Pelayanan Buruk BRI

Pada tanggal 23 Juni 2021, saya mengalami GAGAL setor tunai di BRI cabang Sirnabaya. Uang saya sebesar kurang lebih Rp3 juta tertelan masuk mesin. Saat itu juga saya langsung menghubungi call center BRI untuk melaporkan kejadian tersebut. Dari CS BRI pusat saya disuruh menunggu maksimal 15 hari kerja.

Keesokan harinya saya datang kembali ke kantor cabang BRI tersebut untuk kembali melaporkan secara langsung ke CS bahwa saya semalam gagal transaksi. Namun karena saya sudah laporan ke CS pusat melalui call center BRI, CS di bank menyarankan agar saya cukup menunggu proses saja, tidak usah dibuatkan nomer laporan lagi, karena khawatir jika terdapat 2 nomer laporan malah tidak akan diproses. Ok saya ikuti prosedur tersebut.

Namun sampai batas waktu maksimal yang dijanjikan, uang saya belum juga kembali/masuk rekening. Akhirnya pada tanggal 19 Juli 2021 saya kembali menghubungi BRI Call untuk menanyakan proses laporan saya, kenapa uang saya belum juga masuk padahal sudah melebihi batas waktu?

Saat itu kejanggalan mulai terasa. CS BRI pusat menginformasikan bahwa kendalanya karena BRI cabang dimana tempat saya melakukan gagal transaksi belum memberikan data terkait dengan laporan saya. Akhirnya CS BRI pusat menyarankan saya untuk datang k CS Cabang terkait, agar segera mengirimkan data ke pusat.

Kejanggalan muncul kembali, karena ketika saya melaporkan bahwa pihak cabang belum mengirimkan data terkait laporan saya ke pusat, CS cabang malah membuatkan nomer laporan baru, dengan alasan untuk mempercepat proses. Ok saya ikuti. Namun karena merasa ada yang janggal, setelah sampai rumah saya kembali menghubungi BRI call untuk kembali menanyakan laporan saya dengan nomer laporan yang baru.

Ternyata benar dengan nomor laporan yang baru, proses penyelesaian laporan saya kembali dari awal dan tercatat laporan saya terhitung dari tanggal 19 Juli 2021. CS BRI pusat pun menyarankan saya tidak perlu dibuatkan lagi nomer laporan baru, tapi meminta agar CS cabang segera mengirimkan data terkait.

Akhirnya saya kembali lagi ke cabang untuk menyampaikan hal tersebut, kenapa saya dibuatkan lagi nomer pelaporan baru sedangkan hal itu tidak perlu? Di depan CS cabang saya menghubungi BRI Call kembali untuk klarifikasi terkait pelaporan saya. Akhirnya dengan tanggapan CS cabang yang sangat tidak memuaskan (karena telah melakukan hal yang tidak perlu), nomer laporan saya pun melanjutkan nomer pelaporan yang lama. Dia bilang “Data terkait sudah kami kirimkan”. Ok saya tunggu.

Sehari berlalu, tanggal 19  Juli 2021 sampai sore uang saya belum juga masuk. Tanggal 20 Juli 2021 tanggal merah, dan hari ini tanggal 21 Juli 2021 saya kembali menghubungi BRI Call, ternyata jawabannya masih sama, masih proses karena menunggu data dari Cabang BRI terkait.

Nomor laporan: 35558635, kantor cabang BRI SIRNABAYA.

Sungguh miris nasib nasabah BRI jika mengalami hal seperti ini. Padahal uangnya, uang kita. Sebaliknya jika hak BRI (contoh kebetulan rekening yang saya miliki rekening bisnis), jika saldo bulanan rata-rata saya di bawah Rp5 juta, maka otomatis akan terkena biaya penalti Rp50 ribu pada tanggal jatuh tempo dan terpotong otomatis dari saldo, tanpa toleransi. Padahal saldo saya kurang karena uang saya nyangkut di BRI. Sedangkan ketika nasabah uangnya bermasalah, harus menunggu berhari-hari bahkan sampai satu bulan.

Pian Sopian
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Hai Sobat BRI, terima kasih atas informasi yang diberikan. Mengenai laporan tersebut akan kami tindaklanjuti. Tks~Roni

    • WOWW.... Kalau keluhan sudah sampai di Media begini,, baru deh pihak yang dikomplai muncul pura2 perhatian.
      TELAT!!!

  • Perlu serius berbenah dalam hal pelayanan. Sudah banyak keluhan kepada BRI, kasihan yg menjadi nasabahnya. SDM dan IT BRI sangat perlu dirombak dan diperbaiki.

  • Saya sampai tarik semua saldo pindah ke bank swasta, sejak sri mulyani mengumumkan akan dikenakan tarif untuk semua aktivitas di atm link.
    Ayolah bersaing dengan bank swasta, masa mau gini² terus. Kalau nasabah kalian kecewa/takut bukan gak mungkin juga semuanya meninggalkan kalian bank BUMN.

  • BRI sedang banyak bermasalah, dari mulai program pemerintah bunga rendah utk masyarakata seperti KUR banyak salah sasaran dan pungutan liar pun merajalela. yg terlibat bukan hanya oknum BRI tapi juga sipil sbg calo KUR dan oknum pemerintahan desa. masukan saya harus petinggi BRI menyelesaikan langsung karena kalau kita lapor ke kanwil BRI setempat malah kita pelapor yg disalahkan. itu sebenarnya pengalaman saya melaporkan pihak BRI yg nakal malah saya yg disalahkan dan difitnah gara2 saya melaporkan akhirnya pengajuan dan pencairan program pemerintah kepada masyarakat dipersulit. akhirnya malah saya disalahkan masyarakat gara2 melaporkan pungutan liar pihak oknum BRI.