Upaya Penipuan oleh Oknum Mengaku dari Kartu Kredit BNI

Saya seorang pengguna kartu kredit BNI. Pada tanggal 10 Januari 2016 saya mendapatkan billing payment di email saya terdapat transaksi dari luar negeri yang dilakukan bukan oleh saya. Kemudian saya menelepon customer service BNI untuk melakukan pemblokiran dan mengirimkan email surat sanggahan pada tanggal 3 Februari 2016. Pada tanggal 4 February 2016 mendapat balasan bahwa email sudah diterima oleh pihak BNI tetapi sampai sekarang tidak ada info apapun mengenai surat sanggahan saya.

Semenjak diblokir saya tidak pernah lagi menerima billing payment yang biasanya dikirimkan pada email. Tiba-tiba pada bulan Agustus 2016, saya ditelepon seseorang yang mengaku dari BNI, mengancam saya untuk terus membayar. Alasan saya tidak mau membayar adalah karena saya masih menunggu surat sanggahan diproses dan karena tidak adanya billing payment dari BNI diemail saya. Bagaimana saya bisa mengetahui berapa jumlah tagihan saya sedangkan saya tidak mengetahui jumlah secara tertulis? Pertama seseorang yang mengaku bernama Andi bilang bahwa sudah dikirim melalui email, kemudian bilang lagi bahwa BNI tidak bisa mengirimkan billing payment karena kartu sudah diblokir. Ketidakjelasan perkataannya ini membuat saya benar-benar yakin bahwa saya sedang coba ditipu oleh oknum.

Kejadian ini terus menerus berlanjut beberapa bulan, menagih dan mengancam tanpa menunjukkan billing payment. Yang kadang jumlah yang dia sebutkan tidak pernah jelas, pagi hari mengatakan berjumlah Rp 400.000 lalu siang hari mengatakan berjumlah Rp 500.000,-

Saya beberapa kali mencoba untuk menghubungi BNI Call tetapi tidak pernah bisa tersambung, setiap saya tekan angka untuk terhubung dengan customer call selalu dikatakan ‘anda tidak menekan angka yang diminta’ padahal angka yang saya tekan sudah benar.

Pada tanggal 9 Maret 2017, seseorang yang mengaku bernama Andi tersebut akhirnya meminta saya untuk melakukan penutupan kartu kredit dan meminta saya mentransfer uang sejumlah Rp 5.527.000,- padahal billing terakhir saya Sejumlah Rp 5.122.546,- (Ditambah jumlah tagihan yang saya tidak pernah pakai). Belum lagi ditambah uang dari beberapa bulan yang saya setorkan mencapai Rp 2.038.000,-

Akhirnya saya datang langsung ke Bank BNI kcp Ubud pada tanggal 9 Maret 2017, untuk melakukan penutupan kartu kredit. CS mengatakan bahwa saya harus langsung ke Bagian kartu kredit di Renon Denpasar. Lalu saya menceritakan apa yang saya alami dan CS mengatakan bahwa semua pembayaran di luar billing payment itu diluar tanggung jawab BNI. Dan saya benar-benar merasa tertipu!

Lalu saya menyelidiki seseorang yang mengaku bernama Andi tersebut ternyata sebenarnya bernama Kadek Budi Arthana atau Bewok yang mempunyai sebuah usaha clothing di Bali. Dari sini jelas-jelas bahwa ada indikasi penipuan oleh oknum. Dalam waktu dekat saya akan ajukan masalah ini kepada pihak kepolisian. Saya ingin juga kejelasan bagaimana cara saya melakukan pelunasan dengan data yang jelas lalu menutup kartu kredit BNI secara resmi agar tidak terjadi penipuan lagi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Terima Kasih

Serly Marlyantika
Bantul, Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:5    Rata-Rata: 3.2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Upaya Penipuan oleh Oknum Mengaku dari Kartu Kredit BNI

oleh Serly Marlyantika dibaca dalam: 2 min
0