setelah saya tanyakan ke customer service, di mana pada data kartu kredit tersebut tercatat status saya sebagai karyawan dari PT Adi Jaya Perkasa. Padahal saya tidak pernah bekerja di perusahaan tersebut dan tidak mengetahui lokasi perusahaan tersebut, termasuk setelah saya konfirmasi mengenai nomor HP yang tercantum juga beda dengan yang saya miliki.

Kemudian saya diminta untuk melengkapi beberapa dokumen untuk melakukan proses sanggahan. Dokumen itu sudah saya lengkapi dan sudah saya email ke MandiriCare. Saya juga sudah memperoleh nomor laporan yaitu 171846117261 dan waktu untuk proses investigasi adalah 10 hari kerja.

Namun, yang membuat saya kecewa saat saya menerima email dari MandiriCare dari petugas yang bernama Saudara John, saya tetap diminta kesediaan untuk membayar tagihan tersebut. Hal ini tentu sangat mengecewakan di mana saya diminta untuk melakukan pembayaran atas transaksi kartu kredit Bank Mandiri yang tidak pernah saya lakukan. Untuk itu, saya mohon penjelasan dari Bank Mandiri mengenai hal tersebut.

Di samping itu, saya juga meminta pihak Bank Mandiri untuk melakukan investigasi untuk mengungkap pihak yang secara tidak bertanggung jawab melakukan pencurian data pribadi saya dan tanpa izin serta sepengetahuan saya menggunakan data pribadi saya untuk mengajukan aplikasi kartu kredit Bank Mandiri. Akibat hal ini, saya dan keluarga saya merasa sangat tidak nyaman dan terganggu.

Saya minta kepada pihak Bank Mandiri agar dapat menyelesaikan masalah ini.

Terima kasih.

Adi Wijaya
Tangerang Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan perihal “Tidak Punya Kartu Kredit Bank Mandiri Tapi Ditagih Collector Bank Mandiri”

Sehubungan dengan pengaduan Bapak yang kami Surat Pembaca mediakonsumen.com perihal sanggahan kepemilikan Mandiri Kartu Kredit, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Ada indikasi pihak bank abai melakukan survei dan verifikasi atas pengajuan kartu kredit menggunakan data tidak valid dari calon pemohon. Jika eskalasi masalah semakin memburuk dan merugikan, tuntut bank agar melakukan investigasi internal dan komparasi data, atau ancam dengan konsekuensi hukum.

  • Padahal anda tidak melakukan transaksi apapun kenapa anda malah nurut pihak bank bikin surat sanggahan, mestinya anda lapor ke pihak berwenang/kepolisian atau bs juga menyurati ojk supaya pihak bank diinvestigasi.
    itu namanya anda dijebak supaya ikut terlibat dlm permasalahan bank dengan nasabahnya yg gak jelas itu.

  • Terima kasih pak untuk masukannya. Saya sudah coba lapor ke polisi . Namun dari pihak kepolisian minta saya lapor ke bank dulu dan tunggu hasil imvestigasi pihak bank. Oleh karena itu saya minta agar pihak bank membereskan masalah ini krn kejadian ini benar benar mengganggu keluarga saya apalagi yg terima surat penagihan itu Ibu saya yg sudah Tua. Saya tunggu itikad baik pihak bank

    • Saya kebetulan nasabah Mandiri dan juga tidak punya CC, ngeri juga baca kasus yang pak Adi alami ini.
      Mengingat kerugian yang dialami (selain uang juga faktor psikologis keluarga dan kerahasiaan data), ada baiknya Pak Adi konsultasikan dengan Pangacara untuk mengajukan tuntutan supaya manajemen Mandiri menganggap serius masalah ini.
      Tidak hanya stop di masalah customer Care saja (berupa pembatalan kredit).
      Manajemen harus serius melakukan investigasi atas kasus ini.

  • [saya tetap diminta kesediaan untuk membayar tagihan tersebut.]

    Gagal paham sama ini, pihak Bank yg salah masa orang lain yg ga ada sangkut pautnya suruh bayar dulu.

    Jangan mau dibuat ribet. Sewa pengacara aja, bisa kalah ini Banknya.

  • Saya setuju ini kesalahan banknya, mereka yang gagal verifikasi. Jangan menyerah pak dan jangan mau disuruh bayar. Siapkan pengacara dan gugat ganti rugi immaterial dari banknya.

  • Ada keterkaitan orang dalam itu pasti oknum bank pasti mendapatkan fee dan jasa lainnya harus diusut itu

  • Posisi bank lemah, tidak ada survey.
    Apapun itu survey baik visit/tlp/email/photo selfie harus tetap dilakukan.
    Anda dalam posisi kuat, pak.
    Hadapi saja, bisa dituntut pihak bank nya.
    Ini mah jelas ada pencatutan nama & alamat.

  • Buat laporan polisi biar lebih lengkap persiapan selanjutnya berhadapan dengan pihak bank dan dc nya

    • Saya sebagai org awam saja sudah bisa membaca permulaan fraud ini pasti dimulai dengan pihak marketing kartu kredit yg mencatut nama saya dan kartu dikirim disuatu tempat untuk kemudian digunakan . Kita tunggu saja tindakan pihak bank. Karena kejadian ini pasti banyak juga org yg mengalami

      • Harus sering-sering cek riwayat kredit via Slik OJK, takutnya KTP nya yang disalahgunakan bukan cuma di kartu kredit Mandiri.

  • Kenapa mau mau aja isi data untuk sanggahan? Nggak cukup bukti ya sudah, kalau saya usir pake parang.

  • Ini udah bukan rahasia umum pak. Asal dengan KTP Valid saja sudah bisa mereka bermain curang.

    Apalagi dengan bantuan marketing atau ordal jahat.

    Tapi sekarang sudah sangat ketat sih masalah ini, karena dia akan telpon dan verifikasi berkali-kali sampai survey ke rumah lapangan dsb.

    Semoga masalahnya cepat kelar pak, banyak memang sindikat seperti ini pencurian identitas.