Debt Collector Bank Mega Mengintimidasi Anak Kecil

Hari ini, tanggal 22 November 2019, dua orang debt collector Bank Mega dengan nama Er** dan Ber** datang ke rumah menanyakan saya. Karena posisi saya sedang di luar kota (Serang) sejak tanggal 21 November 2019, maka anak saya menginformasikan bahwa saya sedang pergi dari kemarin. Debt collector tersebut langsung menuduh anak saya “pembohong” cuman gara-gara AC di rumah saya masih menyala dan terus bilang kalau saya ada di dalam.

Suami saya sedang tidur dan tidak mengetahui keberadaan debt collector tersebut. Pada saat suami saya keluar untuk sholat Jumat dan setelah selesai, debt collector tersebut langsung mendatangi rumah saya kembali dan berulang-ulang bicara “Kalau anak jangan diajarkan berbohong, disekolahin pesantren untuk jadi tukang bohong”. Sampai akhirnya ada orang dari Bank Mega bernama Rif** juga melakukan hal yang sama, menekankan kalau anak saya “tukang bohong” secara berulang-ulang.

Terus terang psikologi anak saya jadi trauma mendengar orang yang tidak dia kenal menuduh “pembohong” berulang-ulang. Tolong Bank Mega yang sangat BIJAKSANA, yang memiliki masalah adalah orang tuanya, jangan bawa-bawa anak untuk bertindak kasar dengan ucapan.

Sely Dwiyani
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Debt Collector Bank Mega:
[Total:792    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Sely Dwiyani

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Ibu Sely Dwiyani di mediakonsumen.com (22/11), “Debt Collector Bank Mega Mengintimidasi Anak Kecil”,...
Baca Selengkapnya

Loading...

3 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Mengintimidasi Anak Kecil

  • 22 November 2019 - (18:07 WIB)
    Permalink

    Tindakan mengintimidasi anak-anak terkait masalah orang tua tidak dapat dibenarkan. Tapi kenapa suami ibu tidak mengambil tindakan apa-apa, seakan membiarkan orang DC terus menuduh anak ibu pembohong? Bukankah suami ibu sudah bangun dan melaksanakan sholat Jum’at?

    Di satu sisi, perilaku DC tersebut tidak dapat dibenarkan, disisi lain, sebagai orang tua juga harus berhati-hati menggunakan fasilitas pinjaman / kartu kredit. Jika tidak ada tunggakan pinjaman / kartu kredit maka kejadian diatas tidak akan pernah terjadi.

    Sebaiknya kita perlu bijak menggunakan fasilitas pinjaman / kartu kredit sesuai fungsinya, yaitu sebagai pengganti uang tunai atau cicilan dengan menggunakan fasilitas pinjaman / kartu kredit sesuai dengan kemampuan bayar, maksimal satu bulan atau sesuai jangka waktu yang ditentukan. Kita sering merasa jadi korban DC tapi jika kita bisa memenuhi kewajiban kita dengan baik, maka mereka tidak akan pernah bertindak seperti itu.

    Komentar saya hanya sebuah opini, tidak ada kaitannya atau terkait dengan DC apapun. Semoga masalah diatas dapat diselesaikan dengan baik dan dengan “win-win solution”. Thanks

    • 22 November 2019 - (23:27 WIB)
      Permalink

      Dear Pak Zubir yang terhormat, terimakasih banyak atas opini nya, suami saya langsung menghadapi 2 orang DC tersebut dan hampir saja terjadi kejadian yang tidak diinginkan karena suami saya sangat melindungi keluarga nya. HUTANG adalah hutang dan saya sudah mengikuti program keringanan dari Bank lain nya juga, saya sama sekali tidak lagi dari tanggung jawab pembayaran !

  • 13 Desember 2019 - (10:10 WIB)
    Permalink

    Ibu Selly,turut prihatin ya atas kelakuan buruk dc bank mega.semoga anak ibu tdk trauma.
    saat ini sy juga mengalami hal ini bu.saya juga takut anak2 saya mengalami hal spt anak2 ibu.
    padahal niat kita mau bayar,dgn meminta reschedule keringanan,sampai memohon dan datang berkali2 ke bank mega,tapi tidak ditanggapi,malah kita dimaki2.
    dan sudah nasabah puluhan tahun,selama ini berapa banyak bunga yg sudah kita bayarkan ke mereka.tapi tidak dianggap sama sekali.baru skrg kita minta direscedule,adanya kita diancam akan ditagih kerumah.kalo secara sopan ya gpp,tp kalo kasar spt yg ibu selly alami,apakah ada tanggungjawab dr bank mega?mungkin bisa jadi bank mega yg berhutang pengobatan pemulihan trauma anaknya.
    bagi yg terzolimi,mohon dukung petisi ini,semoga masih ada keadilan bagi rakyat susah spt kami.percayalah Tuhan tidak tidur,seberapa besar dan banyaknya uang kalian,suatu saat akan hancur juga.

    https://www.change.org/p/bank-indonesia-dan-otoritas-jasa-keuangan-hentikan-teror-bank-mega-dan-seluruh-debt-collectornya?recruiter=1026907175&utm_source=share_petition&utm_medium=email&utm_campaign=psf_combo_share_initial&utm_term=9b1cab0a1f4f4df0b85f5f1ef94eda02&recruited_by_id=fa954cd0-1c63-11ea-9226-b70ad53302f6

 Apa Komentar Anda mengenai Debt Collector Bank Mega?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Mengintimidasi Anak Kecil

oleh Sely Dwiyani dibaca dalam: 1 min
3