Awalnya saya sedang mencari kontraktor bangunan untuk membangun rumah dengan biaya rendah melalui internet. Kemudian saya mendapatkan informasi tentang MitraBangun.id, setelah orang tua saya menonton di TikTok.
Setelah mendapat kontaknya, saya langsung mencoba menghubungi nomor tersebut dan ditangani oleh salah satu personel manajer dari MitraBangun.id (Mba An***). Saya dijelaskan keunggulan apabila menggunakan jasa MitraBangun.id dan saya ditanya dengan biaya berapa untuk membangun rumah.
Pada saat masih telepon dengan personel MitraBangun.id, saya menginformasikan bahwa saya akan membangun rumah 2 lantai dengan luas 400 meter (per lantai 200 meter) dengan konsep industrial (seperti rumah tanpa cat dan plafon dari luar). Saya diinformasikan dari pihak MitraBangun.id bahwa mereka harus melakukan survei lokasi dengan biaya Rp800 ribu dan biaya desain Rp5 juta dengan perubahan desain maksimal 2 kali. Mereka juga membuatkan grup WhatsApp.
Saya menyanggupi dan mentransfer biaya awal Rp800 ribu ke rekening MitraBangun.id dan mendapat jadwal akhir Februari 2026. Pada saat survei, mereka (MitraBangun.id) juga meminta pembayaran untuk jasa desain dan saya bayar. Setelah bayar jasa survei dan desain, dengan agak meremehkan, pihak MitraBangun.id menanyakan memang mau dibangun kapan kalau desain sudah jadi, dan saya jawab secepatnya.
Setelah survei dan gambar jadi (dalam gambar tidak ada rincian luas bangunan berapa), MitraBangun.id mengirim link untuk Zoom pada tanggal 12 Maret 2026. Dalam Zoom tersebut, mereka hanya membicarakan tentang ruangan-ruangan, tetapi tidak ada penjelasan luas bangunan. MitraBangun.id juga mengirim undangan pertemuan terakhir untuk membicarakan soal desain dan RAB awalnya tanggal 26 Maret 2026, namun berubah menjadi tanggal 28 Maret 2026.
Setelah mendapat jadwal dari MitraBangun.id, saya mencoba menghubungi mereka untuk melihat lokasi satu kali lagi dan melihat rumah lama, dengan asumsi apakah ada bahan yang bisa diambil dari rumah lama (pihak MitraBangun.id bilang diusahakan, kenyataannya tidak).
Saya beserta keluarga datang ke kantor MitraBangun.id yang ada di wilayah ruko CBD Bekasi (di sana pun penerimaan kurang baik padahal kami sudah janji). Mereka memaparkan gambar desain kurang lebih hampir 2 jam, setelah itu tahap RAB. Saya terkejut melihat RAB dengan nilai Rp3 miliar lebih (dari awal saya bilang budget di bawah Rp2 miliar).
Saya dan keluarga mengoreksi RAB dan menanyakan cara pembayaran dengan tim MitraBangun.id. Terakhir didapat angka di Rp2,75 miliar dan saya sekeluarga diharuskan membayar tanda jadi sekitar Rp300 juta, serta sisanya Rp1,1 miliar pada hari Senin, tanggal 30 Maret 2026.
Di sini saya masih menimbang untuk lanjut atau tidak. Saya keluar untuk merokok dan yang terjadi, mereka memaksa ibu dan adik saya untuk mentransfer tanda jadi. Ditransferlah uang Rp300 juta tersebut dan saya sekeluarga ditanya siapa yang mau tanda tangan. Saya bilang ibu saya saja yang tanda tangan.
Saya kira tanda tangan kwitansi biasa saja, tidak tahunya mereka menjebak untuk menipu saya sekeluarga, karena yang ditandatangani adalah perjanjian, yang mana saya sekeluarga tidak diberi kesempatan membaca isinya, dan juga menyatakan tanda jadi hangus apabila pembatalan dari pihak saya.
Apakah ini bukan penipuan dan pencurian secara terselubung? Karena sejak awal tidak ada informasi tentang perjanjian, syarat, dan kondisinya. Saya masih mau melanjutkan, tetapi dengan mengikuti SOP yang benar (artinya dana harus dikembalikan terlebih dahulu).
Pada tanggal 3 April 2026, pihak Mitra Bangun.id telah mencoba melakukan mediasi dan saya sudah setuju dengan syarat bahwa dana harus dikembalikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses. Namun, yang terjadi adalah permintaan untuk pengembalian dana tidak dicatat oleh mereka (memang niatnya untuk menipu konsumen). Terlampir bukti poin terakhir adalah tambahan baru setelah saya tanda tangan.
Poin-poin yang saya setujui:
Hormat saya,
Agung
Depok, Jawa Barat
Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:
Komentar
mohon maaf tanpa menuduh pihak siapapun dengan data seaadannya diatas,
tapi ketiak bicara angka dan RAB dengan penulis sendiri, dan ada kesan meremehkan penulis,
dan data rincian dari MITRA BANGUNAN.ID sangat tidak detail,
jika bangun rumah biasanya ada data luas dan jumlah lantai,
ada kesan berubah2
TAPI koq MITRA BANGUNAN.ID, malah nyosor dan menyuruh / memanfaatkan ORNG DEKAT PENULIS,
Untuk menyetujui DP dll buru2, dan tidak diperjelas resiko2 yang ada dengan jelas,
Data lengkap memang itu adanya Kak, karena saya sendiri tidak dikasih data apa apa dari pihak Mitra Bangun
yang TULISAN TANGAN itu SANGAT TIDAK WAJAR, dan tidak ada penjelasan terkait resiko2 yang ada,
dengan RAB dan data luas bangunan yang tidak jelas dari catatan MITRABANGUNAN.ID ini sangat tidak wajar sekali,
kalau media konsumen tidak selesai, seharusnya bisa coba ke polisi / polres ini,
uang sudah diambil 300juta,
disurat PERNYATAAN MITRABANGUNAN.ID tidak jelas tanggal dll nya,
ada saran minta didampingi notaris / polisi terkait hal ini,
mending keluar biaya 1jtaan di hadapan notaris (untuk bukti kuat penulis),
dari pada 300 juta DIUNDUR2, dan dimahal2kan biayanya oleh KONTRAKTOR,
saya lihat posis penulis masih sangat lemah disini.
analogi nya seperti minjam duit keteman,
iyah ntar saya ganti,
ntar nya kapan?
hasilnya apa??
ganti pakai apa??
bikin cafe belum tentu biayanya 300juta,
surt pernyataan tertulisnya untuk komitmen kontraktor saja masih gantungin penulis,
INI KALAU DI MOLORIN,
kenanya di penulis semua (notaris adalah salah satu langkah yang cukup masuk akal untuk menuntuk lebih jelas hak dan kewajiban masing)
cukup menarik untuk di lihat perjalanann kasusnya, untuk penglaman2 orng awam menghadapi TRIK-TRIK tidak wajar dari kontraktor,
belajar dari pengalaman penulis nantinya
Betul Kak harus lebih hati2 karena testimoni bisa dibeli jaman sekarang
betul testimoni bisa dibeli pak, tapi rata-rata yang memberikan bintang di google review juga karyawannya sendiri dan memang ada beberapa konsumen yang ngasih feedback positif
Udah merasa tertipu tapi masih mau lanjut? Apa karena iming-iming harga murah? 🤔 Dari awal aja udah keliatan kontraktornya manipulatif gini, kalo dilanjutin bakal tambah banyak masalah ke depannya.
Intinya, hati-hati aja kalo ada yg nawarin sesuatu yg wah di medsos. Dulu juga ada kontraktor yg kek gini, di YouTube nya sering review bangun rumah bagus dengan harga murah. Eh yg kena tipu bukan cuman konsumennya, tapi mitra-mitranya juga.
Dari awal tidak ada pembicaraan apa apa Mas makanya saya lanjut, semua terlihat atau di infokan setelah uang masuk dulu
Coba dicek SBU, SKK, KTA asosiasi.
Bagaimana mau cek, data apa2 saya tidak dikasih
Akun instagram nya masih aktif tuh. Spam komen disana aja. Kalau diblokir, share di Tiktok.
Semoga aja mereka segera mengembalikan uang Anda.
Sedang buat konten tiktok nya Mas, kalau youtube short sudah saya upload
Sudah saya coba mas, sampai linkedin ceo nya juga saya spam
pasti nanti dihapus komen spamnya mas 🙏
Pasti, tp setiap dia live pasti saya joint Kak
Ngeri juga ya, baru paham selain dapat menyebabkan Kanker ternyata Rokok dapat menyebabkan permasalahan hukum.
Keberhasilan mitrabangun.id dalam membujuk rayu, patut diacungi jempol, tapi menurut saya ini bisa dibawa ke YLKI atau BPKN untuk TS kirim laporan email resmi dan akan diteruskan ke mitrabangun.id dan mereka wajib meresponse jika tidak akan dipanggil secara offline/ online untuk meresponse keluhan dari TS.
Semoga berhasil.
Saya juga merasa jadi korban ketidakprofesionalan mitrabangun, kalo saya sudah dalam tahap proyek pembangunan, sesuai perhitungan mereka proyeknya sudah mencapai 60% tapi setelah libur lebaran proyeknya mangkrak kurang lebih 3 mingguan di tinggal mandor dan tukangnya, saya sudah follow up terus sampe capek dan makan hati, sungguh menyesal rasanya termakan iklan dan postingan mereka di medsos
Spam terus saja Pak, saya juga seperti itu
Saya korban juga, hasil lebih buruk dari subsidi. Harga membengkak dari awal kesepakatan. Jelas banyak penipuan
Mari kita ramaikan agar tidak ada yang menjadi korban berikutnya