Kecewa dengan Sikap Staf Collection Kartu Kredit Bank Mega

Dear Bank Mega,

Saya memiliki kartu kredit Bank Mega, sebelumnya pembayaran lancar, namun setelah saya tidak bekerja, pembayaran saya mulai macet. Tetapi saya masih punya itikad baik untuk membayar. Beberapa kali pihak Bank Mega menghubungi tetapi tidak ada deal penyelesaian, karena Bank Mega menginginkan pembayaran pelunasan secara cash dan saya keberatan karena saya tidak punya uang sebesar itu. Sampai akhirnya saya sepakat dengan Ibu Dian Fatha, untuk pelunasan secara mencicil dengan cicilan sebulan Rp2 juta dan berakhir di bulan Januari 2017.

Di tengah perjalanan, tinggal 3 kali cicilan lagi saya macet, karena memang dari bisnis yang sedang saya rintis belum ada pembayaran. Suatu kali saya bilang ke Ibu Dian, tapi dia tidak mau tahu, saya harus tetap membayar. Akhirnya saya mencoba cari pinjaman untuk membayar Rp4 juta sekaligus. Bulan berikutnya Ibu Dian kembali menagih terus menerus tidak kenal waktu, sampai saya jengkel. Telepon dan sms puluhan kali dalam sehari, saya diamkan. Saya tunggu sampai dia mengutus orang ke rumah, supaya saya bisa diskusi, karena kalau via telepon bicaranya selalu nada tinggi dan tidak mau mengerti. Dan ternyata tidak ada seorang pun yang datang. Tetapi dia meneror teman dan adik saya, dengan telepon dan WA, rupanya dia mencari dari media sosial. Apakah hal ini dibenarkan? Menagih kepada yang bukan berhutang atau yang bersangkutan.

Pada bulan terakhir, 25 Januari 2017, setelah saya mendapat rejeki, saya melunasi semua tagihan saya sebesar Rp6 juta. Dan saya minta untuk dikirimkan surat lunasnya. Tapi Ibu Dian mengatakan tidak bisa, saya harus datang ke Bank Mega untuk ambil sendiri. Saya katakan kenapa harus diambil selama ini komunikasi hanya via telepon, email, surat, kenapa surat lunas harus diambil ke Bank Mega?

Akhirnya keesokan harinya Dian Fatha menelpon dan mengatakan bahwa surat lunas tidak dapat diproses apabila saya belum membayar biaya escrow BI, dan saya harus mentransfer sejumlah uang, tidak besar memang, tapi saya tanyakan kenapa waktu di awal tidak diinfo kalau ada biaya tambahan? Dan saya katakan, sebelum saya tranfer coba dicek ada biaya lainnya lagi atau tidak, misal biaya materai, jangan sampai saya sudah transfer tapi tidak dapat diproses karena kurang pembayaran yang sebenarnya adalah karena Bank Mega tidak menginformasikan di awal.

Tapi alangkah kagetnya saya ketika mendengar jawaban Dian Fatha yang membentak-bentak saya, berteriak marah-marah, cuma karena pertanyaan saya itu, dan mambanting telepon. Sungguh tidak sopan. Saya sudah menunaikan kewajiban saya, ketika saya minta hak saya berupa surat lunas kenapa kesannya dipersulit oleh staf Bank Mega yang tidak sopan itu? Apalagi dia juga sudah meneror teman saya, serta adik saya waktu melakukan penagihan. Apakah seperti itu etikanya? Hal tersebut telah mencemarkan nama saya, padahal ini kan pinjaman personal. Nomor telepon Dian Fatha 0812943939**, 0828170546**, nama samarannya Ria Diandra.

Mohon untuk diberikan pendidikan etika kepada staf tersebut.

Suci Larasati
Aren Jaya, Bekasi
Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:3    Rata-Rata: 1/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Suci Larasati

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Suci Larasati di mediakonsumen.com (28/1), “Kecewa dengan Sikap Staf Collection Kartu Kredit...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Kecewa dengan Sikap Staf Collection Kartu Kredit Bank Mega

  • 16 Februari 2017 - (22:53 WIB)
    Permalink

    Bank Mega banyak keluhan dari nasabah, padahal milik si anak singkong, apa managemen nya managemen singkong?

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Sikap Staf Collection Kartu Kredit Bank Mega

oleh Suci Larasati dibaca dalam: 2 min
1