Kategori: OpiniSurat Pembaca

Sikapi Tagihan Tanpa Beban Mendalam

Maraknya perilaku sewenang-wenang dari perusahaan non perbankan berbasis teknologi tentu sangat meresahkan seluruh konsumennya, terutama konsumen yang telah gagal bayar karena berbagai sebab. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sempat membuat posko pengaduan konsumen dari perusahaan Pinjaman Online yang mayoritas belum memiliki izin keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil resume YLKI menyatakan terjadinya pelanggaran HAM terkait cara penagihan lewat pihak ketiga ataupun membobol data konsumen lewat ponsel untuk disebarluaskan tanpa izin.

Namun sayangnya hak konsumen baru hanya sebatas pengaduan tanpa ada tindak lanjut yang dapat membuat perusahaan fintech ilegal tersebut jera.Tentu yang dapat membuat jera ada di pihak pemerintah khususnya OJK ataupun Kepolisian terkait pelanggaran pidana berupa intimidasi dan ancaman konsumen.

Ada hal menarik yang dapat dipetik dari persoalan ini, yakni bagaimana sikap konsumen sebagai korban yang rasanya hampir mustahil mendapat perlindungan baik secara moril atau materil dari pemerintah bilamana melihat perkembangan kasus ini seperti jalan ditempat. Salah satu korban berkomentar, “SEBAR DATA = LUNAS!” Jelas ini sebuah sikap jujur atas perlakuan tagihan yang tidak manusiawi.

Tidak salah bila konsumen akhirnya memiliki sikap sendiri, dan sikap itu terasa lebih realistis, ketimbang nama baik yang sudah tercoreng kemana-mana tapi tak dapat dipulihkan, sekalipun pinjaman tersebut dilunasi. Fenomena seperti ini harusnya disikapi dengan baik oleh otoritas keuangan negara ini, bahwa ternyata banyak sekali masyarakat kita yang membutuhkan permodalan namun sulit mendapatkannya dari lembaga keuangan secara resmi karena begitu banyak prosedur dan pertimbangan. Kebutuhan masyarakat tersebut demikian mudahnya ditangkap oleh perusahaan jasa keuangan non pemerintah, namun dengan resiko yang begitu besar. Di sini seharusnya pemerintah tampil dengan program yang pro rakyat khususnya masyarakat kecil yang sangat membutuhkan permodalan baik untuk usaha maupun kepentingan keuangan lainnya.

Ferdi Verdian
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

ferdi verdian

Komentar

  • bagaimana solusinya pa. saya juga korban pinjaman online. data saya disebarluaskan dan mereka menghubungi semua kontak saya. tolong pa bagaimana solusinya?

Bagikan
Penulis
ferdi verdian
Tags: FintechHutang pinjamanPenagihanPerlindungan konsumenPinjaman OnlinePrivasi dataYLKI

Artikel Terbaru

  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa QC Pengiriman Blibli.com, Barang yang Diterima Tidak Sesuai Pesanan

Selamat sore media konsumen, Hari ini saya betul-betul sangat kecewa dengan Blibli.com. Saya termasuk pelanggan setia Blibli.com sejak Bulan April…

31 menit yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa dengan Pelayanan Poli Executive Mitra Keluarga Kalideres

Kronologis yang saya alami cukup banyak: 1. Pada tanggal 13 Juli, sebelumnya saya sudah telepon ke RS Mitra Keluarga Kalideres,…

56 menit yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Hana Handini

Menanggapi dimuatnya Surat Pembaca di Mediakonsumen.com yang ditulis oleh Ibu Hana Handini pada tanggal 8 Mei 2019 dengan judul “Data…

5 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan PT Telkom untuk Bapak Pardo

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Terimakasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bapak Pardo pada tanggal 18 Juli 2019…

5 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan JNE atas Surat Bapak Chandra

Sehubungan dengan surat pembaca yang telah dimuat di Mediakonsumen.com pada tanggal 19 Juni 2019 berjudul “Barang Saya Hilang oleh Kurir…

6 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Bapak R. Nursalam

Menanggapi keluhan Bapak R. Nursalam di www.mediakonsumen.com pada tanggal 2 April 2019 berjudul “Kecewa dengan Cara Penagihan Kartu Kredit BNI”,…

13 jam yang lalu