Surat Pembaca

Apakah SPayLater Menggunakan Jasa Debt Collector untuk Menagih Cicilan?

Saya adalah salah satu pelanggan Shopee yang cukup setia. Sebagai crafter, saya banyak membeli kebutuhan saya dari Shopee selama beberapa tahun belakangan ini. Bukan hanya kebutuhan terkait kegiatan kreatif saya, tapi juga untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lainnya. Jika ditelisik, transaksi Shopee saya mungkin sudah melebihi Rp10.000.000. Artinya saya sudah memberi keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan Shoppe sebagai platform e-commerce di Indonesia (online shop), dan juga bagi penjual online yang menggunakan jasa Shopee.

Pada bulan Januari 2023, saya melihat “produk” baru tawaran dari Shopee, yaitu SPayLater dan kemudian SPinjam. Dalam surat ini yang akan saya soroti adalah pelayanan pelanggan SPayLater, dengan mengutip langsung dari laman: https://help.shopee.co.id/portal/article/71956-[SPayLater-Limit-Aktivasi]-Apa-itu-SPayLater?previousPage=secondary%20category yang menjelaskan mekanisme serta keuntungan “produk” SPayLater.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya, karena pada saat itu layanan tersebut hanya berlaku khusus pengguna terpilih (mengutip laman website mereka tentang SPayLater). Yang saya pahami saat itu, terma khusus pengguna terpilih adalah konsumen dengan jejak belanja yang baik, yaitu saya, sehingga saya bisa dan memenuhi syarat untuk menggunakan “produk” SPayLater. Saya mendaftar dengan cukup mudah, sesuai dengan persyaratan yang diajukan, termasuk menyetujui adanya bunga dan biaya tambahan yang disertakan dalam cicilan bulanan saya.

Tidak pernah dalam rekam jejak keuangan saya menggunakan pinjol (pinjaman online) apa pun, bahkan kartu kredit pun saya tidak punya. Bahkan oleh Shopee, saya dikategorikan sebagai Gold Member, saya menganggap ini sebagai apresiasi atas besarnya kontribusi belanja saya di Shopee. Saya memilih menggunakan “produk” SPayLater, karena merasa terbantu dan sesuai dengan kebutuhan saya. Artinya, sebelum saya memutuskan untuk menggunakan SPayLater ini, saya sudah mengukur kemampuan finansial saya, sehingga tidak ada kekhawatiran bagi saya untuk membayar cicilan baik untuk SPayLater, maupun yang kemudian diikuti oleh SPinjam.

Bulan Januari 2023, saya mulai menggunakan jasa SPayLater. Saat itu saya memilih tenor pembayaran 12 kali (1 tahun) untuk total Rp4.403.986 (termasuk bunga + biaya tambahan). Tagihan dimulai sejak Februari 2023 dan dijadwalkan berakhir pada bulan Desember 2023 (batas jatuh tempo adalah 1 Januari 2024).

Sejak tagihan pertama saya keluar pada bulan Februari 2023 hingga peristiwa tidak menyenangkan ini terjadi, tidak pernah sekalipun saya telat (apalagi mangkir) membayar tagihan saya. Saya juga berterima kasih karena SPayLater memiliki sistem pengingat membayar cicilan melalui pesan WA. Saya menerima pesan pengingat WA ini pada Selasa, 28 November 2023.

Namun pada Jumat, 1 Desember 2023, pukul 08.27 WIB saya menerima telepon dari nomor: 08174837801 dengan suara perempuan. Sejak awal saya mengangkat telepon dan bertanya siapa yang berbicara (karena saya tidak mengenali nomornya), si penelepon itu (entah customer service/CS, preman atau debt collector, entahlah) sudah bicara dengan nada tinggi. Penelepon ini hanya menyampaikan bahwa ia dari Shopee dan mengingatkan saya untuk segera melunasi cicilan yang akan jatuh tempo di hari tersebut (1 Desember 2023).

Jatuh tempo terakhir
Ringkasan pelunasan cicilan
Ringkasan pelunasan cicilan
Sisa tagihan terakhir
Jam saya ditelopon oleh SPayLater pada 1 Des 2023

Saat itu saya baru tersadar bahwa saya lupa untuk mencicil SPayLater saya, dan bahwa saya sebenarnya masih memiliki waktu di tanggal tersebut (1 Desember 2023) untuk segera melunasi cicilan. Artinya, saya belum melewati tenggat akhir pembayaran. Intonasi dan nada bicara yang digunakan oleh penelepon ini sejak awal terdengar arogan, mengintimidasi dan menekan.

Saya pernah menyaksikan teman saya didatangi oleh debt collector, dan nada si penelepon ini mengingatkan saya pada nada bicara debt collector yang pernah saya lihat. Pihak Shopee atau siapa pun, saya persilahkan untuk memeriksa terkait klaim saya yang tidak pernah menggunakan produk pinjol apa pun selain SPayLater ini.

Saat saya mengangkat telepon tersebut, nada saya benar-benar biasa saja. Namun si CS, atau preman, atau debt collector dari Shopee ini terus bicara tanpa memberikan saya kesempatan untuk bicara. Nada dan suara dia terdengar sangat keras, nada tinggi dan arogan. Pada akhirnya saya ucapkan “Baik, terima kasih sudah mengingatkan”. Setelah itu, masih dengan intonasi yang tidak menyenangkan dan arogan ia kembali menekankan sebelum menutup telepon “Jangan lupa yah hari ini segera dilunasi”. Bahkan ucapan beradab “terima kasih” pun tidak saya dengar.

Hal ini membuat saya merasa sedang bicara dengan preman atau debt collector. Saya tidak keberatan sama sekali untuk diingatkan (meski tak pernah sekalipun saya terlambat membayar cicilan saya), karena SPayLater pun biasa mengirimkan pesan WA. Dan “debt collector” ini menghubungi saya pada hari yang mana sebenarnya saya masih memiliki waktu sebelum tenggat waktu cicilan saya berakhir (1 Desember 2023).

Saya sangat tersinggung dengan peristiwa ini, membuat saya merasa diperlakukan seperti orang yang sering terlambat membayar cicilan atau seperti orang yang sedang kabur dan dikejar-kejar oleh debt collector akibat hutang. Hal ini membuat saya berpikir, apakah Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia menggunakan jasa penagihan “swasta” atau bagaimana?

Segala komunikasi dengan pelanggan (customer service), terutama bagi korporasi yang sudah sangat besar dan terkenal seperti Shopee, seharusnya mengedepankan layanan komunikasi yang ramah (hospitality) dan memiliki pegawai dengan kualitas komunikasi yang humanis dan beradab. Tidak membuat mereka merasa seperti orang yang sedang dikejar-kejar oleh debt collector.

Ini adalah surat teguran pada Shopee agar kalian memperbaiki pendekatan komunikasi pada pelanggan. Iklan-iklan yang ditayangkan oleh Shopee selama ini tampak sangat menyenangkan, tapi tidak dengan customer service atau debt collector kalian.

Saya bersedia menyertakan bukti-bukti riwayat transaksi dan telepon yang merupakan bukti objektif teguran dan keberatan saya pada pihak Shopee.

Nidya Paramita
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

    • Case 1 blm kelar mncul yg main
      Ksus yg lg tren "Kurir shopee express tidak professional & Paket gagal diterima"

    • Ya, bisa anda bayangkan orang ini nelpon saya dan merepet sedemikian cepatnya dengan nada tinggi, sampai2 saya tidak diberi kesempatan u/ bicara. Apa coba?

      Coba kalian cek ke getcontact nomor tersebut dan lihat tags apa yang muncul, silahkan nilai sendiri...

      • Nt klo d telp lagi sama orang tsbt, di loud speaker saja terus hp ditaruh di ember biar dia ngobrol sama ember...

      • spylater adalah bentuk penjajahan model baru dengan skema hutang dulu ,maka pengguna akan beralih dan menghabiskan uang gaji nya hanya untuk bayar RIBA,jika anda muslim,bahaya jika anda meninggal blum taubat ,makanya RIBA itu gak akan pernah membuat hidup aman,nyaman dan tenang ,karena sampai kapanpun orang yg makan riba akan tersiksa dunia dan akhirat kalau tidak mau meninggalkan nya

      • Saya juga pakai SPayLater... Gak besar sih. Tapi H-5 menjelang jatuh tempo pasti sdh dapat reminder via WA. Trus pada H-1 sdh dpt telp2 dari "penagih" dan gak pernah saya angkat. Pada hari jatuh tempo, mulai diteror. Baru saya angkat, dan akan saya jawab dg ketus juga: "Anda tau berapa besar bunga dari SPayLater? Sangat besar!!! Jadi wajar kalau saya bayarnya diujung hari jatuh tempo! Jadi tunggu saja. Kalau besok blm saya bayar, baru kamu tagih lagi!!" Dan langsung saya tutup telp-nya.

        Dan saya selalu bayar cicilannya pukul 23.00 pada hari jatuh tempo setiap bulannya 😃😃😃

  • apresiasi untuk tulisan ini yang rapi, teratur serasa membaca surat resmi.
    semoga shopee (paylater) mau menindaklanjuti surat ini

    • Wkwk asli gw baca tulisannya, bagus sih, cuman terkesan lebay, wkwkw
      Apakabar kalo dia platinum, mungkin sudah jadi novel di media konsumen, wkwkw

  • coba deh mba sesekali lewat jatuh tempo,mungkin mba bakal shock berat gak bisa tidur dan makan dan mungkin lebih panjang tulisannya..sepertinya mba tipe yang kalo digertak dikit aja langsung down hehehehe, tapi bagusnya bukan tipe yang selalu telat bayar hutang..HEBATTTT, saya juga sih pernah di telp ada yang pakai kontak telp saya karena ada yang pinjam tapi telat bayar, tapi nada bicaranya lembut , yaa seharusnya DC melihat dulu rekam jejaknya jangan disamakan yang akan bayar (tidak telat) sama yang gak mau bayar. jika sudah telat baru deh gpp pakai nada tinggi

  • 1. transaksi Shopee saya mungkin sudah melebihi Rp10.000.000
    2. Artinya saya sudah memberi keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan Shoppe
    3. terma khusus pengguna terpilih adalah konsumen dengan jejak belanja yang baik, yaitu saya
    4. Bahkan oleh Shopee, saya dikategorikan sebagai Gold Member, saya menganggap ini sebagai apresiasi atas besarnya kontribusi belanja saya di Shopee

    • berhutang pun ada levelnya ya?
      dan bikin bangga?

      telat dikit aja, langsung kena semprot debt collector.
      trus dibagikan mana istimewanya level gold itu?

  • Saya pakai juga ini spaylater, pakainya hanya untuk kulakan saja :D, itupun kl promonya gede plus cicilan 0%. Jika digunakan dengan bijak akan bermanfaat. Dan jatuh tempo spaylater itu tidak akan berubah, saya jatuh tempo tgl 5, selamanya jika saya gunakan ya jatuh tempo tgl 5. Nah ts jatuh tempo tgl 1, mosok lupa sama jatuh temponnya? Apalagi tiap hari di aplikasi juga diingatkan.

    • Besaran limit kredit bukan saya yang menentukan, melainkan dari SPayLater. Itu berdasarkan besaran transaksi saya di Shopee selama ini. Dan kalau anda baca lagi surat saya dengan lebih teliti, saya baru pertama kali menggunakan layanan semacam ini.

  • Spaylater mah bukan punya shopee tp pihak ke3. Katanya anda lupa sbenarnya jd untung sang preman telpon jd anda ingat tagihannya wkwkwk

    • Poinnya adalah:
      1. Penagih kasar (silahkan cek #tags nomor tersebut dengan mengunakan aplikasi Get Contact), dan silahkan anda nilai sendiri SPayLater menggunakan penagih seperti apa. Masih bagus tidak saya lampirkan disini #tags dari nomor penelpon

      2. Saya ditagih sebelum tenggat waktu habis

      Paham?

    • Kedepannya berani speak up, jangan nrimo2 aja kalau diperlakukan tidak sopan & tidak setara. Kita pelanggan punya hak yang dilindungi UU. Bukan masalah mental, ini masalah kesadaran hak konsumen & kewajiban serta tanggung jawab korporasi, paham?

    • Ini bukan perkara mental, tapi ini soal nyali untuk “membalas” perlakuan yg tidak menyenangkan. Dan, saya respect dengan nyali penulis ini yang mau speak up.