Rescheduling DBS KTA Malah Memberatkan dengan Bunga Tinggi Saat Covid-19

Nomor pinjaman 7800833902 telat 3 bulan. Saya berterimakasih kepada pihak DBS telah merespon dan memberikan keringanan restrukturisasi kredit saya.

Awalnya saya pinjam -+ 26 juta dengan cicilan Rp. 1,123,000,- juta/bulan selama 36 bulan jika ditotal Rp40,428,000,- hutang saya dan sudah masuk cicilan ke-8 bila ditotal Rp. 8,984,000 ,-. Dan saya diberikan pilihan restrukturisasi Rp. 754,620 /bulan dengan perpanjang tenor menjadi 60 bulan jika ditotal Rp. 45,277,200,- dan pilihan Rp. 862,000/bulan 48 bulan total Rp. 41,376,000,- .

Jujur ini bukannya meringankan malah tambah memberatkan saya dan selama ini uang saya yang sudah masuk tidak dihitung. Bagaimana pihak OJK menindaklanjuti permasalahan ini kami masyarakat kecil ibarat sudah susah ditambah susah dengan lilitan riba yang dikenakan pihak bank dengan bunga yang besar. Saya sudah meminta untuk restrukturisasi di angka 600 ribu/ bulan dan sisa hutang pokok saya seharusnya berada di angka Rp17,052,000.

Tolonglah untuk pihak DBS kami sudah susah jangan dibuat makin susah. Saya berniat baik meminta kelembutan para bos-bos besar yang berwenang menangani kredit macet, dalam situasi yang belum kondusif karena dampak covid-19. Kita paham hutang adalah tanggung jawab kita tapi tolonglah untuk tidak memberatkan dengan bunga yang sangat tinggi.

Nur Maripah
Tangerang

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai KTA DBS:
[Total:73    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Nur Maripah

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

39 komentar untuk “Rescheduling DBS KTA Malah Memberatkan dengan Bunga Tinggi Saat Covid-19

      • 18 April 2020 - (02:46 WIB)
        Permalink

        Sekedar tips dan berbagi pengalaman :
        1.terima kenyataan kalo anda sedang terlilit hutang.
        2.introspeksi kenapa anda sampai berhutang.
        3.tanamkan niat baik untuk melunasi dan mengakhiri kebiasaan berhutang.
        4.sederhanakan gaya hidup,semakin tinggi gaya semakin tinggi tekanan.
        5.tetap ikhtiar sambil doa dan tawakal serta tobat.
        6.jual aset yg ada untuk lunasi hutang dan mulai hidup dengan gaya baru tanpa banyak keinginan
        Alhamdulillah,dengan tips2 itu saya bisa jalani hidup jauuh lebih baik.

    • 15 April 2020 - (00:51 WIB)
      Permalink

      no coment lah..
      intinya sabar aj, jalanin aj sbgai nasabah, ketika lunas baiknya lbih bijak lg untuk urusan pinjam meminjam..

      • 15 April 2020 - (08:39 WIB)
        Permalink

        iyah pa ada beberpa cc saya sudah ga sanggup bayar dan pas ada dana bisa nego pokok dan mereka kasih , cuma untuk DBS ini agak alot.

        • 15 April 2020 - (09:34 WIB)
          Permalink

          Saya bukan Orang DBS,, Orang Biasa² Saja.. Anda merasa disudutkan dengan koment² yg ada,, mungkin pihak DBS juga merasa di sudutkan dengan Anda.. Anda minta hutang sudah di kasih hutang,, Anda minta keringanan sudah di kasih keringanan… Permasalahan bunga itulah untung mereka,, ingat ada akad kalo gak sanggup jangan akad… kalo semua orang mau memulangkan sesuai pokok saja untung orang itu darimana… Pake segala bilang OJK tolong tindak lanjuti, orang dh susah malah makin susah.. pakk oii orang benar² susah gak pake CC… maka’nya gaya hidup di turunkan kualitas hidup di tingkatkan… saya masih muda berdagang.. pendapatan saya di angka 8, tapi sampe’ sekarang gak ada ngambil CC walau bank nawari.. gak berani mgambil KTA karna tau berapa angka yg harus di bayarkan setelah minjam… dan yg pasti hiduplah dengan merasa cukup… kredit mobil saja masih mikir walaupun sudah cukup kalo bayar cicilan per bulan’nya.. tapi mikir beli 230jt setelah bayar di total jadi 330jt.. selisih 100jt.. maka’nya saya turunkan gaya hidup karna saya merasa gak sanggup jd saya gak ambil kredit… nah jd kalo kira² bapak gak sanggup dan hanya pas²an jangan banyak ngambil CC KTA sana sini,, betah sekali hidup dengan setiap bulan mikirin harus bayar cicilan yg ini dari mana yg itu dari mana…

          • 15 April 2020 - (10:16 WIB)
            Permalink

            Terimakasih pa dan maaf sebelumnya saya tidak bilang anda orang DBS ataupun orang Bank mana 🙂 jadi calm down pa:) , semoga Bapak tidak bernasib seperti saya alhamdulilah saya doakan jangan sampai seperti saya ya pak 🙂 , memang kesalahan awal dari saya dan terjelembab :). lancar usahanya dan diberikan kesehatan , disudutkan atau tidaknya saya dengan masalah ini hanya saya yang tahu 🙂 saya tidak menulis dimedia konsumen kalau tidak terpaksa 🙂 . karena OJK satu2 nya yang mengatur 🙂 masa saya minta tolong sama Bapak kan gak mungkin 🙂 .
            Bapak kan masih muda tetap focus sama usahanya ya pa 🙂 .

      • 16 April 2020 - (21:39 WIB)
        Permalink

        Maaf, sekarang mari kita goblok bersama, emng waktu minjam dirinci bunganya berapa perbulan, kalau telat dan nunggak berapa hari kena bunga lagi?

        Kan semua itu ga dijelaskan, bahkan kita ttd juga belum tentu baca kontraknya, dan pihak Bank ga akan ksih tau bunganya segede apa klo restrukturisasi terjadi. Bank rugi? Iya klo lu pada ga bayar sampe lunas, tapi klo lu bayar sampe lunas sama bunganya, buat apa lu bungain lagi?

        Mau bela DBS? Maaf mari kita mnggoblokkan diri demi bank model gini.

  • 14 April 2020 - (20:02 WIB)
    Permalink

    Anda waktu ngutang kan di kasih tua bunga’nya.. kalo udah deal berarti anda harus siap.. jangan pas dapat dana segar’nya senang gak ketulungan… kewajiban anda membayar,, itu udh di kasih keringanan.. terus anda mau minta tolong kek mana lagi ?!
    dari bunga itu lah mereka bisa bayar bagi karyawan bisa, meminjamkan modal² lagi… semua juga sudah di pikirkan untung’nya.. anda aja hidup mau untung..

    • 14 April 2020 - (22:27 WIB)
      Permalink

      Jadi begini , pertama pada saat akad pasti ada perjanjian dan kesepakatan anatara debitur dan kreditur, okay sampai sini clear ya, okay , yg bersangkutan saat ini tekena dampak wabah covid-19 , pertanyaanya apakah bank tidak terdampak?. Sudah tau pasti jawabanya “sangat terdampak” . Dan yang kedua yang bersangkutan berapa orang yang tidak bisa diberi makan atau gaji (mungkin) atas dampak penyakit ini ? , pertanyaan sama berapa RIBU orang yang tidak bisa diberi makan atau gaji , jika bank hanya menolong segelintir orang atau pribadi yg bersangkutan saja. Its logic , bank tidak akan menyelamatkan 1 orang dan mengorbankan BANYAK orang. jangan apatis, bukan hanya kita saja yg kena perusahaan lebih besar resiko nya karena menyangkut nyawa, perut banyak orang. Dan simpel nya anda terdampak bank juga SANGAT terdampak itu persamaanya. Perbedaanya anda kepentingan pribadi , bank kepentingan orang banyak. Saya bukan bagian dari perusahaan atau bank, saya hanya geli saja ketika mendengar kata2 pamungkas “TERLILIT RIBA” kemarin pada saat minjem “HALAL ?”

      INILAH ORANG KITA ,HANYA MEMIKIRKAN HAK, NAMUN NGGAK ADA URUSAN SAMA KEWAJIBAN

      • 15 April 2020 - (08:59 WIB)
        Permalink

        Terimakasih Bapak Tedi atas saran dan masukannya , saya tekankan disini saya ” BERTANGGUNG JAWAB ATAS HUTANG SAYA” jadi yang saya tekankan disini ” BUNGA BANK YANG TINGGI DALAM RESTRUK KEPADA NASABAH”
        Dan 1 hal saya paham betul antar akad perjanjian jadi sebelum adanya COVID-19 saya sudah mengalami kesulitan dalam usaha saya. memangnya siapa yang ingin mengalami kesusahan??? saya dapat merestruk dibeberapa bank dengan bayar pokok dan cicilan pokok mereka berikan , dan saya paham tiap Bank berbeda , tapi aturan OJK tetap sama. saya punya hak untuk meminta keringanan kepada Bank karena kesulitan saya alami. Dan saya punya hak untuk mengeluarkan kata-kata “TERLILIT RIBA” memang kenyataan, jadi anda setuju atau tidak saya tidak ambil pusing.Maaf sebelumnya bukan hanya saya banyak dari seperti saya mengalami hal yang sama.
        dan hak dan kewajiban sama-sama hal yang penting ya pa:) saya kan tidak bilang tidak akan bayar hutang .
        Terimakasih atas perhatiannya.

    • 15 April 2020 - (07:21 WIB)
      Permalink

      Buat saya pribadi ya kalau ada rejeki ya prioritas makan dan keperluan keluarga dulu,, jika ada sisa buat bayar utang ya baru di bayarkan,, gk perlu memaksakan bayar utang dengan utang lagi di tempat lain,, masalah resiko dan konswekensinya ya saya paham dan harus terima,, tp hnya dngan berdoa dan minta pada tuhan yang maha kuasa saja saya berharap,,

      • 15 April 2020 - (09:02 WIB)
        Permalink

        Amiiiiiiiin Bapak Eko supaya rezeki nya selalu dilancarkan ya pa, saya juga maunya cepet lunas , setiap tindakan pasti ada resiko dan konsekuensi yang saya terima. maka dari itu dari datengnya DC, ditelepon DC, dimarahin DC itu sudah saya terima dengan legowo. tapi disini saya berusaha kooperatif untuk bekerjasama dengan pihak Bank.
        Terimakasih

    • 15 April 2020 - (09:13 WIB)
      Permalink

      Siap sekali saya waktu pertama ambil hutang dan akan lancar terus lalu saya bisa menerawang hidup saya kedepan akan seperti apa??? hebat sekali saya kalo gitu hehhehe.
      saya tekankan sekali lagi ” SAYA BERTANGGUNG JAWAB ATAS HUTANG SAYA” kok disini rasanya menyudutkan saya kalo saya tidak bertanggung jawab hehehe , selama ini diKta sudah ada asuransi :)Bapak paham kan maksud saya? dan saya tidak menggampangkan hal itu makanya adanya negosiasi dengan Bank untuk mencari solusi antara nasabah yang niat bayar dan tidak 🙂 .
      Terimakasih

    • 15 April 2020 - (09:14 WIB)
      Permalink

      Siap sekali saya waktu pertama ambil hutang dan akan lancar terus lalu saya bisa menerawang hidup saya kedepan akan seperti apa??? hebat sekali saya kalo gitu hehhehe.
      saya tekankan sekali lagi ” SAYA BERTANGGUNG JAWAB ATAS HUTANG SAYA” kok disini rasanya menyudutkan saya kalo saya tidak bertanggung jawab hehehe , selama ini diKta sudah ada asuransi :)Bapak paham kan maksud saya? dan saya tidak menggampangkan hal itu makanya adanya negosiasi dengan Bank untuk mencari solusi antara nasabah yang niat bayar dan tidak 🙂 .
      Terimakasih

  • 14 April 2020 - (21:01 WIB)
    Permalink

    Itu sih bukan restruktur namanya kalo mau cari untung sendiri..semua juga mau kalo gitu..Siti sendiri mau ga saya pinjem 26jt,3 tahun saya balikin jadi 28jt..mau dibawa ke OJK juga percuma,itu sudah standard yang ada..minta keringanan sih boleh,tapi ya kembalikan kalo kita yang punya modal..mau ga ?

    • 15 April 2020 - (09:17 WIB)
      Permalink

      Maaf Bapak Edo yang terhormat , sah sah sajakan saya bernegosiasi ? saya mendapatkan keringanan hutang pokok dibeberapa bank dan bisa dicicil 🙂 saya paham tiap bank beda tapi aturan OJK tetap sama :).
      Maaf saya bukan rentenir 🙂 , niat saya adalah punya uang saya bayar “LUNAS” 🙂
      Terimakasih

      • 15 April 2020 - (18:17 WIB)
        Permalink

        Sangat sah,dan memang itu adalah hak konsumen.tapi kita juga harus mengerti arti kata restruktur yang dimaksud oleh bank..dengan opsi yg ibu maksud, dipastikan bank akan menolak.karena bank juga harus tetap menjalankan prosudur dan aturan dari BI,mungkin bukan hanya ibu saja yang memiliki masalah yang sama dengan pihak terkait.kita juga harus melihat dari 2 sudut pandang yang berbeda.bank punya peraturan yang mereka juga harus taati. Tidak semua permasalahan dengan lembaga keuangan kiita selesaikan dengan OJK..OJK hanya lembaga yang menurut saya jauh untuk melihat kebawah..kenapa ibu tidak menindak lanjuti ke ksp.go.id di situs lapornya.tujukan kepada Mentri keuangan dan BI. Agar pihak yg memiliki kewenangan lebih di atas OJK yg menangani..

  • 14 April 2020 - (21:49 WIB)
    Permalink

    Itulah RESTRUKTURISASI,, dilihat dr angsuran memang meringankan, tetapi setelah di total akhir,, LUAR BIASA HUTANG NAMBAH GEDEE.. sy pun sama di bank yg berbeda (BPR)

    • 15 April 2020 - (09:03 WIB)
      Permalink

      makanya pa saya tekankan akan bunganya yang tinggi itu saja saya tidak bilang tidak bertanggung jawab atas hutang saya.
      Terimakasih

  • 15 April 2020 - (00:59 WIB)
    Permalink

    Anda belum faham sepertinya.. Dalam KTA angsuran itu masuk utang pokok itu berbeda². Misal angsuran pertama anda 100rb itu paling masuk pokoknya 20rb sisanya bunga, angsuran ke-2 naik 30rb sisanya bunga dan seterusnya. Kenapa bank menerapkan seprti ini? Adalah sewaktu² debitur pelunasan diawal bank sudah untung byk karena bunga dah dihajar diawal sementara utang pokok masih numpuk.

    • 15 April 2020 - (09:05 WIB)
      Permalink

      Saya paham pa:) , cuma yang saya tekankan Bunga yang tinggi didalam restruk kita bisa minta penurunan suku bunga kan, maka dari itu saya bernegosisasi dengan Bank dalam kemampuan saya membayar hutang.
      Terimakasih

  • 15 April 2020 - (05:28 WIB)
    Permalink

    Kan ada program KUR dari pemerintah dgn bunga 6% manfatkan jgn ingin simple tp akhirnya ribet

    • 15 April 2020 - (21:42 WIB)
      Permalink

      Kalau bisa jangan berhutang
      Ujung ujung nya malah kelilit
      Mending belajar menabung sedikit demi sedikit ( proses )
      Jangan dgn cara instant lewat berhutang

      • 16 April 2020 - (08:39 WIB)
        Permalink

        iyah saya juga lagi belajar untuk tidak berhutang lagi pa alhamdulilah semua CC sudah saya tutup.. betul sekali pak

        Terimakasih

  • 15 April 2020 - (07:47 WIB)
    Permalink

    Sepertinya yg menyudutkan ini adalah tim dbs juga😂
    Berbagi pengalaman ya,banyak ko berita2 tentang kta dbs di media konsumen dan semua beritanya pasti negatif semua … Dbs memang nakal dan curang kak.
    Oke saya juga korban,saya pernah mengajukan kta dbs 70 jt dan hanya diacc 7 juta dan itu pun 3 tahun …LANGSUNG MASUK REKENING TANPA KONFIRMASI,TELFON CALL CENTER MEREKA PUN PERCUMA KARENA DANA YANG UDAH MASUK KE REKENING TIDAK BISA DIKEMBALIKAN !!!!!! JANGAN SAMPE PINJAM DI KTA DBS LAGI

    • 16 April 2020 - (06:39 WIB)
      Permalink

      Hati2 mbak 😀 dibaca orang DBS ntar komen mbak ” DBS MEMANG NAKAL DAN CURANG KAK” . Awas loh bisa kena dipasal pencemaran nama baik loh hihihihi.

      Ohya fyi mbak, bank akan approve pengajuan pinjaman sesuai KEMAMPUAN membayar oleh si PEMINJAM.

  • 15 April 2020 - (13:14 WIB)
    Permalink

    Waduh mending tidak usah direstruktur kalau segitu.tadinya saya juga mau minta keringanan di dbs tapi lihat berita ini dilihat dikit sekali kurangnya jadi percuma.saran saya jangan pernah lagi main kta saya juga sudah kapok

    • 16 April 2020 - (08:44 WIB)
      Permalink

      iyah pak , mending dilunasi saja kalo ada dana 🙂 Semoga hutangnya yang ada disini cepet lunas semua 🙂 dan tidak berhutang lagi dikemudian hari disini saya hanya menggambarkan perhitungan untuk para masyarakat yang ingin berhutang berpikir ulang dampak akan nantinya kedepan 🙂
      Terimakasih

  • 15 April 2020 - (13:54 WIB)
    Permalink

    saya juga punya kta di dbs mbak..
    perhitungan nya ga semudah yg mbak pikir..
    kan mbak minjem kurang lebih 26juta dengan cicilan 1123/bulan sudah bayar 8 bulan..nah setau saya cicilan yg dibayar perbulan itu hanya ngurangi sedikit dari pokok pinjaman,jadi ga bs ambil kesimpulan kalau mbak sudah bayar sekitar 8 juta,lalu sisa hutang tinggal 17jutaan..
    di welcome letter kan ada tu ilustrasi pembayaran nya, cicilan pertama dr 1123, untuk bayar pokok sekitar 20-30%, sedangkan sisanya untuk bayar bunga..
    nah perhitungan restrukturisasi pinjaman nya otomatis akan dihitung ulang dr sisa pokok pinjaman yg pastinya masih lumayan besar..

    • 16 April 2020 - (08:43 WIB)
      Permalink

      iyah mbak terimaksih atas penjelasannya. saya disini hanya mempertanyakan bunga nya yang tinggi itu saja , dan untuk perhitungan saya mengerti :).
      Terimakasih mbak sarannya

  • 15 April 2020 - (20:02 WIB)
    Permalink

    Mba Nur cara mengajukan nya lewat mana? Email? Datang langsung atau bagaimana? Saya mau juga..
    Trimakasih untuk jawabannya.

    • 16 April 2020 - (08:41 WIB)
      Permalink

      saya pengajuan sudah dari Desember or januari gitu mbak sebelum covid-19 masuk diindonesia karena memang saat itu keadaan saya sedang sulit dan sudah mentok .
      saya mencoba berkomuikasi dari Desk collection, Debt collector sampai pengendali kredit yang penting kita kooperatif dan berniat melunasi hutang mbak intinya.

      Terimakasih

 Apa Komentar Anda mengenai KTA DBS?

Ada 39 komentar sampai saat ini..

Rescheduling DBS KTA Malah Memberatkan dengan Bunga Tinggi Saat Covid-…

oleh Nur maripah dibaca dalam: 1 min
39