Ilustrasi Hati-Hati Headline Permohonan Surat Pembaca Penipuan Modus Konsultan Pinjol “Panda Consultant”, Akun SPayLater Saya Digunakan Pelaku untuk Beli 8 HP di Shopee 4 Juni 20264 Juni 2026 d.angg Beri komentar Account Takeover, Akun Pengguna, APPK (Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen) OJK, APPK OJK, Customer complaint handling, Customer Service, Cybercrime, Data nasabah, e-Commerce, Fraud, Ganti PIN, IASC (Indonesia Anti Scam Center), Iklan, Iklan Instagram, Iklan Online, Keamanan akun, keringanan pembayaran, Kriminalitas, Laporan Kepolisian, Laporan Kriminalitas, Modus Penipuan, One Time Password, Otoritas Jasa Keuangan, OTP, PayLater, Pembobolan akun, Penagihan, Pencucian Uang, Pengambilalihan Akun, Penipuan, Penipuan online, Penipuan via WhatsApp, Penyalahgunaan akun, Penyalahgunaan data, Personal Identification Number, Restrukturisasi, Satgas PASTI OJK, Scam, Shopee, Shopee SPayLater, Social Engineering, Transaksi Fiktif, Verifikasi Data Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Yth. Redaksi Media Konsumen, Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan kekecewaan sekaligus permohonan solusi atas kasus fraud yang menimpa saya pada tanggal 4 Januari 2026. Saya menjadi korban penyalahgunaan data oleh oknum “Panda Consultant” yang berujung pada pengambilalihan akun Shopee saya secara ilegal (account takeover). Akun saya dibajak, nomor HP dan email diubah secara permanen oleh pelaku, dan akun saya di-log out paksa. Akibatnya, pelaku melakukan transaksi fiktif berupa pembelian 8 unit handphone menggunakan Shopee PayLater. Perlu dicatat, barang tersebut dikirim ke alamat yang sama sekali tidak dikenal dan bukan alamat sesuai KTP/domisili saya. Kronologi Pada tanggal 4 Januari 2026, saya berkenalan dengan seseorang yang mengaku sebagai “konsultan pinjaman online” bernama Panda Consultant melalui Instagram. Akun tersebut memasang iklan jasa penghapusan pinjaman online serta pengalihan penagihan kepada jasa konsultan. Karena saat itu saya sedang mengalami kesulitan finansial dan tekanan tagihan pinjaman sebelumnya, saya akhirnya percaya dan berkomunikasi dengan pihak tersebut. Pihak tersebut meminta saya untuk menyerahkan handphone saya dengan alasan membantu proses penanganan pinjaman. Kami kemudian bertemu secara langsung di sebuah kafe di Kota S sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, handphone saya dipegang dan diakses oleh pihak tersebut selama kurang lebih empat jam. Namun belakangan saya menyadari bahwa yang dilakukan bukanlah reset perangkat, melainkan penyalahgunaan akses akun dan data yang ada di handphone saya, termasuk mengganti alamat email dan nomor HP saya. Setelah kejadian tersebut, saya mengetahui adanya transaksi-transaksi yang bukan saya lakukan, termasuk pembelian beberapa unit handphone melalui Shopee menggunakan fasilitas Shopee PayLater. Selain itu, saya juga mengalami permasalahan serupa pada layanan lain seperti GoPayLater dan Traveloka PayLater, di mana terdapat transaksi yang tidak saya nikmati secara pribadi. Belanja 8 HP pake Paylater orang lain, mau buka lapak om? Perubahan Data Akun Shopee Tagihan Spaylater Surat Laporan Polisi 1 Surat Laporan Polisi 2 Jawaban SpayLater 1 Jawaban SpayLater 2 Saya memahami bahwa secara sistem transaksi tersebut tercatat pada akun saya. Oleh karena itu, saya tidak bermaksud lari dari tanggung jawab dan tetap memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan kewajiban sesuai kemampuan finansial saya saat ini. Namun saya berharap pihak Shopee/Commerce Finance dapat meninjau ulang transaksi-transaksi tersebut dengan mempertimbangkan adanya unsur penyalahgunaan akses dan dugaan penipuan yang saya alami. Saya juga memohon adanya kebijakan penyelesaian yang lebih manusiawi, berupa penghapusan bunga dan denda, pembayaran pokok kewajiban, serta skema cicilan yang sesuai kemampuan saya. Saya telah berupaya mencari penyelesaian melalui layanan pelanggan dan pengaduan resmi untuk meminta solusi yang adil. Harapan saya sederhana, yaitu adanya ruang mediasi dan penyelesaian yang tidak semakin memberatkan kondisi saya. Saya bukan tipe konsumen yang ingin lari dari tanggung jawab. Saya sudah berupaya melapor ke kepolisian, OJK, hingga LAPS SJK. Namun saya sangat menyayangkan respons dari pihak Shopee/Commerce Finance yang terkesan kaku dan hanya memberikan jawaban template lewat telepon, tanpa melakukan audit investigasi mendalam terhadap anomali transaksi tersebut. Melalui surat ini saya menyatakan: Saya memohon kepada pihak Shopee/Commerce Finance untuk melakukan investigasi ulang terhadap perubahan data akun dan alamat pengiriman barang tersebut. Saya beriktikad baik untuk membicarakan penyelesaian tagihan sesuai kemampuan saya, dengan memohon penghapusan bunga dan denda serta keringanan pokok pinjaman (restrukturisasi). Saya meminta agar penagihan kepada kontak darurat dihentikan karena sangat mengganggu privasi. Saya berharap pihak Shopee bisa lebih bijak dalam menghadapi kasus cybercrime yang menimpa nasabahnya dan memberikan solusi yang adil, sehingga saya dapat membayar tagihan secara bertahap dan bertanggung jawab. Hormat saya, Dewi Serang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.