Pada tanggal 24 Oktober 2025, sekitar siang hari, saya menerima SMS dari BCA yang berisi: “BCA: 5408 poin Anda akan kedaluwarsa hari ini. Klik tautan ini: https://lnk.ink/YQP0h untuk menukarkan hadiah. Jika Anda tidak tertarik, abaikan saja!”
Saya langsung mengklik tautan ke situs BCA dan menemukan poin serta hadiah yang bisa dipilih. Singkat cerita, saya melakukan klaim dan diminta untuk memasukkan data kartu kredit. Karena pengirim SMS-nya dari BCA, sehingga saya tidak teliti dan baca lagi, dan tiba-tiba banyak OTP yang masuk. Saya kaget dan melihat notifikasi SMS untuk transaksi di paper.id.
Saya segera menghubungi HaloBCA dan meminta agar kartu kredit saya diblokir. Namun, dari 5 transaksi yang notifikasinya masuk, ada 1 transaksi senilai Rp21 juta yang katanya sudah berhasil. Saya menjelaskan bahwa ini bukan transaksi saya dan meminta untuk dibatalkan.
Akhirnya, saya dikirimkan formulir pernyataan dan kronologis yang harus diisi melalui email. Saya sudah melengkapinya. Investigasi memerlukan waktu 20 hari. Spontan, saya meminta agar prosesnya dipercepat karena jatuh tempo tercetak pada 26 Oktober 2025.
Setelah menghubungi HaloBCA, saya berinisiatif mencari tahu tentang paper.id dan menghubungi customer service-nya. Saya langsung mengirimkan pesan WhatsApp, menjelaskan kronologis bahwa saya terkena phishing. Jika ada dana yang berhasil dalam transaksi, mohon untuk ditahan dan diminta untuk diinvestigasi, karena saya tidak melakukan transaksi tersebut.
Akhirnya, pihak paper.id meneruskan keluhan saya dan memeriksa bahwa memang ada transaksi pada 4 digit kartu kredit saya yang saya sebutkan sudah berhasil. Namun, pihak paper.id sangat cepat dalam melakukan validasi, seperti meminta foto selfie dengan KTP, tetapi NIK-nya di-blur dan kartu KrisFlyer saya juga diblur, hanya menyisakan 4 digit belakangnya untuk validasi. Proses ini memakan waktu 7-14 hari.
Setelah itu, saya juga menghubungi HaloBCA lagi dan menyampaikan bahwa saya sudah berkoordinasi dengan paper.id untuk menahan dana yang berhasil dalam transaksi untuk diinvestigasi. Saya juga menyampaikan kepada pihak HaloBCA untuk kooperatif dalam komunikasi investigasi dengan pihak paper.id. Mereka mengatakan bahwa laporan keluhan akan disampaikan dan diteruskan ke departemen investigasi. Oke, saya tunggu.
Pada hari Senin, setelah 5 hari proses BCA, tiba-tiba saya menerima email yang menyatakan keputusan sepihak bahwa transaksi yang sudah berhasil tidak dapat disanggah.
Sungguh mengejutkan jawaban dari email ini. Setelah membaca email tersebut, saya mencoba menghubungi HaloBCA lagi untuk menanyakan hal ini. Saya hanya bertanya apakah keputusan sudah dikoordinasikan dengan pihak paper.id terkait masalah ini. Jawabannya sangat semena-mena dan terkesan lepas tangan. Terlampir adalah chat dari pihak HaloBCA yang menyatakan bahwa investigasi sudah final dan tidak bisa ditinjau ulang. Malah disarankan agar saya menghubungi pihak berwenang jika ingin melakukan investigasi lebih lanjut.
Wah, semakin gila cara BCA menangani kasus seperti ini dengan keputusan sepihak.
Pada 24 Oktober 2025, saya secara inisiatif juga melapor ke paper.id setelah mencari informasi kontak CS-nya di Google (padahal saya sudah menghubungi HaloBCA terlebih dahulu untuk memblokir kartu CC Krisflyer saya). Kemudian saya bertanya apakah sudah ada konfirmasi ke pihak paper.id, jawabannya tetap sama.
Akhirnya, saya lampirkan screenshot percakapan saya dengan pihak paper.id yang menunjukkan bahwa saya sudah berkoordinasi dengan mereka. Barulah setelah itu tiket untuk peninjauan ulang dibuka, berikut lampirannya:
Saya sangat kecewa dengan keputusan sepihak dari bank besar seperti BCA ini yang mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan itikad win-win solution dalam menyelesaikan masalah phishing, yang jelas-jelas saya mendapatkan notifikasi melalui SMS BCA. Nasabah yang telah bertahun-tahun pun dipandang sebelah mata dan diperlakukan semena-mena tanpa mengadopsi etika penyelesaian yang adil. Sebaliknya, malah dihadapkan pada lose-lose solution yang sepihak.
Saya berharap BCA segera memberikan klarifikasi di kolom Media Konsumen ini, sebagai contoh cara penyelesaian masalah phishing yang diadopsi oleh paper.id. Saya melihat bahwa paper.id memiliki sistem identifikasi yang aman. Sementara itu, BCA sudah jelas menerima keluhan kami dan sudah dicatat, tetapi tidak ada koordinasi dengan paper.id, seolah-olah diabaikan. Biarlah publik menilai sendiri.
Semoga ada penyelesaian terbaik untuk kasus saya dan kompensasinya. Saya hanya ingin berbagi pengalaman bahwa bank sebesar BCA ini dalam menangani masalah anti-fraud phishing dan keamanannya patut dipertanyakan. Mereka lebih memilih penyelesaian sepihak, tanpa melakukan investigasi terbuka terhadap provider yang terlibat dalam penipuan dan phishing, dengan alasan OTP dan lain-lain secara sadar.
Mohon OJK yang melihat ini dapat mengkaji ulang tindakan bank BCA ini. Terima kasih.
Edyson
Jakarta Barat
Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:
Komentar
Saya juga pernah kena Fake BTS yg di mana saya di kirimkan SMS bbrp Kali bahwa WA saya mesti di reset ulang. Dan waktu itu signal di HP saya semuanya hilang. Untung ny saya berhenti sejenak setelah membaca SMS itu Dan sekitar 1-2 menit baru lah signal HP saya kembali seperti normal. Hati hati yaa Frenz, kl ketemu masalah yg seperti saya. Jgn buru buru di klik tautan yg di kirimkan melalui SMS.
Iya masih harus lebih was was lagi . Thx sharing nya bro
ini yg nulis udh salah tp msh ngotot ga mau terima salah.
paper id adalah merchant yg digunakan utk transaksi. kl benar mereka bantu penulis terkait transaksi tsb. bukan cuma sebatas tindakan menghold dana. tp batalin (void) transaksinya. dengan melakukan pembatalan (void) dana yg digunakan utk transaksi akan kembali ke kartu kredit. tp nyatanya ga ada tindakan pembatalan transaksi tsb sehingga sama BCA ditagihkan ke penulis
Baca lagi baik2 . Poin nya bukan disitu. Tapi bagaimana BCA MENANGGAPI penelusuran anti fraud pishing yg bisa saja terjadi lewat fake BTS Kek atau apa. Yg seharusnya bisa di telusuri sampai akar2 nya jika mau si BCA.
KENYATAANNYA BCA PAKAI SEMENA SEPIHAK INI JELAS KOG..
Disini paper.id sangat aman dan cergap menanggapi kasus anti fraud pishing JIKA ADA LAPORAN BENER APA ADANYA LGSG DI TELUSURI KE AKAR MAKANYA DI HOLD UNTUK DI INVESTIGASI.. Baca dulu poin nya baru komen ya bro . Setelah ini keluar disini pihak BCA BARU HUB bahwa ada kekeliruan. Saya uda sampaikan paper.id uda ambil langkah bener. Rekaman ada saya rekam kog baru semalam hehehehe biar bisa belajar dr case saya. BCa harus perbaiki anti fraud pishing ini jngn apa apa nasabah yg di salahin dengan dalih klausal yg mereka buat. Tanpa netral dan berkoordinasi dengan pihak pishing merchant yg di tuju. Uda itu ajam cmiiww
lho anda yang salah tp malah minta BCA yg koreksi. gimana sih pak?
Baca lagi ya. Dimana saya nyalahin. Saya cuma blg sekelas BCA investigasi sepihak dalam memberi keputusan. Untuk apa di suruh isi sanggahan. Jika keputusan jelas itu juga harus koordinir investigasi sampai akar donk dan temu titik win win bukan lose lose. Semangat baca dan pahami maksud dr diskusi kronologis di atas. Cmiiww
Kak, ini coba dipikir dgn kepala dingin jgn emosi. BCA itu tugasnya melakukan transaksi kartu kredit, yg terima dana paper.id, jd saat kakak blg itu bukan transaksi kakak, yg bisa BCA lakukan hanya investigasi proses penggunaan kartu kreditnya apakah sudah sesuai, misalnya input nomor kartu, tgl berlaku, cvv dan OTP. Kalau sudah sampai input OTP, bank akan menganggap itu transaksi normal. Mengenai koordinasi dgn paper.id hrsnya bukan BCA yg menghubungi, tp paper.id karna mereka yg punya data transaksi, baik nama merchant maupun nomor transaksi, kalau BCA kan cm taunya transaksi kartu kredit di paper.id aja. Yg bs kakak lakukan skrg cm nunggu paper.id batalin transaksi, karna gak mungkin BCA maksa paper.id utk batalin, apalagi kalau ternyata dana sudah ditarik dr paper.id, nah kalo emang dana udh ditarik itu yg ribet. Urusan pishing ini agak ribet kak investigasinya, menghindari klaim palsu, soalnya udh bnyk yg pura2 jd korban pishing padahal aslinya ketipu gestun, atau ada jg yg pura2 kena pishing pinjol. Semoga cepat selesai dan uangnya bs kembali ya kak.
saya prihatin atas masalah anda. Gini loh ya kak, dana kk itu kan sudah masuk ke rek Paper.ID. Harusnya kalau memang paper.id bisa bantu dan sudah valid bahwa kk kena phising serta dana masih tertahan ya minta mereka balikin uang kk. BCA mana bisa memaksa paper.id balikin uang yg sudah masuk ke rekening mereka kecuali kalau itu memang keputusan pengadilan.
Kejadian phising ini banyak bank yg kena, paling banyak bank digital. Kasus seperti ini semua bank akan melimpahkan tanggung jawab ke nasabah karena tidak berhati hati dengan data pribadi, apalagi ada OTP yg HP nya nomor nasabah sendiri. Saya pernah alami hal yg sama dan tetap harus saya bayarkan. Tapi negosiasi dengan Bank 50% saya bayar karena transaksi kredit pinjaman.
Untuk negosiasi supaya dapat diskon 50 % gimana caranya mba??? saya sudah masuk kol 4 alias diragukan. saya sudah minta discon dari tagihan Rp 9.911.000 menjadi 4 juta rupiah tidak diberikan padahal sebelumnya sudah terdebet otomatis 1, 3 jutaan dari rekening saya. Gimana caranya mba...bisa share??
Pendaftaran Paper ID itu memerlukam NIB, Foto Usaha, Foto selfie depan tempat usaha, mudah2an pihak Paper bisa melacak dengan baik.. saya juga pengguna cc bca pernah dpt sms cuma selalu kiabaikan karna linknya bukan web resmi BCA..
Bank yg katanya terbaik ini ternyata masih kena pishing . Padahal di gambar itu resmi dari BCA
Hanya sharing info aja ya:
Link phishing itu masuk ke thread SMS BCA.
Yang masukin bukan BCA, tapi aplikasi SMS (Android/iOS).
Aplikasi mengelompokan SMS yang masuk berdasrkan ID dari sender.
Misal, ada SMS masuk dari sender ID 081211111 otomatis dikelompokkan ke dalam thread 081211111.
Layanan bisnis biasanya tidak menggunakan ID nomor HP tapi ID alphanumerik.
Misalnya, BCA, BPJS, Mandiri, dll.
Penipu bisa menggunakan tools seperti SMS gateway untuk mengirim SMS menggunakan ID alphanumerik.
Dia kirim SMS dengan menggunakan ID "BCA" (bukan nomor HP).
Saat masuk ke HP calon korban, aplikasi SMS baca ada SMS masuk dari ID "BCA", otomatis
dikelompokkan dalam thread BCA.
Kira2 seperti itu carakerja SMS di HP.
Nanti2 mungkin saja ada link phishing lagi masuk ke thread SMS lain, misalnya: BPJS, Pajak, Mandiri, dll.
Jadi... kitanya harus hati2. Jangan sembarang klik link di dalam SMS.
CMIIW
yg terkena phising nasabah nya. bukan bank nya.
Dari kronologisnya TS mengakui bahwa transaksi terjadi karena Phising, dan poin positifnya uang masih tertahan di Paper.id yang mana sebaiknya anda kejar Paper.id untuk Void/ cancel transaksi tersebut berdarkan bukti yang anda punya, untuk BCA memang betul transaksi menggukan 3ds yang mana Nomor kartu, cvv dan Otp sempat dimasukkan ke page paper.id/ page phising, POV BCA sejauh hal tersebut dan mungkin ya karena bukan Prioritas/ Solitaire sehingga scope penanganannya sebatas itu saja (tidak terlalu jauh menghubungi paper.id) semoga cepat tuntas kasusnya untuk TS
Betul.. saya sudah insiatif hub paper.id kog, tapi kita lihat sisi BCA nya yg semena semena sepihak memutuskan. Buat apa INVESTIGASI , klo investigasi nya hanya internal sepihak aja di BCA tanpa koordinasi ke paper.id .
Padahal di laporan chat pertama maupun call hallo bca saya uda tegaskan ,bahwa saya uda koordinasi sama paper.id dana di hold. Mohon BCA juga bisa lakukan imvestigasi koordinasi sama paper.id.
Kenyataannya tidak ada sama sekali BCA investigasi koordinasi sama paper.id
Saya ada chat wa dan email pertanyaan ke paper.id bahwa BCA sampai kasus paper.id clear tidak ada koordinasi.
Malah saya di kirim ulang penawaran cicilan atas case 21jt itu. Aneh emang cara penanganan BCA .
Saya masih menunggu tanggapannya
Biar di kemudian hari BCA tidak semena mena dalam.hal ini kepada nasabah2 lainnya.
Apakah harus ada korban mahal dulu, baru berbenah ??
Anda harus berhati-hati dalam era dimana semua phising dan scammer yang sudah marak sejak tahun 2020. Sebagai pengguna kartu kredit yang banyak bertransaksi, saya tidak pernah percaya atas segala link dan telp yang tidak official, termasuk yang official dari SMS karena sudah sangat heboh dari BTS SMS Fake yang seharusnya anda juga sangat mengerti terkait ini. Kedua, anda juga seharusnya sudah memahami ketika OTP yang berhasil untuk digunakan bertransaksi itu tidak dapat di sanggah karena 3DS yang sudah secured sebagai pengguna kartu kredit. Sehingga, keputusan BCA untuk menolak itu sudah sangat tepat. Sebagai informasi, bahwa hal ini sudah sangat umum pada setiap perbankan bukan hanya di Indonesia, namun di dunia. Semoga masalah anda segera terselesaikan.
hallo pak....turut berduka atas apa yang bapak alami. Saya jg terkena sms phising dari no resmi bca sebesar rp. 9.911.037. saya sudah laporakan ke BCA dan menyampaikan bahwa sanya saya melakukan transaksi tersebut akibat arahan dari no resmi BCA . Namun BCA melimpahkan tanggungjawab sepenuhnya kepada saya...sya sudah menunda pembayaran selama 6 bulan dan kolektabilitas saya menjadi 4 saat ini. Sebelumnya saya kol 1 dan tidak pernah bermasalah dengan kartu kredit apapun. Ini membuat saya stress...bukan karena tak sanggup bayar tetapi saya tidak mau segampang itu mengeluarkan duit yang pada dasarnya karena kegaga;an sistem BCA sehingga dapat di hack oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saat ini saya sudah mengadukan ke ojk....namun masih blm ada jawaban. saya sempat terpikir apa saya lunasin saja supaya kolektibilitasnya tidak sampai kol5 alias kredit macet. saya bingung
Sebenernya ini kemaanan BCA sangat tidak aman dan parah , itu opini saya melihat mereka nanganin case saya .
Mereka kasih surat sanggahan , kita isi dan mau lakukan investigasib, eh dalih nya ternyata investigasi sepihak , tidak lakukan secara menyeluruh , nyebrang ke merchant yg di pakai pishing link sms dr bca nya, (aliass tanpa cari tau dan koreksi kebeneran sanggahannya) . Ini jelas terjadi di case saya. Padahal saya sudah note. Saya sudah hub paper.id untuk verivikasi ke anehan trx pishing ini, malah paper.id lebih aman. Dalam seminggu uang saya sudah di refund , dan parahnya BCA malah kasih saya penawaran cicilan 0% , tanpa cek bahwa dana uda di refund ke cc saya. Artinya BCA ini sangat bobrok mau menang sendiri. Dalih investigasi tetap aja secara sepihak. Sampai 2 desember 2025 call saya minta di close pengduan di mediakonsumen dan case laporan hallo bca saya ,eh di tawarin lagi solusi cicilan 12-24bln 0% biar case di close.. (saya sudah rekam juga di hp saya lgsg) saya blg apa ga cek di november itu dana sudah di refund sama paper.id . Kalian gmn sih sekelas bca? Bahkan tagihan saya november saya bayar sesuai hak saya pakai malah di kenakan bunga ,katanya tidak di bayar full .. jelas2 dana 21jt itu uda di refund paper.id . Nahh sekelas BCA ini sangat parah keamanan anti fraud apalagi pishing2 , ga lindungin konsumen.
Sampai detik ini di email saya mapun di call hallo bca.. saya cuma tanya .. apakag dalam invetsigasi pihak BCA afa konfirmasi ke Paper.id (sampai skrg tidak di jawab) klo pihak paper.id sudah close refund dan saya ada tanya.. apakah investigasi anti fraud nya BCA ada hub merchant papee.id (jawaban paper.id) tidak...
Nah nilai lah sendiri ??
Saran saya ga usah di bayar... jika itu emang bukan trf kita...
Nah kalau saya tidak tau case bapak itu di merchant mana trx nya. Bisa bpk hub pihak merchant nya buat koreksi kebenerannya.
Saya pastikan bca tidak akan nyebrang kesana investigasi nya, semenjak laporan saya ini..BCA baik di web bahkan gencar sms himbau tentang anti fraud . Sebelumnya tidak ada . Hmm