Investigasi atas Transaksi Kartu Kredit BNI Mastercard yang Tidak Dilakukan Belum Selesai Sejak 2017

Surabaya , 26 Februari 2021

Setelah saya melaporkan kejanggalan yang terjadi atas kartu KK BNI Master Card 54xxx 88xxxx04455 yang mulai pada tahun 2017, pagi ini dan menanyakan kelanjutan masalah yang sedang saya hadapi, sekarang di bulan Februari 2021 bu Anik melaporkan bahwa ternyata SISTEM yang salah. Sehingga karena kesalahan SISTEM maka terjadi transaksi atas nama saya dan saya tetap harus membayar walaupun transaksi tersebut tidak pernah saya lakukan.

Setelah Mei tahun 2017 , Bu Deby mengatakan Bank BNI sedang DOWN, dan sekarang Februari tahun 2021 Bu Anik menjelaskan Bank BNI SISTEM nya yang bermasalah (BNI Graha Pangeran Surabaya).

Tapi mengapa nasabah yang dirugikan ?

Saya sebagai nasabah mohon dijelaskan apa arti BANK BNI DOWN, dan SISTEM pada BANK BNI? sebagai nasabah yang awam

Pagi ini, hari Jumat tanggal 26 Feb 2021 Bu Anik juga menyampaikan bahwa kasus saya sedang dalam INVESTIGASI BANK BNI sama seperti tahun 2017 dengan mengatakan TUNGGU dan kemudian muncul lagi tagihan di Feb 2021 dengan bunganya menjadi 8 juta

Begini kronologinya,

Adapun kejanggalan yang baru tersebut adalah:

1. Bu Anik meminta saya untuk menuliskan surat diatas materai atas transaksi yang tidak saya lakukan dengan perihal SANGAHAN ATAS TRANSAKSI BNI MASTER CARD tanggal 3 Januari 2015 atas Transaksi CHEN SKIN CARE di Labuhan Batu Sumatra Utara sebesar Rp 5.000. 000,00. (ada bukti terlampir. Tetapi ternyata setelah saya cek lagi dengan teliti tagihan yang datang ke rumah saya pada tanggal 12 Maret 2017 sebesar Rp 2.977.891, 00 (ada bukti terlampir).

Dari data di sini ternyata transaksi penarikan tidak sama dengan tagihan yang dikirimkan kepada saya. Dan ini jelas terbukti ada permainan di dalam bank sendiri yang akhirnya membuat saya harus menanggung kesalahan dan diharuskan membayar transaksi yang tidak pernah saya lakukan .

2. Kejanggalan lama:

a. KK BNI Master Card saya serahkan dan dipotong oleh Pak Oskilla tgl 8 Des 2014 dan disetujui pembayaran pertama tanggal 8 Jan 2015 hingga 8 Nov 2016. Tetapi kurun waktu tersebut ada penarikan tanggal 3 Jan 2015 sebesar Rp 5.000,000,-(posisi kartu sudah dipotong dan tidak ada dana mengendap sama sekali )

b. Pengambilan atau transaksi dilakukan di Chen Skin care Labuhan Batu Sumatra Utara, padahal saya domisili di Surabaya dan sama sekali tidak pernah melakukan perjalanan ke Labuhan Batu Sumatra Utara. (informasi dari Bu Deby Graha Pangeran Surabaya yang menanggani masalah saya di Mei 2017- bukti print lengkap)

c. Bu Debby menjelaskan berkali-kali sistem BNI sedang down yang menyebabkan ada tarikan tunai atas kartu saya. Bayangkan Bank PEMERINTAH sebesar BNI DOWN dan terjadi transaksi gelap yang merugikan nasabah, nasabah tidak melakukan transaksi penarikan tetapi tetap harus membayar, dan tidak beruntungnya nama saya yang keluar dan harus menanggung kesalahan sistem yang sedang DOWN.

d. Dan sekarang setelah sekian lama mulai dari 2017, hari ini saya diberikan jawaban yang sama oleh bu Anik seperti di tahun 2017 DIURUSI BAGIAN IVESTIGASI (lama sekali mulai Mei 2017 hingga Februari 2021)- tapi tetap muncul tagihan atas nama saya

Mohon kerjasama yang baik dengan semua pihak yang terkait dan jangan saling lempar masalah, karena saya percaya bank BNI sebagai bank Pemerintah yang besar dapat dipercaya dan diandalkan untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tangan terbuka kepada nasabahnya.

Selama ini saya selalu diam , tapi kali ini saya akan SPEAK UP ke media sosial bila tidak ada kejelasan atas kasus yang sedang saya alami.

Mohon kejelasan atas kasus yang sedang saya hadapi.

Salam

Marta Elsilia
Surabaya

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

    • Selesai kalau seandainya sudah dibayarkan semua tagiihan dan tunggakan yang ada. Pertanyaannya siapa yang mau nanggung kalau yang merasa bukan orang yang pakai kartu untuk transaksi. Jelas dalam kasus ini dianggap sebagai kesalahan sistim BNI.

      Sebaiknya nggak usah pakai KK. Karena barang ini selalu jadi sasaran pembobolan dan penyalah gunaan dari orang2 yg.tidak bertanggung jawab cari keuntungan di jalan pintas yg tidak benar.

    • Sama mbak, dikasus sy bni mengakui mmg ada pihak cardcenter yg menghubungi sy guna me fasilitasi sy KK krn sy nasabah BNI trs KK sy br jadi lsg dibobol penipu itu trs gmn ceritanya?sy gak punya akun di merchant nya jg? Tp sy dibebani buat bayar yg gak sy lakukan. Sampai skrg pun hsl investigasi gak sy terima. Petugas nya beda2 jwbn. Ada yg bilang sdh dikirim via email dan ada yg bilang via pos. Tp ndak satu pun yg sampai ke saya

  • Iya ..sejak Mei 2017..dan mulai lagi di Februari 2021 dan sekarang kembali lagi..masuk ke bagian Investigasi.. lagi entah sampai kapan lagi..saya menerima kembali teror dari bagian Penagihan..dan kembali lagi melaporkan ke BNI call Jakarta dan kembali ke Graha Pangeran Surabaya..dan kembali lagi kebagian Investigasi..dst..tanpa ada keputusan..,,padahal BNI Bank Besar, dan termasuk Himpunan Bank Milik Negara...kok bisa ya ...???

  • Padahal kk sudah digunting masih terjadi transaksi lagi? Hemm sepertinya ada "orang dalam" yg terlibat

  • Yang pasti memang bukan saya sebagai Nasabah yang melakukannya..karena KK sudah digunting ...mohon dibantu ..karena sudah saya laporkan sejak 2017..dan muncul lagi di tahun 2021..dengan bunga yang membengkak....tolong saya...

  • Sebagai orang kecil mah gada yang mau nolongin. Mungkin karena gada untungnya.