Masalah Penyalahgunaan NIK, Mohon Klarifikasi PermataBank dan Pihak Terkait

Keluhan ini ditulis dengan tujuan agar tidak ada lagi korban penyalahgunaan NIK dan memberikan pembelajaran bagi bank atau pihak yang bergelut dalam jasa keuangan, untuk melakukan verifikasi data dengan akurat agar tidak merugikan orang lain.

Hingga ditulisnya keluhan ini di Media Konsumen, belum ada penyelesaian yang jelas atas kasus pengaduan ini. Karena pelemparan masalah dari satu pihak ke pihak lain, mendorong saya untuk menuliskan keluhan ini di media sosial.

Masalah ini berawal dari niat saya untuk mengajukan pinjaman agunan renovasi ke BNI. Setelah BI checking, diperoleh data saya mempunyai pinjaman di Bank Permata, padahal saya bukan nasabah Bank Permata.

Tanggal 9 Agustus 2022, saya menghubungi Customer Service (CS) Bank Permata Cabang Surabaya. Saya ceritakan kronologinya ke CS tersebut dan ternyata benar ada temuan terdapat NIK saya tersebut digunakan oleh a.n. SUHARLIN. Untuk penanganan lebih lanjut, CS menyarankan saya untuk menghubungi  telepon 1500111 CS Bank Permata Jakarta.

Beberapa kali telepon, diangkat oleh Customer Service (CS) yang berbeda. Pertama, saya diminta menghubungi PT Amarta Mikro Kintex di 021 22715353 dan oleh pihak Amarta saya diminta kembali menghubungi Bank Permata.

Saya hubungi kembali Bank Permata dan saya diminta untuk mengecek keabsahan data saya di Dukcapil dan pada hari itu juga saya telah mendapatkan data saya dengan lengkap. Dukcapil menyatakan data saya valid dan tidak ada NIK ganda. Dukcapil juga memastikan tidak ada nama SUHARLIN di desa yang sama dengan alamat KTP saya.

Hasil temuan Dukcapil saya konfirmasikan ke CS dan oleh CS tersebut saya diminta melakukan pengaduan dan mengirimkan data-data ke email care@permatabank.co.id. Sebelum telepon ditutup, CS menginformasikan bahwa NIK saya tersebut digunakan untuk meminjam uang di Shopee sebesar 3 juta rupiah.

Hari itu juga saya mengirimkan pengaduan dan dibalas oleh CS. Saya diminta untuk mengirimkan surat pernyataan dan data-data seperti scan KTP, KK, NPWP, dan data valid dari Dukcapil. Hari itu juga Selasa, 9 Agustus 2022, saya kirim semua berkas, tapi belum ada tindak lanjut lagi.

Sementara itu saya juga menghubungi pihak Shopee melalui telepon dan diarahkan mengirim email. Hari berikutnya, saya diberi surat balasan yang menyatakan bahwa data identitas saya belum terdaftar di Shopee SPayLater, sehingga disimpulkan tidak ada penyalahgunaan NIK.

Hari Kamis, 11 Agustus 2022, saya mendatangi kantor OJK. Namun sesampainya di Kantor OJK di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, ternyata hanya melayani melalui call center. Saya pun segera menelepon melalui call canter. Hasil percakapan diperoleh bahwa OJK bersifat pasif dan yang bersangkutan harus tetap ke mengadukan ke Bank Permata. Saya juga diberi link pengaduan https://ojk.go.id/ojksurvey/183754?lang=id pilih regional 4, yang ternyata tidak dapat dibuka.

Atas informasi OJK, saya menuju Bank Permata Cabang terdekat yaitu Bank Permata Tunjungan Surabaya, dengan membawa bukti-bukti autentik. Saya mengadukan masalah saya dan meminta surat keterangan yang menyatakan bahwa saya dengan NIK (data valid,) tidak mempunyai pinjaman di Bank Permata.

Namun, ternyata pihak Bank Permata Cabang Tunjungan tidak dapat menerbitkan surat tersebut dan harus melalukan pengaduan ke Bank Permata Pusat Jakarta. Pihak Bank Permata Cabang Tunjungan hanya memberikan salinan pengaduan yang dikirim ke pusat.

Peristiwa tersebut sangat merugikan saya, menghambat proses kredit saya di bank BNI, menghambat proses renovasi dan menyita waktu saya. Mohon segera ditanggapi oleh pihak terkait @Bank Permata, @Amarta Mikro Kintex dan @OJK, mengapa hal ini bisa terjadi?

Di mana kredibilitas perusahaan? Bagaimana proses seleksi dan cek data peminjam? Ataukah jangan-jangan ada oknum tertentu yang perusahaan saudara tidak mengetahuinya dan memanfaatkan situasi pandemi untuk mendapatkan nasabah sehingga menghalalkan segala cara.

Semoga masalah ini menjadi bahan evaluasi dan perbaikan sistem perusahaan ke depannya. Saya sebagai pihak dirugikan, mohon segera diberikan penyelesaian.

Terima kasih. Salam.

Feny Rita Fiantika, S.Pd, M.Pd
Kediri, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan PermataBank atas Surat Ibu Feny

Berkenaan dengan Surat Pembaca yang ditulis oleh Ibu Feny Rita Fiantika, berjudul “Masalah Penyalahgunaan NIK, Mohon Klarifikasi PermataBank dan Pihak...
Baca Selengkapnya

Komentar

    • Bank Permata telah memberikan surat melalui email, namun hanya scan fotopy hitam putih dan tdk ada stempel asli. Dimana keabsahan datanya? Bank sebesar ini hy meminta maaf pakai fotocopyan hitam putih.

  • Ribet amat ini Bank Permata. Saya pernah beberapa kali coba buka rekening online, untung tidak disetujui jadi nasabah. Semoga kelar dah urusan ama ini bank.

  • Mirip² Kasus Adira Bank Danamon.
    Bukan nasabah bank dana emon, tapi abang saya punya pembayaran Adira.
    Adira belum 3 bulan, telat bayar cicilan udah dipublish di bi checking/ slik OJK.
    Dari bank danamon di publish juga.
    Padahal salah satu aja kalo mau mengeluarkan kol 1 atau 2.
    Ini malah dua²nya, adira & danamon, menyulitkan nasabah.

      • Bisa melakukan pinjaman kur. Tapi béda cabang bank bang.
        Cabang yg satu, sales nya mata duitan.
        Dr Adira ada surat ket. Lancar
        Dr Danamon juga gpp, Krn bukan nasabah

  • Bisa saya simpulkan bahwa benangnya ruwet.Ternyata ujung ujungnya mo ngutang.dah minta slik diojk kalo bersih juga bkln mudah cr utangan

    • Ngutang dg NIK sendiri gakada di rugikan, lha ini org ngutang pakai NIK org. Ini baru pertama kali sy ngutang, kalo gak ngutang sy tdk akan tau NIK sy dipakai org. Smga bpk tdk mengalami spt sy, salam santun dan sehat selalu...

      • @Feny
        Serius , ini bisa dipolisikan. Anda bisa mengajukan tuntutan pidana maupun perdata.
        Biar petugas polisi yg urus pasal-pasal nya. Aduannya kr polres ya minimal. Jangan ke polsek.

        Soalnya data anda disalahgunakan. Bank yg bersangkutan pun tidak "aware" sehingga anda dirugikan.

        Semoga masalahnya ada titik terang & terselesaikan.

        • Sy sdh menghubungi dispenduk dan tdk ditemukan atas nama tsb. Menurut Bank Permata Tunjungan yg pernah sy datangi, data yg muncul disistem hanya NIK dan nama saja serta jumlah pinjaman.

  • Kalau saya pernah coba pinjam di BRI secara online setelah mengisi NIK dll lalu ingin mengklik kelanjutan isi data tertulis NIK saya sudah di gunakan, padahal belum pernah minjam Di BRI 😁
    Saya tidak melanjutkan Masalah ini seperti penulis karna belum perlu banget (bank plat merah aja data bisa tidak akurat)

    • Kalo sy kasus NIK sy ini hrs diclearkan agar tdk ada kasus serupa krn jg berkaitan dg data kedinasan.

  • Harusnya dari nomor NIK bisa cross-check untuk nama dari data KTP. Karut-marutnya sistem pengelolaan data individu rakyat Indonesia. Kayak gini kok masih nekat NIK mau dipakai untuk NPWP, bisa-bisa nanti Joko Candra nilep pajak pakai nama seluruh rakyat Indonesia. #TurnBackBirocrazy

    • Gue heran sama yg nyinyir..orang lg kesusahan kok ya nyinyir,kyk idup keluarganya bebas utang aja ( pdhlbisa jd pas lahiran bapaknya ngutang 🤭)..pdhl gk ngerugiin yg nyinyir jg,susah emang sama orang *****

  • Ini kan sebenernya sumbernya dari shopee. Shopee itu bobrok sistemnya, banyak masalah banyak keluhan.. gampang sekali org pinjem duit di shopee tanpa kroscek data sebenernya.

  • Gw dulu juga ada pinjaman d bank permata gara2 pinjam uang di homekredit. Jd home kredit kerja sama dengan bank permata.

    Coba cek lg pinjol apa yang masih aktif. Karena semua pinjol ada kerja sama dengan bbrapa bank

    • Nah itu dia, pinjolnya gaktau apa. Hanya pernah disebutkan PT Amarta mikro fintek, saya sdh pernah telpon dan diping pong diminta kembali ke pemberi informasi yaitu bank permata..ruwet memang

  • Proses KYC (know your customer) Bank Permata ini kacau juga, walaupun ini mungkin anomali satu dari sekian juta. Tapi durasi penyelesaian yang sangat lama itu membuat nasabah/non nasabah dirugikan.
    Untuk penulis, artikel anda sangat baik dan terstruktur, saya tercerahkan apabila ada masalah serupa dikemudian hari.
    Terima kasih

    • Betul sekali, sekalinya direspon balasannya hanya berupa fotocopyan tanpa stempel basah..Kredibiltas patut ditanyakan, kalo ditanya hanya minta maaf dan memping ping.