PAM JAYA (PT. Berta Air Jakarta) Menuai Untung dari “Denda Keterlambatan Bulan Lalu”

Kepada Pengelola PAM JAYA,

Saya merasa diperlakukan tidak adil dengan cara penagihan perusahaan Anda:

  1. Penagihan Bulan Mei, Anda mengirimkan lembar tagihan dengan ancaman tertulis “akan memutus fasilitas Air PAM” di rumah saya. (bukti dapat saya sampaikan)
  2. Bulan Juli, Anda mengenakan “Denda keterlambatan bulan lalu” padahal saya sudah membayar dan tunduk dengan ancaman anda.
  3. Saya menghubungi Call Center 8690999, ternyata jumlah tagihan tertera dalam tagihan bulan Juli tidak sesuai dengan tagihan sebenarnya sehingga jika saya membayar sesuai tagihan bulan Juli, anda akan tetap mengenakan “Denda keterlambatan bulan lalu” katena jumlah tagihan Anda sembunyikan dan tidak pernah ditagihkan kepada saya.
  4. Jumlah tagihan sebenarnya tidak dapat saya bayarkan melalui ATM atau Mobile Banking, harus ke INDOMARET, saya tidak punya waktu untuk itu.

DETAIL DATA SAYA:
NOMEN: 10013005
NAMA: GUNAWAN
TOTAL TAGIHAN BULAN JULI 2016: Rp. 140.879,-
TOTAL TAGIHAN SEBENARNYA: Rp. 453.708,-

Kesimpulan saya pihak PAM JAYA meraih untung dengan cara ini, yaitu dengan “tidak menagihkan akumulasi tagihan sebelumnya” namun tetap mengenakan “Denda keterlambatan bulan lalu”, di sisi lain konsumen tidak diberi tahu mengenai hal adanya tunggakan akumulasi tagihan tersebut.

Saya berharap pihak PAM JAYA dapat menyelesaikan masalah ini mengingat air bersih di wilayah Jakarta tercinta kita ini diMONOPOLI oleh satu perusahaan saja.

Airlangga Gunawan
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:0    Rata-Rata: 0/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

PAM JAYA (PT. Berta Air Jakarta) Menuai Untung dari “Denda Keter…

oleh Airlangga Gunawan dibaca dalam: 1 min
0