Penagihan oleh Debt Collector Bank Mandiri ke Sekolah Anak dan Tempat Kerja Kerabat
Selamat pagi,
Saya adalah salah satu pemegang kartu kredit Bank Mandiri yang sudah cukup lama, dengan track record yang baik. Salah satu kartu kredit saya adalah 4902 83xx xxxx 8983. Namun setahun yang lalu muncul goncangan ekonomi yang cukup dahsyat, disertai jatuh sakitnya kedua orang tua saya, yang menyebabkan hingga saat ini saya belum mampu melakukan pembayaran kembali atas tagihan kartu kredit yang saya miliki.
Sebelum berlarut, saya sempat mengirimkan email ke Bank Mandiri melalui alamat email laurenti***@gmail.com dan laurenti***@yahoo.com, serta melakukan kunjungan ke Bank Mandiri Sidoarjo. Namun, memang jawaban kala itu dari customer service menyampaikan bahwa harus melalui proses penagihan.
Langsung ke inti permasalahan.
Saya memang menerima surat tagihan dari Bank Mandiri. Namun mengapa pihak penagihan melakukan teror bertubi-tubi ke kantor pusat tempat adik saya bekerja?
Mengapa melakukan teror ke nomor telepon anak dan sekolah anak saya? Melakukan teror ke telepon adik ipar serta keponakan saya yang masih bersekolah?
Teror dan telepon yang bertubi-tubi ke kantor adik saya menyebabkan adik saya menerima surat peringatan dengan risiko kehilangan pekerjaan.
Saya selaku debitur tidak bermaksud kabur. Namun memang saat ini belum dapat melakukan pembayaran setelah kehilangan pekerjaan dan bisnis yang saya rintis hancur. Saya single parent yang menghidupi tiga anak serta kedua orang tua saya, dan saya telah menjadi nasabah Bank Mandiri sejak lama.
Apakah dibenarkan melakukan teror ke sekolah? Apakah dibenarkan melakukan teror di luar kontak darurat? Adik saya bukan penjamin dan tidak melakukan tanda tangan apa pun atas dokumen di Bank Mandiri.
Apa harapan dari Bank Mandiri dengan memberikan begitu besar tekanan kepada anak-anak, pihak sekolah, dan keluarga saya?
Kondisi yang terjadi saat ini benar-benar tidak saya harapkan. Saya berada dalam posisi finansial yang cukup buruk. Saya pasti akan melakukan pembayaran ketika perekonomian saya berangsur pulih. Saat ini kondisi ekonomi hanya mampu untuk mencicil kebutuhan sekolah anak-anak yang juga tertunda karena guncangan ekonomi yang bersamaan dengan sakitnya kedua orang tua saya.
Terima kasih.
Laurentia
Sidoarjo, Jawa Timur
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Menanggapi pengaduan Ibu Laurentia yang kami terima melalui Surat Pembaca Media Konsumen.com tanggal 23 Oktober 2025 terkait penagihan Mandiri Kartu... Baca Selengkapnya
Komentar
Bank Mandiri emang udah mulai ngaco belakangan ini..
yang tiba2 ada rekening padahal ga merasa bikin..
makin kacau..
Rata² bank BaUMN emang begitu. Saya pakai CC BCA ga pernah ada debt collector, walaupun kadang telat bayar. UOB agak mending juga, penagihannya sopan sekalipun kita telat bayar. Tp klo BaUMN sama cimb males banget, debt collectornya rese.
Laporkan ibu
Laporkan melalui email ke OJK
Laporkan melalui email ke Bank Indonesia
Ibu buka POJK 22 tahun 2023 pasal 60 dan 62
Ibu buka peraturan Bank Indonesia pasal 17 B
Ibu buka surat edaran Bank Indonesia 14/17/Dasp/2012 pasal 4
UU Hak asasi manusia
Tidak ada seorang pun atas putusan pengadilan dapat dipidana atas alasan ketidakmampuan memenuhi perjanjian hutang piutang
Harus tegas sebagai debitur
Kalau memang ga mau rugi bank jangan kasih pinjeman ke debitur
Intinya harus berani
Buka chat gpt ketik
Buatkan surat pengaduan kepada OJK atas perlakuan debitur yang melanggar peraturan perundang undangan
Dan buat laporan ke polres
Mereka kurang ajar, hanya karena target dan insentif berbuat zalim ke orang lain
Saya doakan semoga DC yang berlaku demikian, anak dan keturunannya merasakan teror 100 kali lipat dari yang dirasakan atas perlakuan gilanya
Sekian
Tenang aja bank sudah pakai asuransi dalam memberikan kredit kepada debitur, dan satu hal yang penting
Kalau memang Bank Ingin menggugat seseorang ke Perdata, pastinya Bank Tidak akan melempar data ke Pihak 3.
Pihak ke 3 ini harus di atur dalam hukum yang jelas
Hal seperti ini perlu kita teruskan ke Mentri Keuangan,buat laporan tertulis
Agar OJK dan BI lebih keras ke pihak ke 3
Tetap semangat bu
Saya juga akan memenjarakan DC Bank anak singkong
Setuju Galbay aja dulu..ngk peduli mau bunga dan dendanya jadi selangit. Fokus u kebutuhan keluarga, ada waktunya pihak bank akan menawari restuktrssi.
Saat itulah kita ajkukan Restruk maksimal.
Kita bisa bayar setengahnya malah.(Mungkin fikirannya,dari pada asetnya ngk kembali lebih baik dpt setengah drpada 0)
Aku sdh pernah alami,alias pengalaman pribadi. Ada juga teman sampai Hapus Buku .bayar ngk bayar terlanjur telat lama toh ttp juga akan kena Slik.
Ttp tenang..sampai keuangan membaik🙅♂️
solusinya tetep bayar bang kalo begini mah, karna mereka sangkutin ke anak dan kerabat yg berpotensi ikut kecebur.
beda cerita misal ibu ini keceburnya sendirian mungkin opsi galbay masih bisa dipertimbangkan
Ajukan restrukturisasi, bank intinya mau uang nya kembali walaupun cuma pokoknya saja,
Klo di tolak restrukturisasi nya gak usah di bayar, krn tidak ada perjanjian sita aset nasabah jika galbay
Lapor polisi dan OJK, nanti pihak banknya bakal kena sanksi dan ibu bisa ajukan negosiasi, kayaknya tuh pihak ketiga masih orang baru. Kalo ada komen DC dibawah abaikan aja bu, soalnya mereka kalo nagih brutal liat liat profil orangnya, kalo dikota besar selain sudah paham sop penagihan, bisa ngamuk di kantor cabangnya. Apalagi bank mandiri beuhh mantap itu violationnya
Ibu juga kalo dc wa atau email jawab aja jika belum sanggup, mereka juga ada target
GK bakalan ngaruh,, isi dent cuma mengancam sana sini,,tau kan kasus Citibank yg menganiaya konsumen nya yg DTG mau melunasi hutang lamanya,, sekali nyampe disekap dan disiksa debt didalam ruangan bank sampai mati,, debt itu mmg berbahaya sistem nya,,
Kejadian 2011
Sebagai debitur jangan polos polos banget
Dan sebagai debt collector jangan terlalu berlebihan improvisasi nya
Tetap pada aturan dalam hukum saja
Hutang kartu kredit itu resiko tinggi untungnya juga tinggi
Sudah di perhitungkan oleh perbankan
KPR pun sama saja, sistem perbudakan tak kasat mata hahaha
3 tahun pertama flat
Pas tahun ke 4 floating angka cicilan menyentuh 2 kali lipat
Benar benar di peras manusia
Bagaikan di perkosa di jajah , kerja gajian hanya numpang lewat
Semenjak ada penjajahan moderen warga jadi banyak masalah
1.cicilan
2.spaylater
3.pinjaman
4.pinjol
5.emok
Laporkan saajas ke ojk dan BI penagihan sperti ini sudah meneror anak dan sekolah nya . Harusnya bank memberikan solusi bukan mengedapankan premanisme
Kak harusnya email aja ke bi ( bicara@bi.go.id ) jadi bank nya bs kena sanksi juga apalagi bukti2 kk lengkap. Kalo disini mah bank nya bisa aj ngeles.
Denda maksimal bank nya 15 miliar pasal 62 di pojk
Turut prihatin kpd ibu ini karena saya pun merasakan hal yg sama. Sudah setahun terakhir ini gagal bayar krn kehilangan pekerjaan tetap dan sempat tertipu orang dgn jumlah yg cukup besar.
Ada beberapa bank yg penagihannya cukup membuat tidak nyaman, antara lain yg saya alami adalah dari bank mega dan aeon. Utk bumn hanya datang mengantarkan surat tagihan saja seperti bni dan mandiri.
Sedikit berbeda dgn yg dialami oleh ibu ini dari bank mandiri krn hanya surat tagihan saja yg diantarkan oleh DCnya.
Semoga yg sedang mengalami masalah yg sama segera dilancarkan rejekinya dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.
Bank BUMN ato swasta sama aja klo masalah menagih. Mereka pake DC sbg pihak ketiga, bukan dari intern bank sendiri.
Lapor OJK..?? Bakal percuma. Berapa banyak kasus kyk gini yg dilaporkan, tp nihil tindakan tanpa empati dari lembaga tsb.
Teror CC bank biasanya berlangsung lama, beda dg teror pinjol ato pinjaman non bank.
Solusi terakhir, mungkin bank akan menawarkan pelunasan dlm cicilan hutang pokok tanpa bunga ataupun perpanjangan masa pinjaman.
Semoga segera mendapat kemudahan. Kuatkan mental & pikiran. Klo ada aset yg bisa digunakan, mungkin lebih baik dilepas utk digunakan sbg pelunasan CC nya.
Komentar
Bank Mandiri emang udah mulai ngaco belakangan ini..
yang tiba2 ada rekening padahal ga merasa bikin..
makin kacau..
Rata² bank BaUMN emang begitu. Saya pakai CC BCA ga pernah ada debt collector, walaupun kadang telat bayar. UOB agak mending juga, penagihannya sopan sekalipun kita telat bayar. Tp klo BaUMN sama cimb males banget, debt collectornya rese.
Laporkan ibu
Laporkan melalui email ke OJK
Laporkan melalui email ke Bank Indonesia
Ibu buka POJK 22 tahun 2023 pasal 60 dan 62
Ibu buka peraturan Bank Indonesia pasal 17 B
Ibu buka surat edaran Bank Indonesia 14/17/Dasp/2012 pasal 4
UU Hak asasi manusia
Tidak ada seorang pun atas putusan pengadilan dapat dipidana atas alasan ketidakmampuan memenuhi perjanjian hutang piutang
Harus tegas sebagai debitur
Kalau memang ga mau rugi bank jangan kasih pinjeman ke debitur
Intinya harus berani
Buka chat gpt ketik
Buatkan surat pengaduan kepada OJK atas perlakuan debitur yang melanggar peraturan perundang undangan
Dan buat laporan ke polres
Mereka kurang ajar, hanya karena target dan insentif berbuat zalim ke orang lain
Saya doakan semoga DC yang berlaku demikian, anak dan keturunannya merasakan teror 100 kali lipat dari yang dirasakan atas perlakuan gilanya
Sekian
Tenang aja bank sudah pakai asuransi dalam memberikan kredit kepada debitur, dan satu hal yang penting
Kalau memang Bank Ingin menggugat seseorang ke Perdata, pastinya Bank Tidak akan melempar data ke Pihak 3.
Pihak ke 3 ini harus di atur dalam hukum yang jelas
Hal seperti ini perlu kita teruskan ke Mentri Keuangan,buat laporan tertulis
Agar OJK dan BI lebih keras ke pihak ke 3
Tetap semangat bu
Saya juga akan memenjarakan DC Bank anak singkong
Setuju Galbay aja dulu..ngk peduli mau bunga dan dendanya jadi selangit. Fokus u kebutuhan keluarga, ada waktunya pihak bank akan menawari restuktrssi.
Saat itulah kita ajkukan Restruk maksimal.
Kita bisa bayar setengahnya malah.(Mungkin fikirannya,dari pada asetnya ngk kembali lebih baik dpt setengah drpada 0)
Aku sdh pernah alami,alias pengalaman pribadi. Ada juga teman sampai Hapus Buku .bayar ngk bayar terlanjur telat lama toh ttp juga akan kena Slik.
Ttp tenang..sampai keuangan membaik🙅♂️
solusinya tetep bayar bang kalo begini mah, karna mereka sangkutin ke anak dan kerabat yg berpotensi ikut kecebur.
beda cerita misal ibu ini keceburnya sendirian mungkin opsi galbay masih bisa dipertimbangkan
Ajukan restrukturisasi, bank intinya mau uang nya kembali walaupun cuma pokoknya saja,
Klo di tolak restrukturisasi nya gak usah di bayar, krn tidak ada perjanjian sita aset nasabah jika galbay
Lapor polisi dan OJK, nanti pihak banknya bakal kena sanksi dan ibu bisa ajukan negosiasi, kayaknya tuh pihak ketiga masih orang baru. Kalo ada komen DC dibawah abaikan aja bu, soalnya mereka kalo nagih brutal liat liat profil orangnya, kalo dikota besar selain sudah paham sop penagihan, bisa ngamuk di kantor cabangnya. Apalagi bank mandiri beuhh mantap itu violationnya
Ibu juga kalo dc wa atau email jawab aja jika belum sanggup, mereka juga ada target
https://news.detik.com/berita/d-8176024/3-debt-collector-viral-rebut-motor-wanita-di-jakbar-dibekuk
GK bakalan ngaruh,, isi dent cuma mengancam sana sini,,tau kan kasus Citibank yg menganiaya konsumen nya yg DTG mau melunasi hutang lamanya,, sekali nyampe disekap dan disiksa debt didalam ruangan bank sampai mati,, debt itu mmg berbahaya sistem nya,,
Kejadian 2011
Sebagai debitur jangan polos polos banget
Dan sebagai debt collector jangan terlalu berlebihan improvisasi nya
Tetap pada aturan dalam hukum saja
Hutang kartu kredit itu resiko tinggi untungnya juga tinggi
Sudah di perhitungkan oleh perbankan
KPR pun sama saja, sistem perbudakan tak kasat mata hahaha
3 tahun pertama flat
Pas tahun ke 4 floating angka cicilan menyentuh 2 kali lipat
Benar benar di peras manusia
Bagaikan di perkosa di jajah , kerja gajian hanya numpang lewat
Semenjak ada penjajahan moderen warga jadi banyak masalah
1.cicilan
2.spaylater
3.pinjaman
4.pinjol
5.emok
Laporkan saajas ke ojk dan BI penagihan sperti ini sudah meneror anak dan sekolah nya . Harusnya bank memberikan solusi bukan mengedapankan premanisme
Kak harusnya email aja ke bi ( bicara@bi.go.id ) jadi bank nya bs kena sanksi juga apalagi bukti2 kk lengkap. Kalo disini mah bank nya bisa aj ngeles.
Denda maksimal bank nya 15 miliar pasal 62 di pojk
Turut prihatin kpd ibu ini karena saya pun merasakan hal yg sama. Sudah setahun terakhir ini gagal bayar krn kehilangan pekerjaan tetap dan sempat tertipu orang dgn jumlah yg cukup besar.
Ada beberapa bank yg penagihannya cukup membuat tidak nyaman, antara lain yg saya alami adalah dari bank mega dan aeon. Utk bumn hanya datang mengantarkan surat tagihan saja seperti bni dan mandiri.
Sedikit berbeda dgn yg dialami oleh ibu ini dari bank mandiri krn hanya surat tagihan saja yg diantarkan oleh DCnya.
Semoga yg sedang mengalami masalah yg sama segera dilancarkan rejekinya dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.
Bank BUMN ato swasta sama aja klo masalah menagih. Mereka pake DC sbg pihak ketiga, bukan dari intern bank sendiri.
Lapor OJK..?? Bakal percuma. Berapa banyak kasus kyk gini yg dilaporkan, tp nihil tindakan tanpa empati dari lembaga tsb.
Teror CC bank biasanya berlangsung lama, beda dg teror pinjol ato pinjaman non bank.
Solusi terakhir, mungkin bank akan menawarkan pelunasan dlm cicilan hutang pokok tanpa bunga ataupun perpanjangan masa pinjaman.
Semoga segera mendapat kemudahan. Kuatkan mental & pikiran. Klo ada aset yg bisa digunakan, mungkin lebih baik dilepas utk digunakan sbg pelunasan CC nya.