Penagihan Bank Mega Tidak Manusiawi

Saya Eka Aris Djoenijanto pemegang kartu kredit Bank Mega 4201 9201 xxxx xx30. Sehubungan dengan kesulitan yang saya alami berimbas pada saya tidak mampu membayar kartu kredit. Saya sudah berinisiatif untuk membayarkan dengan cara mengangsurnya dan saya tidak lari dari tanggung jawab saya meskipun dengan tagihan yang tidak masuk akal. Alamat saya jelas, rumah saya jelas dan no hp saya tidak pernah ganti.

Beberapa hari ini saya merasa sangat terganggu oleh wanita yang tidak mau menyebutkan namanya. Dia menelepon kantor saya tanpa henti tiap hari sehingga mengganggu aktivitas kantor saya. Teman-teman saya di kantor juga ditelepon, demikian juga dengan kantor anak saya diintimidasi tiap hari ditelepon tanpa henti, dengan kata kasar, menghina, merendahkan saya keluarga saya, bahkan teman-teman saya. Dia juga menelpon saya, anak saya dan saya terima, saya bicara baik-baik tapi dia berteriak-teriak, memaki, merendahkan saya.

Apakah dengan cara itu Bank Mega yang begitu terkenal dan begitu besar mengintimidasi saya, anak saya, keluarga saya, rekan kerja saya, tempat kerja saya dan anak saya? Apakah tidak ada cara yang lebih manusiawi, lebih sopan, lebih saling hormat menghormati?

Saya sangat merasa tersinggung, terhina dengan cara wanita itu dan saya tidak bisa menerimakan cara seperti itu. Dan saya, anak saya tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan sanksi dari kantor. Dan saya akan menuntut balasan dari wanita itu atas teror yang telah dia lakukan.

Eka Aris Djoenijanto
Surabaya Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:69    Rata-Rata: 2.7/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Eka Aris Djoenijanto

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Bapak Eka Aris Djoenijanto di mediakonsumen.com (30/3), “Penagihan Bank Mega Tidak Manusiawi“, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

11 komentar untuk “Penagihan Bank Mega Tidak Manusiawi

  • 30 Maret 2020 - (10:18 WIB)
    Permalink

    kolektor via tlpn maupun yg lapangan sama sama gak tau diri bang. gak punya sopan santun. saya jg gitu. padahal saya sudah tlpn call centre bank mega untuk penangguhan pembayaran, eh kolektornya tetep menagih. aneh. kayak gak ada koordinasinya

  • 30 Maret 2020 - (15:53 WIB)
    Permalink

    sama bu eka… nominal yg ditagihkan tidak masuk akal saya minta datanya malah berkelit malah jadi ngerendahin saya…. yg sabar ya bu. kita harus datang ke kantor minta data dulu baru bayar pokoknya saja bu dan minta dicicil bahkan minta riskon sekalian karena kita memang lagi susah klo gak susah mah bayar bunga aje lancar bukan main. tidak usah bertel tele klo pihak bank mega gak mau juga ya tunggu aja sampai dapet harta karun atau durian runtuh ya bu… wong ada itikad baik malah di tolak.. aneh bgt.. sabar ya bu tetap semangat dan berdoa.

  • 30 Maret 2020 - (15:55 WIB)
    Permalink

    Yth. Pak Eka AD dan temans
    Ikutan sharing senasib, mereka deskcall maupun debtcoll (biasanya bukan kary. Bank, outsourcing) memang tdk bermoral pastinya krn otak mereka tdk sampai alias jongkok / minus attitude .
    Lawan aja pak Eka sdh banyak teman kita yg terzolimi krn perlakuan mereka bahkan sampai ada yg kehilangan pekerjaan dan diintimidasi dilingkunan kerja dan komunitasnya sampai cemar nama baiknya.
    Merujuk aturan Putusan MK No.1 SEBI / PBI No.11 dan No.14 serta POJK yg mengatur APMK dan etika penagihan, mereka sdh melanggar aturan tsb maka dari pada itu kumpulkan min 2 alat bukti, rekaman, video, sms, wa, ancaman dan prilaku tindakan fisik utk dibawa keranah hukum pidana (KHUP Pidana ps. 335, 310, 355, 365, 406) segera buat laporan pengaduan ke kepolisian terdekat, infokan juga kelingkungan RT, komunitas saudara dan semua orang utk tdk menggunakan produk bank mega lagi agar tdk dizolimi DC.
    Credit Card ini adalah produk tdk beragunan fisik (hukum acara perdata bukan pidana), hanya kepercayaan dan nama baik moral, konsekuensi kita bila bermasalah BDR sampai NPL sesuai ketentuan collectibility debitur maka nama baik kita negatif masuk dlm DHN dan menyulitkan kita utk berhubungan dgn seluruh bank, itulah yg hrs kita tanggung, keterlaluan kalau kita diperlakukan lbh dari itu artinya kita hrs persiapkan diri utk beracara menjerat mereka ke ranah hukum pidana.
    Suku bunga yg tinggi pd CC merupakan salah satu covering kyd bank / mitigasi risiko bank seperti WO, HC bahkan di cessie pihak ke 3 sdh membuat bank tetap survive, sehingga tdk adil kalau mereka sampai menagih berlebihan seperti banyak kasus yg di alami teman teman.
    Hutang memang hrs diselesaikan dgn baik dan dgn cara cara yg baik serta sesuai aturan yg berlaku, semangat melawan kesewenangan. Tks

    • 30 Maret 2020 - (20:37 WIB)
      Permalink

      mantep ini pak Hardy. apa pernah punya pengalaman seperti ini pak? bisa share dong pak ceritanya. trima kasih..

    • 30 Maret 2020 - (23:45 WIB)
      Permalink

      Jangankan yang menunggak sampai jutaan atau puluhan juta. Saya yang hanya punya tagihan 305.460 rupiah jatuh tempo tanggal 11, tanggal 8 orang dr bank mega udah nelp ke Hrd kantor suami. Padahal belum lewat jatuh tempo loh. Kebangetan emang CC yang 1 ini. Giliran mw saya tutup CC nya. Malah di iming-imingi naik limit lah, bebas annual fee lah. Dan bla bla bla. Sampai capek menjelaskan klo saya mw tutup saja tuh CC tapi tetap aja tuh CS nya merayu untuk tidak usah di tutup.

  • 30 Maret 2020 - (21:14 WIB)
    Permalink

    Bank Mega lagi,lagi lagi Bank Mega

    Chairul Tanjung masa gak pernah baca media konsumen kali ya …???
    Hampir setiap hari ada komplain dgn cara cara penagihan bank Mega tp kejadian yg sama terulang lagi .

  • 31 Maret 2020 - (03:06 WIB)
    Permalink

    Itulah kejamnya kalau pakek CC, diusahakan kedepannya tidak usah pakek CC lagi. Kalau ada uang mending beli cash, kalo belum ada ya jangan memaksakan atau kalau memang membutuhkan keperluan mendesak coba cari pinjaman ke keluarga. Hidup ini harus bersyukur, kalau belum mampu ya jangan maksa pakek CC wkwkwkk

  • 31 Maret 2020 - (06:12 WIB)
    Permalink

    Anak riba eh….anak singkong ealah……cerita aja ke temen2, tetangga, sodara, bahkan ke orang ga dikenal biar ga ada lagi nih kartu bank model begini

  • 31 Maret 2020 - (06:50 WIB)
    Permalink

    Sy juga megang cc bank mega dri awal megang sy suka baca komentar yg tdk enak dri pemegang kartu tentang tagihan , pihak bank mega sebetulnya sadar ga sih dengan kejadian ini? Atau memang pura2 ga tau kalau sering kejadiannya begini lama2 orang kapok pake produk bank mega…Semoga pihak bank mega lebih manusiawi dlm penagihannya

    • 25 April 2020 - (23:23 WIB)
      Permalink

      Lagi lagi & Lagi “RENTENIR MEGA”…
      BANK MEGA tuh LINTAH DARAT BERIZIN YANG SELALU HAUS AKAN DARAH PARA NASABAHNYA…

  • 13 Mei 2020 - (20:11 WIB)
    Permalink

    Rekan-rekan semuanya mari kita semua buat laporan ke BI ke alamat email bicara@bi.go.id dan ke email OJK di konsumen@ojk.go.id, saya yakin jika semua nasabah yang diintimidasi melapor dan laporannya sudah banyak maka pihak OJK dan BI akan mengambil tindakan tegas atas masalah ini. Kita memang sudah melakukan kesalahan sehingga kita terjebak dalam Riba namun kita nasabah yang juga warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan hukum dan undang-undang di negara Republik Indonesia ini. Mari bersatu dan niatkan untuk bertaubat kepada Allah SWT sehingga jalannya insya Allah akan dipermudah, Aamiin

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Penagihan Bank Mega Tidak Manusiawi

oleh eka aris djoenijanto dibaca dalam: 1 min
11