Keluhan Surat Pembaca Penagihan oleh Debt Collector Bank Mandiri ke Sekolah Anak dan Tempat Kerja Kerabat 23 Oktober 202530 Oktober 2025 Laurentia 64 Komentar Bank Mandiri, Debt Collector, Kartu Kredit Bank Mandiri, Kartu Kredit Mandiri, Kredit Macet, Nomor telepon pengguna, Penagihan Kartu Kredit, penagihan ke kantor, penagihan ke pihak ketiga, perlindungan data pribadi, Privasi data, Sistem penagihan bermasalah, SPAM, spam telepon, Tagihan kartu kredit Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Selamat pagi, Saya adalah salah satu pemegang kartu kredit Bank Mandiri yang sudah cukup lama, dengan track record yang baik. Salah satu kartu kredit saya adalah 4902 83xx xxxx 8983. Namun setahun yang lalu muncul goncangan ekonomi yang cukup dahsyat, disertai jatuh sakitnya kedua orang tua saya, yang menyebabkan hingga saat ini saya belum mampu melakukan pembayaran kembali atas tagihan kartu kredit yang saya miliki. Sebelum berlarut, saya sempat mengirimkan email ke Bank Mandiri melalui alamat email laurenti***@gmail.com dan laurenti***@yahoo.com, serta melakukan kunjungan ke Bank Mandiri Sidoarjo. Namun, memang jawaban kala itu dari customer service menyampaikan bahwa harus melalui proses penagihan. Langsung ke inti permasalahan. Saya memang menerima surat tagihan dari Bank Mandiri. Namun mengapa pihak penagihan melakukan teror bertubi-tubi ke kantor pusat tempat adik saya bekerja? Mengapa melakukan teror ke nomor telepon anak dan sekolah anak saya? Melakukan teror ke telepon adik ipar serta keponakan saya yang masih bersekolah? Teror dan telepon yang bertubi-tubi ke kantor adik saya menyebabkan adik saya menerima surat peringatan dengan risiko kehilangan pekerjaan. Saya selaku debitur tidak bermaksud kabur. Namun memang saat ini belum dapat melakukan pembayaran setelah kehilangan pekerjaan dan bisnis yang saya rintis hancur. Saya single parent yang menghidupi tiga anak serta kedua orang tua saya, dan saya telah menjadi nasabah Bank Mandiri sejak lama. Apakah dibenarkan melakukan teror ke sekolah? Apakah dibenarkan melakukan teror di luar kontak darurat? Adik saya bukan penjamin dan tidak melakukan tanda tangan apa pun atas dokumen di Bank Mandiri. Apa harapan dari Bank Mandiri dengan memberikan begitu besar tekanan kepada anak-anak, pihak sekolah, dan keluarga saya? Kondisi yang terjadi saat ini benar-benar tidak saya harapkan. Saya berada dalam posisi finansial yang cukup buruk. Saya pasti akan melakukan pembayaran ketika perekonomian saya berangsur pulih. Saat ini kondisi ekonomi hanya mampu untuk mencicil kebutuhan sekolah anak-anak yang juga tertunda karena guncangan ekonomi yang bersamaan dengan sakitnya kedua orang tua saya. Terima kasih. Laurentia Sidoarjo, Jawa Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Rianto23 Oktober 2025 - (16:29 WIB)Permalink Jual aset buat bayar hutang. Gaya elit pakai kartu kredit. Giliran bayar suliit. 6 12 Login untuk Membalas
Gojek24 Oktober 2025 - (10:03 WIB)Permalink Lapor ojk saja penagihan kaya gitu tidak dibenarkan…tapi posisi anda juga salah si 3 2 Login untuk Membalas
Frans Kelvin24 Oktober 2025 - (15:01 WIB)Permalink Ibu harus laporkan ke OJK bisa via email ke konsumen@ojk.go.id atau portal : kontak157.ojk.go.id itu sudah keluar dari ketentuan OJK, dan ada info ternyata BPJS Kesehatan banyak oknum kerjasama dengan team penagih memberikan data2 pribadi sampai gaji, nomor hp, fasker lengkap diberikan dalam satu Kartu Keluarga,, bukannya membenarkan orang yg menunggak ya, tapi jangan sampai keluar jalur dan melanggar hukum cara penagihannya.. jangan samakan semua orang.. 3 1 Login untuk Membalas
T24 Oktober 2025 - (17:03 WIB)Permalink Masa sih, wah bisa rame nih kalo gini, si bank bakal kena violation dan putus kontrak sama pihak ke tiga 0 1 Login untuk Membalas
LaurentiaPenulis artikel28 Oktober 2025 - (09:52 WIB)Permalink Terima kasih, kemarin Mandiri telepon dan saya menunggu konfirmasi tertulis, yang mengatakan penagihan di luar nomer saya telah di putus. Namun faktanya saat saya menulis komentar ini DC terus meneror adik saya dan membuahkan SP 3. Saya juga menanyakan ke Bank Mandiri apakah fi benarkan penagihan dan teror yang menyebabkan SP 3 di kerabat kreditu? Jadi saya harus melanjukan ke OJK y kak? 1
Los3 November 2025 - (11:47 WIB)Permalink Di sosmed bacot doang, di datengin malah ciut kek opor ayam. Situ ***** atau *****? Mental DC kek sampah kndm! Kalo ada temennya keras, kalo gak ada temennya langsung lemes. Semoga lu ngerasain apa yang penulis rasakan. Login untuk Membalas
Andi Supangkat24 Oktober 2025 - (07:00 WIB)Permalink Anda pasti salah satu dari debt collector ya. 3 2 Login untuk Membalas
hasnia24 Oktober 2025 - (09:19 WIB)Permalink Sudah dijelaskan ibunya klo beliau single parent. Klo tidak bisa membantu setidaknya berempati 3 2 Login untuk Membalas
T24 Oktober 2025 - (17:05 WIB)Permalink Pasti dia Dc,seneng kalo ada kayak gini 2 2 Login untuk Membalas
Effendy25 Oktober 2025 - (06:04 WIB)Permalink Kamu nanti pasti akan mengalaminya kok, jangan kuatir, pasti akan merasakan pengalaman yang sama 1 Login untuk Membalas
De25 Oktober 2025 - (09:07 WIB)Permalink Saa tidak menjudge pemilik postingan. Balasan komentar saya untuk bapak Rianto yg mungkin adalah DC Login untuk Membalas
Rian24 Oktober 2025 - (09:45 WIB)Permalink Kamu belum pernah ngalamin kayak begitu,kamu tnyak orang seluruh dunia.mau punya hutang.gak ada yg mau apalagi nasabah lama.kecuali dia niat ngeblong gk bayar pakai kartu kredit sebentar. 4 2 Login untuk Membalas
Gojek24 Oktober 2025 - (10:04 WIB)Permalink Bocah bocah cuma gede disosmed doang …musibah g ada yg tau bocah siapa tau nanti lu ngalamin 4 2 Login untuk Membalas
Kang-Asep27 Oktober 2025 - (02:45 WIB)Permalink jgn banyak gaya di gedein klo merasa single parent lebih baik di tutup kartu kreditnya sebelum punya utang, gunakan kartu debit isi dulu uangnya baru belanja. 1 Login untuk Membalas
Leo24 Oktober 2025 - (10:19 WIB)Permalink Dia seorang single parent dan pny tanggungan. Apalg bisnisnya n krjaannya hancur. Ini bisa terjadi sama siapa aja. Mungkin km blm pernah di posisi itu. Jd jgn bacot doang yg gede nyinyir di sosmed, Sy pernah di posisi ibu ini, dan puji tuhan sudah melewatinya sejak zaman covid 3 2 Login untuk Membalas
zaenal25 Oktober 2025 - (07:00 WIB)Permalink Semangat Kakak, jgn patah semangat, In Syaa Allah Akan ada jalan nya, abaikan aja koment² negatif … Itu DC DC yg nimbrung, yg sengaja ikut serta menjatuh kan mental Kakak,…. Jgn hiraukan,…. Yakin Allah akan memberikan jalan …. 🤲🤲🤲🤲 1 1 Login untuk Membalas
Frans Kelvin24 Oktober 2025 - (15:07 WIB)Permalink Halo bg jangan ngomong begitu, tidak ada satu orangpun mau dirinya berhutang, Bank memberikan kartu kredit berdasarkan kelayakan dan Bank juga paham resikonya,, OJK menjembatani hal tersebut artinya ada aturan yg harus diperhatikan saat penagihan,,, abg fikir kalau semua orang lancar abang bisa jadi deskcoll? Deskcoll itu terbentuk karena ada gagal bayar.. jadi jangan merendahkan orang kalau abg aja bisa makan dari kondisi itu.. 4 2 Login untuk Membalas
Dorma24 Oktober 2025 - (18:32 WIB)Permalink Kalo menurut saya sih mendingan lapor ke ojk karena aturan penagihan juga ga begitu kali!andaipun anda gagal bayar sekalipun itu sudah ada ansuransinya jadi bank mandiri juga ga rugi.cuma anda terkena blacklist!blacklist hilang ketika anda membayar tunggakan anda 2 1 Login untuk Membalas
Anime24 Oktober 2025 - (18:48 WIB)Permalink Komentar anda berbahaya buat keluarga anda sendiri,, ketika salah satu keluarga anda tertimpa musibah,, 2 Login untuk Membalas
Beretta M924 Oktober 2025 - (21:38 WIB)Permalink Elu lagi wkwk gak pernah enak ***** orang ini. DC gak usah ikut nimbrung disini woy… DC freelance loe ah 2 Login untuk Membalas
tri25 Oktober 2025 - (06:04 WIB)Permalink Heh dc sampah lo layak di bakar massa 2 Login untuk Membalas
James28 Oktober 2025 - (11:05 WIB)Permalink Ngapain ngadu ke media gk jelas ini bang. Memangnya sudah berapa masalah yang diselesaikan media konsumen ini.? 1 Login untuk Membalas
zaenal25 Oktober 2025 - (06:55 WIB)Permalink Semoga ini pun segera menimpa diri Mu …. Ya Allah kabulkan doa hamba Mu ini 1 Login untuk Membalas
kasi25 Oktober 2025 - (10:27 WIB)Permalink Tidak Semua Leader DC Pintar bahkan Headnya apalagi DCnya, modalnya cuma kejar insentif cara kerja brutal kayak preman. Belum pernah ketemu Debitur Gelap (Istilahnya yang dipunyai hanya nyawa yang melekat) bisa diajak adu sabung nyawa baru paham. Bedakan mana Debitur yabg memang Karakter Busuk (dari Angsuran awal2 sudah gak bayar) dengan Debitur eksisting yang sudah beberapa tahun rutin angsur tiba2 karena kondisi yang diluar kuasanya semisal bisnis sedang ambruk, kena PHK dan kondisi lain yg bersifat extraordinary. Apalagi kasih solusi jual Aset, nalar dimana. Setidaknya kl tdk bisa kasih Solusi berempati kasih support kata2. Nanti kalau Anda sudah dititik ini Anda akan mengerti apa makna empati. Login untuk Membalas
Mohamad27 Oktober 2025 - (21:32 WIB)Permalink jgn sok judge org yg sedang kesulitan … klo gk bisa bantu mending diem 1 Login untuk Membalas
kangmas30 Oktober 2025 - (04:51 WIB)Permalink Sama saya juga begitu, ngak usah bayar awalnya merasa malu, tapi DC sudah membuat malu, bilang saja laporkan ke pengadilan kalau kalian merasa benar, ini masuk perdata santai aja suruh laporkan pengadilan, karna DC ngak mampu melawan hukum makanya dia teror 2 Login untuk Membalas
Los3 November 2025 - (11:42 WIB)Permalink Hey *****! Jangan asal hina dong. Siapa tau beliau ngutang untuk kebutuhan sehari-hari, atau biaya sekolah anaknya. Kebiasaan SDM rendah begini lah Login untuk Membalas
Wisnu23 Oktober 2025 - (18:16 WIB)Permalink itulah bahayanya hutang, karena tidak pernah ditau rejeki seseorang apakah akan selalu lancar dan stabil atau tidak. sekalinya jatuh, pihak bank tidak peduli dengan track record. segala cara dilakukan untuk menagih pembayaran tunggakan. 1 2 Login untuk Membalas
Putri23 Oktober 2025 - (21:50 WIB)Permalink Tidak pernah d benarkan penagihan melalui tempat kerja, telp d luar nomer yg menunggak apa lg sampai mengganggu. 4 2 Login untuk Membalas
Budi23 Oktober 2025 - (22:31 WIB)Permalink Kalau sampai merugikan anda lebih baik galbay aja dulu kak, gausah peduli komentar DC disini (karena memang situs media konsumen banyak DC ikutan Komen menjatuhkan mental anda) nanti jika sudah ada Dana ajukan Keringanan pembayaran bisa kok, kartu kredit itu hutang tanpa agunan, ga perlu takut sama sekali kak, fokus aja perbaiki keuangan anda dulu. Jangan terjebak Gali lobang tutup lobang. 10 2 Login untuk Membalas
Uswatun24 Oktober 2025 - (14:16 WIB)Permalink Ya Allah ,saya di posisi seperti ibu jika tidak ada yang menguatkan kita mental kita benar benar drop ga bisa makan ga bisa tidur .DC teror lewat SMS dan chat wa dan yang lebih parah lagi foto email saya discreenshoot dan diberi narasi penipu,pel@@cur,dan penculikan anak dan itu di masukan ke kolom komentar sekolah tempat saya mengajar dan itu baru sehari telat DC sudah brutal dan menyiksa saya dengan kata kata kotor. DC bubarkan saya,tanpa DC kita bisa fokus untuk membayar hutang meski ada keterlambatan 3 1 Login untuk Membalas
Iwanda23 Oktober 2025 - (22:42 WIB)Permalink Bro… Ngapain anda malah menjatuhkan consumen ini. Apakah karena anda merasa suoerior gak punya utang apakah anda berhak berkata seperti itu. Saya mantan dari kartu2 jahanam di indonesia, dan memang cara penagihan mereka itu kasar. Mereka gak berhak menagih ke kerabat dan orang terdekat dan itu di atur dalam uu ojk yg baru. Intinya apa, negara ini memang sengaja lepas tangan ttg peraturan yg mereka buat. Menurut saya daripada mereka menyewa orang2 penagih, kenapa sih mereka para lender2 tidak masukin saja pengadilan perdata. lebih jelas utk para debitur yg memang kena musibah dan gagal bayar. 5 2 Login untuk Membalas
Eva23 Oktober 2025 - (23:43 WIB)Permalink Yang mungkin saat ini sulit tapi kalau kita berusaha pasti pelan pelan semua nya membaik dan bisa teratasi pelan pelan..anggap lah gangguan DC itu semangat ibu dan tekad hidup lebih baik tuhan pasti kasih jalan dan rezekinya ..tetap semangat yah Bu …saya cuma berpesan coba sejenak merenung dan lupain dulu yang kemarin terjadi fokus cari solusi bukan ke masalah nya..anak anak semangat ibu mereka harus hidup lebih baik semua masalah itu tetap harus kita hadapin apa pun itu masalah nya ibu kan seorang ibu yang punya 3 anak kekuatan ibu sangat besar tinggal harapan dan usaha nya di perbesar semua nya pasti ada jalan.. 1 1 Login untuk Membalas
Hadi24 Oktober 2025 - (01:54 WIB)Permalink Jalani aja bossku, hutang piutang masuknya perdata, diintimidasi = lunas, jangan dibayar lagi. asal jgn ditipu dengan agama tentang dosa. Pinjaman walaupun bank tetap legal rasa ilegal, pas minjamnya / ditawari pinjaman legal banget, pas penagihannya ilegal, pakai preman pasar. OJK aja pura pura buta, jadi ikut pura pura buta juga 4 2 Login untuk Membalas
Hadi24 Oktober 2025 - (01:57 WIB)Permalink Kalo ada yang ngegas dan bawa agama dosa segala macam fix itu DC yg komentar. Macam uangnya DC aja yg dipinjam, padahal DC itu sampah juga 4 2 Login untuk Membalas
hf21121724 Oktober 2025 - (02:28 WIB)Permalink Bank BUMN milik negara tapi kok penagihannya seperti itu??!!! Viralkan saja sampai ke Menkeu dan Presiden, ujung2nya minta maaf, memalukan!!! 3 4 Login untuk Membalas
Gogo24 Oktober 2025 - (07:49 WIB)Permalink Kartu kredit dibuat untuk menjebak bukan menolong, buat masyarakat harus terus edukasi ke kerabatnya jangan sampai terjerumus kartu kredit dan pinjol (karena mereka bukan malaikat yg mau menolong, tujuan mereka menjerat dan mencari untung besar) iklan2 mereka seolah2 solusi, padahal mereka sedang memasang umpan, siapa yg masuk jeratan, maka hidupnya akan terganggu. Hati hati dengan bank milik pemerintah. DC jarang muncul krn kamera dimana2, teknik bank sekarang meneror melalui medsos, WA, telpon ke kerabat teman anak dll. Hati2 mereka awalnya seolah2 menawarkan produk perbankan atau asuransi, padahal mereka sedang menggali informasi. Mereka bisa mengakses data registrasi kartu seluler juga. 2 Login untuk Membalas
Daniel24 Oktober 2025 - (17:06 WIB)Permalink Jangan diblokir. Angkat aja telponnya. Kasih tau kondisi. Kl sdh dikasih tau kl dia marah marah. Taro aja hp diatas meja tinggalin beraktifitas seperti biasanya aja. Teror gtu max 3bulan.mau bunga naik trus diemin aja. Saat sdh ada dana sesuaikan limit cc anda. Dateng ke bank nya. Nego sampai beres. Bayar sesuai nominal limit aja. Lsg minta surat lunas. Diteror mah anggap biasa aja. Karena memang kerjaanya gtu. Kl cuma cc mah aman. Mau sampai dimana pun juga dak akan diapa apain 1 2 Login untuk Membalas
masrokan24 Oktober 2025 - (21:57 WIB)Permalink betul itu. saya dulu minta perpanjangan atau pengurangan angsuran. ternyata tetep belum bisa bayar setelah angsuran di perkecil. ya udah gagal bayar. gak papa adepin aja. bilang saya pasti akan bayar kalo ada dananya. kemudian DC datang ke tempat istri saya kerja. Dari situ saya marah besar sama DC nya dan kalo di ulang lagi akan saya hajar habis2an si DC karena istri tidak tersangkut dalam utang tsb. akhirnya pihak bank datang untuk di lakukan restrukturisasi. alternatif kedua adalah pergi aja dulu dan gak usah bayar. tapi tetap niat akan bayar di kemudian hari. dan apabila sudah ada dananya , lakukan negosiasi untuk bayar cuman pokoknya aja tanpa bunga dan denda. dan minta surat lunasnya. alhamdulillah sekarang saya sudah gak ada pakai kartu kredit lagi. sebenarnya bukan kartunya yg bermasalah akan tetapi bisa keadaan yg memaksa atau perilaku pemegang kartu yg kurang bijaksana dalam pemakaian dengan selalu membayar minimum payment. semangat ya… insyaallah selalu ada jalan. Allah tidak akan menguji hamba Nya di luar kemampuan kita. 1 1 Login untuk Membalas
prfmrz24 Oktober 2025 - (08:29 WIB)Permalink Bank Mandiri emang udah mulai ngaco belakangan ini.. yang tiba2 ada rekening padahal ga merasa bikin.. makin kacau.. 2 1 Login untuk Membalas
Sonz24 Oktober 2025 - (10:38 WIB)Permalink Rata² bank BaUMN emang begitu. Saya pakai CC BCA ga pernah ada debt collector, walaupun kadang telat bayar. UOB agak mending juga, penagihannya sopan sekalipun kita telat bayar. Tp klo BaUMN sama cimb males banget, debt collectornya rese. 2 1 Login untuk Membalas
ucok24 Oktober 2025 - (11:03 WIB)Permalink Laporkan ibu Laporkan melalui email ke OJK Laporkan melalui email ke Bank Indonesia Ibu buka POJK 22 tahun 2023 pasal 60 dan 62 Ibu buka peraturan Bank Indonesia pasal 17 B Ibu buka surat edaran Bank Indonesia 14/17/Dasp/2012 pasal 4 UU Hak asasi manusia Tidak ada seorang pun atas putusan pengadilan dapat dipidana atas alasan ketidakmampuan memenuhi perjanjian hutang piutang Harus tegas sebagai debitur Kalau memang ga mau rugi bank jangan kasih pinjeman ke debitur Intinya harus berani Buka chat gpt ketik Buatkan surat pengaduan kepada OJK atas perlakuan debitur yang melanggar peraturan perundang undangan Dan buat laporan ke polres Mereka kurang ajar, hanya karena target dan insentif berbuat zalim ke orang lain Saya doakan semoga DC yang berlaku demikian, anak dan keturunannya merasakan teror 100 kali lipat dari yang dirasakan atas perlakuan gilanya Sekian Tenang aja bank sudah pakai asuransi dalam memberikan kredit kepada debitur, dan satu hal yang penting Kalau memang Bank Ingin menggugat seseorang ke Perdata, pastinya Bank Tidak akan melempar data ke Pihak 3. Pihak ke 3 ini harus di atur dalam hukum yang jelas Hal seperti ini perlu kita teruskan ke Mentri Keuangan,buat laporan tertulis Agar OJK dan BI lebih keras ke pihak ke 3 Tetap semangat bu Saya juga akan memenjarakan DC Bank anak singkong 3 1 Login untuk Membalas
Artabuddy24 Oktober 2025 - (11:42 WIB)Permalink Setuju Galbay aja dulu..ngk peduli mau bunga dan dendanya jadi selangit. Fokus u kebutuhan keluarga, ada waktunya pihak bank akan menawari restuktrssi. Saat itulah kita ajkukan Restruk maksimal. Kita bisa bayar setengahnya malah.(Mungkin fikirannya,dari pada asetnya ngk kembali lebih baik dpt setengah drpada 0) Aku sdh pernah alami,alias pengalaman pribadi. Ada juga teman sampai Hapus Buku .bayar ngk bayar terlanjur telat lama toh ttp juga akan kena Slik. Ttp tenang..sampai keuangan membaik🙅♂️ 4 1 Login untuk Membalas
Andreas24 Oktober 2025 - (14:44 WIB)Permalink solusinya tetep bayar bang kalo begini mah, karna mereka sangkutin ke anak dan kerabat yg berpotensi ikut kecebur. beda cerita misal ibu ini keceburnya sendirian mungkin opsi galbay masih bisa dipertimbangkan 1 Login untuk Membalas
Windu24 Oktober 2025 - (12:37 WIB)Permalink Ajukan restrukturisasi, bank intinya mau uang nya kembali walaupun cuma pokoknya saja, Klo di tolak restrukturisasi nya gak usah di bayar, krn tidak ada perjanjian sita aset nasabah jika galbay 3 1 Login untuk Membalas
T24 Oktober 2025 - (17:01 WIB)Permalink Lapor polisi dan OJK, nanti pihak banknya bakal kena sanksi dan ibu bisa ajukan negosiasi, kayaknya tuh pihak ketiga masih orang baru. Kalo ada komen DC dibawah abaikan aja bu, soalnya mereka kalo nagih brutal liat liat profil orangnya, kalo dikota besar selain sudah paham sop penagihan, bisa ngamuk di kantor cabangnya. Apalagi bank mandiri beuhh mantap itu violationnya 1 1 Login untuk Membalas
T24 Oktober 2025 - (17:04 WIB)Permalink Ibu juga kalo dc wa atau email jawab aja jika belum sanggup, mereka juga ada target Login untuk Membalas
T24 Oktober 2025 - (17:15 WIB)Permalink https://news.detik.com/berita/d-8176024/3-debt-collector-viral-rebut-motor-wanita-di-jakbar-dibekuk Login untuk Membalas
Anime24 Oktober 2025 - (18:55 WIB)Permalink GK bakalan ngaruh,, isi dent cuma mengancam sana sini,,tau kan kasus Citibank yg menganiaya konsumen nya yg DTG mau melunasi hutang lamanya,, sekali nyampe disekap dan disiksa debt didalam ruangan bank sampai mati,, debt itu mmg berbahaya sistem nya,, 1 Login untuk Membalas
ucok28 Oktober 2025 - (14:04 WIB)Permalink Kejadian 2011 Sebagai debitur jangan polos polos banget Dan sebagai debt collector jangan terlalu berlebihan improvisasi nya Tetap pada aturan dalam hukum saja Hutang kartu kredit itu resiko tinggi untungnya juga tinggi Sudah di perhitungkan oleh perbankan KPR pun sama saja, sistem perbudakan tak kasat mata hahaha 3 tahun pertama flat Pas tahun ke 4 floating angka cicilan menyentuh 2 kali lipat Benar benar di peras manusia Bagaikan di perkosa di jajah , kerja gajian hanya numpang lewat Login untuk Membalas
Dedi veriyaman24 Oktober 2025 - (19:19 WIB)Permalink Semenjak ada penjajahan moderen warga jadi banyak masalah 1.cicilan 2.spaylater 3.pinjaman 4.pinjol 5.emok 1 Login untuk Membalas
Andri24 Oktober 2025 - (20:25 WIB)Permalink Laporkan saajas ke ojk dan BI penagihan sperti ini sudah meneror anak dan sekolah nya . Harusnya bank memberikan solusi bukan mengedapankan premanisme 1 Login untuk Membalas
Ester Saputra1 November 2025 - (14:56 WIB)Permalink Kak harusnya email aja ke bi ( bicara@bi.go.id ) jadi bank nya bs kena sanksi juga apalagi bukti2 kk lengkap. Kalo disini mah bank nya bisa aj ngeles. Login untuk Membalas
ucok3 November 2025 - (12:54 WIB)Permalink Denda maksimal bank nya 15 miliar pasal 62 di pojk Login untuk Membalas
pije7625 Oktober 2025 - (19:02 WIB)Permalink Turut prihatin kpd ibu ini karena saya pun merasakan hal yg sama. Sudah setahun terakhir ini gagal bayar krn kehilangan pekerjaan tetap dan sempat tertipu orang dgn jumlah yg cukup besar. Ada beberapa bank yg penagihannya cukup membuat tidak nyaman, antara lain yg saya alami adalah dari bank mega dan aeon. Utk bumn hanya datang mengantarkan surat tagihan saja seperti bni dan mandiri. Sedikit berbeda dgn yg dialami oleh ibu ini dari bank mandiri krn hanya surat tagihan saja yg diantarkan oleh DCnya. Semoga yg sedang mengalami masalah yg sama segera dilancarkan rejekinya dan diberi kemudahan oleh Allah SWT. 0 Login untuk Membalas
Yusuf Subagio26 Oktober 2025 - (02:38 WIB)Permalink Bank BUMN ato swasta sama aja klo masalah menagih. Mereka pake DC sbg pihak ketiga, bukan dari intern bank sendiri. Lapor OJK..?? Bakal percuma. Berapa banyak kasus kyk gini yg dilaporkan, tp nihil tindakan tanpa empati dari lembaga tsb. Teror CC bank biasanya berlangsung lama, beda dg teror pinjol ato pinjaman non bank. Solusi terakhir, mungkin bank akan menawarkan pelunasan dlm cicilan hutang pokok tanpa bunga ataupun perpanjangan masa pinjaman. Semoga segera mendapat kemudahan. Kuatkan mental & pikiran. Klo ada aset yg bisa digunakan, mungkin lebih baik dilepas utk digunakan sbg pelunasan CC nya. Login untuk Membalas
ucok28 Oktober 2025 - (12:53 WIB)Permalink Fyi ya Ada pasal Pelaku jasa keuangan dalam hal ini perbankan dan pihak ke 3 jika melakukan PELANGGARAN Dan tidak mengikuti peraturan OJK dan BI Mereka bisa dipidana sampai dengan 15 miliar dan pencabutan izin usahan dan lain lain Mari kita buat sesekali bank merasakan hal yang sama, karena debitur dan kreditur posisi Dimata hukum nya sama Semangat semua 1 Login untuk Membalas
ucok28 Oktober 2025 - (14:07 WIB)Permalink Ya kalau ekonomi sudah membaik, ingat hutang tetap harus dilunasi semua Login untuk Membalas
Abrian3 November 2025 - (08:03 WIB)Permalink Dc sudah melanggar aturan penagihan sesuai aturan ojk penagihan hanya kepada debitur saja tidak boleh ke pihak lain, screen shot no telp dc dan lapor ke ojk dan bank mandiri juga supaya bank mandiri tau juga kelakuan dc nya Login untuk Membalas
irwan13 April 2026 - (11:24 WIB)Permalink Bank bukan tidak tahu. Tapi pura2 tidak tahu atau masa bodoh yg penting ada bayar tagihan. Login untuk Membalas