Dana Rp9,5 Juta Terdebit Melalui Transaksi QRIS M-Smile yang Tidak Saya Lakukan, Bank Mega Menolak Pengembalian Dana

Kepada Redaksi Media Konsumen,

Perkenalkan, saya adalah nasabah Bank Mega Cabang Situbondo. Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan keluhan dan meminta perhatian publik terkait hilangnya dana sebesar Rp9.500.000 dari rekening saya melalui transaksi QRIS M-Smile yang tidak pernah saya lakukan. Namun hingga saat ini saya belum memperoleh penjelasan maupun penyelesaian yang memuaskan.

Pada tanggal 27 April 2026 pukul 16.48 WIB, saya menerima notifikasi bahwa telah terjadi transaksi QRIS Payment sebesar Rp9.500.000 kepada PINTU KKI Depo (Jakarta).

Saya sangat terkejut karena transaksi tersebut sama sekali tidak saya lakukan.

Pada saat transaksi terjadi:

  • Saya berada di rumah dan sedang bekerja.
  • Ponsel yang terhubung dengan rekening tetap berada dalam penguasaan saya.
  • Saya tidak pernah memberikan PIN kepada siapa pun.
  • Saya tidak pernah memberikan kode OTP.
  • Saya tidak pernah mengklik tautan mencurigakan.
  • Saya tidak pernah menerima telepon yang mengatasnamakan pihak bank maupun pihak lain yang meminta data perbankan.

Setelah mengetahui adanya transaksi tersebut, saya segera menghubungi Call Center Bank Mega dan membuat laporan pengaduan dengan nomor REV22117245.

Saya berharap Bank Mega dapat segera melakukan investigasi dan memberikan perlindungan sebagai nasabah yang menjadi korban transaksi yang saya sanggah. Namun, dalam prosesnya saya justru mendapatkan informasi yang berbeda-beda terkait waktu penyelesaian investigasi. Hingga lebih dari satu bulan sejak laporan dibuat, saya belum memperoleh kejelasan yang memadai mengenai penyebab terjadinya transaksi tersebut.

Karena tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan, saya kemudian mengajukan pengaduan melalui IASC/OJK dengan nomor tiket P260603206.

Selanjutnya, pada tanggal 23 Juni 2026, saya menerima surat tanggapan resmi dari Bank Mega Nomor 414/CECC-CC/26.

Dalam surat tersebut, Bank Mega menyampaikan beberapa hal, antara lain:

  • Transaksi dilakukan melalui aplikasi M-Smile.
  • Tidak ditemukan adanya perubahan perangkat (device) pada saat transaksi dilakukan.
  • Notifikasi transaksi berhasil dikirim ke nomor telepon yang terdaftar.
  • Berdasarkan informasi dari pihak PINTU selaku penerima dana, dana tersebut sudah tidak tersedia sehingga tidak dapat dilakukan pengembalian.

Namun hingga saat ini terdapat sejumlah pertanyaan mendasar yang menurut saya belum terjawab.

Apabila Bank Mega menyatakan tidak terdapat perubahan perangkat (device), sementara ponsel tetap berada dalam penguasaan saya dan tidak pernah berpindah tangan, maka bagaimana transaksi QRIS tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan saya?

Selain itu, transaksi QRIS melalui aplikasi perbankan memerlukan akses ke aplikasi dan penggunaan PIN. Sampai saat ini saya belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai:

  • Bagaimana pihak yang tidak berwenang dapat melakukan transaksi tersebut.
  • Bagaimana PIN dapat digunakan dalam transaksi tersebut.
  • Apakah terdapat data teknis yang menunjukkan siapa yang melakukan transaksi.
  • Apakah terdapat akses atau aktivitas yang menunjukkan bahwa transaksi benar-benar dilakukan oleh saya sendiri.

Saya memahami bahwa pihak bank memiliki ketentuan mengenai tanggung jawab nasabah dalam menjaga kerahasiaan PIN, password, maupun OTP. Namun, dalam kasus saya, saya tidak pernah memberikan informasi tersebut kepada siapa pun dan tidak pernah melakukan tindakan yang dapat memberikan akses kepada pihak lain.

Yang menjadi keberatan saya bukan semata-mata karena dana saya hilang, tetapi karena hingga saat ini saya belum memperoleh penjelasan yang dapat menjawab bagaimana transaksi tersebut bisa terjadi.

Alasan bahwa dana pada pihak penerima sudah habis digunakan menurut saya tidak menjawab akar permasalahan, yaitu bagaimana transaksi yang saya sanggah tersebut dapat dilakukan sejak awal.

Melalui Media Konsumen, saya berharap Bank Mega dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan mengenai hasil investigasi yang dilakukan serta memberikan jawaban yang jelas atas pertanyaan-pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab.

Sebagai nasabah, saya hanya menginginkan kejelasan, transparansi, dan penyelesaian yang adil atas dana sebesar Rp9.500.000 yang hilang dari rekening saya melalui transaksi yang tidak pernah saya lakukan, serta pengembalian dana karena uang tersebut merupakan hasil kerja keras saya dan simpanan untuk biaya pendidikan anak saya.

Terima kasih.

Hormat saya,

Trivena
Situbondo, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Dana Rp9,5 Juta Terdebit Melalui Transaksi QRIS M-Smile yang Tidak Saya Lakukan, Bank Mega Menolak Pengembalian Dana”

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan keluhan Ibu Trivena ******** * * yang disampaikan melalui mediakonsumen.com (10/07/2026) perihal “Dana Rp9,5...
Baca selengkapnya

11 komentar untuk “Dana Rp9,5 Juta Terdebit Melalui Transaksi QRIS M-Smile yang Tidak Saya Lakukan, Bank Mega Menolak Pengembalian Dana

  • 10 Juli 2026 - (10:53 WIB)
    Permalink

    Kejadiannya hampir mirip dengan saya, tapi saya mengalaminya di Kartu Kredit saya. Padahal kartu kredit ada di tangan saya, saya tidak pernah memberikan data kepada siapapun.

    Anehnya lagi transaksi mencurigakan tersebut terjadi setelah saya aktifkan kartu kredit yang baru saya terima. Memang agak janggal sih dan Bank Mega tidak bisa memberikan penjelasan terkait mengapa transaksi tersebut bisa terjadi.

    Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali, keamanan dari Bank Mega bisa diperketat dan Bank Mega bisa berikan penjelasan kepada nasabah yang mengalami hal seperti ini

  • 11 Juli 2026 - (10:24 WIB)
    Permalink

    Tambahan penjelasan dari @Agus memberi dugaan adanya kebocoran—terutama secara internal. Stop menabung di tempat yang tidak memberikan rasa aman bahkan setelah uang nasabah dicuri. Nominal 9½ juta jelas tidak sedikit. Tapi jika TS sendiri tidak mampu adu data dan bukti kuat dengan pihak bank, uang kembali masih jauh dari harapan. TS bisa memberikan bukti kuat dengan mendatangi bank dan minta mereka membuka log (catatan) aplikasi bank yang terinstall di ponsel TS. Jika log tidak menunjukkan riwayat transaksi sebesar 9½ juta itu atau aplikasi tidak punya log, maka bukti milik bank terbantahkan.

  • 11 Juli 2026 - (11:48 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas masukannya.
    Saya juga mempertanyakan hal yang sama, karena saya tidak pernah menerima OTP, tidak pernah memberikan PIN, password, maupun data perbankan kepada pihak lain. Saya juga tidak pernah mengklik tautan mencurigakan ataupun menerima telepon yang meminta data perbankan.
    Dalam surat tanggapan, Bank Mega menyatakan bahwa transaksi dilakukan melalui aplikasi M-Smile dan tidak ditemukan perubahan perangkat (device) saat transaksi terjadi. Namun hingga saat ini saya belum memperoleh penjelasan yang cukup rinci mengenai bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi tanpa sepengetahuan saya.
    Saya berharap Bank Mega dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan terkait data dan jejak transaksi yang menjadi dasar kesimpulan mereka, sehingga permasalahan ini dapat menjadi jelas bagi semua pihak.
    Terima kasih atas perhatian dan masukannya.

  • 11 Juli 2026 - (12:06 WIB)
    Permalink

    Karena transaksinya terjadi di kartu kredit, transaksi tersebut tidak berhasil dan limit kartu kredit saya tidak berkurang. Saya hanya mendapatkan informasi *Transaksi anda gagal* itu melalui notifikasi. Tapi ketika saya tanyakan mengapa transaksi tersebut terjadi dari pihak Bank tidak bisa memberikan penjelasan yang sesuai harapan kita, ujung-ujungnya hanya memberikan himbauan menjaga kerahasian data.

    Cuma dari Bank Mega memberikan kompensasi berupa pembebasan biaya pergantian kartu kredit.

  • 16 Juli 2026 - (07:12 WIB)
    Permalink

    Saya tetap terbuka apabila Bank Mega ingin menghubungi saya untuk memberikan solusi, penjelasan yang lebih transparan, atau penyelesaian atas kerugian yang saya alami. Namun, mengingat pengalaman komunikasi yang telah berlangsung selama ini, saya memohon agar komunikasi selanjutnya dilakukan melalui email sehingga seluruh informasi dapat terdokumentasi dengan baik dan tidak menimbulkan perbedaan pemahaman di kemudian hari.
    Saya berharap komunikasi yang dilakukan tidak hanya berisi pengulangan kesimpulan bahwa transaksi dilakukan melalui aplikasi M-Smile atau bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada pada nasabah, melainkan juga disertai penjelasan yang jelas mengenai bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi ketika saya:
    Tidak pernah melakukan transaksi tersebut;
    Tidak pernah memberikan OTP kepada siapa pun;
    Tidak pernah memberikan PIN, password, maupun akses aplikasi kepada pihak lain;
    Tidak pernah mengklik tautan mencurigakan;
    Dan tidak menerima panggilan yang meminta data perbankan.
    Sebagai nasabah, saya hanya menginginkan kejelasan, transparansi, dan penyelesaian yang adil atas kerugian sebesar Rp9.500.000 yang saya alami.
    Apabila Bank Mega memiliki solusi terkait pengembalian dana atau informasi baru yang dapat membantu penyelesaian kasus ini, saya akan dengan senang hati menanggapinya melalui email.

    Akibat kejadian ini, kepercayaan saya terhadap keamanan layanan perbankan Bank Mega menjadi sangat berkurang.

  • 16 Juli 2026 - (21:01 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas masukannya.
    Saya memahami kemungkinan adanya malware atau trojan sebagaimana yang Anda sampaikan. Namun sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa perangkat saya diretas.
    Saya tidak pernah menerima OTP, tidak pernah memberikan OTP kepada siapa pun, tidak pernah mengklik tautan mencurigakan, tidak pernah menginstal aplikasi yang diminta pihak lain, dan tidak pernah melakukan transaksi yang saya laporkan tersebut.
    Yang membuat saya mempertanyakan hal ini adalah dana pada rekening dan aplikasi keuangan lain yang berada di perangkat yang sama tetap aman dan tidak mengalami transaksi tidak sah.
    Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa penyebab kejadian ini belum dapat disimpulkan semata-mata sebagai kelalaian nasabah atau perangkat yang terinfeksi malware.
    Saya berharap Bank Mega dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan terkait log transaksi, mekanisme autentikasi yang digunakan pada transaksi tersebut, serta dasar kesimpulan bahwa transaksi dilakukan oleh saya.
    Sebagai nasabah, saya hanya menginginkan kejelasan dan penyelesaian yang adil atas kehilangan dana yang saya alami

    • 16 Juli 2026 - (21:02 WIB)
      Permalink

      Saya menghormati hak Bank Mega untuk memberikan tanggapan. Namun saya tidak lagi bersedia menanggapi komunikasi yang hanya berisi tuduhan atau asumsi bahwa kesalahan sepenuhnya berada pada pihak nasabah tanpa disertai bukti yang dapat diverifikasi.
      Apabila Bank Mega memiliki solusi konkret terkait pengembalian dana atau informasi baru yang relevan untuk penyelesaian kasus ini, saya mempersilakan Bank Mega menghubungi saya melalui email agar seluruh komunikasi terdokumentasi dengan baik.
      Sampai saat ini saya tetap menyatakan bahwa saya tidak melakukan transaksi tersebut dan tidak pernah memberikan OTP, PIN, maupun kredensial perbankan kepada pihak mana pun.

  • 17 Juli 2026 - (08:02 WIB)
    Permalink

    Saya jadi heran kasus2 jebol via QRIS ini nilainya bisa besar2, lebih dari 5 juta…
    Saya pribadi beberapa kali transaksi 6 jutaan misalnya padahal di EDC bank besar, merchant supermarket ternama berjaringan, 100% gagal.
    Begitu di-split jadi max 5juta QRIS sisanya debit malah bisa. Scan QRIS usaha pribadi juga max 5 juta yang bisa sejauh ini. Mungkin ada pengecualian dari masing2 sistem?

    • 17 Juli 2026 - (22:40 WIB)
      Permalink

      Terima kasih atas informasinya.
      Saya juga tidak memahami bagaimana transaksi QRIS sebesar Rp9.500.000 tersebut bisa terjadi, karena saya tidak pernah melakukan transaksi itu sama sekali.
      Oleh karena itu, menurut saya yang perlu memberikan penjelasan adalah Bank Mega selaku penyedia layanan, termasuk mengenai batas transaksi, proses autentikasi, dan bukti yang menunjukkan bahwa transaksi tersebut benar dilakukan oleh saya.
      Sampai saat ini saya tetap menyatakan bahwa transaksi tersebut bukan transaksi yang saya lakukan.

 Apa Komentar Anda?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Dana Rp9,5 Juta Terdebit Melalui Transaksi QRIS M-Smile yang Tidak Say…

oleh Trivena Theresia ⏱ waktu baca: 2 menit
11