Surat Pembaca

Sudah Rutin Bayar Iuran, Allianz Menolak Membiayai Rawat Inap Saya

Pada tanggal 30 Desember 2023, saya mendatangi IGD RS Columbia Asia, Medan, karena saya demam tinggi dan diare sudah 3 hari. Kemudian saat di IGD dokter melakukan pemeriksaan bahwa saya terindikasi diare akut, demam dan saat dilakukan tes antigen, saya dinyatakan positif Covid-19.

Tim IGD RSCA Medan menganjurkan untuk dilakukan rawat inap kepada saya. Saya menyetujuinya, dengan. memberikan kartu asuransi Allianz saya (saya rutin membayar iuran asuransi Allianz tersebut tiap bulannya)

Pada tanggal 1 Januari 2024, pihak rumah sakit menginfokan bahwa pengajuan klaim RS saya ditolak oleh pihak Allianz, dengan keterangan “Tidak memenuhi syarat untuk dilakukan rawat inap”.

Saya tidak paham kenapa pihak asuransi menolak pengajuan rawat inap saya? Padahal dari pihak RS lah yang menganjurkan saya untuk rawat inap. Pihak RS juga langsung mengeluarkan surat keterangan bahwa saya memang dianjurkan untuk dilakukan rawat inap dan memenuhi syarat. Namun pihak Allianz tidak bergeming dan tetap menolak klaim saya.

Saya dirawat hingga tanggal 2 Januari 2024 dan akhirnya saya diharuskan untuk membayar biaya rumah sakit saya yang nominalnya hingga belasan juta rupiah.

Saat saya komplain ke pihak asuransi, jawaban yang diberikan membuat saya bingung. Mereka mengatakan bahwa jika positif covid maka harus disertai dengan penyakit komorbid. Mereka mengenyampingkan demam dan diare saya, yang bahkan sudah dibuktikan oleh surat pernyataan dari dokter. Customer service Admedika yang menjadi penjamin Allianz juga ketus dalam menjelaskan kepada saya sebagai nasabah.

Saya menyesal menggunakan Allianz ternyata birokrasi mereka sangat ribet dan tidak memiliki kepastian. Terima kasih.

Wanda Rizki
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan perihal “Sudah Rutin Bayar Iuran, Allianz Menolak Membiayai Rawat Inap Saya”

Kepada Yth, Redaksi Media Konsumen, Perihal: Tanggapan Resmi Allianz Indonesia Terkait Keluhan Nasabah Atas Nama Bapak Wanda Rizki Dengan hormat,...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Saat saya komplain ke pihak asuransi, jawaban yang diberikan membuat saya bingung. Mereka mengatakan bahwa jika positif covid maka harus disertai dengan penyakit komorbid.

    ----> apakah maksudnya hanya pasien covid dengan komorbid (penyakit bawaan) yang bisa claim? coba baca di syarat dan ketentuan perjanjian asuransinya

  • Mungkin klausul asuransi masih mengatur COVID varian lama, yang lebih cenderung melakukan perawatan secara karantina atau isolasi. Rawat inap dilakukan jika memang ada penyakit penyerta atau atas permintaan pasien, itupun jika RS memfasilitasinya. RS swasta cenderung berorientasi profit sehingga penawaran rujukan rawat inap umum terjadi. Kalau alasannya karena pasien mengalami hipoksia, bisa dilakukan mandiri di rumah dengan tabung oksigen. Infus juga bisa dilakukan di rumah, minta pasang/lepas jarum infus saat rawat jalan.

  • Biasanya penyakit berstatus pandemi tidak masuk tanggungan asuransi.. oleh sebab itulah diharuskan ada komorbid penyerta karena komorbid lah yang menjadi tanggungan asuransi.. kondisi seperti demam mual bab, detak jantung pernafasan dan suhu meningkat bisa diasosiasikan dengan gejala dari covidnya.. kecuali ada hasil lab menyatakan diare disebabkan bakteri atau virus lain.. di pemerintah pun sama penanganan covid menjadi tanggungan pemerintah bukan BPJS.. nah masalahnya Covid dah dinyatakan epidemi bukan lagi pandemi.. apakah ketentuan asuransi juga belum berubah?.. Bisa ditanyakan kembali update penyakit" apa saja yang tidak ditanggung oleh Asuransi.. karena beberapa penyakit tidak ditanggung seperti misalnya pengobatan HIV tidak ditanggung yang ditanggung adalah komorbidnya..

  • Hanya BPJS yang bisa dipercaya, hindari pakai asuransi lain. Coba waktu masuk pakai BPJS pasti sudah ditanggung karena masuk kategori darurat.

    • Kalau RS cari profit, sudah pasti kasih saran rawat inap untuk pasien mampu atau ditanggung asuransi. Coba kalau pasien gak ada penjamin, pasti disarankan rawat jalan atau isoman di rumah.
      Komorbid itu penyakit bawaan sebelumnya, bukan gejala penyerta kayak diare dan demam.
      Diagnosa Covid19 itu ditegakkan pakai test PCR, bukan sekedar test antigen.

    • Itu karna anda kena covid, beberapa asuransi masih belum merubah aturan mengenai klausul covid 19, karena biasanya mereka mengacu penyakit pandemi itu baru dan tidak masuk klausil dan dikategorikan tanggungan pemerintah. Tidak dijelaskan anda mulai asuransi kapan, kalau baru2 harusnya sudah ada klausul mengenai covid.

  • Asu ransi swasta, cuman buang buang uang saja, klaim ribet ngeles sana sini, mending ikut program BPJS kesehatan saja mungkin anda bisa ikut yang kelas satu nya.

  • itulah mengapa saya ga mau memakai asuransi, kadang pihak asuransi suka ngeles pas disaat kita lagi membutuhkan, hanya BPJSlah asuransi yang manusiawi, semoga makin membaik kesananya