Nama saya Jumpa F., pemilik akun dengan Nomor Kontrak 108805919125 FIFGROUP β Spektra pengambilan unit handphone iPhone 16PM 512GB (new) pada tanggal 21 April 2025 di Mega Bekasi Hypermall, di salah satu toko ponsel di lantai 1, dijembatani dengan sales Spektra.
Pada saat itu transaksi berhasil dan langsung dengan pembayaran awal sebesar Rp2.150.000 dan kami langsung membawa unitnya. Sebelumnya syarat dokumen/perjanjian kontrak sudah disertakan dengan sales Spektra.
Untuk cicilan yang ke-2 jatuh tempo pada tanggal 20 Mei 2025. Akan tetapi di H-5 sudah ada info reminder tagihan cicilan ke-2 via SMS dari FIFGROUP, dan tepatnya pada tanggal 20 Mei 2025 saya sudah ada penelponan langsung dari FIF-nya. Pada dasarnya belum terlewati hari/tanggal jatuh tempo saya, tapi saya mengerti hanya sekadar mengingatkan. Akhirnya dana tersebut untuk cicilan ke-2 kami belum bisa membayarnya.
Lalu pada tanggal 22 Mei 2025 sekitar jam 13-an, petugas/penagih FIF datang ke rumah (sesuai KTP), tetapi di rumah kami sedang tidak ada orang. Lalu beliau telepon/chat WhatsApp untuk menanyakan perihal tagihan yang tertunggak (cicilan ke-2).
Pada tanggal 25 Mei 2025, tepatnya hari Minggu, petugas/penagih datang dan bertemu langsung dengan suami saya. Padahal kami tidak ada janji apa pun dengan penagih itu dan beliau pun tidak menunjukkan surat tugas/kuasa (SPPI), langsung saja menanyakan perihal tagihan ke suami saya tanpa persetujuan kami dulu.
Lalu di situlah suami saya bernegosiasi dengan penagihnya dengan menjanjikan pembayaran pada tanggal 30 Mei 2025.
Lalu pada tanggal 29 Mei 2025 (hari libur nasional), suami saya mengabari via chat WhatsApp bahwa dananya belum siap hingga waktu yang ditentukan.
Lalu penagih tersebut datang pukul 15.49 bertemu dengan saudara saya dan menceritakan masalah utang-piutang.
Dan pada tanggal 30 Mei 2025 suami saya chat dan telepon ke penagih itu hingga ada perdebatan mengenai dana yang belum siap kami bayarkan, dan hingga saya merasa terdesak, akhirnya kami bayarkan cicilan ke-2-nya beserta bunga dendanya sebesar Rp2.292.500.
Yang kami permasalahkan di sini: Apakah penagihan waktu libur nasional/hari Minggu diperbolehkan? Atas dasar persetujuan dengan petugas/penagih tidak ada sama sekali.
Mohon kiranya agar jadi pertimbangan kepada pemberi pinjaman.
Terima kasih.
Jumpa F.
Bekasi, Jawa Barat
Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:
Komentar
kalau dompet masih kelas infinix, gausah maksain beli iphone lah, giliran nunggak, dikejar dc, koar koar ke media konsumen, lo yang ngutang, lo yang galak, kocak
Kebelet punya ipong terbaru ya jadinya gini uang ga ada dipaksain kredit π
Makanya Jangan Mudah Tegiur Soal Pamer iPhone Di Medsos dibilang iphone itu Hp Terbaik Padahal Sama Saja.
Baru cicilan ke 2 kok ud gak sanggup bayar, mohon maaf ya setau sy cicilan kendaraan dgn barang elektronik itu beda, karena gak ada yg di jaminkan, kalo kendaraan leasing masih pegang BPKB, JD kalo dia tagih di hari libur gak salah juga soalnya sesuai jadwal angsuran.
Setidaknya kalo niat mau ambil barang, sudah diperhitungkan dulu kesanggupan cicilan tiap bulan. Kalo sekira gak sanggup ya jgn ambil yg mahal, dgn angsuran pertama 2 JT an itu kan ud bisa beli Oppo, SM aja bisa bwt TLP bisa wa, gak akan terbebani apa2.
Kalo baca screenshot WA, bahasa dari DC nya baik juga ya, friendly bahasanya.
Nggak kasar seperti keluhan MK yang lain dalam kasus tagihan Pinjol.
Menurut saya nggak ada yang salah dari DC ini.
Mengenai kunjungan DC di hari libur, perlu dilihat kronologi dari sisi DC nya juga.
Semoga perusahaan FIFGROUP bisa objektif dan tidak terpengaruh dengan posting keluhan TS ini untuk menindak DC nya.
Wah serem lihat angsurannya 2.292.500 selama 23 bulan dengan Dp 2.150.000 Total 50jt lebih hanya untuk sebuah iPhone.Semoga diberikan kelancaran dalam membayar angsuran.bagi sy kaum mendang mending mikir ribuan kali untuk kredit spt itu
Iya seram sekali bunga nya hampir 100%. Setara harga 2pcs. Kalau lunas hp nya sdh mengalami penyusutan harga juga
Orang seperti inilah yg ga punya otak
Lagaknya paling benar aja padahal dengan sudah tidak membayar angsuran aja sudah salah
Introspeksi dirilah dan sadari kalau salah jangan malah mencari-cari kesalahan orang lain
Kocakk.. sudah benar di Reminder H-5 buat bayar. Eh pas japo kok gk ada dananya. Reminder itu pengingat buat ngumpulin duitnya.. gaya elit..angsuran sulit..mending 2jt an itu beli iTel atau Kingfinix....
Udah telat bayar baru juga cicilan kedua bekoar2 pula, sepertinya memang niat ngemplang hutang dari awal. Kasian juga DC lapangan dan FIF nya, makanya lain kali diseleksi lebih ketat lah yg niat ngutang dan mau tampil sosialita tapi dananya tak berdaya
Serius nanya, ketika niat kredit barang mahal tersebut, apakah SDH dipikirkan dengan benar kemampuan untuk membayar cicilannya, kecuali kasus kena PHK ditempat kerja setelah membeli barang secara kredit, itu beda ceritanya...
Setidaknya ketika memutuskan untuk ambil kredit, kita SDH mempersiapkan dana untuk 3 angsuran kedepan..
Jujur saya juga banyak hutang, tapi apa yg anda curhatkan seperti mengada2, mencari kesalahan untuk menutupi kesalahan anda... Bukan tanggal merah yg salah, dan juga bukan aturan OJK yg salah, diri kita yg salah, yg menuruti nafsu tanpa melihat kemampuan kita, semoga kedepannya dipermudah rezekinya agar cicilan bisa dibayar tepat waktu tanpa harus merugikan orang lain yg sama2 cari makan untuk anak dan istri, yg berjuang tanpa mengenal tanggal merah krna tugas demi sesuap nasi πππ
Biasa gaya selangit tapi bayar gak sanggup, play victim pulak.
Semoga lain x Media Komsumen jangan approved artikel gituan
Memang sepertinya Penagihan Dihari libur masuk kategori melanggar aturan OJK. Tapi saya mau mengomentari Kepada saudara F Bekasi yang kredit HP I phone dengan Cicilan diatas 2 juta itu benar benar memaksakan hidup hedon padahal belum waktunya. Kenapa saya katakan demikian baru cicilan kedua aja sudah termehek mehek apalagi hanya karena Kredit sebuah HP. HP Cina aja dengan cicilan pertama sudah bisa memiliki fitur fitur lumayan canggih. Hidup lagi susah bijaksana lah sedikit memilah milah mana kebutuhan dan mana Hawa nafsu. ( keinginan) semoga bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain dari kasus anda . Hidup itu harus bijak.... ngapain nurutin gaya hidup yang belum waktunya.... Peace
Gini pembayaran pertama itu termasuk dalam DP dan angsuran 1, jadi yang bikin fatal ini angsuran ke 2 aja udah telat bayar mau di leasing mana juga pasti fatal. Trus di ss chatnya berusaha membenarkan diri dengan omongan barang yang dibeli bukan buat saya tapi untuk titipan dikampung... Ini jawaban fatal, kamu yang kredit barang otomatis itu menjadi tanggung jawab kamu, pihak leasing ga ada urusan itu barang buat siapa, buat kampung, titipan, mau kamu buang pun ga ada urusan dengan leasing
Kalau gak ada kemampuan bayar angsuran, gak usah sok sok an beli iPhone, ekonomi syulit, gaya elitπ€£π€£π€£π€£π€£
Ya Allah, ngaku dirinya DC tp dengan ga tau malunya FPD dan minta perlindungan OjKπ«£ anda kan DC ya, trs sengaja niat matahin rezeki sesama DC, ga aneh klo smpe nunggak ternyata karakternya memang seburuk itu. Sy kebetulan di Bank dan bener2 enek bgt klo liat para DC lg nagihin debitur yg playing victim model keq bgni.
Tutorial mempermalukan diri sendiri. Doakan saja mudah2an penulis diberi hidayah agar hatinya terbuka bisa jadi pribadi yang lebih baik kedepannya supya tidak menyusahkan orang lain lagi
DC hahahahahaaaa
Klo g mau d datangi DC jgn telat bayar
Intinya jangan pernah janji bng sama mreka mau bayar kapan .bilang aja blm ada dana blm bisa bayar gtu bng
Saya mantan bagian penagihan disalah satu perusahaan pembiayaan. Memng betul Tidak dibenarkan menagih di hari libur, tetapi di akhir bulan kami mendapat tugas dari pusat untuk tetap menagih dihari libur, karna masih banyak nya debitur yg belum melakukan pembayaran pada bulan tersebut. Tidak mengapa juga sebetulnya, karna selama saya menjadi penagih hutang belum pernh debitur marah kepada saya, bahkan mereka menerima saya dengn baik, karna para debitur ini yg betul2 mau menyelesaikan hutang mereka tau mereka salah karna telat membayar. Semua debitur pada awal tanda tangan kontrak sudah dijelaskan mengenai denda, tenor jatuh tempo dll sbgnya, bapak ibu tidak bisa begitu menyalahkan tim lapangan karena bapak ibu sudah melanggar aturan yg sudah ditetapkan. Dan jikalau Memeng tidak dijelaskan sewaktu tanda tangan kontrak, seharusnya bisa bapak ibu meminta izin untuk lebih dulu membaca isi dari pernyataan kontrak, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara debitur dan petugas lapangan seperti yg bapak ibu tulis di atas...
Mau nunggu dana ada darimana? 2 juta / bulan loh. Itu aj baru cicilan kedua. π
Intinya mah kalo mau utang nih yaakk di liat kedepannya gaji tgl brp kalo bisa 5 hari sesudah tgl gajian misalnya gaji tgl 5 minta pembayaran setiap tgl 10 , kalo diliat makan tuh "GENGSI" mana angsuran kedua, mau sesuai atau enggak dah jelas situ ngutang kalo ngutang ya bayar sesuai diaplikasi mau ada surat tugas kek orang kantor mah kgk mau tau dilapangan kek begimana, tuh ada mobil jual aja sini buat bayar angsuran begimana???
Dah ngutang, banyak gaya, ditagih lapor media.. seolah2 hanya dia manuasia yg harus dilindungi, lhonkira yg nagihbjuga bukan manusia?. Kalo ngutang bayar.. malulah bergaya kok ngutang. Teriak2 lagi lagi. Manusia sampah
Sudah biasa pelanggaran peraturan OJK, toh OJK juga gak mandul gak punya kekuatan apalagi lawan grup besar seperti FIF, cuma buat formalitas saja. Yang bisa anda lakukan ya menyelesaikan kewajiban anda sehingga terhindar dari kunjungan DC. Kecuali jika ada tindakan DC yang mengarah ke kekerasan maka bisa anda laporkan ke kepolisian. Jika DC datangnya baik baik ya anda bisa terima dengan baik baik, memang kunjungan diluar jam kerja dan hari libur tidak diperbolehkan. Anda bisa menolak atau menyuruhnya datang kembali di hari kerja. Namun dari sisi DC sendiri sering kesulitan juga menemui orang di jam kerja dengan berbagai macam alasan. Saran saya temui baik2 dan katakan jika belum bisa membayar, berikan kepastian kapan bisa anda bayar. Saya sendiri sebagai seorang wira usaha juga sering telat dan ditagih DC koprasi, tapi saya berikan kepastian kapan saya bayar berikut dendanya. Yg jelas jangan sampai lebih dari 90 hari karena akan merusak score credit anda dan membuat anda sulit mendapatkan kredit di kemudian hari.
Kalau dc datang untuk nagih jangan bilang janji mau bayar nanti dc nya tungguin janji nya, bilang untuk sementara belum ada niat bayar karma belum ada uang, kalau ditanya kapan mau bayar nanti 5 tahun lagi
Bang kalo kata Kang Dedi Mulyadi
Kalo Miskin jangan banyak gaya bang,
Udah tau miskin banyak gaya pula pakai pengen iphone..
Ya gimana gak ngomel Debt coll nya lu belom ngangsur aja udh macet udh kebanyakan alasan...beneran dah mending duit lu 2,1jt yg dipake DP beliin aja HP oppo bang hidup lu tenang...daripada nyusahin orang...sekali lagi bang kalo Miskin jangan banyak gaya
Betul sekali, ekonomi syulit, gaya elit,
Mending kalo harganya di bawah 5jt. Lah ini, IP 16 PM. Apa ga tau diri bgt tuh TS.