Surat Pembaca

Biaya Restrukturisasi Akulaku Tidak Transparan dan Merugikan Konsumen

Perkenalkan, saya Aris Sodikin. Saya salah satu pengguna setia Akulaku sejak 2016. Sebelumnya saya tidak pernah telat membayar tagihan Akulaku. Namun pada pertengahan tahun kemarin, saya mengalami permasalahan keuangan dan tidak bisa mencicil sesuai nominal tagihan bulanan seharusnya. Akhirnya saya memanfaatkan dan mengikuti program restrukturisasi yang ada di aplikasi Akulaku.

Semua berjalan normal, saya mencicil tagihan restrukturisasi beserta biayanya sesuai aplikasi sampai akhir tahun kemarin. Akhir bulan Januari 2022, sisa tagihan saya seharusnya adalah Rp753.000. Saya kembali mengajukan restrukturisasi dan membayar sesuai nominal tagihan restrukturisasi beserta biayanya.

Namun saya terkejut, setelah membayar tagihan restrukturisasi, tiba-tiba muncul tagihan baru dengan nominal Rp1.546.000 (2x lipat dari sisa tagihan saya). Pada akhir bulan Februari 2022, saya kembali mengajukan restrukturisasi, dan setelah membayar tagihan restrukturisasi, kembali lagi muncul tagihan baru senilai Rp510.000.

Atas kejadian ini saya merasa sangat dirugikan oleh pihak Akulaku, karena tidak transparannya biaya restrukturisasi. Saya merasa keberatan kalau harus membayar tagihan yang sama sekali tidak saya pinjam, dengan nominal yang besar. Padahal setiap bulan saat mengajukan restrukturisasi, itu sudah ditambah biaya restrukturisasi. Namun secara tiba-tiba, muncul lagi biaya restrukturisasi dengan NOMINAL YANG SANGAT BESAR, bahkan melebihi jumlah tagihan seharusnya.

Padahal program restrukturisasi ini seharusnya memberikan keringanan kepada konsumen pada masa-masa sulit seperti sekarang. Namun Akulaku malah memberatkan konsumen, dengan munculnya tagihan-tagihan baru yang akhirnya membuat tagihan semakin membengkak. Kalau tahu akhirnya tagihan tidak selesai-selesai dan semakin membengkak, saya lebih memilih menunda pembayaran sampai ada dana untuk pelunasan. Karena nominal denda harian pun tidak sebesar biaya restrukturisasi ini.

Mohon bantuannya kepada AFPI, OJK dan pihak-pihak terkait untuk memantau dan investigasi Akulaku Indonesia terkait sistem restrukturisasi ini. Karena mungkin banyak pengguna lain yang mengalami hal serupa seperti saya dan merasa dirugikan.

Salam.

Aris Sodikin
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Aris Sodikin

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Bapak Aris Sodikin pada tanggal 19...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Saya juga pelanggan akulaku
    Dan saya jg pernah telat bayar 2hari dari jatuh tempo
    Dan saya jg di tlp oleh penagih kbetulan yg nagih via tlp itu wanita dg suara yg kasar dan mengancam ini dan ancam itu
    Layak nya saya seorang maling
    Pdhal baru telat 2 hari
    Apakah emang harus sperti itu menagih dg kata kasar dan tdk beradab
    Sperti nya tdk mengenyam pendidikan

  • Yang jdi pertanyaan, ketika restrukturisasi di setujui, apakah bunganya msh berjalan atau gmna?

    • masih berjalan, malah dendanya di akumulasi ke bulan2 berikut nya, padahal sudah bayar normal....itu akal2an akulaku jadi mereka punya 2 sistem, sistem pertama update dengan cs nya, aplikasi kedua hanya mereka yang tahu perhitungannya...kalau sudah lunas atau selesai dengan urusan aplikasi pertama....sebulan kemudian mereka kasih tagihan dengan skema baru mereka, contohnya sya hutang pokok 9 jt cicilan 990 ribu telat 2 bulam ditawarkan program cicilan dengan hilang bunga, kenyataannya ngga ada, malah setelah lunas dengan total bayar hampir 13 jt, sebulan kemudian muncul tagihan baru sebesar 2,5 jt lebih...dan mereka kasih skema yg tidak pernah di infokan sama sekali....kasus ini sudah saya laporkan ke pihak terkait ojk, afpi, waspada investasi dsbnya...kurang ajarnya dc itu wa dengan mengirimkan foto pribadi sya se akan2 seperti ingin mengancam menyebarkan....ini status sya sudah lunas sesuai dengan program cicilan mereka loh, bukti komplit...tapi terus di teror sma dc kacrut mereka tanpa melihat permasalahan sya apa...bayar lunas plus bunga dan denda aja, masih tagih lagi....brengsek emang akulaku

  • Saya pengguna akulaku lama, biasanya tidak pernah telat bayar tpi karena pandemi n sudah tidak bekerja tpi saya selalu usahakn cicil jika ad uang lebih..saya di WA suruh pilih restrukturisasi.. Saya lakukan karena memang saya niat bayar tpi sesudah itu saya hitung2 lebih dr yg d bayarkan tpi g ap2 lah selang beberapa hari d WA lagi suruh bayar dan bayar padhl belum waktunya.
    Tau gitu g pakek restrukturisasi aj mending cicil aj bunganya jga g bnyak2 bnget..

  • Pernah punya akun akulaku niatnya mau nyicil laptop karena waktu itu butuh buat ikut latsar.eh akun saya dibobol padahal saya tidak pernah mengirim kode otp ke orang lain.waktu itu limit kredit saya dipakai kredit saldo gopay di bukalapak padahal bukalapak saya sendiri tidak ada notifikasi transaksi.kurang lebih kerugian saya 2.4 juta.langsung saya ajukan penghapusan akun lalu saya uninstal dan sudah tidak berani instal lagi sampai skrg

  • Sama dengan saya punya pinjaman 1.2 karena punya masalah keuangan saya tidak bisa membayar selama 2 bulan, pas dicek kaget liat tagihan dari yang harusnya bayar 1.3 jadi harus bayar 2 juta dalam waktu 2 bulan, tapi sayang OJK ga ada tindakan padahal sudah banyak yang lapor, DC nya banyak yang kurang ajar kalo nagih